Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



CD Melorot (Maaf)

Jumat, 10 Oktober 2008 @ 19:45 | Umum

MEMANG PELIK, TAPI HARUSKAH MEMAKSAKAN KEHENDAK?

Ya, kelima wanita muda itu memelorotkan celana dalamnya. Saya tak tahu apa acaranya. Tapi dalam gambar itu terlihat ibu-ibu dan anak-anak. Oh ya juga terlihat logo Disney Kids Award. Yang terasa adalah suasana riang penuh canda.

Sopankah? Mungkin hadirin acara bisa menenggangnya. Maksud saya hanya terbatas dalam acara itu. Begitu gambar tersiar keluar, ukuran kesopanan dan kepantasan bisa beragam. Taruh kata itu muncul dalam acara pemerintahan tentulah kurang layak — bahkan bagi masyarakat yang permisif sekalipun.

Cabulkah? Bagi saya tidak. Bagi Anda mungkin cabul.

Merangsangkah? Bagi saya tidak. Lucu saja. Oh ya juga indah karena wanita yang tampil memang layak pandang.

Tapi seksi kan? Ehm, iya sih.

Bagaimana kalau saya jadi satu dari orang dewasa di sana, dan hadir bersama anak-anak saya, tapi acara itu berlangsung di Indonesia, dengan mayoritas tetamu orang Indonesia?

Hmmm, mungkin saya mendua. Saya menganggapnya tak sopan dan itu tidak boleh. Tapi kalau acara itu terbatas untuk orang dewasa, dan para pelakunya tak merasa dipaksa, ya biarkan saja. Kalau saya sreg ya bertahan, kalau muak ya pulang.

Alangkah sulitnya mengukur apa yang yang cabul atau jorok tanpa melihat konteks. Saya pasang gambar ini dengan kesadaran akan menuai risiko dituding menyebarluaskan percabulan. Bagaimana tanggapan orang per orang dari keluarga saya, karena mereka juga membaca blog ini? Saya belum tahu. Hanya dengan contoh kasus (gambar) yang (menurut saya) rada aman maka kita bisa berdiskusi di sini.

Taruh kata gambar entah dari mana ini (saya temukan di Google, tapi lupa URL-nya) memang cabul, merusak akhlak, lantas aturan apa yang kita butuhkan? Melarang sama sekali atau membatasi penyiarannya?

Di luar soal hukum adalah kontrol sosial. Anda berhak menegur saya. Misalkan tak menegur saya secara langsung dan terbuka, Anda dapat mengucilkan saya lalu mengajak para pembaca agar memboikot blog ini.

Sesederhana itukah? Ya untuk kasus gambar ini. Untuk gambar lain, yang bahkan oleh orang dewasa penggemar sajian cabul dianggap tak pentas dipertunjukan kepada umum, tentu masalahnya berbeda.

Untuk urusan ekstrem, penimbangan masalah memang lebih mudah. Kalau sampai penggemar sajian dewasa pun rikuh mempertunjukannya kepada khalayak, berarti isi tontonan mata itu memang keterlaluan.

Seperti yang pernah saya sebut dalam tulisan-tulisan lama, di negeri permisif pun ada pembatasan. Tak ada pedagang kali lima yang menggelar DVD hardcore di lapak secara bebas. Penjual dan pembeli majalah dewasa pun tak berani mempertunjukkannya kepada anak-anak karena itu melanggar hukum. Hendaknya yang dewasa memang untuk orang dewasa.

Kembali ke gambar. Apakah (misalnya) busana pesta yang terbuka harus dilarang dengan sebuah perda bahkan undang-undang? Apakah (misalnya) pakaian renang harus dibatasi secara ketat oleh negara? Pengelola tempatlah yang pertama-tama menetapkan peraturan dengan sepenuh kesadaran para tetamu yang tak nyaman akan menyingkir.

Yang tak nyaman itu bisa mereka yang merasa dibatasi, bisa juga mereka yang membutuhkan pembatasan tinggi. Ada sebuah mekanisme sosial dalam tawar-menawar. Itulah cara bermasyarakat secara dewasa.

Ada baiknya kita memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menimbang. Dewasakanlah mereka dengan menimbang sendiri mana yang nyaman dan pantas untuk sebuah keperluan.

