SUMBER INFO? INTERNET MENGALAHKAN ARISAN. :D
“Mama lupa pesenku ya, jangan nanya mulu…” kata Mas Bogang ketika istrinya ingin tahu lebih banyak siapa wanita yang menyertai Pak Rageng di Bali itu.
“Tadi itu cewek dikenalin sebagai temen. Masa sih, Pa? Kayaknya bininya bukan itu kan?” sergah Mbak Bogangwati.
Mas Bogang menukas, “Kalo dibilang temen ya kita percaya aja, Ma. Kalo dibilang istri, juga kita percaya. Udahlah itu bukan urusan kita, Ma.”
Lain waktu Mas Bogang agak marah. Atas nama kangen dan keakraban, Mbak Bogangwati menelepon Bu Tepruk, “Waduh Mbak, gitu ya sekarang. Mborong lukisan ndak ngajak-ngajak. Aku kan juga pengin belajar lukisan.”
Bu Tepruk bingung ditelepon soal begituan. Itu bukan dunianya. Lagi pula saat itu dia sedang menghadiri acara keluarga besarnya. Sendirian, tanpa suami, karena Pak Tepruk sedang ke luar kota.
Rupanya Mbak Bogangwati mendegar suaminya tadi berhalo-halo soal lukisan dengan Pak Tepruk. Sempat terdengar, “I think she has a really good view of paintings, Mas.” Maka dengan inisiatif sendiri Mbak Bogangwati beramah taman via ponsel dengan Bu Tepruk. Gara-gara “she” itu…
Ah sudahlah. Memang kayak sitcom. Kaum suami menamakannnya rahasia lelaki — tepatnya merahasiakan dari istri masing-masing, baik tentang lelaki lain (dan teman wanitanya) maupun terlebih perihal diri sendiri. Jawaban kepepet adalah angkat bahu sambil senyum.
Rahasia lainnya? Di bidang konsumsi.
Suami beli sepeda seharga empat kali motor bebek tetapi kepada istri mengaku itu murah dan pemberian, kebetulan mereknya kurang terkenal. Suami beli audio bagus buat di kantor tetapi mengaku itu rakitan Rungkut, terbukti mereknya tidak tenar dan bentuk cuma kotak hitam bulky. Suami beli pisau bagus mengaku sebagai hadiah teman. Dan seterusnya…
Mereka, kaum suami, takut kalau ketahuan membeli barang mahal untuk memanjakan diri sendiri sebagai pengobat lelah mencari nafkah. Kenapa sampai takut, silakan Anda terka sendiri.
Tapi soal rahasia belanja itu kisah masa lalu, hanya cocok untuk pria paruh baya. Kenapa? Lingkungan mereka (tak semuanya sih) agak abai internet.
Untuk pasangan 45 tahun ke bawah misalnya, main petak umpet dalam konsumsi itu semakin sulit. Istri (dan bahkan anak) dengan cepat akan menanya Ki Ageng Gugel. Atau kalau malas melakukan sendiri, seorang istri yang kebetulan orang kantoran bisa menanya sejawat, misalnya pria yang lebih muda. Tak sampai sepuluh menit harga akan bocor. Kalau bukan selundupan tinggal menambahkan pajak.
Salahkah internet? Tidak. Media ini telah membantu setiap anggota keluarga untuk lebih saling mengenal. Tentu dengan catatan: masing-masing dengan identitas jelas seperti di Facebook.
Oh, internet untuk memantau ya? Istilah sopannya: memata-matai? Bergantung kepada orangnya. Seorang suami yang pencemburu parah bisa menginterogasi istrinya tengah malam, setelah membangunkan, karena dari blog istri dia tahu bahwa sorenya ada acara kopdar.
