Listrik Menyala, Alat Menderita
KALAU PLN BENER, KONSUMEN TAK PERLU STABILIZER.

Listrik di rumah kemarin padam, tanpa pemberitahuan via telepon, SMS, maupun selebaran (emang pernah?). Ketika menyala, ada alat yang ngadat. Dispenser tak dapat mengaluarkan air dingin maupun panas. Benarkah penyebabnya adalah listrik yang tiba-tiba menyala dengan kekuatan berlebih?
Saya bukan ahli listrik. Jadi kesimpulan saya bisa saja salah. Bisa saja kasusnya hanya kebetulan. Tetangga mengumpat, gelas saya pecah — lantas dua hal yang bikin kesal itu saya kandangkan sebagai hubungan kausal.
Karena saya bukan ahli setrum, demikian pula para saksi, tempo hari ketika pemutar CD saya di rumah blogger jadi cuit-cuit, saya hanya bisa menuduh PLN.
Pagi itu saya sedang di kamar kecil. Musik masih berdendang riang tanpa tahu diri bahwa sumber energi dari BUMN cap geledek.
Mendadak lampu padam. Tak sampai semenit. Lalu lampu menyala lagi. Yang saya rasakan di toilet, lampunya terang sekali melebihi biasanya. Saat itu juga terdengar semacam lolongan atau cicitan dari pemutar CD yang tiba-tiba menyala. Bukan suara dari spiker melainkan suara dari mekanis pemutar.
Saya segera keluar. Saya hampiri si pemutar mungil yang sering ditertawakan orang karena bermerek jadul itu. Saya matikan. Lalu saya hidupkan lagi. Sejak hari itu si pemutar bercuit-cuit, atau bersuara tik-tik-tik. Kalau menyetel musik perlahan maka suara perkusi masinal itu sangat menggaggu. Ketukannya tak pernah kompak dengan beat.
Memang saya tak memasang stabilizer atau regulator otomatis untuk pemutar musik seperti di rumah. Tapi apakah konsumen harus menyediakan itu? Bukankah sudah menjadi tanggung jawab PLN agar tegangan tetap 220-240 Volt?
Satu-satunya alat bebal di rumah adalah kulkas bulukan yang pintunya sudah baret-baret dan beberapa sudutnya karatan. Usianya sebaya anak sulung saya yang sekarang kelas satu SMA. Kulkas itu sungguh ramah PLN: tak pernah jadi korban lonjakan daya mendadak. Mungkin dia pernah ditatar di markas pabrik setrum.
Alat lain? Dulu, paling ringan adalah terhapusnya setelan jam, timer, alarm, dan frekuensi stasiun pada compo. Yang agak berat: bolam tiba-tiba putus saat listrik menyala sangat terang setelah padam. Yang lebih berat: compo ndesit bin katro itu akhirnya jebol.
Korban berikutnya: sekering UPS putus, eh setelah itu UPS-nya mampus. Yang sial, bersamaan dengan kasus itu, adalah inkjet printer. Karena tak terhubung ke UPS dia langsung wafat. Orang awam bilang, “Jeroannya terbakar”.
Dalam hal melatih kesabaran dan ketabahan, PLN layak diacungi jempol. Tak percuma berlogo petir karena sering bikin jantung konsumen empot-empotan.
Dalam hal merangsang kreativitas, PLN juga pintar. Teman saya, yang bekerja di rumah (Tambun, Bekasi) dengan mengandalkan komputer dan internet (karena memantau bursa saham), harus beli genset mini yang diperam di kamar mandi agar tak terlalu bising.
Dalam perkara mengecoh akal sehat, PLN punya humor pahit yang dahsyat. Ketika dia tak mampu menyediakan daya sesuai pertumbuhan konsumsi listrik, maka yang disalahkan adalah konsumen. Dagangan laku malah marah. `Aneh.
Perkembangan terakhir: jadwal kerja pun harus diubah sesuai kemauan dan kemampuan PLN. Ini sesuai penjabaran slogan “Listrik untuk kehidupan yang lebih baik”.