Salah satu ukuran ketidakpantasan adalah sikap orang sekitar, misalnya menolak atau tidak dan mencibir atau tidak cara berbusana dan perilaku kita.

+ Bonus: Hiburan dewasa dalam blog

Ada 90 komentar | trackback | Depan

#90

sepakbola24 | 29 12 2008 @ 21:48:06

kayaknya sih gadis2 ini akan menghadiri peragaan busana CD, jadi setiap peserta yang hadir mungkin diharuskan mempertontonkan CD nya dulu kali ya …


#89

bloow | 26 11 2008 @ 10:30:32

buat mereka merupakan kebanggaan tersendiri kayanya…hehe


#88

angga | 22 11 2008 @ 10:44:03

yah…sekali lagi adanya perspektif ruang dan waktu…seperti halnya teorama relativitas einstein


#87

Filsuf Kesasar | 12 11 2008 @ 8:44:52

Acara beginian ada di Disney Channel ??? Tanya kenapa ??? ‘Coz a man always still be a boy inside :D


#86

YosephS | 07 11 2008 @ 18:17:19

Sekarang kan udah jamannya DVD (singkatannya apa ya?/)


#85

bubba | 07 11 2008 @ 17:45:49

halah, UU lalu lintas yang dulu heboh itu juga sekarang impoten pakdhe


#84

Fahmi Rizwansyah | 05 11 2008 @ 14:49:37

Indah kok, wong teman saya aja yg namanya Indah gak seru seperti ini.
Jadi inget bukunya Buya Hamka Alm. “Melihat dari Jendela Seni”. Pada saat itu beliau mendatangi sanggar lukisan, kemudian melihat lukisan natural wanita. Sang pelukis kemudian minta maaf, tapi Sang Buya bilang, “Aku melihatnya dari Jendela Seni”.

Cheers, frizzy2008.


#83

Qky | 29 10 2008 @ 8:25:04

saya setuju dengan UU “itu”, Paman, jikalau berfungsi untuk mengerem aksi-aksi porno para anggota Dewan yang terekam dengan sengaja dan penuh kedewasaan, tapi… ya, itu…, dewasanya musti bersikap tidak kekanak-kanakan, kan? bukan, Paman?


#82

ichanx | 24 10 2008 @ 0:30:17

paman!!! kok gak apdet!!! btw, tadi comment sayah gw tembus antispamnya… emang matematika gw jeblok banget ya? hahaha


#81

Kyai slamet | 23 10 2008 @ 17:41:22

Kangen!
Kok gak diupdate paman? Apa masih menikmati cd melorot? :D


#80

Sito | 23 10 2008 @ 13:35:28

Salam kenal Paman & semua.. Numpang nimbrung.
Hehe.. topik diskusi yg menarik memang, dgn gambar pengantar yg (tentunya) “juga menarik”.. Girls Aloud di Disney Channel Kids Awards 2004, London, with an ‘extra touch’ for the underwears. :)


#79

pnsgila | 23 10 2008 @ 7:30:06

Hmmm…persepsi dan imajinasi memang bisa dipermainkan, paman…


#78

Ersis Warmansyah Abbas | 22 10 2008 @ 21:48:39

Walah waah … gembira nian mereka


#77

rima fauzi | 22 10 2008 @ 21:07:59

semua tergantung konteks dan dimana. memang di indonesia hal seperti ini adalah sangat tidak sopan. di amerika pun, apabila ini dilakukan di white house di saat press conference, itu juga tidak sopan.

tapi saya sendiri sih melihat photo ini biasa2 saja, mungkin salah satu dari marketing tricksnya group girls aloud ini agar dapat melebihi spice girls? entah lah. tapi ini lebih ke arah lucu/konyol daripada cabul/tidak pantas..


#76

Caleg Indonesia | 22 10 2008 @ 15:46:37

masalah CD kalau masuk ke senayan n digembar-gembor di pasar sama caleg yang jualan alias kampanye kok jadi bau ya????


#75

winawang | 21 10 2008 @ 20:16:24

wuiiih…,
dinikmati apa dijauhi ya :”> ?


