Pelat Nomor Mobil K-3-REN & W-1-CAK: Lelang untuk Amal*
Pelat nomor mobil Jakarta yang unik dan tentu eksklusif, misalnya B-1-RDS, menurut seorang pembaca Kompas harus didapat dengan menyetor Rp 40 juta – Rp 50 juta kepada biro jasa dan polisi.
Salah sendiri, kata Anda. Kalau mau unik dan eksklusif, sehingga membanggakan, ya kudu membayar lebih. Kalau maunya membayar sesuai standar ya cuma dapat nomor generik, kata Anda lagi.
Misalkan Anda bilang begitu, saya setuju. Bahwa nomor unik akhirnya menjadi mudah dikenali dan mengganggu privasi, itu soal yang lain lagi. Itu risiko.
Percayalah, saya tidak sirik. Saya juga senang dan kadang geli kalau melihat pelat nomor unik yang cocok di hati. Hidup ini menjadi membosankan kalau semuanya generik.
Bagi saya yang lebih utama ini: kenapa nomor unik itu tak dilelang saja untuk keperluan amal?
Kalau tak salah Jakarta pun likuran tahun lalu pernah melakukannya. Seperti di negeri lain itulah. Sesuatu yang unik, eksklusif, dan diperebutkan itu dijual mahal sekalian buat kemaslahatan banyak orang.
Andaikan kita bisa melakukannya, nomor mahal untuk amal, yang prosesnya dibuat transparan dengan pengawasan auditor independen, tentu mulia.
Lho, bukannya jual-beli nomor unik sudah menjadi bagian dari kegiatan amal? Oh maaf, saya lupa. Itu amal untuk orang-orang biro jasa dan kantor polisi. Maaf lho ya.
© Foto ilustrasi: pelat nomor mobil Ibaz anak SBY oleh Wisnu Nugroho
Nota: Contoh nomor dalam judul hanya rekaan
39 Responses to Pelat Nomor Mobil K-3-REN & W-1-CAK: Lelang untuk Amal*
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Sulit Sekali Memahami FPI
May 10, 2012 by AntyoMEREKA MAU MENANGNYA SENDIRI, DAN APARAT TETAP SETENGAH HATI.
Dan kita sudah mendengar, dua kali di Yogyakarta kemarin FPI, bisa juga MMI atau apalah, unjuk gigi menentang diskusi buku Allah, Liberty and Love karya Irshad Manji. Yang pertama di UGM; pembatalan dilakukan oleh rektor. Yang kedua di LKiS; FPI (atau apalah namanya) menyerbu dan merusak. [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Kalau masalah plat nomor itu, bikin runyam. Sudah mahal – mahal dibuat agar unik dan eksklusif, gampang ditebak nomor oleh polisi seandainya ketahuan ngebut.
Wahh mahal ya……tapi mobil saya, pakai nomor yang sama semua, hanya akhiran beda….konyolnya biar mobil udah tua, suami jadi sayang melepas, karena sayang nomornya.
Sudah kadung excited.. kirain mobil njenengan paman.
Pengen plat nomor panjang:
KH4CX-34FB2-RGGVB-TRY3Z-1RF35-YYBHQ
(sekalian ngapalin crack)
Untuk nomor yang bener2 khusus (katanya) emang ada aturannya pake sistem sewa, ada temen yg pake nomor tanpa akhiran huruf, (katanya) sewa tiap 5/10 tahun.
Masih urusan jauh untuk saya, Paman. Jangankan mikirin aksesoris mobil yang harganya bisa seharga mobil itu. Lah pengen laptop aja mesti nyicil tho..
Mobil Dulu, Plat Itu, Trus Di lelang ..Semakin mahal …
kalo yang dilelang ini mestinya buat amal kan paman?
B 4176 SAT
(no offence dude)
pengen
A 5 SU
Kalau Plat No B 4 BI ada yang mau enggak ya ?
Wuih, nomer mobil anak presiden keren yak :)
Mbayar nggak ya dia ?
saya pernah liat di kantor pabrik kapal yang di bandung itu paman, platnya saru BH 151 TT
ndak terpkirkan olehku paman, mobil aja ndak gablek saya :)
Mencintai produk sendiri tidak lagi dianggap gagasan besar agar kita mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Mobil Kijang yang kandungan lokalnya hampir seratus persen tentu bukan pilihan untuk menaikkan gengsi, meskipun kita segera akan tahu sejauh mana cara berpikir orang model seperti ini.
Ane juga mau ngasih hadiah plat nomor cantik buat Kapolri yang baru terpilih:
“B 3 OL”
Kejadian ini tidak hanya terjadi di Jakarta, ada informasi dari saudara saya di Semarang katanya “kepemilikan” plat nomor mobil unik hanya berlaku 5 tahun setelah 5 tahun mereka harus “membeli” lagi ke pihak kepolisian daerah. Hal ini bisa terjadi dimana saja, selama hukum pasar berlaku : ada permintaan ada penawaran. Tergantung kitanya mau lebih menuruti keinginan atau tetap fokus pada kebutuhan ?
kalo tetap mementingkan keinginan yah … bersiaplah untuk dipermainkan “oknum” dan menurut saya ini berlaku dimana saja tidak hanya soal plat nomor. lihat saja iklan nomor cantik telepon selular yang tetap mematok harga lebih mahal bahkan tidak realistis.
Pesan moral dari kejadian ini : Tidak perlu minta “perlakuan khusus” ( previllege )lebih baik fokus pada fungsi bukan gengsi. Karena gengsi itu mahal …..
lha wong saya mobil aja nggak punya..
mo ikutan lelang buat apa..??
P-4-MAN udah laku kah???
biasane yang pake nomer neko2 itu ya wong sugih yang punya mobil mahal juga. Kalo kayak yang di gambar, berarti harga Audi-ne jadi mahal banget ya?
K-3-RE buat audi-nya sudah dapat?
No comment. Soal lelang melelang. Soale yang di lelang biasanya barang agunan nggak di tebus, barang antik (unik) dengan harga jual selangit, atau justru… eh kemerdekaan itu antik nggak ya? sukur kalo nggak. Soale ntar.. bisa-bisa…
R 0 Y
pernah baca jawa pos ato nonton berita ga? yang pas bahas bahwa plat nomer khusus itu ga ada perbedaan harga ama yang nomer biasa. bedanya cuman, susah nyarinya karna pasti berebut… dan untuk itulah orang mau membayar lebih. aslinya sama aja kok…
P 4 MAN
T 4 O
Kalok ak mau nyari plat mbanten aja deh A 174 NG
beliin paman!
Dulu Idris Sardi kabarnya punya plat mobil bernomor B 10 LA, sekarang kemana ya?
Terus kalau plat mobil RI 1 atau I 2 bisa dilelang gak ya?