TAK PERLU MEMAKSA SEMUA ORANG BERKANAN.

Tanpa sengaja saya tadi mendapatkannya di sebuah toko murmer. Gunting untuk orang kidal. Harganya Rp 25.000. Oh saya ingat, baru dua hari lalu saya ngobrol dengan orang yang berbeda tentang tangan kidal. Saya katakan bahwa beberapa teman saya yang bertangan kidal mengalami pendidikan yang buruk: oleh guru diarahkan memakai tangan kanan.
Saya tak paham pedagogi macam apa yang dianut oleh guru-guru sesat itu. Termasuk dalam kelompok guru sesat adalah lingkungan, terutama orang-orang dewasa penanam nilai baik-dan-buruk, benar-dan-salah.
Salah satu hasil, saya pernah memanggil seorang kakak kelas saat SD (kira-kira enam tahun di atas saya) sebagai “Kédhé” (Jawa: kidal). Saya berhenti memanggilnya seperti itu setelah dia menegur, “Jangan kurang ajar kamu, jangan ikut orang-orang itu!”
Sekarang, setelah zaman lebih maju, mestinya tak ada lagi perlakuan aneh terhadap orang kidal. Bahwa sebagian besar barang — dari gunting, gendewa olahraga panah, tombol shutter kamera, sampai pintu kulkas — masih diskriminatif karena mengandaikan mayoritas orang bertangan aktif kanan, yah marilah kita diskusikan.
Kadangkala kiri dianggap menyebal, berbeda, tidak sopan. Saya belum mencari tahu, dalam sejarah teori politik itu siapa yang lebih dulu menerapkan pelabelan “kiri” (sebagai lawan dari “kanan”). Oleh pihak yang kemudian disebut kanan, atau justru oleh pihak yang akhirnya disebut (atau menyebut diri) sebagai kiri? Entahlah.
Tentang kiri dalam perkidalan, mungkin Anda, baik yang kidal maupun bukan, punya cerita. Silakan berbagi. Oh ya lantas nama Indonesia untuk right handed itu apa ya? Jangan-jangan tak punya nama karena yang “non-kidal” merasa “normal”.







Hm | 26 03 2009 @ 5.18.00
Saya beli gunting itu.. di daiso kalo nggak salah..
hati2 guntingnya gampang tumpul
—
terima kasih. saya juga nggak tahu kualitasnya.
/tyo/
Rizki | 15 03 2009 @ 16.04.36
Waktu kecil, saya ada bakat kidal. Namun, seperti cerita di atas, saya dipaksa menggunakan tangan kanan. Akhirnya, saya tidak jadi kidal. namun, sampai sekarang saya masih sering melakukan berbagai aktivitas dengan tangan kiri. Misalnya, menyapu, SMS-an, nge game di HP, dst. bahkan saya masih sering memberikan barang kepada orang lain dengan tangan kiri. Hihihi, ada bakat ambidexter mungkin? :P
—
boleh tahu mana yang paling membuat anda nyaman? :)
/tyo/
gabybali | 25 02 2009 @ 20.23.39
Saya terobsesi dengan tangan kidal, Saya pengen punya anak kidal,
dulu ada org bule salaman sama ibu saya dan ngasi barang pake tangan kiri, dibilang nggak sopan, bulenya bingung : who told you the left hand should be useless…(buat nggaruk doang mungkin) hihi…
Greetings from Bali, Paman Tyo!!
