Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Musik Kedai Ayam Goreng dan Pabrik Roti

Selasa, 02 Desember 2008 @ 02:44 | Lihat Baca Dengar

MERIAHKAH MUSIK UNTUK PEMILU 09 KALAU EKONOMI MAKIN PARAH?

Dua hal tak berhubungan itu mengusik lamunan ngawur saya. CD Bonus lansiran KFC tergeletak dekat player, tapi yang sedang saya putar adalah Jet lag-nya PFM.

Kalau soal mana yang lebih bagus, itu wilayah selera. Anggap saja bagimu adalah musikmu dan bagiku adalah musikku. Tidak perlu dipertengkarkan. Misalkan Anda menyukai keduanya pun tak dianggap sinkretis maupun eklektis.

Bonus adalah lansiran jaringan kedai ayam goreng Kolonel Sanders di Indonesia — suatu hal yang mungkin akan disusul oleh Kolonel Pitu dengan warung nasi kucingnya.

Adapun PFM, grup Italia itu, dulunya adalah band yang (kabarnya) ditaja oleh pabrik roti. Ada yang bilang, Premiata Forneria Marconi itu cuma pinjam nama, tapi ada yang mengatakan itu betu-betul hubungan pensponsoran.

Sampai di situlah lamunan saya ngalor-ngidul-ngetan-ngulon. KFC menjadikan sekian album musisi (berikut kompilasi) sebagai alat pemasaran modern.Pembeli CD (lansiran sister company Music Factory Indonesia) direngkuh dalam komunitas konsumen, lengkap dengan segala gimmicks-nya (Benwal, apa bahasa Indonesianya “gimmick“?). Musik hanya jadi kendaraan, bukan (atau belum) mengubah KFC jadi label beneran.

Itu agak beda dari konser dan kompilasi CD Indonesia yang mengusung merek rokok dan operator selular. Sejak awal, setahu saya, para musisi bukanlah bentukan kumpeni-kumpeni itu.

Sponsorhip, endorsement, atau apalah nama yang tepat, juga menjadi pelancar karier musisi secara individual. Pick gitar dan stik drum disediakan oleh produsen.

Hal barukah itu untuk musik Indonesia? JSOP tentu lebih tahu tentang riwayat band Bentoel dan Ogle Eyes (Oepet?) pada awal 70-an. Pada pertengahan 70-an, Jamu Djago Semarang di bawah Jaya Suprana punya Gamelan Supra dan DG Band (antara lain membawakan lagu Manfred Mann’s Earth Band).

Nah, kolektor piringan hitam Mas Kelik van Gandem Marem Yogyakarta pasti lebih ingat soal beginian. Kalau tak salah, Favourite’s Group-nya A. Riyanto itu membawa nama Denma Polri. Adapun D’Lloyd jelas milik perusahaan pelayaran Djakarta Lloyd. The Tankers (di TVRI membawakan lagu brass-rock Ekseption, misalnya Sabre Dance) mungkin ada hubungannya dengan Pertamina. Saya pernah dengar, entah benar entah salah, The Brim’s itu dibekingi oleh Brimob. Whoa! Kalau C’Blues dan Rasella (Rajawali Selatan?) saya tak tahu. Adapun Gypsy, sejauh saya tahu, didukung oleh anggota keluarga bos Pertamina, bukan oleh perusahaan minyak itu.

Di kota kecil, misalnya Salatiga, band yang ada “dicukongi” oleh PLN dan BRI. Ada juga band, entah apa namanya, yang pasti bukan drum band, yang berlatih di markas kodim — tapi mereka orang sipil.

Tahun 70-71, Indonesia mengenal tur konser yang besar. Penyelenggaranya Artis Safari, wadah kesenian Golkar — partai yang mau mengaku sebagai partai itu juga bikin album. Waktu bocah saya menonton Freedom of Rhapsodia dalam pentas Safari di ndeso saya.

Selain Golkar, tentu, lagi-lagi tentara. Kamera Ria TVRI itu di bawah Puspen Hankam/ABRI. Entahlah apakah serdadu berbaret yang tidak keplok, atau menolak goyang dalam shooting, akan dijebloskan ke dalam sel.

