Membatasi Lagu Asing
MALAYSIA HENDAK MENGEREM MUSIK INDONESIA?

Terkabarkan sebagian pegawai industri rekaman Malaysia ingin perbandingan 90:10 untuk pengudaraan lagu lokal dan asing. Termasuk dalam asing adalah (terutama) Indonesia. Alasannya, popularitas lagu dari luar Malaysia akan mengganggu penjualan rekaman artis setempat. Amy Search, menurut Antara, mengatakan bahwa jam 10 malam ke atas Malaysia sudah seperti Jakarta karena semua radio menyiarkan lagu-lagu Indonesia hingga dinihari.
Taruh kata berita Antara itu benar, apakah keinginan itu masuk akal? Secara “politik kebudayaan” pemerintah Malaysia, melalui Menteri Penerangan Zainuddin Maidin, tahun lalu sudah menyatakan takkan membendung musik dan film Indonesia.
Dari sisi semangat kesepakatan niaga regional tampaknya juga sulit. Masa sih produk rekaman mau dibatasi, terlebih label besar yang menerbitkan rekaman musisi Indonesia juga punya kantor di Malaysia.
Saya tak hendak menarik jauh persoalan menjadi “artis Malaysia tak menyukai artis Indonesia”. Maksud saya, misalkan organisasi artis dan industri musik Indonesia menuntut pembatasan musik asing saya pun takkan setuju.
Menolak karya musikal semata berdasarkan asal negara adalah aneh. Jadi misalkan toko CD di Indonesia dilarang menjual rekaman Ofra Hazra karena dia orang Israel, itu pun aneh. Sama anehnya dengan dulu ada pembatasan pengudaraan lagu mandarin, kanto-pop, dan entah apalagi pokoknya berbahasa Cina, dari mana pun negara asal perekam dan artisnya.
Pada sisi yang paling dasar musik adalah soal dengaran. Asal cocok di kuping, bahkan misalnya pendengarnya tak paham bahasa dalam liriknya, itu adalah hak bagi penikmatnya.
Di luar hak dalam berselera adalah kemajuan teknologi. Tak mungkin membendung lagu karena internet menyediakan penyiaran, pengunggahan, dan pengunduhan. Bahwa di sana ada ranjau hukum, karena menyangkut hak cipta, itu soal lain lagi.
Nah, kembali ke kabar Antara yang dikutip oleh beberapa media itu (antara lain Kompas dan The Jakarta Post), ada hal yang aneh. Sejauh saya dapatkan, tak banyak media online eh daring Malaysia yang mengabarkan. Ihwan Ahmad Sahidah mungkin bisa bercerita.
©: Foto: utusan.com.my
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Biarkan Siput Merambat di Jalan Tol
August 12, 2009 by AntyoTARIF TOL AKAN NAIK, TRUK TETAP MELINTAS 24 JAM.
Banyak pelanggaran di jalan tol yang dibiarkan berlangsung terus menerus. Misalnya? Kendaraan yang berjalan di bawah kecepatan minimal (60 km/jam). Beberapa mobil pribadi melakukannya, kadang sambil berhalo-halo atau ber-SMS-ria. Sisanya, yang terbanyak, adalah truk.
Kalau truk ditegur kenapa tidak mau cepat, maka sopirnya akan mendadak [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Rq0SEA iwjbnxxxpevf