Bagi yang sering dicemburui, dan sering diawasi bahkan sampai ke pola konsumsi pribadi, internet bisa menjadi si keparat pengkhianat. Apalagi kalau profil mbak yang menemani dinas ke Bali dan nona yang memandu soal lukisan ada di layanan jejaring sosial. :D
© Ilustrasi: uknkown







mazirwan | 07 03 2009 @ 8.04.52
intinya satu: jangan ada dusta diantara kita…
—
kita itu artinya sesama lelaki? :D
/tyo/
fg | 05 03 2009 @ 0.44.47
di rumah ada ibanez berumur setahun, ngaku ‘dipinjemin’ sama temen, pas dijual doi nanya “koq punya temen dijual?”, oops.. :D
Eko Prasetyo | 26 02 2009 @ 20.12.32
“mana ada nikah tapi bebas?”
ouch!
ml_online | 21 02 2009 @ 19.24.47
wah wah wah.. hati hati boss… saya juga punya nih ramuan rahasia lelaki hahahaha….
Kardjo | 20 02 2009 @ 12.53.46
Saya juga angkat bahu sambil senyum … nglearin isi dompet. Beres!
hihi!™
hendra | 20 02 2009 @ 12.19.30
hahaha…lucu2.
suci | 19 02 2009 @ 22.59.42
haha…ketauan deh… makanya pake akun palsu aja di pesbuk atawa prenster :P ya gak paman?
black_gemi | 16 02 2009 @ 14.21.38
Sekarang internet sudah bikin semua semakin terbuka… Jadi hati2 aja yng sering ngasi info
—
ya, ya, ya. terus yang termasuk hati2 itu gimana? :D
/tyo/
edratna | 14 02 2009 @ 6.23.11
Apalagi kalau punya blog, dan isinya foto-foto saat kopdar ya paman?
—
waduh ndak tau saya bu… :)
/tyo/
iman brotoseno | 13 02 2009 @ 13.26.00
hmmm….saya bilang kok mau ke spa ngajak zam dan gembul
—
bilang ke siapa, suadaraku iman gelar tuan guru…? :P
/tyo/
zakazack | 12 02 2009 @ 18.28.51
untung gw blom kawin haha…
*back to skripshit* :p
—
maka belajarlah bersiasat mulai sekarang :D
/tyo/
didut | 11 02 2009 @ 20.37.53
curiga paman lagi curcol :P
—
oh ya? :D
/tyo/
BARRY | 11 02 2009 @ 20.25.06
Facebook itu apa paman? Buku untuk melihat wajah temankah? :-)
—
mungkin saudaranya fish book dan phase book. :D
/tyo/
tito | 11 02 2009 @ 19.53.02
beruntungnya jadi lajang dan ber-facebook-ria.
jawaJAWIR | 11 02 2009 @ 13.42.08
nyulmbat punika bab gampil, Paman. ingkang repot punika menawi kaleresan nylumbat, jebul slumbatipun malah digrawuti. punapa mboten repot?
—
gampang. hentikan penylumbatan! :D
/tyo/
pasarsapi | 11 02 2009 @ 13.31.42
Ooooooh…..gitu yaaaaa.Jadi ada 2 hal yang perlu dipersiapkan :
1. audit keuangan internal
2. posting di FB, blog, FS disortir ulang dan lebih hati-hati.
*jadi saya yang lelaki apa yang perempuan ya..*
—
langkah saudari, sebagai orang keuangan maupun netter, sudah betooolll. :D
/tyo/
gum | 11 02 2009 @ 6.45.26
semoga Google tidak mendapat stempel ‘haram’ karena dinilai mengancam keutuhan rumah tangga :D
—
waduh kok sampe ke sana sih? gak ikutan. :D
/tyo/
ika | 10 02 2009 @ 21.42.35
paman, beberapa kali suami saya mendiskon harga waktu habis beli CD. tapi akhirnya selalu ketahuan karena bonnya ketinggalan di celana … :D
—
cd audio impor yang harganya di atas rp 200.000 sebaiknya memang bisa undang interogasi, terutama kalau belinya lebih dari 2 biji :D
/tyo/
intan | 09 02 2009 @ 14.30.38
paman.. ini malah sepertinya nyindir aku hehehe.. aku suka beli ngakunya gratis sama suami hahahaha (semoga si mas gak ngeliat komenku ini hihihi)
—
ehm!
