Sihir di Internet
TIPU-MENIPU, LALU?
Fiksi dan fakta, imajinasi dan realita, seberapakah kita bisa membedakan? Baiklah saya ralat: seberapakah kita mau membedakan? Orang dewasa bisa membedakan tapi kadang sengaja mematikan kesadaran dan akal sehat karena imajinasi dan ilusi lebih membuai.
Seorang sastrawan yang selalu membuka cakrawala cinta pembacanya sangat berkemungkinan mengundang penasaran wanita pembacanya.
Apakah si penulis itu romantis? Sangat memahami wanita dengan segala keinginan terpendamnya dan bisa membantu mengeluarkan isi kotak dengan nyaman dan ehm… rahasia?
Begitulah kira-kira sejumlah tanya penasaran. Dalam bahasa sederhana, “Pacar dia banyak ya? Sama siapa saja? Kehidupan rumah tangganya beres? Istrinya cantik nggak?”
Tak hanya wanita. Pria pun bisa penasaran, lalu berkhayal dengan menambah rujukan dari sana-sini, yang ujung-ujungnya adalah proyeksi bahwa wanita penulis novel (atau penulis blog) itu juga sosok yang mendidih dan masih mencari penyaluran hasrat tersembunyi yang tepat.
Selalu ada sihir melalui media. Dari masa ke masa ada saja penyiar radio yang membuat pendengarnya kecanduan. Sebuah stasiun radio, yang kebanyakan pendengarnya adalah wanita karier lajang, punya pria penyiar andalan yang mengudara tengah malam. Persoalannya bukanlah kalau yang siaran wanita kasihan pulangnya. Pendengar memang butuh bisikan malam. Dari pria. Yang bercerita apa saja. Seolah menyapa satu orang saja.
Contoh lain? Premium call yang erotis. Cukup dengan mendengarkan suara dari wajah yang tak pernah dilihatnya si penelepon bisa terpanggang sampai lupa pulsa. Padahal suara srat-sret ritlsleting bisa saja dari tas atau jaket si operator.
Sihir suara. Sihir teks. Selalu saja ada. Dulu zamannya musim ngebrik (dari sana asal istilah kopdar), ada saja pasal kepincut. Kemudian suara meluas ke teks. Cukup melalui messenger dan e-mail seseorang bisa terpiuh oleh lawan bicara. Selalu rindu untuk menyapa dan disapa. Ingin selalu memperlakukan dan diperlakukan secara istimewa — padahal hanya maya.
Kemudian, kemudian, dan kemudian mereka bersua, tatap muka. Ada yang romantis, ada yang bersahabat, ada yang berkawan biasa, tapi tak sedikit yang pada jumpa pertama sudah memetik berbuah kuciwa. Jauh panggang dari api. Jauh tampang dari imajinasi.
Dari perjumpaan yang tak berbuah kuciwa itu ada juga yang kemudian tertipu, teperdayai. Bukan saja rugi uang (yang bisa dicari lagi), tetapi juga rugi rasa karena perjumpaan bukan sekadar ngopi bersama. Justru rugi hati itu yang disesali dan kadang ditempatkan sebagai aib tak terampuni oleh diri sendiri.
Bukan salah internet. Bukan salah blog. Tapi kalau salah satu pihak merasa tertipu bukan berarti pihak penyebab merasa sebagai penipu. Bisa juga sebaliknya: penyebab kerugian sadar telah menipu, tapi si terugikan tak merasa sebagai korban, bahkan membela si pelaku.
Hidup memang tidak hitam-putih. Dan soal beginian akan terulang dan terulang lagi.
© Ilustrasi: Intimacy, Ann McMurry, annmcmurry.com
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Papan Nama: Harus Ada atau Seadanya?
November 21, 2006 by AntyoAKU DITULIS (DAN DIPASANG) MAKA AKU ADA.
Ketika formalisasi oleh negara adalah segalanya — apa lagi dahulu kala — maka papan nama lembaga adalah pengabsah kehadiran. Apakah lembaganya berfungsi sesuai visi dan misi, itu soal lain. Juga tak masalah apakah yang namanya “gerakan” itu bersifat ad hoc atau permanen. Yang penting ada papan nama, [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Iseng-iseng berhadiah … sapa tau dapet lucky draw tp kl ga dapet apa2 or hasilnya mengecewakan ya …sudah apa mau dikata, nama nya jg dunia maya
Ya begitulah manusia, suka berimajinasi, suka menipu dan ditipu. Terkait dengan tulisan ini, aku pun pernah ngalaminya sendiri, chating trus kopdar hasilnya ya kuciwa tak sesuai dengan imajinasi, hahahakz.
