Menawarkan Ketidakamanan atas Nama Keamanan
HAMBA HUKUM DAN PEJABAT PUN TAK MAU TAHU.
“Gini Bos, kita senang Bos ngantor di sini. Nah supaya sama-sama enak, maksud kita keamanan terjamin, ya tahu sendirilah, kita perlu istilahnya apa itu… tunjangan operasional.”
Itu jelas penodongan. Esoknya, pemilik lahan di belakang kantor, yang dipinjam untuk memarkir mobil, didatangi si “kita”. Mereka memaksa si pemilik lahan agar menaikkan ongkos parkir dua kali lipat.
Pengalaman pribadi? Bukan. Itu tadi cuma kisah imajiner berdasarkan tuturan Kutu Kupret di Mukelu. Intinya ya premanisme. Kita sama-sama tahu. Kita itu bukan kami, tapi saya dan Anda.
Sangat menyebalkan. Sangat merongrong. Kita sering dalam posisi tak berdaya. Mau minta perlindungan ke hamba hukum? Bisa-bisa cuma menambah masalah. Pilihan kita cuma menuruti atau mengandalkan pelindung yang lebih kuat dan lebih mahal.
Di Jabodetabek ada kawasan perumahan yang rawan pemerasan. Siapa pun yang mendatangkan bahan bangunan harus menyetor uang jago agar pikap bisa sampai di depan rumah. Sebiji batu bata ada harganya. Sekantong (zak) semen juga. Begitu pun besi untung tulang beton.
Istilah para preman adalah ongkos bongkar muat — tapi bukan mereka yang menurunkan muatan. Kalau permintaan tak dituruti mereka akan menurunkan muatan sesuka hati. Misalnya batu bata dijatuhkan.
Saya dulu malah pernah melihat kertas fotokopian yang berisi tarif keamanan bahan bangunan. Bukan di pinggiran Jakarta tetapi di sekitar Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Betul, itu bukan hal baru. Premanisme, mafia cecere, atau apapun namanya, memang bagian dari keseharian kita. Dan justru yang keseharian itu yang langsung berhubungan dengan kita. Langsung dalam arti secara fisik kita berhadapan dan secara tunai uang harus keluar.
Pernah saya menyetop taksi yang jauh dari halte seusai belanja dari Carrefour Harmoni untuk menuju kantor di dekat Gedung Arsip Nasional.
Taksi baru jalan 20 meter sudah distop dan dikelingi preman. Mereka minta uang “ngetem”. Bukan ke sopir tapi ke saya.
Lho bukannya saya mencari taksi sendiri dan itu pun dari taksi yang lewat, bukan yang ngetem?
“Terserah. Tapi aturannya emang gitu, Bos. Dua ribu apa sih susahnya?” jawab salah satu pemuda.
Sopir taksi bergumam, “Sudahlah, Pak. Kasih saja daripada taksi saya dirusak…”
Saya tahu diri. Misalkan masih muda pun saya tak ada nyali untuk melawan mereka, apalagi setelah tua.
Sama tahu dirinya ketika harus membayar parkir dua kali di Gelora Bung Karno, yaitu ke loket berkacis dan kepada orang-orang yang merasa telah membantu saya memarkir dengan lima kali maju-mundur-belok tapi sebetulnya cuma melihat dari jauh dan datang ketika mobil sudah terparkir manis lurus.
Inilah potret keamanan yang langsung di depan mata. Bukan mafia yang jauh di mata, dan tak bersentuhan langsung dengan kita, misalnya mafia peradilan dan mafia impor minyak.
Tanggung jawab setiap kepala daerah dan kepala polisi adalah menekan atau kalau bisa membasmi street crime. Memang di balik itu ada sejumlah akar masalah sosial, tetapi ketegasan harus ada.
Memang sih, persoalan menjadi rumit ketika para bajingan juga setor uang perlindungan kepada hamba hukum. Lebih rumit lagi, ketika para bedebah laknat itu terwadahkan sebagai onderbouw partai dan laskar pembela yang bayar bagi petinggi.
Maka setiap ada pilkada carilah janji kampanye “akan membasmi premanisme”. Setiap ada berita pelantikan kapolda, kapolwil, maupun kapolres, carilah janji serupa.
Mencari janji saja susah apalagi bukti.
© Sumber ilustrasi: entah
51 Responses to Menawarkan Ketidakamanan atas Nama Keamanan
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Pasar Burung (tak Semua Wanita Tahu)
July 4, 2007 by AntyoTOILET BERSIH MESTINYA ADA DI MANA PUN.
Pasar manuk. Artinya pasar burung. Itulah guyon saru ndak mutu saya dan teman-teman saat masih SMP, untuk menyebut toilet yang selalu ramai pada saat istirahat.
Di sana para siswa berkicau sambil pipis, mengomentari apa saja, bahkan meledek siapa saja — kecuali terhadap jagoan. Begitu ritsleting terkatup [...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





hati-hati, Paman. tanda-tanda Orde Baru YANG Memimpin mau balik lagi, lho…..
saya yakin, nanti blog bisa dibredel karena sering ngece, meledek para Grayak Minulya itu…