Perusahaan Listrik Nyeleneh. Perusahaan Listrik Ngawur. Perusahaan Listrik Ndhagel. Perusahaan… anu… silakan Anda tambahi sendiri.
Konon PLN menyediakan hadiah untuk usulan penggantian nama. Pemenangnya akan disetrum sambil mendengarkan Van der Graaf Generator lagu Mati Lampu. Kabarnya lagu itu akan menjadi hymne PLN.
Bonus:
+ Mati lampu dan tawa Mbak Setruminah
+ Surat tagihan model baru
+ Pemadaman selektif (Stttttttttt…)
+ Orang PLN dilarang kerja soliter
+ Mencoba berpikir positif saat listrik padam
+ Kompetisi blog oleh PLN, tapi dilarang menulis posting negatif — maaf belum ada :D
+ Lomba karya tulis bertema “Kalau saya jadi Dirut PLN” — berhadiah kursi listrik
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Membukukan Rasan-rasan Secara Visual
March 10, 2008 by AntyoPOTRET MANUSIA URBAN MEDIOKER DARI “BENI DAN MAIS”.
Manakah yang lucu dari orang-orang Jakarta: kelas menengah-atas atau kelas bawah? Masing-masing punya kelucuan. Tentu, itu bergantung pada posisi kita dan sudut pandang kita.
Dasar manusia — ya, kita semua! — suka bergunjing, maka apa yang menyangkut “keanehan” orang lain, padahal tak merugikan, akan dijadikan bahan [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Iya tuh padahal aku kuliah di jurusan fisika suka ngebuat animasi fisika gitu (udah diterbitkan di budakfisika.blogspot.com), tapi gara-gara mati lampu yang tiba-tiba ilang dah pekerjaan aku…
Sering kesel aku karenanya, kapan sih pemerintah bener sama sesuatu…kali-kali kasih tau dulu gitu :(
Listrik itu mengalir ke rumah2 melalui jaringan kabel yang puanjang Mas. Jadi padam di rumahmu bisa disebabkan karena gangguan di salah satu titik nun jauh di sana. Penyebab lain ya bisa jadi gangguan di mesin pembangkit. Mau bikin listrik swasta? Monggo, kalau rela beli lebih mahal. Listrik sekarang murah karena kita disubsidi pemerintah. Jadi jangan asal misuh ya Mas. Banyak tanya sama orang PLN, itung2 update ilmu soal kelistrikan.
iya, memang saat ni PLN lagi krisis. Menurut saya sih karena kesalahan pemerintahan dulu2 yang kurang antisipasi bikin pembangkit. Masyarakat juga nolak sih buat ada PLTN, padahal kan bisa cukup menuhin kebutuhan listrik. Asal sesuai prosedur, gak akan bahaya kok. Semua juga punya resiko sendiri2.
kita sabar aja sampai akhir 2009 insyaAllah, pembangkit2 baru dah beroperasi, jadi kebutuhan listrik bisa terpenuhi.
bener tuh, kemaren aja rumah kita dicatet nomernya gara-gara keponakan kita tinggal bareng bareng kita adalah pegawai pln, ya bagus lah berarti pln ga kacang alias kakean cangkem soal masalah hemat listrik
amPyuuuNnn!!! janGan naEk haRga liStRiknyA yAaaa.. gW mAh meNding nGirIt aJa dEh drPd naEk hArga LisTrikNya, aPa2 uDa maHaL gT loH.. hiKs2..
Oalahhh Pantesan Dagangan Laku Kok Malah Marah, Lha Wong Harga Jualnya Lebih Murah Dari Ongkos Bikinnya….
perlu dicatat aja bahwa per maret pln telah mendata nomor kontrak listrik seluruh karyawannya. listrik karyawan dimonitor oleh menejemen terkait dan akan diberikan sanksi bila terbukti tidak melakukan penghematan sesuai batas hemat nasional. Kantor2 pln jg dimonitor agar tetap berada di bawah batas hemat nasional, semua pintu dan jendela wajib dibuka hingga jam 10 pagi agar tdk perlu menyalakan lampu dan AC