#74

annots | 21 10 2008 @ 10:54:23

Jika ini terjadi di Indonesia, mereka layak masuk jadi pasukan anti huru hara. Mendamaikan antara 2 kubu yang bertikai dengan memelorotkan cd mereka


#73

Benazio | 20 10 2008 @ 16:20:26

duh gimana tuh jadinya kalo di indonesia? bisa berebutan ngambil kolor sama ribut front2 itu haha


#72

ar1e2000 | 20 10 2008 @ 13:40:03

gua yakin para cewek itu pada kegerahan ..mereka menyesuaikan diri dengan iklim bumi yang makin panas


#71

ibach77 | 20 10 2008 @ 11:12:01

menarik sekali..
cuma saya penasaran apa ekspresi mereka ketika diminta untuk melorotkan CD mereka tadi…
malu … suka … ato kesempatan nich pamer merk?


#70

Sei | 20 10 2008 @ 10:55:55

Apa kita (masih) membicarakan produk imbisil hasil karya para bebal disebuah gedung (atau hotel berbintang?)?

Rasanya tidak perlu karena beberapa produk imbisil lainnya telah beredar luas dan masih akan banyak produk-produk sejenis ditahun-tahun mendatang, selama mereka masih bebal dan pandir tentu saja.


#69

dyudho | 20 10 2008 @ 9:17:40

Mungkin mereka sekedar bersanti menghindari rasa cemas (celana masuk sil*t … heheh


#68

BARRY | 20 10 2008 @ 8:23:52

Mungkin photoshop barangkali? -pura-pura serius :-)


#67

Siaul | 20 10 2008 @ 5:47:16

Kalo di Indonesia aku mau nonton…

….kabur


#66

helmi | 19 10 2008 @ 21:15:26

mmhh
banyak interpretasinya..
terutama saya sebagai laki2,penasaran.
Tentang hukum? tergantung. Kalo hukum manusia relatif bisa sah2 saja,contoh: kalo saya yang ditanya,sah lah..wong itu kan kebablasan berekspresi..he2
kalo yang ditanya hukum Tuhan,tergantung tuhan mana dan tuhannya siapa. iya toh..?


#65

fg | 19 10 2008 @ 14:40:57

sepertinya mereka baru mau pake, tapi keburu ada tukang foto. yg tengah lucu :D


#64

fLeuR | 19 10 2008 @ 2:33:23

Wiw, keren pic nya.. Tapi siapatau aja itu pake 2 biji CD nya, jadi diperosotin 1 masih ada 1 lagi.. hehehe..


#63

Ilham S. | 18 10 2008 @ 23:19:00

Mungkin itu di depan toilet.. pada belet pipis …


#62

tetty | 18 10 2008 @ 14:36:18

Gambar yang cukup menarik untuk sebagian kalangan. Pastinya laki-laki. Asalkan pada nggak kalang kabut aja ya… Tenang, tenang…


#61

isdiyanto | 18 10 2008 @ 14:32:52

untungnya bukan di indonesia…


#60

aRuL | 18 10 2008 @ 4:58:34

wuih parah….
kalo di Indonesia dituntut kali mereka :D


#59

Kristupa Saragih | 17 10 2008 @ 17:27:55

Kalau diunggah di Fotografer.net harus disesuaikan dengan Aturan Kategori Terbatas, Paman Tyo :-)

Kontroversi Foto KT


#58

gege | 17 10 2008 @ 16:18:01

jadi inget foto di sebuah situs fotografi, ada beberapa pasang kaki dengan celana dalam melorot, duuh estetis loh pak… Tapi entahlah kalo yang ini, estetis gak ya? saya rasa salah tempat.


#57

Narmadi I Type Approval | 17 10 2008 @ 15:08:29

Wuihhh…jarang event plorot2an kek gini …palagi di Indonesia…Byway salam kenal mas…


#56

pelintas | 17 10 2008 @ 7:11:41

oooh ngefek kezana ya ? yg ampe demo2 di zeantero jagat ntu ? buat ane jg gak porno tuh,cm ade kebebazan berimajinazi aja (bkn kebebazan berekzprezi),paz kyk kt pak yoyo,bau yg khaz dan zelanjutnya, dan zelanjutnya (MAAF).. o m g !


#55

dondanang | 16 10 2008 @ 22:49:59

apik. Porno? Itukan cuma di pikiran beberapa laki2 saja, termasuk saya :)


#54

Rian | 16 10 2008 @ 21:36:48

Seksi dan menggairahkan. Porno? Tergantung negaranya kali ya???? :)


#53

cienet | 16 10 2008 @ 15:37:04

pakde… kira kira ada yang rontok ndak ya… seiring terlepasnya kolor….