—
terima kasih. :)
/tyo/
Benny Risanto | 24 02 2009 @ 15.19.50
Halo…lucu juga nih bahasnya :))
Orang Indonesia ini tidak bisa maju ya gara2 hal2 seperti ini ..gak boleh ini gak boleh itu tapi begitu di tanya gak tau kenapa sebabnya.atau jawabnnya sudah dari sononya atau itu kata orang tua jaman dulu..so what gitu :))..kedua tangan di ciptakan buat di pakai..gak ada istilah tangan bagus itu kanan..Ellyas Pical jadi juara dunia karena kidalnya keras mati :)) Rafael Nadal jadi Kidal karena di awal karirnya di suruh Pelatihanya Tony Nadal ganti dari kanan ke kiri pegangannya :)) eh malah jadi no.1 :)).. tapi semua balik lagi ke orang masing2..silahkan terapkan maunya masing2..buat saya aneh aja tetep kalau kita anak tirikan tangan kiri. sejauh ini saya sendiri merasa kalau saya dulunya harusnya kidal yang baik..karena saat ini saya make tangan kiri saya untuk: main bowling, kupas mangga, iris bawang, makan pake sendok, bulutangkis, tenis meja, shooting basket, ketapel, gnuting, mouse,dll lagi..kecuali nulis dan main tenis.
—
maka marilah kita majukan indonesia!
hmmm jadi ingat baliho pemilu…
/tyo/
stessy | 19 02 2009 @ 12.56.26
dimana saya bs dpt gunting kidal krn saya kidal
Gaputt | 19 02 2009 @ 1.28.13
klo right-handed namanya “kadal”, ato ga “nadal”. hehehe…btw guntingnya beli di mana tuh? jual produk2 lain ga? seperti pulpen gitu. klo ga keberatan, tlg kabari ke e-mail saya ya. makasih ^^
meong | 14 02 2009 @ 0.31.41
*dan setelah membaca semua komen di bawah*
:(
kial jebule msh banyak yg menganggap aneh to….
horeeee….moga2 besok anakku nurun ibunya semua alias kidal semua :))
—
gitu ya med? :)
/tyo/
meong | 14 02 2009 @ 0.08.29
eduwh, ketemu sama orang yg pengertian dg dunia si kidal *peluk2 paman*
iya e, paman, sedari balita kenyang bgt dg perilaku diskriminasi ini. bahkan hingga menyangkut soal agama segala :(
sedari kecil pun bertanya-tanya, kenapa Gusti menciptakan saya kidal, kl tyt yg kanan lebih bagus dan ‘masuk sorga’ hueheeheh….
contoh spt komentar trinie itu, entah becanda ato serius.
tp soal cebok itu sll banyak yg nanya. heran, emang kenapa kl aku cebok pake tangan kanan ? apa aku hrs cebok pake pacul ?
paman, aku mau dong, guntingnya. ada pisau dapur utk kidal juga ga paman ? aku kl masak srg kecapekan kl ngiris2 dan ngrajang2 e. ngelu tenan.
huehehhhhhehe….. *ngarep*
—
boleh peluk asal jangan bawa gunting. bahaya. kalo pisau dapur aku belum tahu med apa ada yang khusus untuk kidal.
/tyo/
Trinie | 09 02 2009 @ 0.38.38
Jin itu kidal semua, paman. Sementara Jin itu “musuh”nya manusia. Makanya manusia di”harus”kan memakai tangan kanan untuk makan atau hal yg baik, tangan kiri untuk cebok atau hal yang kotor.
—
Hah? Baru tahu saya kalau jin begitu.
/tyo/
mmr | 06 02 2009 @ 21.25.56
Adik saya kidal. Pas waktu mulai kuliah dia pakai bangku yang ada mejanya disebelah kanan. Nah dia nyeletuk ke penjaga sekolahnya(klo gak salah) sambil agak protes. Eh seminggu kemudian dia dapat bangku baru yang mejanya di kiri. Dia seneng banget. Udah dapat bangku yang mejanya kiri,baru dan empuk lagi.
—
wah top banget ini!
/tyo/
Mr. m | 06 02 2009 @ 15.38.08
ga smua orng kidal itu buruk loch.
ya, sich orng kidal punya kemampuan yg lebih (pintar)
—
kok pake “ga semua”, seolah sebuah catatan pengecualian terhadap “kebenaran”? :)
kidal itu soal kerja otak, bukan soal akhlak kan?
