DEMOKRASI MEMANG MENDEBARKAN…

Selama ini saya golput. Apakah pemilu nanti juga golput, baik untuk memilih legislator maupun presiden? Saya tidak tahu. Tapi dalam obrolan ringan, saya sering menganjurkan orang lain untuk ikut pemilu.

Alasan saya sederhana. Inilah kesempatan bagi warga untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Jika peluang tak diambil itu sama saja membuka risiko munculnya revolusi tangsi yang menghasilkan rezim otoriter, kemudian kita diperam dalam tempurung represi. Kita tak akan matang karena keburu membusuk.

They had themselves a party at the point of a gun
They were slightly to the right of Atilla the Hun
A bomb or two and very few objected

(Che [Antonio Banderas], dalam Evita [Alan Parker, Andrew Lloyd Webber, Tim Rice])

 

Sepahit itukah? Bagaimana kalau ternyata yang muncul dari tangsi adalah penguasa berbudi luhur, yang menyiapkan nampan pengaturan untuk pemimpin sipil? Lebih baik kita tidak usah melakukan eksperimen berbahaya. Risikonya berat.

Oh, bukankah sipil bukan jaminan beres, bahkan mereka pun bisa menjadi tiran atas nama cita-cita luhur dan dukungan (yang anggap saja) dari mayoritas?

Ya. Bisa saja. Kekuasaan bisa menjadi tunggangan binal yang mengasyikkan untuk dijadikan rodeo. Dengan dukungan korps bedil, makin asyiklah permainan bagi pemainnya.

Ah, lebih buruk lagi, bukankah sipil berpeluang gagal menata kehidupan bersama, sehingga hasilnya hanyalah khaos yang tidak oblong?

Tentu. Dan itu sama saja mengundang penghuni barak mengisi pemerintahan atas nama kebutuhan darurat. Yang namanya darurat itu seringkali tak kenal batas daluwarsa. Hanya jelas kapan memulainya, tapi tak perlu dibahas kapan mengakhirinya. Yah, jangka waktu adalah bui bagi kehendak untuk berkuasa secara abadi.

Ya, ya, ya. Taruh kata demokrasi bukanlah tujuan, hanyalah jalan untuk mencapai kehidupan bersama yang lebih baik, kenapa akhirnya seperti disucikan? Bukankah yang utama itu tujuan?

Mungkin berlebihan bila men-suci-kan perjalanan. Juga berlebihan dan lebih berbahaya jika tujuan menjadi sakral, karena ini berarti soal cara boleh — bahkan harus — diabaikan.

Seringkali demokrasi berupa jalan terjal, bukan lintasan panjang bebas hambatan. Lihatlah hari-hari ini. Lihatlah kinerja orang-orang partai. Lihatlah perilaku anggota DPR.

Kita boleh dan berhak kesal bahkan muak. Tapi itulah jalan yang sedang dan telah kita lalui. Kemudian aturan pemilu diperbaiki. Nomor kecil bukan jaminan berhak mewakili rakyat di parlemen. Suara terbanyaklah yang akan menentukan. Kita sama-sama berharap akan melalui jalan yang, yah…, mendingan begitulah. Memang sih mungkin mendebarkan.

Apa boleh bikin, demokrasi memang lucu. Kita memilih orang yang akan mengatur kehidupan kita. Proses itulah yang harus kita warnai.

Kadang demokrasi juga konyol karena berkemungkinan memberi hak hidup kepada kekuatan  yang antidemokrasi. Lantas ketika menang karena janji suci, atau karena sihir menyesatkan, si antidemokrasi menampakkan taringnya.

Demokrasi juga bisa berwajah dogol. Bisa saja sejak awal rakyat memang mencari diktator karena sudah lelah berpikir dan berikhtiar. Jika sudah tahu bakal dapat kucing kenapa juga masih membeli paket karungan? Yang penting bisa menangkap tikus, setidaknya tikus mainan.

Lantas, akan ikut pemilukah Anda? Jangan menanya rumput yang bergoyang karena lapangan telah menjadi gedung tinggi dan mal.

*) Maaf seperti ceramah. Bukankah sekarang musim ceramah? Sau-dara sau-da-raaa…! Dengarlah…

Tagged with:
 

69 Responses to Golput? Atau Pemilu Nanti Ikut?

  1. zakkinen INDONESIA Opera Windows says:

    ketika rakyat diseru utk melakukan perubahan dg tidak golput, tapi yang dipilih kelakuannya gak pernah berubah, korupsi jalan terus.
    ketika kampanye smua pada ngelakukan pelanggaran, money politik dll.
    ntar kalo jadi, pelanggaran jalan terus paman

  2. ndin INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    milih, dong.. golput itu mubazir..

