Rambu yang Tersembunyi
BAGAIMANA MENJELASKANNYA? ADA IDE?

Foto* ini saya akali agar kegelapan dan kerimbunan yang menabiri rambu sedikit terkuak. Saya memotretnya malam hari, tanpa lampu kilat, di Jakarta Pusat. Rambu itu di bawah pohon. Lampu merkuri kurang menerangi trotoar karena terhalang dedaunan.
Memang, ini soal klasik. Dari dulu begitu. Hanya lokasinya yang berpindah-pindah. Di Gandaria, Jakarta Selatan, misalnya, lampu setopan terkerudungi dedaunan.
Mungkin penanggung jawab kota akan mengatakan demi penghijauan dan kehijauan maka rambu boleh tersamarkan. Artinya warga jangan sembarangan menuduh abdi kota malas memangkas. Kalau ada pelanggar tertangkap basah anggap saja matanya rabun. Sebelum diminta ke dokter mata si korban harus berurusan dengan tilang — dengan maupun denda damai.
Ya, ya, ya. Saya tahu Anda bosan membaca soal seperti ini. Setiap hari Anda melewati rambu yang tersembunyi. Nyatanya republik tidak bubar gara-gara itu kan?
Marilah kita mencoba melihatnya dari sisi lain. Bagaimana cara menjelaskan kepada anak-anak mengapa ada rambu tersembunyi? Bagaimana menjawab pertanyaan mengapa polisi kadang memanfaatkan ketidakjelasan?
Soal yang sama bisa diajukan oleh orang asing, baik cuma iseng mengetes maupun serius. Ujung-ujungnya kita akan kerepotan menjawab.
Atas nama pendidikan, tak mungkin kita membohongi anak bahwa pamong prajanya malas (buat apa digaji dengan pajak rakyat?) atau makin pikun (kenapa tak dipensiun?).
Menjadi jahat jika kita mengatakan itu dibiarkan, bahkan disengaja, supaya polantas diuntungkan karena bisa menjebak orang. Bukan itu yang diajarkan di kelas. Juga kasihan anak-anak Pak Polantas jika harus menanggung stigma yang melekati bapaknya.
Terhadap orang asing yang jahil, kita bisa angkat bahu, sekalian membuka kedua telapak tangan dalam posisi tangan membentuk siku, sambil tersenyum kecut. Untuk alasan lain, ya bisa-bisanya kita mengarang jawaban yang semoga lucu tapi bakal disebarkan sebagai dagelan oleh si asing.
Artinya, kita layak berterima kasih kepada negara karena memberi kesempatan kepada rakyatnya untuk melakukan pendidikan hukum dan politik kepada anak-anak, maupun menjadi jubir yang mencerahkan orang luar.
*) Jepretan kamera saku, kecepatan 1/15 detik, bukaan diafragma f/4.0.
21 Responses to Rambu yang Tersembunyi
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Tesaurus, bukan Dinosaurus
February 21, 2007 by AntyoLAGI, BUKU KATA-KATA…
Rancap. Hah? Lengkapnya: Rancap Ismail. Lho? Di sebuah kota di Jawa Tengah pernah ada penjual sate yang penuh percaya diri memasang merek dagangnya dengan nama depan dirinya. Saya, mbakyu saya, dan suaminya, terbahak-bahak.
Entahlah bagaimana riwayat ayah Cak Rancap menamai anaknya. Yang kita tahu, rancap adalah kegiatan seks swalayan.
Hayo, mulai [...]
Recent Comments
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





saya akui memang paman Tyo adalah org yg paling smart.
sindir kiri-kanan dgn kamuflase kata-kata dan paragraf yg sulit dimengerti org-org dgn intelektual standard..
