TAMPAKNYA BERANEH-ANEH BUKAN CUMA DUNIA ANAK…

Dari jauh saya amati anak itu. Dia berjalan dengan mengerudungkan sarung, menyusuri jalan beton pembelah taman sebuah SMP negeri di pinggiran Jakarta. Bagaimana kalau dia tersandung? Atau terperosok ke parit? Ah, saya menghibur diri bahwa anak itu sakti mandraguna karena berguru kepada Mandra dan Gunawan. Atau karena sarungnya tipis. Lagi pula sudah hapal lapangan.
Ternyata tak terjadi apa pun. Dia tahu kapan membuka selubung kepala. Aman. Tenang saja. Tanpa cengengesan. Tiada niat mencari perhatian. Tak sadar sedang dibidik kamera kuaci abal-abal.

Hmmm… selalu ada dorongan bagi kebanyakan anak untuk melakukan hal tak lazim, kadang tanpa alasan yang jelas, atau kalau pun ada alasan takkan dipahami orang dewasa. Sialnya, ada saja orang dewasa yang merasa langsung matang ketika lahir, lupa pernah melakukan hal-hal aneh yang berbahaya waktu kecil.
Waktu berumur 10 tahun saya pernah naik sepeda sambil merem. Adik saya mengawasi. Dalam pejam mata dunia gelap tahu-tahu saya terbanting ke aspal yang bertabur kerikil dan pasir. Byak! Dunia terang. Sudah ada seorang pemuda yang mengaduh dan menyumpah di dekat saya. Roda depan sepedanya jadi angka delapan.
Dalam sepersekian detik saya langsung paham. Pasti dia meluncur dari jalan menurun yang berlawanan arah dengan saya yang sedang menirukan akrobat sirkus. Kemudian… gubraks!
Dalam waktu singkat itu pula, di tengah pertigaan Kalinongko di Jalan Osa Maliki Salatiga, kerah saya telah terangkat oleh tangan kirinya. Dia berdiri sambil membungkuk. Tangan kanannya siap diayun… Saya seperti tergantung oleh baju saya sendiri.
Untunglah datang seorang hero. Mas Mardi namanya. Saya selamat. Dengan diplomasi dan entah apalagi si pemuda yang dengkul celananya robek itu berlalu, menuntun sepeda beroda bengkok, sambil meninggalkan sumpah serapah. Adik saya tertawa-tawa. Saya juga, karena sepeda saya utuh. Pakaian saya pun utuh.
Memang bukan teladan yang layak tiru. Tapi saya tak beda dengan anak SMP di luar kompleks Bintaro Jaya itu. Melakukan sesuatu yang aneh, yang berbahaya, yang konyol. Bedanya, saya merugikan orang lain.
Namun benarkah perilaku aneh hanya milik dunia anak-anak? Orang dewasa juga bisa dan suka aneh-aneh tanpa merasa dirinya aneh. Misalnya para anggota DPR yang doyan suap itu.
Maka nanti, saat menjumpai kampanye pemilu, jangan menanyakan visi maupun program ini-itu kepada partai dan caleg. Tanyakan saja apakah setelah duduk di parlemen mereka akan menolak suap dan anti terhadap praktik percaloan.