  3. ikut aja paman…bener tuh, kesempatan untuk membangun Indonesia yang lebih baik

  4. stainly INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    Mas , ..
    kalau kita memilih biasanya kita simpati terhadap yang kita pilih dgn harapan ke depannya negara ini bisa menjadi lebih baik lagi.
    cuman yang tidak kita ketahui adalah pada sesuatu yang kita pilih itu apakah juga mempunyai harapan yang sama ataukah kepentingan pribadinya yg lebih besar ?
    terima kasih

  5. Rafki RS INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Saya nggak ngerti memilih antara memilih atau golput. Memilih takut salah pilih, kalau golput takut salah golput. Lagian hari H nya masih jauh lagi. Masih ada waktu untuk berfikir untuk memilih golput atau tidak golput dalam memilih.

  6. pakde INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    The choice is in your hand, begitu kira2. jangan salahkan siapa2 jika sesuatu nanti ada yang tidak sesuai karna hak pilih ada dalam diri anda. begitu kira2.

  7. Syaqila INDONESIA Opera Windows says:

    PEMILU bukanlah satu-satunya cara untuk membangun “Bangsa”. Substansi persoalan bukanlah “siapa” yang memimpin, tapi ideologi memimpin. Ditengah tengah hantaman ideologi individualisme vs kolektifisme, idelogi bangsa kita menjadi stagnan, bahkan cenderung tidak punya karakter. Membangun pola fikir bangsa jauh lebih elementer dibandingkan satu ajang foya-foya politik bernama PEMILU. So, GOLPUT dan TIDAK GOLPUT, apa bedanya ?

  8. MadPoetic INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Hmm, saya juga menulis soal ini Pakde. Menyedihkan ya.

  9. zen INDONESIA Opera Windows says:

    kalo sempat dan ingat
    bakal milih kayaknya

  10. pemilu tempat pestanya uang rakyat… hayaaah…
    saya juga golput selawma ini… hiks***
    di tunggu di rumahku.. trims…

  11. ichanx INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    2 pemilu terakhir saya berpartisipasi… hasilnya, jagoan saya kalah… apa sekarang gak usah milih aja gitu ya? kali aja gw bawa sial buat orang yang dicoblos… heuheue

  12. DV AUSTRALIA Mozilla Firefox Windows says:

    Yang pasti saya tidak akan mencoblos partai yang calegnya banyak melakukan kampanye hitam dengan mengirimkan spam ke email saya!

    Begitu, Paman….

  13. bocah_ilang INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    MUI telat dalam mengeluarkan fatwa haram golput, makanya sampe jatuh banyak korban yg pada OD.GOLPUT = Golongan Putaw. jelas2 haram pak.

  14. saya terus terang lebih suka pemilu setahun sekali..order buat iklan lancar

  15. Andy MSE INDONESIA Mozilla Firefox Ubuntu Linux says:

    Selama ini saya juga GOLPUT man! hanya saja akhir2 ini saya bingung, kalau golput sudah diharamkan, apa berarti dosa ya??? Yang lebih membingungkan, yang mengharamkan kan MUI, artinya hanya berlaku untuk orang Islam, yang lain tidak ada sangsi dosa untuk bergolput ria… Tolong beri saya pencerahan untuk atasi kebingungan saya man!

  16. Suster Gila INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Khan sudah ada fatwa MUI tentang golput…
    ah terserahlah.

  17. wewed UNITED STATES Internet Explorer Windows says:

    Menurut saya Golput itu hak… bukan suatu keharusan, bukan berarti tidak punya pilihan, tetapi saya merasa jijik plus trauma ketika melihat berita anggota dewan sering nyangkut diberbagai skandal (Sing mendem wedokan lagh… sing nompo sogokan laghh…) Mereka tidak pernah berusaha membuat citra birokrat yang bersih. Jadi buat apa kita memilih, kalau hasilnya seperti itu? Malahan kita sendiri yang disalahkan, “Kenapa kamu salah pilih?”

    Apa lagi kalau ada yang menyatakan Golput haram, lha trus dasarnya apa… kok seperti gak ada korelasinya… lama kelamaan anda nerobos lampu merah juga difatwakan haram, meskipun anda tahu hubungan kausalnya

  18. bewe INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Saya golput meski kulit saya hitam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.