Inisiatif Bawahan: Apakah Bos Peduli?
KREATIVITAS DARI HIERARKI RENDAH.

Dari jarak dua meter pun tak terbaca. Tapi saya tergoda untuk mendekati kertas sobekan buku tulis yang coretannya meluntur itu. Sebuah imbauan. Hasil tulisan tangan komandan satpam Gedung Pos Ibukota, Pasar Baru, Jakarta.
Mulanya saya geli. Setelah itu kagum. Saya mengagumi inisiatif Pak Kumendam Satpamwan. Tak usah mencari komputer (apalagi yang ada desktop publishing-nya) dan pencetak laser. Cukup sobekan buku tulis dan bolpen. Maka jadilah.
Saya tak mencari tahu apakah tuan-tuan mulia lagi bijak bestari di jawatan itu mengetahui apa saja yang telah dilakukan lapis bawah untuk kepentingan tempat dinas mereka. Tempat dinas yang kian kusam seiring menyurutnya pamor jasa pos.
Entah bagaimana caranya, yang penting beres. Barangkali itu prinsip tuan.
Kami lakukan sejauh kami mampu, itu prinsip para bala dhupak pidak pedarakan, yakni mereka yang secara hierarkis paling sering disuruh.
Peturasan para anggota staf jadi jorok, keran bocor cukup dibebat tas kresek, handel pintu copot cukup diikat tali rafia, itu bukan tanggung jawab juragan kecil. Di banyak kantor, itu tanggung jawab bawahan untuk mengatasinya.
Dalam setiap pidato dan santiaji, mantera bernama inisiatif seringkali lebih diresapi oleh bawahan. Tanpa mendengar sabda pun mereka kadang sudah paham — dan menjalankannya. Dengan risiko kalau salah akan dipertololkan.
Nasib.
23 Responses to Inisiatif Bawahan: Apakah Bos Peduli?
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Guru: Ada yang Budiman, Ada yang Bajingan
May 1, 2009 by Antyo… TAPI HANYA GURUKAH YANG MELUKAI JIWA ANAK?
“Oh ibu dan ayah selamat pagi. Ku pergi belajar…,” kata lagu lama. Dan sahutan pemeran orangtua dalam lagu yang sama adalah, “Jadilah kau murid bajingan!” Oh maaf, saya kasar? Apa boleh bikin.
Adakah guru yang bajingan? Saya teringat itu setelah membaca posting Haris Firdaus tentang
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





beginilah nasib bala duphak, paman..ya seperti saya ini
Apapapun caranya yang penting isi pengumuman bisa sampai, saya sendiri jadi tahu kalo disitu ada pengumuman itu. Baru mudeng. Paman santai aja, nanti saya sampaikan ke Bos. Harusnya lokasi itu ditanamin palawija atau apa keq. jadi orang ngak bakal naro kendaraannya disitu.
Jangan GR dulu Paman. Tulisan itu bisa saja bukan dimaksudkan sebagai woro-woro yang memenuhi syarat komunikasi yang baik. Bisa juga bukti kinerja sang Kumendam kepada atasan, “Pak Boss, saya sudah tempel pengumuman. Kalo masih pada ndableg, jangan salahkan saya”.
Yaa tergantung bosnya sih… Kalo kebanyakan makan santan ya gimana mau peduli, lha pusing mlulu kolesterolnya tinggi :-))
i mean, waskitane……
(liat komentar saya sebelumnya –yang salah tulis)
wakitane bala duphak….
kumendam? pantesan ada nama daerah di jogja yg namanya Kumendaman. itu isinya tengtara atawa hongib semua kali ya paman?
sudah saatnya mengadakan training desktop publishing tools untuk para satpam..
yang saya ngalami, dari atas lambat, dari bawah seperlunya.
::kok lebih mirip upil daripada tahi cecak ya?
sedikit bicara, banyak kerja, Paman :)
Setiap bagian punya kepedulian dan tanggungjawab masing-masing.. mungkin demikian si Bos bakalan ngeles kalau ditanya, Paman
buat mazirwan: stempel itu pengganti hologram
buat Ogi: tahi cicak itu pengganti stempel
wegh, pengumuman e dibubuhi tahi cicak segala, kuerrenn
bos itu kan semacam tuhan kecil. selalu suci dan ndak pernah turun ke bumi.
Kadang kreativitas dibuat oleh orang di bawah, tapi kemudian bisa hilang ketima mereka sudah di atas. Semoga si satpawan itu nantinya tidak. :D
ini moda komunikasi antara bala dhupak satu dengan bala dhupak lainnya, bos ndak main di sini. khas sekali, lewat tulisan, tempel di papan umum. yaaah, seperti blog lah.
nasib “bala dhupak pidak pedarakan” emang seperti masinis kereta. andai semua baik2 saja, tak ada seorang pun yang inget jasanya. baru kalau tabrakan, dia pertama yang di salahkan :(
nasib….
satu kata tapi JEROOOOO BANGET
Selama ini kan “orang bawah” cuma bisa berteriak-teriak tanpa ada yang mendengar…
Itu ada cicak yang mampir baca ya?
seandainya para tuan-tuan mulia lagi bijak bestari di semua jawatan negeri ini bisa seperti paman….
:-D
begitulah nasib orang kecil paman, penuh pengabdian tp minim perhatian
wah banyak pakdhe, kaya gitu.. yang bawahan lebih berinisiatif, sementara atasan cuek bebek..