Salah Tangkap, Salah Jeblos: Sengkon & Karta #2
PILIH MANA: MEMBEBASKAN ORANG BERSALAH ATAU MEMENJARAKAN ORANG TAK BERSALAH?
Tak usah tentara. Polisi pun bisa mencari serigala ke hutan dan hasilnya sama. Dalam 30 menit petugas keluar dari hutan, menenteng seekor kelinci dengan memegang sepasang kupingnya, lalu penuh kejohanan berseru, “Ini dia serigalanya!” Si kelinci sudah babak belur bahkan mungkin sekarat.
Lelucon pahit dari zaman lama itu menjadi tidak lucu ketika diterapkan kepada tiga orang terdakwa pembunuh Asrori. Dua yang pertama, yakni Kemat dan David, masing-masing kena vonis bui 17 dan 12 tahun oleh hakim Pengadilan Negeri Jombang. Yang ketiga, yaitu Sugianto, masih disidang. Info terakhir: tersangka pembunuh yang sudah mengaku adalah Ryan.
Apakah pengakuan Ryan betul, itu tugas penyidik. Yang penting adalah: jika terbukti melalui peradilan yang jujur dan bermartabat bahwa pembunuh Asrori bukanlah ketiga orang itu maka mereka bertiga tak cukup hanya dibebaskan, lalu mendapatkan rehablitasi nama dan ganti rugi. Tidak hanya itu. Si penyidik harus dihukum.
Peradilan sesat macam ini pernah terjadi pada Sengkon dan Karta pada tahun 70-an. Setelah mendekam di rumah bui mereka terbukti tak bersalah, bahkan kalau saya tak salah ingat mereka malah bertemu si pembunuh asli.

Peradilan sesat melukai rasa keadilan masyarakat. Maka ahi hukum bisa bertamsil “lebih baik membebaskan orang yang bersalah daripada menghukum orang yang tidak bersalah.”
Yang sering terjadi — tepatnya menurut kesan orang awam seperti saya — adalah pengadilan membebaskan orang bersalah, atau meringankan hukumannya, karena segalanya telah diatur.
Rekayasa paling cantik adalah jika hakim paling lurus dan jujur sekalipun harus membebaskan seorang terdakwa demi hukum karena hulu penyidikan sampai muara bernama dakwaan salah semua.
Baiklah, anggap saja itu rezekinya orang yang bisa mengatur hukum. Tapi hati saya bertanya-tanya, apakah para penyidik yang berlaku seperti penangkap kelinci itu menyimpan rasa bersalah dalam dirinya? Atau jangan-jangan malah enteng berucap, “Salah sendiri kenapa mau mengaku!”
Jika Anda menemukan informasi yang berisi pengakuan anggota tim penyidik dan penanggungjawabnya, misalnya melalui wawancara dengan media, segera kabarkanlah melalui blog.
Tentang hakim, hmmm saya sedang menerenung. Bukankah dengan menyidang terdakwa mereka itu mencocokkan kertas kerja dengan kenyataan? Mata hati dan kawicaksanan mestinya selalu bersama mereka. Apalagi vonis selalu membawa-bawa nama Tuhan.
© Foto: Kartono Ryadi/Kompas (dari tulisan ini)
34 Responses to Salah Tangkap, Salah Jeblos: Sengkon & Karta #2
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Mencari Zebra di Zebra Cross
November 16, 2011 by Antyo
PARA TUAN KOTA MENGANGGAP ZEBRA CROSS SOAL SEPELE.
Entah apa bahasa Indonesianya, yang pasti zebra cross (lintasan zebra?) dirancang dan diterapkan untuk penyeberang jalan. Pejalan kaki maupun pengendara diandaikan sudah tahu. Tetapi apakah para tuan kota juga tahu? Lihatlah foto ini. Saya menjepretnya tadi sore tadi dan tadi malam di depan Plaza Blok M, Jakarta [...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Saya skrg mengalami sendiri peristiwa ini, suami saya dipaksa mengikuti skenario JPU dengan jaminan …. dan itu ternyata tipu muslihat JPU. Sekarang saya benar2 takut mau mengadu/sharing di blog takut jadi Prita ke 2, saya masih mempunyai 2 org anak kecil2, 2,5th dan 6th. Usaha mengadu kemana-mana sudah saya lakukan, hanya menunggu mukjizat dari Allah Yang Maha Adil.
Inilah akibatnya kalau polisi (yang kroco2, bukan yang elit apalagi densus 88) bisanya baru mencari ‘kesaksian’ dari ingatan manusia, bukan ‘pembuktian’ dari barang-barang di TKP.
*balik lagi nonton CSI*
membebaskan orang bersalah, walaupun bikin mual, masih lebih dipilih daripada memenjarakan orang tak bersalah bukan?
Smoga, Mas korban kebiadaban Penyidik tambah sabar, iman, dan rejekinya dan tambah keberanian tuk menuntut ke Penyidik. Demikian pula kepada para Penyidik & Hakim yang berdosa, minta ampunlah dan ubah kebiasaanmu yang tidak profesional, dan smoga segera dijebloskan secara hukum ke Penjara. Biar tau rasa.
Pelajaran Sengkon dll apa masih kurang? atau memang mentalnya. Smoga di neraka selamanya.
…aku ga bisa ngomong banyak (capek dengarnya)!!aku kan jg mantan napi (tp dah tobat kok..), kejadian macam gitu udah “kenyang” aku dengar dari kawan kawan di dalam sel!!! yah, namanya jg polisi.. di apa2in jg tetap polisi (ada aja cara nge-Lesnya) oya, satu lagi “jaksa”… (mereka itu ga jauh beda ama polisi.. sama sama BAJINGAN) cuma nyiksanya bukan fisik, beliau beliau nih lebih kepada UANG!!!!
Pikir-pikir-pikir, selain mungkin para pulisi kurang pakar dalam proses sidik selidik, yang ikut salah juga ternyata kriminal betulan yang jarang mau mengaku bila tanpa dipukuli dulu.
Seharusnya ada dorongan moral kepada para kriminal betulan untuk dapat mengaku bila tertangkap tanpa perlu dipukuli.
Jadi bila kelak si tidak bersalah mengaku tidak bersalah, ya pulisi mestinya akan percaya.
Paman, mungkin tujuan bekerja mereka2 yg salah vonis itu nyari “duit”. Kalo ga ada duitnya (ga bisa diduitin), ya blm tentu serius kerjanya.
-piss ah
abis dipolitisasi juga si…
yang jelas-jelas sudah mengaku bersalah, dan sudah lebih dulu divonis, diberikan waktu lebih lama untuk “menelusuri” hidup. sementara yang lain, yang jelas tidak ada bukti dinyatakan bersalah dan dieksekusi langsung.. supaya tidak ada keributan..
>>Apalagi vonis selalu membawa-bawa nama Tuhan<< Tuhan terselip di saku celana paman. entah…lah !!!