Jadi, dulu itu ada wilayah bisnis (mungkin atas nama PR maupun CSR), dan ada pula wilayah politik dalam urusan “membina” musisi. Selain “pembinaan” tentu juga keberpihakan. Rhoma Irama dulu mendukung PPP, dan Tarantula mendukung Golkar. Pernah ada lagu untuk Bung Karno, dan ada pula lagu untuk Bapak Pembangunan. Ada juga lagu untuk Ali Sadikin. Kalau Genjer-genjer, setahu saya, pada mulanya itu tak dihubung-hubungkan dengan PKI, tapi kemudian menjadi sesuatu yang haram dalam dunia musik kita. Saya belum tahu apakah ada RBT-nya.

sekarang saya juga belum tahu sudah ada berapa CD dan MP3 siap unduh untuk Pemilu 2009. Barangkali Anda sudah mendatanya?

Bonus tracks: Untuk Munir

Ada 32 komentar | trackback | Depan

#32

sandy | 08 12 2008 @ 14:40:24

wew serru niiii..
bonus..

serru tuh band..


#31

mas kopdang | 07 12 2008 @ 23:14:57

kfc itu ngikuti Starbuck yang di sononya juga juwalan album musik..

tapi itu cuma terka-reka saya.

:P


#30

adams | 06 12 2008 @ 16:30:04

hihihii… kamera ria dan aneka ria safari… waktu itu saya masih kecil tuh… :D


#29

Tetty | 06 12 2008 @ 15:32:05

Oya, tidak lupa (Sterofoam band) juga mau tuch katanya…hehehe?


#28

Tetty | 06 12 2008 @ 15:28:37

Kalau saya melihatnya ini adalah peluang baik bagi band-band baru. Dengan begitu musik mereka dapat diperdengarkan kepada khalayak ramai.

Juliet Band juga awalnya dari KFC. Sebab, kreatifitas generasi muda kita membutuhkan lahan dan modal untuk maju.

Sukses Indie band Indonesia. Tapi jauhi BAJAKAN ya..


#27

tangtingtung | 05 12 2008 @ 22:49:28

lha, enakan lagu ‘belah duren’ nya mbak julia perez.
coba dengerin, langsung pengen makan duren.
duren yg mana ga tau deh :D


#26

andrias ekoyuono | 05 12 2008 @ 16:40:21

Ini sebenarnya wilayah bisnis baru KFC, music label. Selain RBT, mereka mengandalkan jaringan KFCnya sebagai gerai penjualan CD.

btw, sekarang distribusi penjualan barang apapun memang sudah lintas batas. Itu yang sering disebut jalur distribusi alternatif. SPBU, tempat fitness, hingga outlet pulsa digarap sebagai jalur jualan berbagai benda. Pernah liat mizone nongkrong di outlet pulsa ?

Nah kira2 begitu


#25

Ahmad | 05 12 2008 @ 14:39:12

Maksudnya lagu-lagu Bang Haji. Kesalahan telah diperbaiki.


#24

Ahmad | 05 12 2008 @ 14:38:14

Sejak kecil saya akrab dengan Rhoma Irama, tapi anehnya tidak mesti mencoblos partai yang didukungnya.


#23

Kongko | 04 12 2008 @ 23:40:37

Paman Tyo, Salam kenal. Postingan Anda secara keseluruhan sungguh menarik dan nostalgik.
Tapi saya ingin memberikan sedikit koreksi. Tentang gamelan Supra, menurut sumber dekat
yang bisa dipercaya ( satu orang mantan pemain di tahun ‘77-78 dan satu orang lagi yang
hingga saat ini masih aktif bermain, karena dia sekarang masih siswa di sana), idenya
berasal dari Mgr. Sugiyopranoto dan dilaksanakan serta dimiliki SMA Kolese Loyola Semarang.
Memang sungguh megah serta menyentuh lembut bila kita menyaksikan pagelaran gamelan Supra.
Paman Tyo yang baik, saya mohon ijin menautkan blog Anda ya? Tq.