beli pakaian bayi ngakunya dari great sale. :P
/tyo/
fisto | 09 02 2009 @ 10.48.12
Untuk rahasia di bidang konsumsi, bukan kah itu juga jadi rahasia kaum istri ya?…ehehehe…bukan sesuatu yg dibedakan oleh gender.
—
iya juga ya. :)
/tyo/
Dara | 09 02 2009 @ 9.54.04
nikah jadi gak bebas ya…hehhe,,harusya sih saling toleransi dengan kesenangannya masing2…keqkeqkeqkeq
—
mana ada nikah tapi bebas? :D
/tyo/
annosmile | 09 02 2009 @ 8.14.51
udah nggak rahasia lagi tuh
—
ini benar sekali!
/tyo/
DV | 09 02 2009 @ 5.03.33
Hahahahaha, powerfulnya internet membuat cara menyembunyikan rahasia menjadi semakin sulit, Paman!
—
makanya… :)
/tyo/
Fickry | 08 02 2009 @ 23.48.32
ralat pamantyo
*offline enthusiasm maksudnya*
huehehhe
Fickry | 08 02 2009 @ 23.47.43
yes..it’s like…. enthusiasm offline has converted into online action…
dududu..
lam kenal pamantyo
*defickry, yg baru kmrn masuk milis CA :p*
—
yeah!
/tyo/
boyin | 08 02 2009 @ 19.27.58
nikah emang ngerepotin ya paman..kadang suami gak ngapa ngapain masih suka gak bebas aja..hee
—
ngerepotin? masa sih? :D
/tyo/
Suster Gila | 08 02 2009 @ 2.32.07
ada pengalaman pribadi di tulisan ini <——Yang dimaksud pengalaman (milik) Si Paman kan? :p
—
yah kenapa saya? lihat dong pengakuan para suami :)
/tyo/
yulius | 07 02 2009 @ 20.58.09
ada pengalaman pribadi di tulisan ini
denologis | 07 02 2009 @ 16.33.21
betul juga Paman.
Bapak saya selalu merahasiakan harga perangkat2 elektronik yang dibelinya dari Ibu saya, juga dari saya. Tapi Google tetap memberikan jawaban. :)
—-
nah, betul kan? ehm! :D
/tyo/
imponk | 07 02 2009 @ 9.15.28
hehehe.. buka rahasia, nih?
sapto | 07 02 2009 @ 6.15.00
Lah paman koq baru nulis sekarang ?!
Jadi g tau klo butuh kewaspadaan ekstra .
Saia pernah melakukannya sekali, dan konangan :(
Lha, kuitansi pmbelian graphics card-nya koq trnyata masih nyelip di saku clana :P padahal fisik barangnya kan malah ga bakal ketahuan wong udah d dalem kompie.
—
itu artinya mas sapto masih lempeng dan lugu. berbahagialah nyonya sapto. :)
/tyo/
zenteguh | 06 02 2009 @ 22.41.47
inilah seni dari lelaki…
—
oh ada seni lelaki ya? baru tahu saya. :D
/tyo/
blonty | 06 02 2009 @ 17.39.16
aku menunggu jawaban Paman atas pertanyaan Bdi di forum ini… kalau mau ‘private’, gunakan saja krama hinggil (yang penting aku bisa belajar dari para blogger paruh baya ini….. :p)
—
untuk bdi sdh terjawab. semoga paman patih blontank tidak kuciwa.
kalo soal krama hinggil, waduh saya ndak bisa bahasa tinggi je. susah juga.
/tyo/
ngocol | 06 02 2009 @ 16.10.52
sebetulnya kan ini masalah manajemen waktu dan kepandaian diplomasi..
