Musik Kedai Ayam Goreng dan Pabrik Roti
MERIAHKAH MUSIK UNTUK PEMILU 09 KALAU EKONOMI MAKIN PARAH?

Dua hal tak berhubungan itu mengusik lamunan ngawur saya. CD Bonus lansiran KFC tergeletak dekat player, tapi yang sedang saya putar adalah Jet lag-nya PFM.
Kalau soal mana yang lebih bagus, itu wilayah selera. Anggap saja bagimu adalah musikmu dan bagiku adalah musikku. Tidak perlu dipertengkarkan. Misalkan Anda menyukai keduanya pun tak dianggap sinkretis maupun eklektis.
Bonus adalah lansiran jaringan kedai ayam goreng Kolonel Sanders di Indonesia — suatu hal yang mungkin akan disusul oleh Kolonel Pitu dengan warung nasi kucingnya.
Adapun PFM, grup Italia itu, dulunya adalah band yang (kabarnya) ditaja oleh pabrik roti. Ada yang bilang, Premiata Forneria Marconi itu cuma pinjam nama, tapi ada yang mengatakan itu betu-betul hubungan pensponsoran.
Sampai di situlah lamunan saya ngalor-ngidul-ngetan-ngulon. KFC menjadikan sekian album musisi (berikut kompilasi) sebagai alat pemasaran modern.Pembeli CD (lansiran sister company Music Factory Indonesia) direngkuh dalam komunitas konsumen, lengkap dengan segala gimmicks-nya (Benwal, apa bahasa Indonesianya “gimmick“?). Musik hanya jadi kendaraan, bukan (atau belum) mengubah KFC jadi label beneran.
Itu agak beda dari konser dan kompilasi CD Indonesia yang mengusung merek rokok dan operator selular. Sejak awal, setahu saya, para musisi bukanlah bentukan kumpeni-kumpeni itu.
Sponsorhip, endorsement, atau apalah nama yang tepat, juga menjadi pelancar karier musisi secara individual. Pick gitar dan stik drum disediakan oleh produsen.
Hal barukah itu untuk musik Indonesia? JSOP tentu lebih tahu tentang riwayat band Bentoel dan Ogle Eyes (Oepet?) pada awal 70-an. Pada pertengahan 70-an, Jamu Djago Semarang di bawah Jaya Suprana punya Gamelan Supra dan DG Band (antara lain membawakan lagu Manfred Mann’s Earth Band).
Nah, kolektor piringan hitam Mas Kelik van Gandem Marem Yogyakarta pasti lebih ingat soal beginian. Kalau tak salah, Favourite’s Group-nya A. Riyanto itu membawa nama Denma Polri. Adapun D’Lloyd jelas milik perusahaan pelayaran Djakarta Lloyd. The Tankers (di TVRI membawakan lagu brass-rock Ekseption, misalnya Sabre Dance) mungkin ada hubungannya dengan Pertamina. Saya pernah dengar, entah benar entah salah, The Brim’s itu dibekingi oleh Brimob. Whoa! Kalau C’Blues dan Rasella (Rajawali Selatan?) saya tak tahu. Adapun Gypsy, sejauh saya tahu, didukung oleh anggota keluarga bos Pertamina, bukan oleh perusahaan minyak itu.
Di kota kecil, misalnya Salatiga, band yang ada “dicukongi” oleh PLN dan BRI. Ada juga band, entah apa namanya, yang pasti bukan drum band, yang berlatih di markas kodim — tapi mereka orang sipil.
Tahun 70-71, Indonesia mengenal tur konser yang besar. Penyelenggaranya Artis Safari, wadah kesenian Golkar — partai yang mau mengaku sebagai partai itu juga bikin album. Waktu bocah saya menonton Freedom of Rhapsodia dalam pentas Safari di ndeso saya.
Selain Golkar, tentu, lagi-lagi tentara. Kamera Ria TVRI itu di bawah Puspen Hankam/ABRI. Entahlah apakah serdadu berbaret yang tidak keplok, atau menolak goyang dalam shooting, akan dijebloskan ke dalam sel.
Jadi, dulu itu ada wilayah bisnis (mungkin atas nama PR maupun CSR), dan ada pula wilayah politik dalam urusan “membina” musisi. Selain “pembinaan” tentu juga keberpihakan. Rhoma Irama dulu mendukung PPP, dan Tarantula mendukung Golkar. Pernah ada lagu untuk Bung Karno, dan ada pula lagu untuk Bapak Pembangunan. Ada juga lagu untuk Ali Sadikin. Kalau Genjer-genjer, setahu saya, pada mulanya itu tak dihubung-hubungkan dengan PKI, tapi kemudian menjadi sesuatu yang haram dalam dunia musik kita. Saya belum tahu apakah ada RBT-nya.
sekarang saya juga belum tahu sudah ada berapa CD dan MP3 siap unduh untuk Pemilu 2009. Barangkali Anda sudah mendatanya?
Bonus tracks: Untuk Munir
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Pagar Makan Penglihatan
January 26, 2010 by AntyoRUMAH KITA, CANGKANG KITA.
Jadi, apa sebetulnya yang kita butuhkan dari pagar halaman depan rumah kita? Misalkan perda tak mengaturnya, mungkin kita semua akan membangun pagar bumi yang tinggi mirip beberapa kota lama yang banyak saudagarnya. Setiap rumah adalah benteng dalam wujud fisik. Orang luar maupun penghuni harus saling intip.
Tengoklah sekitar. Bahkan maaf, [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





wew serru niiii..
bonus..
serru tuh band..
kfc itu ngikuti Starbuck yang di sononya juga juwalan album musik..
tapi itu cuma terka-reka saya.
:P
hihihii… kamera ria dan aneka ria safari… waktu itu saya masih kecil tuh… :D
Oya, tidak lupa (Sterofoam band) juga mau tuch katanya…hehehe?
Kalau saya melihatnya ini adalah peluang baik bagi band-band baru. Dengan begitu musik mereka dapat diperdengarkan kepada khalayak ramai.
Juliet Band juga awalnya dari KFC. Sebab, kreatifitas generasi muda kita membutuhkan lahan dan modal untuk maju.
Sukses Indie band Indonesia. Tapi jauhi BAJAKAN ya..
lha, enakan lagu ‘belah duren’ nya mbak julia perez.
coba dengerin, langsung pengen makan duren.
duren yg mana ga tau deh :D
Ini sebenarnya wilayah bisnis baru KFC, music label. Selain RBT, mereka mengandalkan jaringan KFCnya sebagai gerai penjualan CD.
btw, sekarang distribusi penjualan barang apapun memang sudah lintas batas. Itu yang sering disebut jalur distribusi alternatif. SPBU, tempat fitness, hingga outlet pulsa digarap sebagai jalur jualan berbagai benda. Pernah liat mizone nongkrong di outlet pulsa ?
Nah kira2 begitu