Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Lagi-lagi Benny & Mice

Senin, 22 September 2008 @ 01:02 | Lihat Baca Dengar

MUNGKIN SIRIK, MUNGKIN CUMA MAU BIKIN KITA NGIKIK…

Tak ada yang baru. Kita sudah melihatnya di Kompas Minggu lantas jadi buku. Kalau Anda tergolong orang kikir tapi kreatif, gunting saja setiap edisi lantas dikemas sebagai kliping — asal bukan untuk digandakan apalagi dijual. Atau buatlah screenshots dari edisi e-paper.

Tapi kalau Anda menghargai buku, dengan kompilasi hasil suntingan penerbit, buku karya duo kenthir ini layak buat hadiah Lebaran. Untuk oleh-oleh saat mudik, supaya orang di “daerah” paham kekonyolan Jakarta.

Sebagai bagian dari paket editorial Kompas, kumpulan kartun ini juga mencerminkan opini si (editor) koran, terutama tim edisi Minggu.

Kompas adalah koran yang nyinyir, bahkan kadang sinis, terhadap lagak laku urban. Apapun yang nanggung dan snobbish, apalagi latah, akan mereka ledek. Sedangkan yang betul-betul atas dan mriyayeni — misalnya fashion – akan diapresiasi sepenuh hati, begitu pula segala hal yang mewakili “ketulusan dan kebersahajaan rakyat”. Tapi teman saya menggerutu ketika Kompas bersemangat membahas Lehman Brothers, “Katanya amanat hati nurani rakyat — lha rakyat yang mana?”

Tak apa. Itu pilihan jurnalistik. Dalam beberapa perkara itu malah menyenangkan. Kita (para pembaca) bisa berakrobat dalam seni peran: kapan menjadi kelas menengah yang selektif, kapan menjadi borjuasi baru yang kagetan, dan kapan menjadi rakyat yang gagap (dan sering keok).

Serial Benny dan “Mais” dalam beberapa hal juga begitu. Misalnya demam kardigan yang justru mengingatkan orang sirik pada gaya nenek-nenek sakit bengek (Kompas 2 Desember 2007) — mengingatkan kita pada Lagak Jakarta belasan tahun lalu ketika “kacamata kutu buku” mulai digemari.

Ada soal parkir mobil gratis untuk private party — karena si pengundang berasumsi semua tetamu akan bermobil (4 Mei 2008). Juga demam anturium yang mengalahkan akal sehat (16 Desember 2007). Atau si duo kenthir takut tergelincir saat masuk E-X Plaza yang dindingnya miring (13 Juni 2004).

Sebagai dokumen studi sosial, semua karya Benny dan Mice itu menarik dan layak simak. Begitu pula halnya dengan blog kenthir baru, entah punya siapa, yang bertajuk Nguping Jakarta (untuk sementara ceritanya masih agak kental di sektor komunikasi pemasaran).

Pada sisi yang sangat menghibur, serial Benny dan Mice adalah bagian dari gunjing-menggunjing kita terhadap sekitar — termasuk gunjing orang lain terhadap kita.

Kalau mengikuti pergunjingan sok urban, tentang dua pria lajang yang hidup seatap, apakah Benny dan Mice itu pasangan gay?

Pertanyaan ini “kampungan” dan tak bermutu, serta jauh dari relevan. Tapi itu bisa muncul dalam masyarakat peralihan yang masih mempersoalkan orientasi seksual orang lain.* :D

Sama seperti sebagian kita pernah membatin apakah Mr Bean itu homoseksual yang hidup sendirian. Emang kalo iya napa? Masalah lu apa?

JUDUL: Jakarta Atas Bawah • PENULIS & PENGGAMBAR: Benny Rachmadi & Muh. “Mice” Misrad • PENERBIT: Nalar (Jakarta, 2008) • UKURAN: 21 cm x 14 cm • TEBAL: viii + 136 halaman • HARGA: Rp 30.000

*) Ternyata mereka bukan gay.