/tyo/
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 | 06 02 2009 @ 14.32.40
Kreatif dan out of the box pemikiran si pencipta gunting kidal ini :)
cynthinks | 05 02 2009 @ 19.24.04
Saya kidal Om. Pengalaman yang agak nyebelin adalah waktu saya kuliah. Saya mesti duduk di bangku kuliah permanen yang bermejakan sepotong kayu di sisi kanannya. Tentu saja buat saya siy bikin capek pas nulis, apalagi kalo mesti ngerjain ujian! Kadang-kadang kalo ujian di ruangan yg kursinya bisa dipindahin, saya ngambil satu bangku ekstra dan bagian mejanya saya taruh di kiri saya buat nulis :P.
—
terima kasih atas bagi ceritanya. harapan kita keadaan akan lebih baik.
/tyo/
kyai slamet | 04 02 2009 @ 23.00.21
paman, komentator dibawah saya ini kadal lho, hati-hati
:D
—
baiklah :D
tyo
mantan kyai | 03 02 2009 @ 18.22.01
yang menjijikkan bukan kidal paman tapi gidal .. wkekeke
mas kopdang | 03 02 2009 @ 14.34.39
kidal dan cedal memang selalu menjadi sasaran olok-olok antar teman.
bukankah pendidikan yang baik masih tersambung dan berurat akar dengan budaya lokal?
Dan budaya ketimuran, menganggap yang di timur-di kanan, lebih baik dan memang yang terbaik.
—
oh gitu ya? ada-ada saja njenengan ini. :)
tyo
Ibunya Aria Gaung | 03 02 2009 @ 13.39.51
kidal itu artinya kiri andalan kan, paman? kalau kanan yg andalan= kadal?
—
hahahahaha! bunda satu ini ada saja…
tyo
hedi | 03 02 2009 @ 11.36.10
Di sepakbola sering banget disebut istilah left-hand side untuk posisi sayap kiri, tapi jarang pakai right-hand side untuk sayap kanan, entah kebetulan atau sengaja.
—
suwun sam. ini info baru bagi saya.
tyo
Fiz | 03 02 2009 @ 8.32.33
Begitu juga dengan gagang pintu warnet langganan saya yang berposisi terbalik dari gagang pintu pada umumnya. Dalam hal ini saya merasa ‘dipaksa’ menjadi kede oleh pemilik warnet :D
—
waaaaaa… gitu ya?
tyo
Kamus Malesbanget Blog » Paman Tyo: Gunting untuk si Kidal | 03 02 2009 @ 6.20.06
[...] Tanpa sengaja saya tadi mendapatkannya di sebuah toko murmer. Gunting untuk orang kidal. Harganya Rp 25.000. Oh saya ingat, baru dua hari lalu saya ngobrol dengan orang yang berbeda tentang tangan kidal. Saya katakan bahwa beberapa teman saya yang bertangan kidal mengalami pendidikan yang buruk: oleh guru diarahkan memakai tangan [...] Planet Terasi [...]
DV | 03 02 2009 @ 5.16.51
Di sini, barang-barang yang diperuntukkan orang kidal banyak dijual, tapi cenderung lebih mahal mungkin karena kuota produksi yang tak bisa terlalu banyak sementara raw materials yang dibutuhkan tetap sama malah menuntut product design yang agak sedikit berbeda….
Catshade | 03 02 2009 @ 1.04.54
Bahasa latinnya kiri = sinistra -> sinister = evil
Kalau dalam politik, katanya sejarah pelabelan kiri-kanan itu dimulai dari parlemen di Prancis; yang sosialis duduk di sayap sebelah kiri dan yang nasionalis-konservatif duduk di sayap sebelah kanan.
—
hahahaha… ;)
oot: sosialisme prancis itu hati di kiri, kantong (dan selera) di kanan. saya suka. :D
tyo
zenteguh | 03 02 2009 @ 0.39.56
la iya, ngapain dipersoalkan
wong fungsinya sama
cuma tinggal mbalik saja buat yg satu itu…
mastongki | 03 02 2009 @ 0.27.15
Memang, guru itu hampir semuanya menganjurkan untuk memakain tangan kanan, bahkan pada orang kidal sekalipun, setidaknya itu yang Saya lihat semenjak SMP hingga SMA kini, dan sepengetahuan Saya belum ada murid kidal yang protes.
stainly | 02 02 2009 @ 21.22.25
setuju paman tyo , harusnya zaman sekarang tidak perlu lagi dipermasalahkan, apalagi kaitannya dgn etika dan budaya.