#52

Yoyo | 16 10 2008 @ 12:52:00

weleh…., semriwing “bau” khas Paman !….. :)


#51

Kesambet | 16 10 2008 @ 12:47:48

yang baju kuning sama yang baju pink kira2 ukuran Bra-ya 38. Mantaaafff….!!!!


#50

Rydisa | 16 10 2008 @ 9:56:59

jangan2….
wanita2 itu memakai cd dobel kali hehehehehe


#49

antown | 15 10 2008 @ 22:49:35

blom kluar gambarnya man


#48

yody | 15 10 2008 @ 22:14:41

Itu tergantung memandangnya dari sudut mana. Kalau dari depan, samping atau belakang biasa aja kok.
Tapi kalau memandangnya dari bawah naahhh…itu…


#47

Hning (Ara) | 15 10 2008 @ 21:35:15

Waduh2… Andai di Bogor ada yang beginian, mungkin aku nggak akan pernah absen paman tyo.

Anw, next time kalo publish artikel yang seperti ini, mungkin bisa ditambahkan “dimana bisa kita temukan di negeri ini, jabodetabek-lah”, hehe…


#46

aanx | 15 10 2008 @ 14:55:30

wah si om emang asik…tulisannya asik2.. di Indonesia kapan ya ada beginian? heheheh…


#45

mbah joyo | 15 10 2008 @ 12:19:27

apa gak masuk angin semua paman?


#44

a.m. | 14 10 2008 @ 16:59:32

NO COMMENT !!, tapi numpang titip komentar :D


#43

olimpiadeTOKI | 14 10 2008 @ 15:03:56

ahahaha, dasar CD, gua kirain CD komputer kek, ato mentok CD Porno soalnya ada kata maafnya,

eh ternyata CDnya si cewek-cewek ingusan (hahaha)

mendingan ngaciiir, langsung lihat acara sebenernya di YouTube!!! hehe :D


#42

wahyu | 14 10 2008 @ 8:17:32

dapat gambarnya dari mana? search di google ya? bisa minta search wordnya? mungkin celana dalam melorot, hehehehe


#41

Lex dePraxis | 13 10 2008 @ 21:55:12

Wuih cabul yang bermoral.. apapun artinya itu. :D


#40

Chandra | 13 10 2008 @ 20:05:03

Itu kayaknya baru mau pakai om, bukan melorot (selalu berpikir optimis). Wanna try this one?


#39

parta | 13 10 2008 @ 16:36:32

semua tergantung yang memandang atau melihat, kalau saya melihat mungkin gak masalah biasa aja, tapi kalo yang melihat para ulama atau pemuka agama beda lagi kan ?

Tak ada pedagang kali lima yang menggelar DVD hardcore di lapak secara bebas. (maksudnya kaki lima kan?) :)


#38

pitik | 13 10 2008 @ 14:23:47

wah..kalo ada kontes gituan lagi ajak aku om…


#37

mpokb | 13 10 2008 @ 10:29:10

ini melorot atau baru setengah dipakai sih? cocok juga buat lomba tujuhbelasan yak. lomba pake g-string, tapi pesertanya bapak2. pasti lucu.


#36

Aris | 13 10 2008 @ 10:27:25

Iya saya maafkan … tapi kok cewek yang pakai gaun putih dan kunging CDnya gak matching ya ?


#35

hanny | 13 10 2008 @ 10:21:27

kalau di indonesia jadi ingat video klip POTRET lama yang hitam putih, judul lagunya DIAM, di mana Melly Goeslaw duduk di toilet dan CD-nya melorot sampai ke mata kaki…


#34

goenoeng | 13 10 2008 @ 10:17:55

man paman, saya jadi ada pertanyaan :
1. mereka pake CD serep nggak ya ?
2. habis sesi photo2 itu, ada kemungkinan mereka ‘masuk angin’ nggak ?
3. selain CD, ada nggak ‘yang lain’ yang diplorotin ?
4. paman…punya photo yang lain ?

