BAGIAN DARI MATA PELAJARAN DI SD.

raras nonton cinta laura

Ketika saya telepon, malam itu anak bungsu saya sedang mengerjakan PR. Kok ada suara TV? “Iya, Pak. Memang PR-nya nonton TV lalu bikin kritik,” katanya.

Wah boleh juga. Baru dua hari sebelumnya ada Hari Tanpa TV. Lantas Bu Guru Bahasa Indonesia menyuruh anak kelas enam SD membuat “kritik sinetron”. Maka dia tongkrongilah Upik Abu dan Laura. Kali itu dia nonton sinetron  karena tugas dari Bu Guru. Ketika saya tanya repot apa tidak, dia hanya tertawa-tawa.

Bagaimana isi laporan anak, biarlah Bu Guru yang menimbang. Jujur atau tidak, orisinal atau klise, lagi-lagi biarlah itu terjawab dalam interaksi guru dan murid.

Saya ingat, sehari setelah Hari tanpa TV itu teman saya nggerundel, “Orang kok diajak nggak nonton TV. Emang itu bisa memperbaiki keadaan? Kenapa nggak bikin lomba supaya masyarakat bisa usul acara yang bagus.”

Apa sih sebetulnya kesalahan TV? Kalau dia eh mereka itu haram, kenapa banyak orang suka, dan belanja iklan terbesar nyemplung di sana?

Ada orang bilang, “Untuk mengetahui kekurangan dan bahkan ketololan siaran TV gratis hanya bisa didapat dengan sering menonton.”

Tagged with:
 

26 Responses to PR dari Bu Guru: Tontonlah Sinetron

  1. Ilham S. MALAYSIA Internet Explorer Windows says:

    Acara TV yg menarik ya badminton, jika atlit kita brtanding di olimpic kemarin.. selebihnya.. minum air ditambah racun.. seger tapi mati pelan2 (otaknya)..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.