#22

isman | 04 12 2008 @ 20:22:16

Awalnya saya pikir KFC sengaja memilih bonus band sebagai bonus karena mereka memiliki selera humor… sampai saya dengar lagunya.


#21

Ndebakulsempak | 04 12 2008 @ 19:34:33

Saya yakin, penyanyi dangdut akan laris ketika musim kampanye.


#20

bangdod | 04 12 2008 @ 18:23:33

“Pemilihan umum telah memanggil kita,
seluruh rakyat menyambut gembira,
hak demokrasi pancasila,
hikmah Indonesia merdeka”


#19

rong-rong | 04 12 2008 @ 13:59:39

wah kesempatan promosiin Garnet Band nih, sapa tau bisa jadi RBT ato bonus lagu warung kucingan. Maju Bang Ipul


#18

leemoen | 03 12 2008 @ 19:23:47

mungkin lagu pemilu isinya dan liriknya berisi untuk jangan golput kali…hehehehe…


#17

Rian | 03 12 2008 @ 18:42:40

Lagunya lagu partai, nyanyiannya nyanyi gombal
yang denger manggut


#16

pasarsapi | 03 12 2008 @ 16:55:50

jadi inget ini : S-A-F-A-R-I, safari! safari! bersamaaaaaa……….


#15

Abihaha | 03 12 2008 @ 14:39:33

Kan sudah ada lagu utk partai-partai itu lho… yang sudah membuat berantakan, tak berdaya dll, poko’e partai ini membunuhku…


#14

adipati kademangan | 03 12 2008 @ 11:32:57

konon kabarnya kolonel nasi kucing sudah punya album, namun belum ketahuan rilisnya kapan. Barangkali albumnya bisa disertakan sebagai bonus lansiran bagi pengunjung kedai nasi kucing ituh.


#13

Hedi | 02 12 2008 @ 18:10:18

betul kata Epat, sekarang ini jaman RBT, bahkan untuk lagu yg ga ada edisi cd atau kasetnya.


#12

Dony Alfan | 02 12 2008 @ 13:49:53

Ayo, partai mana yang mau menggandeng Kangen ben dan ST12? :D


#11

mpokb | 02 12 2008 @ 13:44:11

gimmick : menarik perhatian, meskipun belum tentu berguna. mirip2 bendera partai yak :D


#10

M4nk | 02 12 2008 @ 12:59:57

Ide baru buat para operator meraup untung menjelang pemilu nih :-)
=-=-=
Dan bisa juga jadi bumerang buat blacklist operator *kkkkkkkkk* *dikemplang orang sebelah yg lagi bersiul lagu genjer2*


#9

handaru | 02 12 2008 @ 12:37:05

Simbiosis mutualisme


#8

kw | 02 12 2008 @ 11:06:41

dulu kayaknya ada lagu pohon beringin :)


#7

adi | 02 12 2008 @ 9:34:36

c’blues setau saya plesetan dari kata seblu (lusuh dlm bhs sunda). setau saya idris sardi jg pernah gabung di korps musiknya abri jmn dulu


#6

sepur mania | 02 12 2008 @ 8:36:04

gending jawa + dangdutnya mana?


#5

Anang | 02 12 2008 @ 7:07:34

genjer genjer, lagunya enak lagunya enak merdu sekali


#4

mantan kyai | 02 12 2008 @ 6:30:52

genjer genjer pacul cul gembelengan


#3

Kyai slamet | 02 12 2008 @ 5:10:26

Genjer-genjer, ini lagunya. Lagu lama ya tuan dari Jakarta


#2

Donny Verdian | 02 12 2008 @ 3:51:01

Yang patut jadi pertanyaan adalah misalnya nanti di PELIM.. eh PEMILU 2009 ada banyak partai mbikin lagu pake jasa band2 gitu, apa ya ada yang dibajak ya ?

Kalau Pak SBY bikin album beberapa waktu yang lalu itu, bagemana pendapat Ndoro Paman ?


#1

Epat | 02 12 2008 @ 3:41:36

setahu saya di salah satu partai, lagu hymne dan marsnya sudah dijadikan RBT kekeke