USIA DAN KEGAGAPAN TEKNOLOGI. :)
Selagi saya makan ada ngeang-ngeong anak kucing. Secara refleks saya mengangkat kaki, tapi tetap duduk, sambil menoleh ke bawah untuk mencari si meong. Betul, ini respon khas pengudap warung. Nyatanya tak ada kucing. Hanya muncul tawa kecil dari Wicaksono. Suara memelas kucing berasal dari ponselnya. Entah bagaimana cara bekas reporter teknologi itu merekam suaranya sendiri.
Sebetulnya saya sudah tahu bahwa salah satu nada pada ponsel chairman Pesta Blogger 2008 itu berupa suara pus meong. Tetapi ketika saya makan, beberapa waktu lalu, ingatan tak secepat naluri pengudap warung. Ada meong berarti angkat kaki dan menengok ke bawah.
Seberapa efektifkah suara bisa menggugah saya? Belakangan ini saya kacau balau. Alarm untuk pembangun tidur tak terdengar. Bahkan ketika sedang sibuk berat, dan berkonsentrasi pada satu hal, saya tak mendengar suara penanda SMS, e-mail, dan messenger dari peranti genggam maupun komputer saya.
Bagaimana kalau ganti suara? Sama saja. Tiada hasil. Masalah ada pada saya, bukan alat. Mungkin karena usia, segala isyarat itu seperti tak berguna. Bila ditambah multitasking dalam bentuk yang sederhana, misalnya membuka sejumlah jendela aplikasi pada komputer, suara-suara itu semakin terabaikan.
Uh, multitasking. Ini cuma gaya. Yang terjadi sebetulnya kekacauan fokus. Saya tak dapat melakukan banyak hal secara serentak. Salah satu akibat adalah akhir-akhir ini jarang posting. Baru memulai menulis tetapi tiba-tiba tersela — baik oleh telepon, tamu, maupun rapat — maka apa yang sudah terbangun di benak menjadi luntur.
Yang parah, saya lebih dari sekali ditagih karena belum mengirim berkas via e-mail, padahal seingat saya sudah. Ternyata tombol Send belum saya klik dan komputer saya tinggalkan empat jam.
Selain itu, kalau saya menunda membalas SMS, misalnya karena sedang membual atau menyimak omongan orang, maka ada kemungkin saya akan lupa.
Ternyata adopsi teknologi berhubungan dengan usia — setidaknya dalam kasus saya. Itulah sebabnya saya heran ketika mendapati seorang programer, orang muda, melakukan koding sambil menonton video di laptopnya. Dia terus chatting dengan Y!M dan Gtalk, bahkan dua (ya, dua!) BlackBerry-nya juga dia mainkan.
Saya? Belakangan ini semakin sering meninggalkan komputer dalam keadaan hidup dan aplikasi masih aktif. Kalau saya mematikan komputer, lantas menghidupkan lagi setelah bangun tidur, padahal saya sudah menyimpan berkasnya, tetap saja saya tak dapat meneruskan pekerjaan. Ingatan saya seperti hilang, dan ujung-ujungnya mood pun lenyap.
Tampaknya yang saya butuhkan saat ini bukan konsultasi dengan orang yang terampil bekerja dalam memanfaatkan teknologi digital. Juga tak perlu menanya pemilik ponsel meong yang lancar dalam multitasking. Mungkin saya harus ke psikolog — atau malah gerontolog?





Muhammad IQbal | 02 12 2008 @ 22:18:41
nyatet aja semuanya di agenda … tapi hati2 oom paman, jgn lupa pula bawa tuh agenda…kacauuuu…!!!
andril21 | 29 11 2008 @ 0:07:10
meditasi, yoga, atau rekreasi mungkin membantu. baca komik juga bikin makin konsentrasi. itu kalo saya. masalahnya panjenengan bukan wanita yang bisa gendong anak sambil setrika dan curi dengar infotainment dari TV disambi ngempit gagang telpon asyik nggosip sama tetangga sebelah rumah.
pelintas | 26 11 2008 @ 7:34:09
Damn ! benci ape sedih ya ,harus ngakuin ,semua itu juga terjadi ame aye.Perlahan menjadi tua…..kepastian yang harus disikapi dengan cara bagemana kah ?
kyai slamet | 26 11 2008 @ 0:45:18
hai kamu yang sudah tua, apa kabarmu?