—
oh ya? masa? manajemen waktu dan diplomasi berhadapan dengan naluri detektif pada wanita :)
/tyo/
jun | 06 02 2009 @ 15.56.00
Suami-suami takut istri? (Ehm!)
—
iya. masa takut sama istri orang lain? :D
/tyo/
Wahyu Darmayani | 06 02 2009 @ 15.53.38
Ada kecenderungan semakin mapan seorang lelaki (mapan intelektual, mapan finansial dan mapan kedudukan/kekuasaan), maka biasanya dia akan lebih memiliki daya tarik bagi wanita.
Lha yang namanya mata lelaki ditakdirkan lebih senang melihat yang bening-bening serta segar.
Maka terjadilah simbose mutualisma, sejarah yang berulang-ulang antara lelaki mapan dengan wanita cantik. Kita mungkin masih ingat ketika Bung Karno yang sudah berusia 50an kesengsem sama Ratnasari Dewi yang kala itu masih 19 tahun (eh sekarang Dewi Sukarno sudah 50an kok masih tetep cantik ya ?). Masih banyak lagi kan kisah lelaki mapan lainnya yang mempunyai rahasia dengan pengagumnya dari mulai Usahawan, Perdana Menteri, Presiden dll.
Jadi kalau anda mapan siap-siaplah mempunyai pengagum :D Siap-siaplah membuat manajemen strategi rahasia (loh… kok jadi ribet sendiri) :)
—
moral cerita: jangan salahkan lelaki. kenapa juga wanita ada yang mau sama lelaki beristri. :P
/tyo/
bah reggae | 06 02 2009 @ 12.24.18
Tp terkadang rahasia itu perlu. Pslnya klo dibuka, bisa jadi tanggapan pihak lain (yg kita buka-in rahasia) malah serem. Misalnya, mana bisa, gak ada potongan kamu begitu, mosok dia mau dan sekian lagi hal yg menghina. Maka, drpd dihina, lbh baik berahasia. Apalagi di jaman internet. Makin banyak hal yg bisa unt menghina.
—
setuju!
/tyo/
S-e-c-r-e-t-a-r-y | 06 02 2009 @ 10.24.11
Istilahnya apa ya? Oh, postingan curcol ;)
Budiono Darsono | 06 02 2009 @ 7.56.03
paling enak gak punya rahasia. apakah Pamantyo laki laki yang punya segudang rahasia? ayo dibagi jurus penyimpan rahasianya paman…biar canggih….
—
saya gak punya segudang rahasia krn gak punya gudang. terus rahasia disimpan di mana? ya rahasia dong. saya justru mengharapkan panduan dari ki ageng detik. :)
/tyo/
r | 05 02 2009 @ 21.54.09
Aaah… si Paman, saya blm jd pren-nya beliau di fesbuk…gugel aaah… :D
mastongki | 05 02 2009 @ 21.29.18
Sepertinya, Saya harus belajar jujur dan terbuka sekarang.
—
mulailah nak… :)
/tyo/
arsyad | 05 02 2009 @ 19.32.03
jadi ingat kelakuan sendiri nih … :)
—
oh! :D
/tyo/
omith | 05 02 2009 @ 16.43.52
hahah..
[era keterbukaan]
welkam to the klabnet!
—
awasilah ipoul dengan saksama dan dalam tempo yang selama-lamanya. :)
/tyo/
ebeSS | 05 02 2009 @ 16.28.12
paling tidak orang yang suka rahasia2an, facebook nya terlihat wagu . . . hahahahaha
*tapi ada yang memang terlahir wagu, nggak di internet, nggak di rt . . :P
—
jreng! lakone metu… :D
/tyo/
andrias ekoyuono | 05 02 2009 @ 16.09.46
Sepertinya kita mendengarkan radio yang sama ya paman ? :-)
—
haha! maksud anda zaman radio swasta wajib relay rri?
atau orang2 lagi muter led zep: the song remains the same? :D
/tyo/
Mas Kopdang | 05 02 2009 @ 13.13.46
*jleeebbbb*
yang dikira hanya saya, ternyata semua merasa sama.
