Basa Endonesah dalam Produk Digital
YANG PENTING… PESAN TERKIRIM!
Dengan segala hormat, sebagian dari kita dulu tak nyaman jika menggunakan ponsel yang menunya berbahasa Indonesia — apalagi Melayu (Malaysia). Ada kekikukan bahkan kebingungan. “Sent messages” dan “sent items” lebih kita akrabi ketimbang “pesan terkirim”. Itu sepuluh yang tahun lalu.
Sekarang adopter ponsel yang belakangan nyaman saja menggunakan ponsel berbahasa Indonesia. Bang Bajaj, Mang Ojek, Mpok Sayur, Mbak Pembokat, Mas Opisboi, dan Mbah Kakung/Putri langsung melompat ke menu Indonesia dari ponsel pertamanya.
Tak ada kekikukan. Tak ada keluhan tentang istilah yang aneh atau kata yang terlalu boros huruf. Beberapa ojek dan angkot ditempeli stiker potong manual “pesan terkirim”. Malah dalam pesanlewat.com ada dua tulisan yang sama-sama ber-”pesan-terkirim” (ini dan itu).
Adakah yang aneh dengan bahasa Indonesia? Ya, jika kita kadung terbiasa dengan menu berbahasa Inggris.
Nyatanya, dengan pembiasaan diri, sebagian dari kita bisa memakai Google versi Indonesia, Yahoo! Indonesia, Firefox Indonesia, Plurk Indonesia, Facebook Indonesia, Ubuntu Indonesia, dan tentu saja WordPress Indonesia.
Semuanya butuh waktu. Alih bahasa juga butuh waktu, sehingga WordPress versi Indonesia sempat memadankan “month” (bukan “mouth“) dengan “mulut”. Kolaborasi terus membukakan pintu bagi perbaikan diri, sehingga galat (ehm!) berkurang.
Bagi blogger baru yang melakukan lompatan — dari tak kenal internet langsung ngeblog — maka layanan blog dalam bahasa Indonesia (mungkin) tak begitu merepotkan. Maksud saya, kerepotan yang dia alami setara dengan pengguna baru produk digital berbahasa Inggris.
Intinya: tak kenal maka tak lancar. Sementara orang yang dimintai tolong mengatasi masalah dari pengguna menu Indonesia seringkali harus tek-tok Indonesia-Inggris-Indonesia. Anggap saja itu ongkos belajar menata bahasa sendiri. :D
Menyamankan pengguna baru, dari kalangan yang rada telat mengadopsi produk digital, itulah kelebihan menu berbahasa Indonesia.
Lantas haruskah kita memakai menu berbahasa Indonesia untuk segala produk teknologi digital?
Itu terserah kenyamanan setiap orang. Manakah yang lebih bermanfaat dan menyenangkan, itulah yang kemudian akan dipakai oleh banyak orang.
Artinya bisa saja urusannya bukan nasionalisme dan patriotisme melainkan lebih kepada nilai guna. Dari kacamata bisnis global, populasi pemanfaat dan penghasil konten berbahasa Indonesia juga bernilai. Bentuk paling sederhana sejak dulu ya munculnya iklan teks maupun spanduk berbahasa Indonesia untuk alamat IP Indonesia.
Memang muncul “keprihatinan”, kalau semua orang Indonesia mengisi konten internet dalam bahasa nasional lantas kapan bisa memperluas pergaulan mondial?
Kalangan optmistis selalu yakin satu hal. Konten yang bagus akan dialihbahasakan bila perlu secara manual. Kemudian layanan penerjemah digital bermunculan, termasuk yang online dari Google.
Bahwa hasil terjemahan online dari Indonesia ke Inggris (dan bahasa asing lain), atau sebaliknya, bisa membuat bingung bahkan geli, itu semua adalah proses. Kekayaan bahasa manusia memang terlalu rumit untuk dipindahkan ke mesin, sehingga kecerdasan buatan seolah selalu ditantang untuk mengenal rasa.
Maka dapatlah dipahami jika penginggrisan naskah Indonesia yang tata kalimatnya relatif teratur saja bisa melenceng apalagi naskah yang amburadul.
Pada awal 90-an seorang manajer lebih memilih mengirimkan beberapa anak buahnya yang Korpri itu ke kursus bahasa Inggris ketimbang ke kursus komputer. Alasannya, dengan menguasai bahasa Inggris maka mereka dapat memahami tutorial yang menempel dalam WordStar dan sebagainya.
Entahlah apa sekarang dia sudah berubah pikiran, karena aplikasi hari ini bukan hanya WordStar versi bahasa Inggris. Eh, emangnya masih ada WS4?
© Ilustrasi: pesanlewat.com
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
From Brambanan with Laugh
July 13, 2007 by AntyoBEGITULAH ADANYA SEJAK DAHULU KALA.
Adakah di antara Anda yang bisa menjelaskan mengapa nama stasiun sepur di Prambanan, Yogyakarta, itu adalah Brambanan?
Itu nama resmi lho, bukan nama pelesetan maupun typo. Kalau Didi Kempot dulu bikin lagu “… ning se-ta-siun mbram-ba-nan…” mungkin akan mengundang ralat. Lagi pula melagukannya susah, karena bisa dikira sedang [...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





yang pasti, ternyata berbahasa endonesah pun sulit minta ampun
kagok juga makenya di blog
Coba simak WordPress bahasa Sunda, dijamin senyum-senyum deh
Galat, tembolok, unggah, unduh, dst.. Hmm, mungkin memang biasa di kuping saya **’ Mungkin beberapa tahun lagi.. mungkin.
Hmmm … memang susah ber-Bahasa Indonesia. Apalagi dalam konteks bercerita yang biasanya kita menggunakan bahasa ucapan sehari hari
Inilah Bahasa Indonesia yang asalnya merupakan comotan dari berbagai bahasa.
Hingga tak aneh jika terjadi “kegagapan” dalam aplikasinya.