***kabuuur***
Silly | 25 11 2008 @ 16:29:16
kebanyakan bisnis dan uang yang belum sempat digunting kadang membuat org memang demikian paman. Sing sabar yo… *dikemplang*
snydez | 25 11 2008 @ 7:27:42
itu tanda tanda butuh sekretaris oom
Aris Heru utomo | 24 11 2008 @ 21:09:40
Waduh, disini rupanya jawaban knp Paman jarang posting. Wah saya minta maaf nich krn sudah mengira Paman jarang posting krn lagi banyak proyek semata.
Ternyata krn berkurang kemampuan multitasking-nya dan juga krn banyak proyek (halah maksa) :)
egghead | 24 11 2008 @ 9:19:03
Pak tua sudahlah,
engkau sudah terlihat lelah,
Oh yaa ….
*elpamas*
zaenal muhtadi | 23 11 2008 @ 20:46:52
Paman Harusnya membawa satu alat yang bisa dijinjing yang didalamnya ada komputer, handpone,jam weker, kalo perlu senjata pengusir kucing, microwave, setrikaan, lemari pakaian dan lain sebagainya dalam satu genggaman he.he.he
geblek | 23 11 2008 @ 17:50:47
ganti suara anjing aja pakde gimana nanti efeknya, angkat kaki apa tunggang langgang
Mas Gaptek | 23 11 2008 @ 12:47:57
Pantas paman belakangan ini jarang posting lagi, ternyata karena urusan multitasking toh. Emang kalo punya banyak perangkat digital bisa bikin pusing juga ya, jadi gak bisa fokus.
Ade | 22 11 2008 @ 22:04:33
Sama Paman, saya juga suka ga denger alarm walaupun suaranya dah diganti2 :-D
Catshade | 22 11 2008 @ 21:35:55
Mungkin sudah saatnya paman melakukan perjalanan hidup mencari obat awet muda… fountain of youth, begitu.
Luluk | 22 11 2008 @ 21:19:15
Paman punya ADD (Attention Deficit Disorder) kali ya…ini serius loh Paman.
Biasanya perempuan yg banyak mengidap penyakit ini. Ini silence disorder tapi akibatnya banyak bikin depresi…
fg | 22 11 2008 @ 15:00:49
yang paman butuhkan skrg adalah Ginkgo biloba dan seorang asisten cantik jelita nan sexy yang slalu mengikuti kegiatan paman sehari2 :D
nothing | 22 11 2008 @ 14:29:28
minum cerebrofit, biar fokus dan pinter..
tapi cerebrofit cuman buat anak dan remaja.. kalo buat orang sepuh saya ndak tahu..
hehehe..
*saya, yang juga sudah menua*
JUN | 22 11 2008 @ 13:19:28
Jangan-jangan malah perlu ke psikiater, paman? Dikasih nasihat dan diberi obat yang bisa mengembalikan daya fokus Anda, dan membuat Anda “normal” alias tak kacau-balau lagi seperti belakangan ini.
lukman hermawan | 22 11 2008 @ 13:06:20
wiw.. kok bisa gitu yah? mungkin kurang olahraga kali bro.
ato jangan-jangan kebanyakan ngeblog :X
fisto | 22 11 2008 @ 11:22:45
mungkin ginekolog, paman…. :p
fahmi! | 22 11 2008 @ 10:46:48
ah si paman cuman butuh istirahat sejenak. ngaso dulu, liburan akhir tahun, mudik ato pelesir kemana gitu… boleh juga nambah konsumsi suplemen ginko biloba dan sebagainya :)
kwak kwik kwek | 22 11 2008 @ 10:42:52
syukurlah Pamane udah posting lagi, ngangeni je mas gombalane iki :D
Affan | 22 11 2008 @ 10:06:54
Manusia (apalagi laki-laki) itu tidak bisa multitasking. Saya aja tetep musti konsen di satu window kalau mau ngetik apapun. Kalau cuma browsing-browsing aja sih bisa, tapi kalau mau mencurahkan ide kedalam tulisan/gambar, ya harus konsen.
boyin | 22 11 2008 @ 8:55:15
Itu berarti paman konsentrasinya masih bagus tuh..fokus ama kerjaan.yang gitu malah yang bagus.
avianto | 22 11 2008 @ 8:38:45
Menurut saya tidak ada ‘multitasking’, yang ada hanya ‘rapid refocusing’. Dan memang faktor usia dan kebiasaan sejak kecil berpengaruh.
Jadi ya, kita-kita yang berusia tidak terlalu muda ini memang kalah dari faktor usia plus dari kecil jarang main-main yang butuh ‘rapid refocusing’
Beda jaman hahahaha