:D


#33

yati | 13 10 2008 @ 9:36:20

emberrr…ruu oon


#32

boyin | 12 10 2008 @ 15:59:09

Weleh..weleh..kalo tak posting di blog ku 100% confirm pasti di marahin bojoku.hiks..hiks..ngomong2 cewe2nya juga gak pake bra tuch..heee


#31

Donny Verdian | 12 10 2008 @ 15:49:48

Masyarakat seperti tidak dididik untuk mandiri, Paman. Semua seperti sudah menjadi paket dari Tuhan bahwa yang cabul bagi mereka dan negara adalah pasti cabul bagi semua.

Semoga komentar ini nyambung :)


#30

Ozzie | 12 10 2008 @ 10:44:33

Kayaknya sotosop deh ini paman


#29

Angga :) | 12 10 2008 @ 6:51:56

hadoh.. kalau saya, CD melorot bukan karena seksi, tapi karetnya emang udah longgar.. hahaaha :)


#28

nonadita | 11 10 2008 @ 23:38:17

Nganu, maaf OOT…
itu CD nya lantas dikemanain? dilelang apa yah?

*inget penyanyi di konser yang suka melempar aksesorisnya kepada penonton*


#27

johnherf | 11 10 2008 @ 21:39:31

Penggusuran kembali hunian liar di Taman Bersih Manusia dan Wibawa, Sunter, Jakarta Utara, Rabu 8/10 membuat seorang ibu rumah tangga protes, nekat telanjang menghalangi petugas yang akan membongkar huniannya.

(Serupa, hanya berbeda substansi.)


#26

mas kopdang APP | 11 10 2008 @ 21:04:16

-waswiswusweswos…waswiswuswesweos..-tat..tit..tut.
“Hallo Bosss…ane punya kerjaan nih, ada blogger subpersip sekaligus penyebar kecabulan yang bikin mumbul si balibul..! Tulung kita bawa pasukan, minimal serbu aja kantornya. Atau bila ndak ketemu-ketemu karenya kantornya nyumput, mending bos minta seluruh laskar ngisi komen membela anti-kecabulan kita. Ter..la…lu..”


#25

escoret | 11 10 2008 @ 16:59:28

soal batasan pornografi ,permesuman dan urusan urat di bawah udel emang ribet.RUU pornografi yg sedari dulu di gaungkan juga ga jelas arah kemana.

kalo saya jadi presiden nich…paman minta sbg mentri apa..???


#24

edratna | 11 10 2008 @ 16:39:37

Maksudnya itu iklan CD ya paman…terbayang betapa serunya jika terjadi di Indonesia.


#23

mulyanto | 11 10 2008 @ 13:31:44

itu acara demo atas krisis melorotnya bursa saham. Wanita-wanita ini mau menunjukan bahwa didalam kiris itu ada kesempatan. Di dalam melorotnya celana dalam itu ada kesempatan.


#22

bangpay | 11 10 2008 @ 11:11:21

kalo saya yang pose begitu, paman?


#21

-=«GoenRock®»=- | 11 10 2008 @ 11:07:01

Piye iku yen tiba-tiba ada angin gedhe terus tersibak roknya? Walah walah ayu-ayu kok podo kucluk! Cendol ijo-ijo buat Paman silahken diterima (halah)


#20

mantan kyai | 11 10 2008 @ 10:52:26

paman, sampeyan kok cabul seh???? tapi saya suka … bhuahaaha


#19

didut | 11 10 2008 @ 10:37:39

hmmm…..*no comment* :P


#18

yunik | 11 10 2008 @ 10:26:54

wah…kirain serius, ternyata melorot semua…


#17

Ahmad | 11 10 2008 @ 10:03:59

Mungkin feminis risih karena perempuan menjadi objek dan tidak dilihat sebagai manusia dengan potensinya yang lain.

Nah, kebanyakan lelaki kayaknya memang berseberangan dengan kaum feminis dalam hal ini.

Apakah senyum perempuan dalam gambar itu memang datang dari kebahagian atau kegelisahan? Sebab, mereka hadir karena tubuhnya, yang sebentar lagi akan keriput.


#16

Kyai slamet | 11 10 2008 @ 9:04:14

Jujur, saya terangsang kalo lihat artalyta suryani dan miranda s gultom :d
Jadi kalo ada koran menampilkan gambar dua cewek itu termasuk menyebarluaskan pornografi ya?
:D lagi.


