Blog sebagai Jendela Masalah
KURANG BIJAK BISA BIKIN NAPAS ORANG LAIN SESAK.

Ngeblog soal pekerjaan? Ini wilayah peka. Cuma mengeluh “THR belum keluar” bisa membuat juragan tak suka. Bilang bahwa pekerjaan terus bertambah, tapi gaji tak mengimbangi, itu bisa menyinggung perasaan bos. Menyatakan bahwa “Kantor gue lebih suka bikin smoking room ketimbang ruang menyusui”, itu bisa bikin atasan blingsatan.
Lho bukannya itu kenyataan? Tetapi bagi korps si blogger itu adalah penyiaran masalah internal. Tidak sepantasnya disebarkan. Kalau ada problem kenapa tidak didiskusikan, begitu kata para sejawat.
Jika cerita itu menyangkut bekas tempat kerja, maka muncul suara, “Sudahlah, toh Anda sudah cabut diri dari sana. Kenapa juga membuka aib? Tak usah jadi pahlawan.”
Bisa saja si blogger tak menyebut nama orang maupun lembaga. Tetapi ketika orang lain tahu bahwa dia (pernah) bekerja di PT Bahagia Sukacita Tiadaderita Tbk., maka pembaca langsung menebak siapa yang diceritakan. Ketika si blogger menyebut nama orang dan lembaga, maka semuanya jadi kentara.
Blog, dalam pelbagai bentuk, kadung jadi jendela. Bagaimana si blogger melihat dunia luar dan bagaimana dia memperlihatkan dunianya akan tampak di sana. Termasuk di dalamnya, selain kehidupan domestiknya, adalah kehidupannya dalam dunia kerja.
Dunia kerja memiliki tata nilai sendiri. Ada yang sifatnya hanya nilai kepantasan, ada pula yang sampai ke wilayah hukum (artinya bisa berujung gugatan). Urusannya bukan hanya si blogger dengan perorangan melainkan juga dengan lembaga.
Jadi gimana dong enaknya? Jangan ngeblog? Jangan cerita apapun, selayaknya agen rahasia yang setia sampai mati?
Atau ngeblog dengan nama samaran, dan jangan sekali-kali memperkenalkan diri di dunia nyata (ya, jangan kopdar!), lalu yang lebih penting jangan sekali pun bercerita soal pekerjaan?
Dengan pendekatan normatif — tepatnya: ngambang — anjuran paling datar adalah, “Yah pintar-pintarlah bercerita, jangan bikin orang lain gerah.”
Jika menyangkut kegerahan dunia kerja, berikut kembang taman bernama kompetisi dan sekaligus kooperasi, itu bisa menyangkut bekas tempat kerja lama maupun tempat kerja baru. Lingkungan lama merasa difitnah dan dicemarkan. Lingkungan baru merasa kena getah, bisa-bisa dianggap mensponsori pencemaran terhadap pihak lain via blog. Bisa juga sebaliknya: menyanyikan lagu sumbang di tempat baru sambil merujuk partitur di tempat lama. Bisa-bisa alma mater, ya bekas kantor itu, dicurigai membisikkan pesan.
Jalan keluar cap gawat darurat jika terjadi ketidakenakan antar(petinggi)lembaga: si blogger, atas permintaan beberapa pihak, mencabut tulisan yang jadi sumber kegerahan.
Jika menyangkut pekerjaan, kata orang sok bijak, yang bagus-bagus sajalah yang diceritakan. Dengan catatan: yang lucu dan menghibur kadang juga bisa berarti tak menyenangkan bagi orang lain.
Lantas apa saja ukurannya? Waduh, ini persoalan yang bikin mumet. Barangkali Anda punya? Tolong bagikan di sini… Terima jadi.
NB: Misalnya sebuah tulisan di blog telah mendorong KPK mencokok sejawat dan atasan si blogger, mungkin arah ceritanya jadi beda. ;)
Tambahan pekerjaan membaca tanpa bonus:
+ Blog dan Rahasia Dapur Kumpeni
© Foto: blogombal.org
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Oh Mein “Got”!
February 4, 2007 by AntyoKITA BUKAN ORANG PARTAI TIKUS GOT, KAN?
Got bukanlah tempat yang bersih, tapi dulu itu bukan tempat menjijikkan bagi saya. Dulu. Pada masa kecil saya, semasa SD.
Pada musim kemarau, got yang dalam itu kering, hanya berisi debu dan pasir – bisa untuk bermain ganjilan karet gelang dan adu kelereng, bahkan untuk arena off-road [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Intinya harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita LAKUKAN, KATAKAN maupun TULISKAN. Kalau kita berani menjamin kebenarannya dan mau bertanggung jawab atas apa yang disampaikan … Monggo silakan :)
OOT: ngomong-ngomong soal jendela, fotonya itu lho paman, jaraknya kok tinggal beberapa jendela saja dengan tempat kerja saya ;)
Betul banget blog itu jendela masalah yang bisa dilihat oleh semua orang
bikinlah 2 id kayak mr anderson dan Neo wkwkw
duh, jangan sampe bos baca blog saya
Yah nama tokohnya disamarkan saja, sebut saja Bunga.
aduh, bahkan sampe paman tyo denger e. wes wes wes, rasah podo panas2an. piss, piss. persoalan sudah selese (tampaknya). hihihi
*tidak termasuk yg sakit hati*
tinggal masukin ke kategori fiksi aja paman. :)
blom pernah denger ada ruang menyusui…ide bagus…..usul ah ke bos… (niatan pengen dipecat)
Om, bukannya blogging adalah berbagi pelajaran dan pengalaman? Berbagi pengalaman soal pekerjaan sah-sah aja Om, imho, asal dengan bahasa yang baik dan diplomatis :-)
Ini…daur ulangnya entri terbaru lintasan? Apa sebaliknya? :D
*dah komentar di lintasan, males ngulang di sini lagi*
pake nama samaran? waah saya itu. g pernah nyebutin instansi kerja? waaah saya itu. ndak bawa masalah kerjaan di blog? waah saya lagi.
sekedar pesen aj bwt yg ekstra terbuka, semuwa ada resiko nya, dan hendaknya bijak memilah mana yg masih etis utk dicurhatken dan mana aib yg menyangkut hajat hidup orang banyak *halah*
Waduh gak pernah punya bos. Jd ga pernah mbocorin aurat sapa2:-D
ini kasus apa toh Paman ?
siapa ya yang digaruk sama KPK??
*garuk-garuk kepala*
Pernah teman dekat saya dipecat dari perusahaan karena ia “ngoceh” di blognya.
Ah, peristiwa itu terjadi sekitar empat tahun silam.
Sejak saat itu saya tahu betapa besar kekuatan media kecil bernama blog itu.
Bagi saya ngeblog ternyata ada kenikmatan tersendiri. Di luar kegiatan bisnis dan pekerjaan sehari-hari, sambil dengar musik mp3, nonton film, kita bisa nongkrong di depan komputer sambil posting. Apalagi ditambah menghasilkan uang (moga-moga kesampaian) hehe…yang penting target ada, tapi jangan terlalu berobsesi gitu aja..enjoy aja lagii.. :)
aku juga sering nulis tentang ketidakpuasan bekerja di kantor. Alhamdulillah….selalu selamat. Mungkin masih sopan kali ya…