Manajemen Waktu dan Manajemen Kebahagiaan
SEMOGA KEDUANYA BERIMPIT HIMPUNAN.

Umumnya sih saya tertib. Di bawah pukul 12 siang menyapa “Selamat pagi…” Tapi kalau seperti hari ini saya memakai zona waktu saya sendiri: biar sudah jam segini saya anggap pagi karena saya belum mandi. Tak ada telepon masuk karena sejak Sabtu malam kemarin ponsel saya matikan, begitu juga BlackBerry. Saya juga tidak menengok arloji maupun jam dinding tetapi sayang laptop saya punya jam.
Saya kadang butuh jadwal dan sebisanya taat waktu. Itulah sebabnya waktu kuliah dulu saya punya agenda — tapi penyelesaian kuliah tak pernah tepat waktu bahkan tak kunjung usai sampai kemudian di-DO.
Salah satu penyebab, misalkan saya sedang mood dan bisa bikin draft bagus, datang ke kantor jurusan tak ada yang melayani. Pukul dua pagi kampus sepi. Dalam beberapa hal sekolah kalah daripada rumah judi, rumah bordil, dan rumah madat yang bisa 24 jam.
Saya manusia tidak tertib yang takut akan Mentari? Tidak. Misalkan saya datang ke kampus pukul enam, dosennya pasti tidak ada. Masalah ada pada dia kan?
Oh, waktu! Alangkah terbatasnya. Dan kita ternyata tak punya kuasa atas Waktu. Misalkan hidup di hutan, sebagai Tarzan (buka Tarsan apalagi Asmuni), saya pun harus menyesuaikan diri dengan irama sang Kala di rimba. Pemangsa menyesuaikan diri dengan jadwal harian calon mangsa maupun… jadwal pemangsa yang mengincar dirinya. Dan ini menjengkelkan.
Kapan itu saya mencoba tidur awal, pukul sembilan. Hasilnya pukul satu dini hari saya terbangun dan tak bisa tidur. Esok siangnya saya ngantuk berat.
Ya, saya memang ngantukan. Tapi kadang begitu ngantuk saya cuma butuh tidur sejam, lalu melek sekian jam, dan tidur lagi beberapa jam. Maka ketika menyetir, bahkan siang hari di jalan tol, kalau ngantuk saya menepi dan tidur barang seperempat jam. Di jalan tol Cawang – Priok itu ada perhentian yang beberapa kali saya pakai rehat, bahkan pada siang yang terik.
Di luar tol, sebagai contoh, saya singgah di pelataran bank yang ada ATM dan satpamnya untuk tidur di mobil barang sepuluh menit. Pulas. Bangun langsung segar. Cuma bayar parkir dan uang rokok.
Suatu kali, sekitar pukul tiga pagi, di jalan tol Jagorawi ruas Cawang-TMII saya ngantuk, lalu masuk ke car junk yard. Pulas sebentar lalu terbangun karena seolah mobil saya dikelilingi banyak orang. Saat itu saya sadar, berada di tengah pelataran yang dikelilingi mobil ringsek — mobil-mobil yang telah merenggut nyawa dalam kecelakaan jalan raya. Saya sendirian. Muncul ilusi, beberapa mobil masih berbasah darah, ada tubuh manusia semampir di jendela mobil tak berkaca.
Masalahnya adalah waktu, termasuk kapan berangkat, kapan pulang, kapan di jalan. Masalahnya lagi, jika menakar hati dan perasaan, ukurannya mestinya saya, bukan orang lain.
Lho, sederhana kan? Tidak. Menjadi masalah ketika setiap hal yang saya lakukan juga berhubungan dengan orang lain, apalagi itu tak hanya berhubungan dengan nafkah saya melainkan juga nafkah sekelompok orang.
Manajemen waktu seseorang berada dalam konteks sosial. Masalahnya adalah belum tentu itu membahagiakan apalagi menyehatkan (tidur cuma 30 menit dalam 24 jam di mana bagusnya? — tapi orang lain bilang, “Itu masalah lu, kan?”).
Yah, ada saja hal yang tak menyenangkan dalam hidup ini. Selebihnya, ya carilah kesenangan*). Agar hidup ini seimbang. :D
*) Tapi kesenangan kan butuh biaya? Waks!