#15

Jauhari | 11 10 2008 @ 5:40:53

Sepertinya hadu MENU BUKA PuASA bolehlah…

*kabur…


#14

joko supriyanto | 11 10 2008 @ 5:32:05

wah porno paman :D
ndak jadi mbuka ah


#13

ichanx | 11 10 2008 @ 3:47:35

perasaan di gambar originalnya, ada sesosok rhoma irama di sampingnya deh… hahha


#12

concerned | 11 10 2008 @ 2:44:28

good point, paman :)


#11

Hedi | 11 10 2008 @ 2:24:21

urusan cabul atau tidak, berbagai ajaran agama sudah mengaturnya kok. untuk apa lagi negara ikut capek2 dan lebih repot lagi ternyata hanya untuk alat politik.


#10

Epat | 11 10 2008 @ 1:50:08

lha wong menikmati keindahan ciptaan kok dilarang…hahaha
lebih sepakat dibatasi sajalah paman


#9

aria turns | 10 10 2008 @ 22:51:21

tapi saya sangsi itu acara disney, masa disney ngadaain acara gituan, kalo playboy saya percaya hehe..


#8

Daus | 10 10 2008 @ 22:26:48

Betul, dibatasi. Bukan dilarang. Meski idealnya dilarang :P

Lagipula, saya ndak melihat manfaatnya Om. Mungkin orang lain merasakan manfaatnya ya.

Mbuh ah.


#7

Vavai | 10 10 2008 @ 22:24:31

Masalahnya boss, dikita ini mana ada batasan. Dikita ini semuanya bebas sampai yang biasa bebas juga ngeri sendiri.

Kalau bagi saya, kita (kita ?? elu aza kali, gue nggak, hehehe… Becanda) ini bicara soal konteks yang berbeda.

Misalnya apa ? Si A pro pada aturan yang membatasi sedangkan si B menolaknya. Si A berargumen, ini untuk kebaikan, si B bilang, kebaikan itu ukurannya siapa ?

Padahal, ibarat jalan berlawanan arah, keduanya itu mengambil jalan yang berbeda. Yang ditunjuk sama si A itu berbeda dengan si B.

Analogi jelasnya, paman bilang begini dan begitu melalui posting ini, secara prinsip paman menjadi si B sedangkan saya lebih cenderung pada si A. Masalahnya mungkin, paman berasumsi bahwa saya menolak segala argumen paman dan sebaliknya padahal tidak.

Jelasnya, si A pro pada pembatasan namun SEMESTINYA memahami dan bilang bahwa dia mengakui kekhawatiran si B sedangkan si B juga mesti bilang bahwa dia khawatir pada penyalahgunaan aturan tapi bisa memahami kekhawatiran si A.

Intinya, kita harus lebih banyak belajar untuk bisa saling memahami, utamanya mungkin saya memahami tulisan paman (takut malu kalau nulis comment banyak-2 ternyata salah sambung).

Anyway, terima kasih untuk artikel pengingatnya paman.


#6

Ivan @ NavinoT | 10 10 2008 @ 22:09:21

Yang dijadikan pedoman apa dulu, kalo hukum tidak melarang, maka sah-sah aja.

Tapi kalo unsur (standard) lain diikutkan ya ga ada habisnya. Yang ini suka, yang itu ga papa, yang lainnya ga setuju.

Tapi saya setuju saja dengan statement Bapak, kalo mereka memang “layak pandang” hehehe :)


#5

Ben | 10 10 2008 @ 21:29:41

Idealnya memang pembatasan, bukan pelarangan. Pembatasan bila dilaksanakan dengan baik bisa efektif dan dapat lebih diterima banyak pihak.


#4

tongki | 10 10 2008 @ 21:16:22

yah, itu kan globalisasi. Kalo di Indonesia pasti udah ada yang mencak-mencak kayak Front Pembela ini Itu, tapi bukan berarti itu benar lho.


#3

Rafki RS | 10 10 2008 @ 21:07:43

Cabulkah? Menurut saya juga tidak. Hanya saja dapat menimbulkan bayangan-bayangan dan asosiasi-asosiasi tertentu di otak kanan. :D


#2

encep | 10 10 2008 @ 21:00:16

taruhan bos …
kalo cw cw itu , abis melorotin cd nya trus memakai nya kembali di tempat itu juga, pastinya akan terasa vulgar …


#1

Anang | 10 10 2008 @ 20:54:40

wow….. ahahahahahahaha…. it easy to come into the ….. ups……