“Kanan” tdk berarti menggambarkan orgnya lebih sopan dibanding yg “kiri”.
Utk para produsen harusnya ini bisa menjadi contoh peluang bisnis yg baik dgn menciptakan diferensiasi.
zen | 02 02 2009 @ 19.51.25
Teman saya, Galam Zulkifli, sedang menikmati rejeki sebagai pelukis yang mulai naik daun.
Untuk garis atau sapuan-sapuan besar, ia biasa menggunakan tangan kanan. Sementara untuk garis atau sapuan atau titik-titik kecil yg detil ia biasa pakai tangan kiri.
Satu waktu ia pernah melukis dua wajah dalam satu bidang kanvas dg teknis garis-garis mendatar. Entah bagaimana caranya, kalau lukisan itu diliat dari sisi kanan akan tampak lukisan Harto, kalo dilihat dari sisi kiri tampak wajah Pram.
Lukisan Ban Ki Moon dan Al-Gore, yang dilihat langsung oleh dua orang itu saat dipamerkan di Bali Desember 2007, juga menghadirkan dualisme macam itu. Dilihat dalam ruangan yang terang yg tampak hanya kanvas berwarna biru datar. Tapi begitu ruang digelapkan dan dinyalakan lampu UV, wajah Ban Ki Moon dan Al-Gore terlihat dengan jelas.
Pembimbing dia di dunia seni rupa menyebut situasi itu sebagai kekuatannya. Ia bisa melihat atau menghadirkan sesuatu dg sudut pandang orang kidil atau kadal (kanan minded, hehehe….) Lukisannya unik, perspektifnya khas, cara menghadirkan objek juga lintas batas.
Kidal atau bukan di sini menjadi metode melihat kenyataan. Keduanya mewakili sesuatu yang khas. Atlet tenis/badminton yang bertangan kanan pasti akan kesulitan menghadapi lawannya yang kidal.
Jangan heran jika di Indonesia –yang diskriminatif pada orang kidal– kesulitan mencari atlet badminton/tenis/pingpong yang kidal. Pemain bola dengan kaki kiri yang bagus –macam Roberto Carlos atau Giggs– akan makin susah dicari di sini.
Itulah akibat jika tangan kiri dianggap kawannya anus [cebok dengan tangan kiri, makan dg tangan kanan]
—
ayo dibikin post dengan banyak gambar, zen!
tyo
fahmi! | 02 02 2009 @ 19.18.58
pernah ada temanku yg hampir modifikasi motor jadi gas sebelah kiri. tapi nggak jadi, soale dia dapet rejeki mobil baru dg tuas persneling di sebelah kiri, hihihi :D
—
humor yang oke banget nih!
tyo
geblek | 02 02 2009 @ 18.46.42
aduh kidal itu tangan kiri itu yak
botaks | 02 02 2009 @ 18.21.43
Kiri = Kidal
Kanan = Kadal ?
mpokb | 02 02 2009 @ 18.16.42
nggak semua kegiatan nyaman dilakukan dengan tangan kanan. untuk nelpon atau sms, makan kue atau buah (bukan makan besar), sebetulnya saya lebih nyaman pakai tangan kiri, sambil berharap dalam hati bahwa itu bukan dosa. dan mungkin karena ikut2an orang tua juga, saya selalu minta anak kecil untuk menerima pemberian dengan tangan kanan.
btw, right = kanan, dan right = benar :P :D
b0cah | 02 02 2009 @ 18.10.27
Pak dhe…jangan2 ini beken setelah si “kidal” Obama menjadi presiden, cerita tentang kidal bisa dilihat disini http://b0cah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=130&Itemid=54 , semoga bermantaat ya