43 Responses to Manajemen Waktu dan Manajemen Kebahagiaan
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Setelah Dibuka February 11, 2012Oh kepiting asap. Sedap sekali. Kalau kepiting Asep mah bikinan si mamang. Nama kedai sari laut mengingatkan kepada kolesterol: HDL. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Setelah Dibuka February 11, 2012
Cicitcuit!- waaa ada @PamanTyo di #JMR2012 http://t.co/shFojsWC http://t.co/RhkskxFC February 10, 2012 enricoha (enrico halim)
- mestinya sebagai menkes ya fontal sama rokok. aspek ekonomis itu urusannya menteri perindustrian. ~ @PamanTyo February 10, 2012 cho_ro (Pernah Move On)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Yang Telantar yang Menumpang
July 26, 2007 by AntyoTERUS BAGAIMANA MESTINYA YA?
Kemarin siang, di kompleks ruko yang sepi itu, dia santai menyeberang. Tanpa menengok kanan-kiri. Tampaknya dia tak takut terlindas ban mobil.
Siapa namanya saya tak tahu. Orang-orang di Mangga Dua Square, Jakarta, lingkungan ruko itu, juga tak tahu. Bahkan mereka tak peduli. Menyapa pun tidak.
Hanya seekor kucing liar kurus [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Wah management waktuku amburadul. Hanya untuk janjian aku ngak pernah telat. Kasihan jika musim dingin, entar yg nunggu kita bisa beku!
Salam kenal
Ngomong soal waktu emang kayaknya gak pernah cukup. Waktu 24 jam buat ngerjian apa-apa rasanya gak sempat. Tapi klo waktu ditambahin semisal sehari itu 36 jam, apa fisik ini bisa tahan??
Jadi… Lebih baik nikmati saja hari ini. Yang kemarin kan sudah berlalu, yang besok kan belum datang.
hari senin, jam 2 siang, ada foto celana panjang dan kemeja kerja digantungkan, lalu ngeblog. hmm… menurut saya ini pemanfaatan waktu yg sangat baik. pasti paman sedang berbahagia pada saat itu :)
anu paman… curhatnya komplit ya. ada sentimentil, emosionil, rasional sosialis, ego sentris, tapi tetap saja yang namanya curhat pasti retoris…
Andai waktu bisa dibekukan. Halah. Ngomong-ngomong soal waktu, ayo luangkan waktumu. Ini kartu remi dari shanghai belum juga diserahkan, tambah lagi kartu remi dari Brasil, yang kubelika untukmyu, kapan hendak bersua? :)
Hmm…
manajemn waktu memang sulit Om…
.
Sayah jugak termasuk nyang memiliki kekacauan inih, paman…
Untuk ituh sayah percayakeun kepada kemampuwan Lexotan untuk menangani tidur sayah….
Memang sangat sulit untuk memanajemen waktu dengan baik. Dalam 7 hari, 5 hari saya cuman bisa tidur sekitar 4-5 jam setiap hari, sedangkan untuk 2 hari terakhir, saya hanya bisa melek 4-5 jam setiap harinya.
Benar-benar manajemen waktu yang sangat aneh…
Wekekekekeke….
alam pasti seimbang, begitu juga tubuh kita… :D
Seandainya waktu itu bisa diulang ??
Manajemen waktu itu perlu. Kerja keras boleh, tapi jangan sampe ga istirahat.
Apa artinya kalo kerja keras, duit melimpah, kaya raya tapi sakit2an. Lantas duitnya abis buat bayar biaya berobat
lagi kerokan to Boss….?
cocok jadi bos sampeyan pak!
Paman ternyata ngantukan toh..
*hampir sama aja dengan jalan cerita hidup saya, baik di kerjaan maupun kampus [saya ada dosen tak ada, dosen ada saya tak datang] :D
Kalo saja waktu itu bisa kembali, apa yang harus aku lakukan?
membayangkan paman lagi ngapain ya? kok celana dan bajunya disampirkeun
:D
Ngaku tertib…???? *hmmmm*
lha jaman sekarang apa sih yang nggak butuh biaya? jangankan kesenangan.
kesedihan aja besar lho, biayanya. contoh gampang pas anak sakit. ya ampun… rasanya sedih banget.
dan ke puskesmas pun butuh biaya.
:)