Contreng atawa Centang dalam Ballot Box
TERSERAH PARA PEMBELA KEBETULAN.

Pusat Bahasa harus menambahkan satu lema (entri) untuk Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring*: “contreng”. Sebulan terakhir kata ini diperbincangkan. Apa sih contreng? Saya cari di situs Komisi Pemilihan Umum tak ada penjelasan apalagi contoh visual. Yang kita pahami bersama, berdasarkan berita sana-sni, contreng itu semacam mencoreti, bukan mencoblos kertas suara.
Yang terjadi adalah pro dan kontra. Ada yang suka cara lama (pencoblosan) dan ada yang ingin cara baru (ya contreng itu). Masing-masing punya alasan.
Manakah alasan yang paling kuat, Andalah yang menimbang. Bahwa bagi kaum procoblos ada alasan kebiasaan (lebih mantap sekaligus agresif dan rada destruktif, karena melukai sesuatu?), itu harus dihargai.
Bagi procontreng, pencoblosan mungkin hanya cocok untuk orang buta huruf. Dari kaum ini ada yang mengingatkan bahwa pencoblosan hanya dipakai di Indonesia dan Kamerun.
Tak apa bertengkar soal beginian. Namanya juga demokrasi. Yang procoblos yakin pengusahaan paku atau penusuk lain itu lebih mudah daripada bolpen atau spidol — juga tak ada tinta macet maupun korupsi tender bolpen/spidol (misalkan diadakan).
Untuk kaum procontreng, alat tulis bisa didapat di siapa pun. Kalau perlu bisa dipinjam dari kantong baju pengunjung. Bahwa ternyata si bolpen merangkap digitizer nirkabel, seperti temuan Anoto, anggap saja itu khayakan sok sci-fi. Kalau pena akhirnya dipakai menambahkan kumis dan jenggot kandidat wakil rakyat partai, itu pasti kerjaan orang kurang pendidikan — atau hasil hasutan blogger golput yang subversif.
Tapi… contreng bagaimana yang diusulkan dalam ballot? Sekadar melingkari, mencentang (menandai dengan V atau X), atau apa?
Tick atau checkmark berupa V dan X, bagi saya kadang membingungkan, misalnya ketika mengisi kuesioner yang disebut sudah computerized (hayah!). Sekian lama sejak SD saya yakin bahwa V itu untuk “benar” dan X untuk “salah”.
Dulu ketika sekolah mulai mengenal lembar ulangan umum yang cuma mengajak berjudi (pilihan berganda), saya sempat dibingungkan oleh perintah menggunakan X untuk jawaban yang benar. Karena bingung saya pun ngawur. Dan jadilah saya pahlawan pembela kebetulan.
Apa? Pembela kebetulan? Dari pemilihan ke pemilihan kita banyak menuai semprul sontoloyo. Lihat saja perilaku sebagian anggota DPR(D) dan beberapa kepala daerah. Mereka tersangkut suap dan penilepan uang rakyat. Maka mereka yang mecoblos (atau mencontreng) dan dapat calon yang bagus itu pembela kebetulan. Kalau dapat wakil rakyat partai dan pemimpin yang sontoloyo? Juga karena kebetulan.
Anda boleh antiperjudian tapi kadang harus menjadi penjudi: if you don’t throw the dice you won’t get a six.
Bingung? Ragu? Berkonsultasilah kepada Kyai Slamet.
*) Silakan cari kata “daring” dalam KBBI Daring
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Setelah Dibuka February 11, 2012Oh kepiting asap. Sedap sekali. Kalau kepiting Asep mah bikinan si mamang. Nama kedai sari laut mengingatkan kepada kolesterol: HDL. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Setelah Dibuka February 11, 2012
Cicitcuit!- waaa ada @PamanTyo di #JMR2012 http://t.co/shFojsWC http://t.co/RhkskxFC February 10, 2012 enricoha (enrico halim)
- mestinya sebagai menkes ya fontal sama rokok. aspek ekonomis itu urusannya menteri perindustrian. ~ @PamanTyo February 10, 2012 cho_ro (Pernah Move On)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Erotisisme dalam Jaka Tarub
February 23, 2007 by AntyoNGINTIP, NGEMBAT, KOK JADI CERITA.
Tadi, ketika saya makan di warung padang, dua pelayannya sedang menonton TV. Ada adegan seorang pria mengintip sekelompok wanita mandi. “Sinetron apaan sih, Mas?” tanya saya.
Hampir serempak mereka bilang, “Jaka Tarub dan tujuh bidadari, Pak.” Salah satunya menambahkan, “Legenda Indonesia, Pak.”
Hmmm… Jaka Tarub. Dulu saya [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





contreng kek, coblos kek, tetep aja nanti bakal ada yang protes bilang bahwa pemilu tidak jurdil, duh kok saya pesimis gini yah?
Dari ‘mencoblos’ menjadi menjadi ‘mencontreng’? Sama sekali tidak menyentuh esensi.
Kalau di Malaysia disebut “pangkas”, dan biasa diucap dg “pangkah’ atau “pangkay”, maksudnya menyilang.. ya semacam contreng/centhang.. Baru tahu kalau yg coblos hanya Indonesia dan Kamerun..