KETAMAKAN DAN HASRAT KEBENDAAN.

Jika Anda menyetir sendiri, lantas setelah memarkir dan mematikan mesin sering repot mengurusi bawaan, maka siapkanlah kantong plastik bening. Anda yang saya maksud adalah pria. Kalau wanita sih umumnya punya tas model kantong. Apapun bisa langsung masuk, tapi saat mengambilnya, apalagi gelap, butuh waktu — kecuali bagian dalam tas bisa menyala.
Ada pria yang merasa kurang lengkap jika hanya menyiapkan uang untuk parkir dan tol di titik yang terjangkau selagi menyetir. Kadang dompet pun mereka keluarkan supaya bisa beli koran, majalah, dan Aqua dari pengasong.
Jika dia sering bepergian memakai kaos, maka satu wadah (yaitu saku baju) telah lenyap. Akibatnya ponsel yang tak bertali, dan gadgets lainnya, harus diletakkan di tempat yang terjangkau.
Selama perjalanan sih tak ada masalah. Tapi setelah turun dari mobil baru repot karena harus mengumpulkan ponsel, kamera (selagi nyetir suka motret), dompet dan lainnya, lalu memasukkan ke saku atau tas bersama kunci kontak. Maka jelaslah bahwa kantong plastik bening (misalnya bekas kantong berondong cap Jolly Time) bisa menjadi solusi. Tinggal plang-plung. Bila perlu semua benda tadi sudah berada dalam kantong selama perjalanan.
Kenapa harus bening? Tas plastik gelap atau tas karton akan mempersulit pengecekan barang.
Memang, membawa kantong bening bisa mengganggu penampilan. Jika Anda masuk lift maka bawaan akan dilihati orang. Ya, kantong macam ini hanya cocok untuk orang yang ngantornya di bangunan rumah tinggal, dan jarak dari parkiran ke pintu masuk cuma 30 langkah.
Lho bukannya ada kantong sejenis yang lebih bagus, misalnya untuk outdoor activities? Walah, harus keluar uang esktra — kecuali pakai ini. Hasilnya juga sama: akan dilihati orang sampai orang-orang itu akhirnya terbiasa — kecuali Anda suka gonta-ganti gadgets dan gizmos, lagi pula memang punya bakat showy.
Pangkal masalah dari semua itu adalah pemilikan benda. Dulu orang (modern dan urban) ke luar rumah cukup membawa dompet dan pulpen. Akhirnya orang butuh tas kerja. Akhirnya orang membawa ponsel. Akhirnya orang membawa botol minuman. Maka maklumilah jika ada orang yang menjadikan dirinya sebagai lemari: memakai rompi berbanyak kantong dan celana kargo, sambil menggendong ransel 20 kompartemen — masih ditambah kalung berbandul tas.
Ketika seseorang mengendarai mobil, maka si kendaraan betul-betul dioptimalkan sebagai ruang berjalan. Radius jangkau dari setir untuk barang yang bisa diambil dengan lekas. Di luar radius adalah untuk barang yang dipakai sesuai kesempatan, dari sepatu sampai baju, stik golf sampai tongkat biliar, buku (yang tak pernah dikeluarkan apalagi dibaca) sampai helikopter aeromodeling.
Mungkin hanya raja dan presiden yang tak perlu membawa barang-barang itu bahkan sampai dompet sekalipun. Padahal mereka tak pernah menyetir sendiri.







mas kopdang | 12 01 2009 @ 1.31.35
kalau kamera pun difoto, lantas, kamera siapakah yang dipergunakan untuk motret?
antowi | 11 01 2009 @ 23.16.34
Mungkin paman perlu gadget yang all in one. Hp yang ada kamera, Operating system, TV, kalau perlu yang ada kulkasnya biar kalau haus nggak beli. Syukur- syukur ada ATMnya segala :))
lexi | 11 01 2009 @ 21.36.52
Pasti yang punya kantong plastik dan isinya itu bukan pegawai biasa yang baru saja terkena PHK. . .
JUN | 10 01 2009 @ 15.37.58
Paman, aku pengen punya dan pakai isi tasnya (bukan tasnya).
Prajurit | 10 01 2009 @ 0.17.26
Ingin dapat MARYAMAH KARPOV gratis ?
atau Ingin Pulsa 100 Ribu ?
* Tersedia untuk 200 SMS pertama. (Untuk buku alamat pemenang akan dihubungi)
Pertanyaan :
Berapa jumlah huruf (x) Ketua Partai yang memperjuangkan petani & pedagang.
