Jajanan Suroboyo, Cuk!
BAWALAH KALAU ANDA KE SURABAYA.
Rujak dungus? Walah, apa pula ini. Saya baru dengar pagi ini. Harga seporsi Rp 6.000. Pembeli harus antre dengan mengambil kartu urut seperti di tempat praktik dokter.
Ada lagi sate klopo. Kabarnya sudah “eksis” selama setengah abad. Seporsi (10 tusuk), tanpa gajih, Rp 12.000. Cocok untuk berlatih kesabaran karena harus ngantre lama.
Info itu saya dapatkan dari Waroeng Cangkrukan Suroboyo hasil ramuan tiga cacak. Ada 150 tempat, hampir semua tak saya kenal karena saya tak paham Surabaya. Shorcut paling bagus tentu mengharapkan panduan Fahmi. Dia siap antar dan siap bayar — setidaknya itulah pengalaman saya dua tahun silam. :)

Singkat kata, sebelum menodong Fahmi atau menculik Budiwijaya (sayang Andry mengungsi ke Jakarta), kalau Anda ke Surabaya bawalah buku ini. Layak rujuk. Ada peta dan harga. Semoga Anda pergi tanpa banyak wanti-wanti dari dokter dan ahli gizi. Terutama jika usia Anda sudah mewajibkan kebijaksanaan dalam asupan.
Jika jajanan lain yang Anda harapkan, karena sebelum tiba di Surabaya hidung Anda sudah belang, maka dermatolog yang harus memberikan pembekalan — tapi itu di luar sajian buku ini.

Dunia perdapuran memang menarik, bahkan untuk orang yang burook salero seperti saya ini.
Kuliner bukan hal baru. Tetapi sebagai istilah serapan, kalau saya tak salah ingat, baru diakrabi akhir 80-an.
Di luar itu adalah obrolan tentang jajanan antarkawan, sesuai kelas sosial dan kemampuan kantong. Bahwa sekarang banyak buku berisi panduan jajan, yah itulah hasil rintisan tulisan Umar Kayam, wawancara dengan William Wongso, sajian free mags, bimbingan majalah gaya hidup (wanita), acara TV, buku Laksmi Pamuntjak, dan… blog (juga: milis)!
Pengalaman rasa memang bagian dari kehidupan manusia. Pada tingkat paling sederhana, manusia di mana pun mengenal konsep “enak”. Para kanibal pun mungkin punya. Selanjutnya, rasa adalah soal wawasan, pergaulan, dobosan, rasa kekinian, dan barangkali snobisme.
Generasi saya, ketika masih bocah, setiap diajak bepergian akan menanya orangtua, “Nanti jajan apa, di mana, Pak?”
Generasi anak saya, setiap diajak ke luar kota, akan bilang, “Wahhh kita akan wisata kuliner ya, Pak?” Jawaban saya selalu, “Ndak ada duit, Nak…”
Hmmm… wisata kuliner. Kayaknya istilah ini belum sampai lima tahun umur keberterimaannya.
JUDUL: Waroeng Cangkrukan Suroboyo: 150 Tempat Makan Pilihan di Kota Surabaya dan Sekitarnya • PENULIS: Prasetyo Wardoyo (Cak Pras), Roesdiono (Cak Roes) & Siswanto (Cak Sis) • PENERBIT: Tiara Aksara (Surabaya, 2008) • UKURAN: 14 cm x 21 cm • TEBAL: viii + 92 halaman • HARGA: Rp 35.000
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Gombal Amoh atawa Kaos Lusuh
November 15, 2007 by AntyoOBLONG SEBAGAI BENDA GRAFIS FUNGSIONAL.
Mungkin Anda termasuk jenis ini: menyukai kaos lusuh, tapi bersih, untuk tidur. Alasannya: nyaman. Saya tak akan mendiskusikan bagaimana reaksi pasangan melihat kaos lusuh, daster lusuh, piyama lusuh, sarung lusuh.
Nah adik bungsu saya, kapan itu, membuang kaos-kaos lusuhnya. Sebelum dibuang, tentu disotir. Saat menyortir, dia mengabadikannya untuk kenangan.
[...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





