SAMPAI SEBERAPA JAUH KITA BISA MENGONTROL KONTEN INTERNET?

Kemarin seorang tokoh meminta seorang blogger agar fotonya di Wikipedia diganti. Dia yakin si blogger punya akses ke salah satu anggota tim Wikipedia. Lho, Wikipedia yang Indonesia atau “pusat”? Maaf, tak dapat saya ungkapkan. Siapa dia, si tokoh itu? Kalau namanya kita cari di Google maka dalam 0,27 detik tersaji 2.290.000 temuan.

Tentang foto itu, saya terkejut dan sekaligus tertawa. Bukan mentertawai dia maupun si blogger tetapi diri sendiri.

Saya kadung berpengandaian bahwa orang setingkat dia, dan sesepuh dia (65+), yang dalam istilah anak-anak muda sudah “sangat eksis”, mestinya tak hirau foto diri. Alasan dia minta ganti karena foto yang ada kurang keren.

Dia bukan orang partai yang mau tak mau harus sadar kemasan. Dia juga bukan bintang dunia hiburan yang terlalu sadar tentang pembentukan citra melalui foto.

Lebih dari itu semua, dia adalah orang yang oleh khalayak (tak hanya Indonesia) diikuti karena curahan pikiran dan rangkaian tindakannya. Bukan karena fashion-nya. Fashion yang saya maksud adalah apa pun yang dia pakai dan bagaimana pun dia menampilkan raga adalah pernyataan diri.

Lantas apa menariknya kasus ini? Bukankah keinginan mengontrol foto itu wajar? Bukankah dalam buku, undangan, dan annual report kita ingin foto kita mewakili diri kita?

Ya, justru pada kontrol terhadap foto itu. Dulu pernah saya baca, seorang fotografer pemasok Sygma sering kesal terhadap pasfoto istrinya (model) di paspor karena itu semua tak berada dalam kuasanya.

Masalah ini menarik karena si tokoh yang menjadi bagian dari perjuangan untuk kebebasan berpendapat itu ingin mengontrol isi internet, tepatnya terhadap hal yang secara substansial tidak salah. Bukan mengoreksi info melainkan pose foto (anggap saja dia berpose) yang menurut saya wajar, tidak membawa aib. Hanya ingin tampak keren. Atau, hanya ingin kekerenannya termunculkan.

Manusiawi sih, Anda bilang. Mau tokoh, mau anak SMP di Facebook dan Friendster, maunya tampilkan foto diri yang bagus. Tepatnya: foto yang mewakili citra diri.

Nah, soal citra itu bisa dikemas sendiri, bisa juga hasil bentukan kolektif di luar kontrol. Ketika saya masih ngeblog dengan nama lain, dan foto palsu, maka citra foto babah toko sangat lekat di benak beberapa pembaca. Contoh lain? Foto Anang(ku) yang mengikon, bukan mengikan. Jas cokelat, sisiran samping, dan seterusnya…

Dengan maupun tanpa izin, halaman web bisa mengambil foto tokoh dari media lain. Foto yang pernah muncul itu bisa saja sreg bagi si tokoh, tapi bisa juga tidak. Ketika kemudian foto itu muncul di sebuah rak referensi online berbasis Wiki, yang disusun sangat serius, bisa saja si pemilik mempersoalkan hak cipta, bukan keren atau cocok tidaknya.

Tak ada hubungannya dengan ketokohan yang layak Wiki, tadi siang teman saya masygul akan satu hal: “Wah Facebook itu bisa bikin kusut juga ya, Kang. Orang-orang lain bisa masang foto kita, kamar kita…”

Maka ini persoalan kita sekarang: dalam batas apakah kita bisa mengontrol konten internet, terutama yang berhubungan dengan diri kita?

Beberapa orang mulai berhati-hati berpendapat di milis karena tak ingin opini untuk kalangan terbatas terteruskan ke kalangan yang lebih luas tanpa sensor.

Inilah era bermedia yang menggairahkan dan mungkin juga sekaligus membingungkan. Setiap orang bisa memiliki penerbitan pribadi (malah bisa lebih dari satu) dan masuk ke dalam jaringan penerbitan yang lebih luas, di bawah payung conversation and sharing.