Bonus: bahasan lain di sini tentang mereka
+ Komedi ponsel
+ Rasan-rasan visual
+ Snobisme kenthir
+ Lucu banget!

Ada 34 komentar | trackback | Depan

#34

debbiiee | 14 11 2008 @ 23:36:15

si mice yang update gaya fashionnya plus dikasih akal2an bikin ngakak.. ga ada bosen2nya ngakak kalo baca buku ini hhahahaaa


#33

Calvin And Hobbes | 22 10 2008 @ 16:03:01

[...] Lalu komik indonesia bagaimana? Saya masih seneng tertawa sendiri dengan karya Benny dan Mice. [...]


#32

Tukang Cetak Kartu Nama | 13 10 2008 @ 12:02:33

saya juga penggemar duo kenthir iki wkwkwkw


#31

hanny | 09 10 2008 @ 17:51:51

hihihi bisa ngikik2 sendiri kalo baca kartun mereka, kebayangnya yang nulis gokillll abis gitu, seneng nyela-nyela orang dan “bocor”. hehehe. tapi ternyata mas benny dan mice aslinya pendiam, ya? *grin*


#30

Angga :) | 09 10 2008 @ 11:39:23

Hahahaha.. kemaren baru beres baca.. lucu banget dah


#29

rozy | 29 09 2008 @ 12:56:39

saya juga ada beli karya benny dan mice, mereka memang jagonya desain, kartunis sejati :)


#28

nengjeni | 26 09 2008 @ 12:44:21

saya ngliping juga, beli bukunya juga … :)


#27

Kesambet | 24 09 2008 @ 16:17:51

Paman, saya ndak nolak dikasih THR buku itu… :D


#26

mantan kyai | 24 09 2008 @ 6:08:41

komik gila yang layak dikoleksi


#25

cm4nk | 23 09 2008 @ 16:26:35

Wew..tambah naik daun ni orang berdua.. :-)
Setau saya, Mice itu dibacanya dengan ejaan Indo Paman,Mince’ - n :-D ,bukan “Mais”
=-=-=-=
Kok belum ada yang berniat mengangkatnya jadi parodi ke layar kaca ya??


#24

AI | 23 09 2008 @ 15:54:49

benny & mice nyindir pembacanya! saya kesindir! haha!!! tapi tertawa.


#23

yati | 23 09 2008 @ 11:08:06

hihihi, saya paling ga bisa nahan ketawa kalo ngeliat orang pake kardigan sekarang. udah kayak siriknya benny&mice…mo secantik apapun kalo pake cardigan langsung kayak nenek2…hahahaha!
eh, emang paman mo ngasih hadiah lebaran buku ini ke saya?
ma kasih paman.

*gleg. nelen ludah penuh harap*


#22

joko supriyanto | 22 09 2008 @ 21:27:57

keren karikature ;)


#21

irwan | 22 09 2008 @ 21:02:24

ya elah paman, masak gak nangkep.

udah jelas kan kasus-kasus pembunuhan keji semakin meningkat di indonesia gara2 kaum hombreng itu dibiarkan berkeliaran di indonesia (contoh: ryan).

lagipula, dengan semakin banyaknya gay, dan semakin berani, menyebabkan perilaku seksual liar yang bisa merontokkan moralitas bangsa, akibatnya jadi banyak korupsi deh, akibatnya bangsa jadi terpuruk.

agar indonesia bisa tetap berjaya dan terdepan dalam kancah internasional, ya harus dilarang itu homoseksualitas di bumi indonesia.