SMS ke : 021-2804099(x)
Ketik salah satu dari yang anda ingin :
- Basmi Dewi Kolusi
- Basmi Dewi Nepotisme
sapto | 08 01 2009 @ 13.54.27
Saya termasuk yang bawa tas berisi macem2 barang kebutuhan.
Yang kasihan ya mba2 yg jaga penitipan barang di supermarket. Musti pake tenaga lebih buat ngangkat, malah kadang ada yg ga kuat :P
hanny | 08 01 2009 @ 8.10.36
isi kantongnya paman gadget semua, yaaaaa? :D eh saya jadi pingin tuh tas menyala-nya! :)
pie susu | 07 01 2009 @ 20.53.17
hehehe…paman….! itu tren tas tahun 2009 loh…:D
mastongki | 07 01 2009 @ 19.12.13
Ah, masa punya orang sih Paman? Oh, Saya lupa, Paman kan juga orang :D .
kamera saku, bb, dan ponsel, benar-benar mobile.
edratna | 07 01 2009 @ 18.15.55
Idenya bagus paman, tapi kantongnya cukup kuat nggak? Lha kalau mrojol kan kojur.
adipati kademangan | 07 01 2009 @ 15.33.44
di jalan, di lift, di kantor, pasti dilihat banyak orang. ada yang ngrasani, ada yang seneng, ada yang bilang pamer, ada yang bilang kere(gak duwe duwit gawe tuku tas, malah dilebokno plastik), malah ada pula yang berniat ngrampox
dheche | 07 01 2009 @ 14.21.10
mungkin bisa pake tas 2 lapis. yg pertama tas tembus pandang seperti foto paman, yg kedua tdk tembus pandang unt membungkus tas transparantnya. kalo mau ngecek, tinggal tarik tas pertama semua keliatan, kalo mau dibawa jalan tentunya sdh tertutup dg tas kedua.
handaru | 07 01 2009 @ 12.54.16
Sungguh tak elok menenteng tas plastik bening berisi uang meteran.
discobubles | 07 01 2009 @ 11.16.03
Praktis? Mungkin. Aman? Diragukan.
tetty | 07 01 2009 @ 11.00.45
Kalo orang “banyak relasi” ya kae gitu, bawaan yang begituan werno-werno. Nganti bingung meh pake yang mana? apalagi bawanya ya?
Bisa dibilang konsumtif gak ya Paman?
iway | 07 01 2009 @ 10.55.31
pake rompi dengan banyak kantong kok kayak penyedia layanan transportasi dengan motor ya (baca:ojek) :D
paman tyo | 07 01 2009 @ 10.39.14
Lha itu motret punya orang je.
mantan kyai | 07 01 2009 @ 9.42.18
wah sangar tenan sampean paman. sampek gadget dikreseki… mbok diguwak ng nggonku ae … kekeke
mpokb | 07 01 2009 @ 9.33.26
showy? :D andy rooney di 60 minutes juga bahas semakin banyaknya bawaan manusia modern (terutama kaum urban?) untuk bepergian sehari2. umumnya barang bawaan wanita lebih banyak daripada pria. segala tetek bengek dibawa. selain dompet, agenda, buku tebal2, gadget, botol air mineral, kadang2 anjing kecil juga masuk tas.. =’.'=
kyai slamet | 07 01 2009 @ 9.25.51
pake rompi terus ada tulisannya
PO. EKA
Surabaya-Jogja mampir di Duta
:D
egghead | 07 01 2009 @ 9.22.45
makanya, pake jasa pengemudi aja pam.
gw yakin kok banyak yg bersedia menyewakan waktunya
adi | 07 01 2009 @ 8.41.12
sugih tenaaaaannn
Mas Gaptek | 07 01 2009 @ 7.40.12
Ponselnya sampai punya dua ya paman.. Ada rencana ganti kamera? :)
Donny Verdian | 07 01 2009 @ 7.23.11
Kalau mending pake ransel atau tas selempang yang lagi ngetop dari kulit….
Tapi kalau gadgetnya keren-keren kayak punya njenengan, Paman.. itu beda kasus, memang lebih baik kasat mata hehehehe :)
Dony Alfan | 07 01 2009 @ 3.35.13
Jadi inget sama dosen saya yang selalu pake rompi. Entah apa isi di kantong-kantong rompi itu
Catshade | 07 01 2009 @ 3.33.10
Tapi di tempat umum bawa tas plastik bening berisi gadget2 mahal begitu… agak riskan juga ya. >_>
Ben | 07 01 2009 @ 2.19.08
semangkin atau semakin? :)