Dalam kasus yang “cemen”, foto mesra sepasang bloggers saat kasmaran, tapi kemudian putus pacaran, bisa menimbulkan sesal. Sudah dihapus di halaman asal, eh masih nongol di tempat lain dan terendus mesin pencari.

Tak soal apakah foto itu mereka publikasikan sendiri atau disiarkan oleh orang lain. Ketika asmara masih membara, mereka cuek saja bahkan bangga bisa yayang-yayangan. Tetapi setelah itu…

*) kata “di Luar” dalam judul boleh diganti “dalam”. :D

Tagged with:
 

46 Responses to Foto Diri Pak Tokoh di Luar Kendali*

  1. phery INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    kok saya gak dimintain tolong ya

  2. jadi ini zaman jangan gampang dijepret orang ya Paman?

  3. pitik INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    om, lha foto waktu masih jadi kerekemplu (anonim) itu udah minta ijin yang punya belom?
    menurutku poto sing mbiyen luwih keren timbang sing saiki…wekekeke..piss ah..

  4. boyin VIET NAM Mozilla Firefox Windows says:

    Ngontrol foto doank khan paman? beliau pikir ini mengenai citra diri kali bukan bunga citra lestari….

  5. kyai slamet INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    wah saya baru mudeng je. sejak pagi tadi saya bingung cari siapa sih Pak Tokoh itu…
    akhirnya ketemu juga di plurk :D

  6. rian INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    hmm… jadi penasaran foto sapa ya??

  7. geblek INDONESIA Mozilla Firefox Ubuntu Linux says:

    jadi kesimpulannya seberapa penting cakep ndaknya poto paman

  8. ikeys INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    mau diganti foto yang sekeren apalagi sih si ‘eyang’ tuh??

  9. mpokb INDONESIA SymbianOS says:

    facebook masih bisa dibuang tag-nya :). Mgkn si tokoh mesti belajar pd julio iglesias, cuma mau dipotret dari sisi kiri, eh, apa kanan yak?

  10. genthokelir INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    wah ikonnya keren memang mendunia si anang tuh hahaha

  11. mbelGedez™ INDONESIA Mozilla Firefox Linux says:

    .
    Boss….
    Sayah nitip pesen sama situh. Ntar 20 taon lagi kalau foto sayah ndak seganteng sekarang, tolong di delete, yah….
    .

  12. bangsari INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    isi paragraf terakhir kok kayanya menggambarkan seseorang soslialita ya. hihihi

  13. dheche INDONESIA Mozilla Firefox Fedora Linux says:

    kok gak ada fotonya ?

  14. zen INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    *ralat:

    maksudnya, kalimat pertama di paragraf delapan

  15. zen INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    kalimat pertama paragraf ketujuh membikin pribadi ini jadi tidak anonim buat saya, uncle.

    *melanjutkan membaca esai di halaman terakhir sebuah majalah terkenal*

    :D

  16. mantan kyai INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Pak Tokoh berjas coklat, berkacamata, & bersisir samping emang sudah mengikon :D

  17. Catshade INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    GM ya? :D *ada yang nanya2 di plurk juga*

  18. mas kopdang INDONESIA Google Chrome Windows says:

    Kalau dalam 0,30 detik dapat 2,940,000 siapa hayooo..?

    “apa karena dia nampang pakai cerutu segala, Paman..?”

    :P

  19. mas kopdang INDONESIA Google Chrome Windows says:

    opa masih genit nih…
    mbok yao, jangan GR banget..
    :P

  20. avianto UNITED STATES Google Chrome Windows says:

    Welcome to the free world =P. Enjoy it while it last.

  21. ndoro kakung UNITED STATES Opera Mini says:

    tolong ganti foto saya yang jelek di album facebook si anu dong. bisa gak? situ blogger kan?

  22. fahmi! INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    haha, narsis itu bukan perbuatan kriminal :D

  23. hielmy INDONESIA Mozilla Firefox Ubuntu Linux says:

    wah, mas Anang sampe kesebut2. :)

  24. Dony Alfan INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Kata Anang, internet bisa mengungkap sisi gelap seseorang. Mungkin salah satunya lewat foto :D

  25. hedi INDONESIA Google Chrome Windows says:

    unik, itulah (konten) internet. kadang bikin susah, tapi makin banyak yang suka :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.