Setuju sekali, terkadang justru dari hubungan yang tanpa kenal wajah tersebut jadi tambah nyoss. Mohon ijin, akan melakukan trackback terhadap tulisan ini, karena ada beberapa teman yang juga lagi kena demam bercinta lewat chating…
Tipu itu berarti ada kebohongan berulangkali..
Tipu-menipu berarti kebohongan itu saling berbalasan.
Kalau sudah berulang kali dan berbalasan, maka lama-kelamaan perihal kebohongan akan menjadi lumrah dan harap maklum.
Hehehe blog ini pun punya daya magis manstap buat pembacanya kang :) Thanks for sharing your thoughts to all of us.
yah…ada yang romantis…tetapi lebih banyak yang bodoh … hihihihi **ampuun oom**
hidup memang bergradasi, oom..
saya merasa beruntung karena bekali2 ketemuan sama orang2 yang kenalnya dari internet, saya gak pernah celaka.
malah, ada salah satu dari mereka yang pernah menjadi pacar saya.
cuman, sekarang mungkin saya juga rada was2 setelah cerita2 buruk dari beberapa teman (termasuk oom tyo) dan dari orang tua juga.
jadi, saya selalu bawa teman kalo mau ketemu teman baru. terus, tempatnya harus yang rame dan tebuka (seperti mal).
Sihir memang bisa memukau orang…..tapi itulah dunia, abu-abu…tak hanya hitam putih…
Hmm jadi inget temen saya yang bisa dapet banyak cewek hanya dari ym. Sudah banyak korban, bahkan ada yang virgin. Semua terjadi dengan suka rela dan cara yang seksama. Gilanya, semua keahlian tentang internet bersumber dari saya. Hmmm…
iya, kata bang napi juga, kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan, so waspadalah! hehe..
Alat ga pernah salah. Yang salah adalah orang yagn ga bertanggung jawab disana…
Lam kenal mas
bukan salah alatnya memang, tergantung yang menggunakannya.
Apapun yang terlihat indah ya bisa menyihir perasaan. Penampilan, suara bahkan tulisan. Sebelum memutuskan untuk suka pada sesuatu atau seseorang ya, pastikan dapat info yang cukup dulu saja tentangnya ;)
Gua setuju dengan #32 , memang semakin lama semakin rancu antara imajinasi dengan kenyataan.
Sihir suara. Sihir teks. Selalu saja ada. Dulu zamannya musim ngebrik (dari sana asal istlah kopdar), ada saja pasal kepincut.
Sepanjang pembacaan saya, Paman jarang membuat kesalahan dalam penulisan, tetapi kata istlah di atas kurang huruf i.
Semoga segera diralat!
itulah hebatnya ndorokakung, posting dangdutnya sampai dibahas juga di blogombal hehehe
nah lho ?
soal sastrawan itu, romo mangun kan ndak pernah pacaran tuh, ndak pernah yayang2an (setidaknya begitu aturannya), tp kok ya kisah cinta teto dan atik di “burung2 manyar” bisa dahsyat, mak nyus dan ndak boseni.
*soal bagian kedua yg tifu-menifu itu, ndak komen ah. wes bosen.*
Sepertinya semakin sulit membedakannya. Apa yang kita anggap kenyataan ternyata hanya imajinasi dan sebaliknya ditengah serbuan perangkat IT dan teknologi internet saat ini.
tapi ada juga lho paman, orang yang memang mem(p)asrahkan dirinya untuk ditipu… sadar kalo ketipu… dan kecanduan lalu akhirnya menjadi gemar ditipu… :p
ada anti sihir nggak nih!
wekekekeke
Kalo begitu Paman juga penyihir donk? he..he..?
Semoga ilmu Paman bukan dari ajaran sesat. Cayo Paman.
–Padahal suara srat-sret ritlsleting bisa saja dari tas atau jaket si operator.—
koq paman tau ada suara srat sret sgala sih???
pernah nyoba premium call yaaa hehehe ;’)
saya aja yg ga tau n ga prnah nyoba?!
ato yg lain jg punya pngalaman sndiri???
Setuju! Rugi uang, masih bisa dicari lagi, tapi rugi hati, siapa yang bisa mengobati. Hehehe…
Dulu pernah berbuat hal yg sama dgn yg ada di sebelah, malah lebih sadis, dan kini saya menyadari bahwa saya bukanlah seorang hakim.
masih ingat masalah wanted paman?
.::he509x™::.