pay, eh man, eh paman…
blog nya lucu. kira2 selucu paman ga ya ???
Bisa bagi2 resep buat bikin blog simple yang eye catching kaya’ gitu ga…?!
salam kenal dari aliaz (bukan nama sebenarnya)
aqu durung eroh macem apo wae jajanan suroboyooan rek,
aku kok pengen banget nilik i
aqu sepesan nang suroboyo tapi
gak nang endi panggon ane jajanan
suroboyoan
salam kenal yo rek
aqu bocah banyuwangi
Kanggo Arek-arek soeroboyo…,mampiro rek nang blog ku. lek ono kabar anyar, opo obyekan , wis pokok e sing iso tetap nyambung barek awakmu kabeh ning suroboyo tolong kabarono aku yo rek.Aku saiki tinggal ning Jakarta , dadi kadang roso kangen iki kuat banget ngono lo rek…, wis rek ojok lali yo. suwun.( mashimam@gmail.com – utowo – cangkruksoeroboyo.blogspot.com )
oalah seng iki kok aku durung moco yo cuk .. wkakaka
[...] panduan ini menjadi tuturan becakan? Tidak. Pemaparan per bagian lebih panjang dari buku Surabaya. Hanya sayang, panduan Sala tak memuat denah pada setiap lema (entri). Akan menjadi lebih memandu [...]
ada versi onlinenya ga yah?
Jadi ingat wisata kulinernya pak bondan. Pokok e Mak nyoss
Kerja paling enak -> wisata kuliner. Sudah makan gratis, dibayar, bisa keliling indonesia…. Mak nyoss :)
wah, cak.. aku biyen sering mangan neng sego sambel angak ho iku. Murah.. sambel karo segone akehan sambele :D Iku cedak unair nggone :D
Sego Sambel : Angak Ho –> kayaknya yang di dekat Kampus C Unair, betulkah ?
@fahmi: Hehehe asyik, aku juga dapet link dari blogger yg paling asyik… *lihat extremetracker*…
Eh paman, kalo ke surabaya lagi, bawa aja bukunya, mari kita jalan2 bareng lagi. Saya yakin fahmi mau nganterin + bayarin.. :D
–budiw
sego sambel angak ho !!
cuma onok nang suroboyo
suroboyo the best lah kalo urusan perut ma bawahnya :p
kangen euy
jadi inget jaman kuliah dulu
eee ada juga nasi goreng kediri..he3x..
Cangkruk paling enak ya sambil maen cap-sa banting (hayoo… gim macam mana pula ini? :p).
ayo cak nang suroboyo, ntar tak antar, [tapi sampeyan sing mbayri ya..hehehe]
hmmm, buku bagus. ini bukan buku kek panduan 100 tempat wisata kuliner di jogja yang isinya kopas doank kan paman??
kangen mbah umar kayam, pakde…
di surabaya yg paling saya hindari adalah rujak cingur..
kenapa? saya bergidik waktu tau bahwa si CINGUR itu ternyata idung sapi.. hiiiyyy.. saya mendadak sontak membayangkan ada upil *ma’af* disana.. huaaaa.. seram!
btw.. ganas sekali sepertinya.. para sapi di surabaya sudah tak memiliki hidung karna smua habis dirujak.. *ga lucuuu…*
Sego sambel masuk sini to….
mantep rek sego sambele…….
nasi goreng krengsengan Taman apsari masuk gak ya ???
hore! dapet link dari blog beken… *ngecek statistik*
:D
Wah, info bukunya sangat bermanfaat ni Paman. Terima kasih. Wew, boso pojok kampung kok dibawa-bawa Paman?
ayo… kapan ke suroboyo rame-rame…
welha…enak-enak-enak paman!
mak nyuuuuus!