*kabur*


#20

irwan | 22 09 2008 @ 19:48:09

Dasar kartun gak bermoral, memberi contoh jahanam bagi masyarakat indonesia; gaya hidup gay.

sebaiknya diberangus saja sebelum menyebarkan virus binatang homoseks pembunuh psikopat gak bermoral di tengah-tengah masyarakat indonesia yang menjunjung tinggi moralitas dan religius.

lho? gimana ini? bingung saya…
[tyo]


#19

norjik | 22 09 2008 @ 19:31:33

wah siapa ya yg mau mbelikan buat saya dan di bawa ke balikpapan :d ..ditungguuu :)


#18

kangtutur | 22 09 2008 @ 19:28:25

[pikir] beda benget dengan apa yang selama ini terjalin antara PamanTyo & NdoroKakung.
*(joged_pisang)*


#17

Yoseph | 22 09 2008 @ 16:35:21

Walah-walah abis jadi public relationnya PLN sekarang kok malah provokasi biar beli buku dari 2 kartunis snobbish. tapi aku setuju kalo oleh2 lebaran berupa buku, ga cuma makanan atau ‘mentahan’


#16

Suci Utami | 22 09 2008 @ 15:15:05

Benny & Mice emang lucu, dan udah ada serial TV yang ngikutin cerita BM.. ck ck ck.. oiya, sekedar info, bagi yang lagi cari kerja.. kirim saja cv Anda ke marketing@jacindonesia.co.id ya.. terima kasih..


#15

Ahmad Sahidah | 22 09 2008 @ 14:33:30

Ada katup yang menghibur kita dari kepenatan menghadapi ketidakmengertian memahami kesemrawutan lingkungan kita. Dunia centang perenang bisa digambarkan dengan manis dalam sebuah lelucon. Tidakkah kita termasuk orang yang beruntung?


#14

Daus | 22 09 2008 @ 13:07:32

Saya nggak pernah baca BM :P


#13

anno' | 22 09 2008 @ 12:29:39

hehehehe…
benyy n mice bener2 bisa kita inget lagi pa yg lagi dipikirkan jakarta….


#12

Edo | 22 09 2008 @ 12:01:14

Hati-hati klo bilang Kompas nyinyir :D
Saya pernah ngomong gitu, malah dibilang pandir sama wartawan senior kompas… hahaha….
Ternyata bukan saya sendiri yg nganggap Kompas nyinyir… :p


#11

rian | 22 09 2008 @ 11:54:35

kabeh nyinyir :)


#10

ngodod | 22 09 2008 @ 11:37:59

mereka adalah yang selalu saya tunggu di kompas minggu


#9

Kyai slamet | 22 09 2008 @ 8:28:15

Kompas emang jago jualan kliping :D


#8

bangsari | 22 09 2008 @ 8:27:25

“Kalau mengikuti pergunjingan sok urban, tentang dua pria lajang yang hidup seatap, apakah Benny dan Mice itu pasangan gay?”

hahahaha. saya ya beberapa kali ganti pasangan kos ki. opo yo gay?


#7

bangsari | 22 09 2008 @ 8:26:25

cek komen


#6

Donny Verdian | 22 09 2008 @ 7:10:42

Layak dibeli ketokane ya Paman ?
Tapi aku setuju, mereka memang nyinyir :)


#5

arya | 22 09 2008 @ 5:11:21

hihihi, mangkanye kompas (cetak) sempat ga mau memberitakan mutilasi di jagakarsa (yg pada akhrinya menguak tabir ryan yg jadi kasus nasional). mereka mengusung jurnalisme sok berkelas? hihihihihi


#4

Dhany | 22 09 2008 @ 5:10:13

“….koran yang nyinyir, bahkan kadang sinis”

KALIMATNYA KOK SARKASME..?
SABAR PAK PUH….


#3

Kunderemp An-Narkaulipsiy | 22 09 2008 @ 5:08:41

Tahu dari mana mereka bukan gay, Pak? Sempat ada kisahnya yah?


#2

Juminten | 22 09 2008 @ 2:35:06

hihihi… si dokter hewan yg 1 itu kapan yah bener2 nelorin komik yg dibukukan? :P

btw, sampe sekarang saya masih ragu penyebutan nama “mice” itu. benarkah “mais”?


#1

Dony | 22 09 2008 @ 2:27:56

Yang kemarin2 aja belom terbeli, eh ini udah keluar lagi.
Tapi kayaknya yak ini memang layak koleksi, tapi ntar nunggu masih nunggu gaji.