:P
—
semua? masa sih? perasaan dik kopdang saja…
/tyo/
hedi | 05 02 2009 @ 11.47.50
Wah saya belum punya rahasia, paman. Saestu :D
—
percaya, percaya, sam. emang mau merahasiakan sesuatu dari siapa?
/tyo/
Chic | 05 02 2009 @ 9.58.52
*mensave tulisan Paman*
—
hohohoho… hello joe? where are you? are you alright? freedom is not a gift, you must fight for it. :D
welcome to husband club. :D
/tyo/
geblek | 05 02 2009 @ 9.18.37
jadi internet itu baik untuk lelalaki ndak paman
—
lebih banyak maslahat ketimbang mudarat. wanita cantik juga lebih banyak di internet ketimbang di rt/rw sampeyan kan?
/tyo/
dnial | 05 02 2009 @ 9.07.43
Oh…
Rahasianya cewek lebih banyak kayaknya.
Secrets make a woman woman, they said.
Intinya pemahaman ya paman (soal beli barang, kalau soal wanita lain ya mana mau memahami)
–
ya daniel. intinya kalau bisa jangan ada denial dari dnial. :D
/tyo/
mantan kyai | 05 02 2009 @ 9.05.07
doh nama-namanya itu lho … mbak njengkingwati gimana kabar??? :))
—
miss njengkingwati sudah digondol yang mulia kanjeng pangeran xkh. sekarang miss itu suka berdiri.
/tyo/
adi | 05 02 2009 @ 7.19.05
just wondering, knp cewek bisa serese itu ya ? wakakakak ……..
—
mmmmhhh kenapa ya?
/tyo/
mpokb | 05 02 2009 @ 6.29.18
kalau saya ajak paman makan malam, kira2 ada yang google saya nggak ya?
—
tentu. ini petualangan. bayangkan, datang ke pabrik batik untuk ambil malam lalu dimakan. :)
/tyo/
dheche | 05 02 2009 @ 3.45.20
Kalo saya ndak perlu maen petak umpet, urusan beli2 sesuatu itu wilayahnya mentri keuangan. Kalo butuh apa2 tinggal minta, kalo dikasih ya nyengir, kalo gak dikasih ya tinggal mecucu, persis anak kecil.
Tapi emang enak kayak anak kecil sih, gak banyak pikiran hihiihihi
kyai slamet | 05 02 2009 @ 3.36.58
hahahah memang si gugel semakin mempersempit ruang gerak lelaki
:D
—
bagaimana dengan gerak wanita? kayaknya juga terpantau, wong dikit2 berfotoria lalu di-upload. :)
/tyo/
avianto | 05 02 2009 @ 3.08.50
Pengalaman pribadi kah?
—
ya, bos! pengalaman pribadi orang lain! :D
/tyo/
Oca | 05 02 2009 @ 2.33.08
Hahaha…ada-ada aja Pak De ini (ups!). Tapi thanks ya atas infonya soal rahasia lelaki. Apa ada rahasia lain yang bisa dibagi?*dengan penuh harap*
—
rahasia laki gak banyak kok. tepatnya: nggak sebanyak wanita. :)
/tyo/
godote | 05 02 2009 @ 2.22.18
wah untung kalau beli beli barang pasti beli yang murah. jd kalo ditanya harga ya bilang harga asli :)
—
sip. itu sama dengan saya, bos! :)
/tyo/
Epat | 05 02 2009 @ 0.53.10
makanya, khusus untuk wanita-wanita bawaan itu sebaiknya anonymous aja di internet huehehe
—
wah saya kok ndak setuju istilah sampeyan ya. wanita bawaan. emang koper?
/tyo/