–
woh justru tidak. saya tidak tahu harus cerita apa sehingga malah tidak fokus. intinya: mengada-ada. itulah blog ini. :)
tyo
jangan dikira rambu itu mati..rambu itu juga makhluk tuhan…dia akan selalu mendoakan yg baik kalo ada pengendara yang taat, dan mendoakan jelek plus sumpah serapah bagi pengendar yg melanggar rambu…
saya kemarin lihat spanduk slogan di pos polisi..setiap kecelakaan pasti di dahului pelanggaran…bener juga
halah, wong rambu yang JELAS, CETHA WELA-WELA aja dihantram kromo, jarang digubris kok…
Rambu ini mungkin minder, ngumpet aja, saking gak pernah di’reken’ sama pengguna jalan…
Salam.
mungkin P coret itu artinya DILARANG PENE’AN. sebuah arti baru yang belum disosialisasikan
Untung saya lebih suka jalan kaki. Aman dari “jebakan” rambu yang tersembunyi. Mau foto juga gampang bisa berhenti kapan saja, asal tidak di tengah jalan :) Hanya kadang bingung waktu mau menyeberang jalan, sering kali zebra cross dijajah sepeda motor, jembatan penyeberangan tinggi anak tangganya tidak manusiawi.
sisi positifnya … :)
Indonesia telah ikut partisipasi menanggulangi Global Warming !
Lihatlah betapa rimbunnya dedauan pohon itu yang tentunya memberikan oksigen segar pendingin suhu di sekitarnya….sekaligus kesempatan penghasilan bagi oknum yang memanfaatkannya…..
Bukannya itu bagus paman? Melatih kita untuk lebih tahu diri dengan keadaan sekitar dan mau untuk peka jika tidak ingin kehilangan duit :-D
tumben measure foto ikut disertakan :)
Hmmm … susah juga paman
saat saya ujian SIM, malah di sebelah saya ada yang saling saling contek karena ga tahu artinya rambu merah bertuliskan STOP …
wah…lumayan nich…potensi besi tua…besok meluncur ahhh…bantu pemda….tak ilangin rambunya..heheh
Kadang berpikir, siapa ya yang seharusnya mengontrol letak rambu lalu lintas, katanya Departemen Perhubungan (?saya agak lupa)…kalau begitu bukan salah pak polisi nya. Tapi mestinya polisi bisa memberitahu pada Departemen yang bertanggung jawab, jika sering terjadi salah penafsiran terhadap rambu lalu lintas…atau pura2 tak tahu (nggak boleh suudzon)
kita ini manusia, kalo memang disitu ada rambu ya mesthinya mikir tho, masak harus maen kucing2an sama polisi. Polisinya juga begitu, mumpung ada kesempatan buat jebakan, mengapa nggak dipergunakan? dapet dhuwit 25rb, 50rb, 100rb ??! dah jelas ndak mbikin kaya.
Blogernya juga ndak kalah, hal-hal sepele begini dijadikan postingan yang kreatif …. woooohhh indonesiaku tercinta.
ibu mertoku juga pernah ditangkap tapi alibi dia kebetulan bisa dipahami oleh pak pol tuh..jadinya gak jadi di tilang.
Coba bukaan diperbesar atau kecepatannya dipelambat atau keduanya dipadukan (kecepatan 1 detik dan diafragma dibesarin…) Niscaya semakin gelap ntuh rambu dan pohonnya semakin terang. Buktikan!!!
sungguh negeri yang kaya, memiliki banyak sumber postingan :D btw, bang juragan paman malam-malam kok ke lapangan banteng.. berani betul =’.'=
bukaan 2 paman. loh kayak orang mo melahirkan:-D
kalau Gus Dur bilang..
“Begitu aja kok repot”
Kalau ada rambu yang plintat-plintut, gak jelas… Tebang aja Rambunya! :)
inilah kolaborasi yang unik antara pamong praja yang malas dan blogger yang kurang gaweyan.
ya begonoloh indonesia pakde
eh itu camera sakunya merek apaan kok ada bukaan segala. sharing ya pakde
Pernah nemuin pasal-pasal yang juga “diselimuti daun-daunan”, Paman?
Gimana kalo kondisinya lain, rambu itu terlihat jelas dan cetho, tapi tetap dilanggar? Haha