abdee | 31 08 2008 @ 18:56:39
anggota DPR kan juga rindu masa anak-anak.
Yang selalu disuap dan dikeloni…
Hollywood | 28 08 2008 @ 15:10:19
kadang anggota DPR juga kangen ama masa kecilnya yang suka berantem, makanya waktu sidang jadi arena tawuran
dhany | 28 08 2008 @ 1:15:35
lagi latihan mo ikutan lomba pukul kendi..
yunik | 27 08 2008 @ 17:04:35
anggota DPR itu lupa sama masa kecilnya paman, dia masih pengen disuapin n didudukin (ooooops yang itu porno ahh)
mantan kyai | 27 08 2008 @ 3:24:47
Ato lebih baik dtanyakan apakah mereka mau menutupi wajah mereka yg memalukan dg sarung seperti anak yg paman critakan.
Wirawan Winarto | 26 08 2008 @ 22:37:59
mungkin yang ditabrak waktu itu juga sama-sama merem. siapa tahu.
Ilam elom | 26 08 2008 @ 15:31:36
Hahay! Dasar anak gede. Biar gede, tetap anak-anak…
sluman slumun slamet | 26 08 2008 @ 9:19:15
ternyata kecilnya paman dulu tambeng ya?
:D
egghead | 26 08 2008 @ 9:15:09
Emang doyan suap itu perilaku aneh Pam ?
Justru yg gak doyan suap itu yg aneh..
nyam….nyam…
edratna | 26 08 2008 @ 6:49:02
Anak-anak memang suka mencoba, tapi menjadi lain jika yang suka mencoba hal-hal aneh tadi orang dewasa, dan para petinggi terhormat…serta merugikan orang lain.
kw | 26 08 2008 @ 3:19:57
jadi tetap lebih menarik menjadi kelompok putih? :)
Abihaha | 26 08 2008 @ 1:20:29
Pripun tho pakdhe kok compare’ipun kaleh anggauta dewan ingkang mulyo marem niku? Lha kanjeng-kanjeng sinuwun anggauta dewan ingkang mulyo lan marem niku asmonipun “cari makan” senes aneh-aneh lan neko-neko.
Ada sedikit kesamaan juga sih, kalau anak-anak SMP ini ‘buta sarung’, yang di gedung kumbang sana ‘buta iman’ dan ‘buta moral’ malah tidak sedikit yang ‘buta susila’.
Kok jadi nuduh ya…
Donny Verdian | 25 08 2008 @ 22:34:06
Aneh itu kan biasanya karena belum kenal, Paman.. nanti kalo para caleg itu udah terbiasa jadi anggota legislatif, mereka akan terbiasa dan ngga bilang aneh lagi kok hehehe
Tetty | 25 08 2008 @ 21:47:43
Makanya, para pemilih hati-hati..
apalagi sekarang banyak caleg yang gak jelas visi dan “cangkemnya”(mulut)..he..he.?
Duit,duit dan duit… tanpa bicara hati nurani, manusia apa hewan sech…? Duh, amit-amit dech, semoga aja dapat berubah ya…? Amien..
oscar | 25 08 2008 @ 21:39:14
kok nyambungnya ke anehnya anggota dewan J**CUK. memang mereka suka konyol jadi tahun depan ga usah ikut milih orang2 konyol
LieZMaya | 25 08 2008 @ 18:26:30
ahayyy dari dulu sampe sekarang saya masih suka bikin sensasi aneh2 haha
*isss tapi rahasia, ya gpplah yang penting nggak strees, nyari seneng sendiri :)
jarwadi | 25 08 2008 @ 18:07:19
hehehe
makanya aku tetep ingin jadi anak anak saja, biar bebas berimajinasi dan melakukan apasaja
Dito | 25 08 2008 @ 16:37:18
hehehe….anak-anak is the best!
iway | 25 08 2008 @ 16:11:20
itu kan serunya jadi orang belum dewasa, mikirnya ga kepanjangan :D
guntur | 25 08 2008 @ 16:10:09
pertigaan kalinongko di osamaliki?
aku tau…aku tau…
Kesambet | 25 08 2008 @ 16:04:58
Percuma nanya sama caleg…Paman, bukankah setelah duduk di kursi parlemen tujuan utamanya “menerima suap” dan “praktek percaloan”?
JalanSutera.com™ | 25 08 2008 @ 15:18:54
cah mbeling kuwiii….
Ahmad | 25 08 2008 @ 15:15:12
Waktu kecil saya juga pernah main perang-perangan menggunakan ketapel yang pelurunya menggunakan akar pohon. Jika terkena, sakitnya bukan main.
Setelah dewasa, saya menganggapnya konyol. Tapi, dulu kami melakukannya dengan riang.
Reporter Kopidangdut | 25 08 2008 @ 14:42:47
Anggota DPR itu ndak mirip sama anak nekat di foto.
Justu anggota DPR mengenakan loop alias suryakanta..
semuanya kelihatan bahenol, ranum dan pantas dimiliki…