Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Live-in Program untuk Blogger

Selasa, 24 Februari 2009 @ 18:35 | Umum

CATATAN DARI SOLO.

Tukang becak di Solo eh Sala, Jawa Tengah, punya pekerjaan sampingan nan mulia: mengawinkan orang. Mereka itulah yang mengantarkan wanita tertentu untuk bersua pria tertentu, misalnya di penginapan.

Begitulah lelucon lokal mewartakannya. Biasa bagi orang Solo, tapi baru bagi orang luar. Maka dagelan itu bisa dikembangkan jadi cerita bermacam versi.

wajahKacamata orang luar. Itulah yang ingin saya nyatakan. Tak hanya menyangkut Solo tetapi juga kota lain. Mungkin kacamata turistis, mungkin kacamata sok pengamat, atau malah kacamata kuda yang tiba-tiba tanggal.

Akhir pekan lalu, atas undangan kawan-kawan Bengawan untuk menghadiri peluncuran komunitas, saya datang ke Solo. Ada saja ide yang melintas di benak saat saya melewati titik tertentu.

Misalnya ketika saya melewati Monumen Pers yang facade-nya tertabir baliho pemilu. Sebuah landmark atau tetenger, yang juga berguna bagi orang luar, telah ditutupi. Sayang sekali. Ini bisa diblogkan sebagai post khusus mestinya.

Kemudian inilah yang terbayang di benak saya, dengan contoh pijakan Solo tetapi bisa diterapkan untuk kota lain. Misalkan saja kelak ada semacam live-in program bagi blogger.

Katakanlah seorang blogger bermukim seminggu di Solo, dia keluyuran, bertegur sapa, mengintip ini dan itu, kemudian dilaporkan di blog.

Lantas kota lain, katakanlah Batam, menjamu blogger asal Solo untuk tinggal di sana. Hasilnya adalah serial tulisan di blog.

Lho apa manfaatnya? Siapa yang menanggung biayanya? Marilah kita diskusikan. :)

Memangnya yang ditulis orang luar itu menarik? Entah. Bisa saja mengesalkan karena orang luar itu bisa naif gumunan dan bisa juga sok tahu kelewatan. Tak apa, itulah memperkaya kepingan cermin diri kita sebagai warga dari sebuah ruang bersama bernama kota.

Entah gumunan entah sok tahu, bisa saja seorang blogger mengomentari pencantuman NPWP dalam papan nama Warung Selat Solo Mbak Lies dengan sebuah ayat. Misalnya, “‘Nah, kalau begitu,’ kata Yesus, ‘berilah kepada Kaisar apa yang milik Kaisar, dan kepada Allah apa yang milik Allah.’ Mereka heran mendengar Dia.” (Markus 12:17, Alkitab LAI versi Bahasa Indonesia Sehari-hari).

warung selat mbak lies

Kenapa? Mas Jun Dodo, suami dari pemilik warung ini, adalah blogger yang selalu mengisi hari dengan ayat-ayat Alkitab. Selebihnya adalah bahasan tentang cecepan lidah dan cerita mengapa warung itu selalu penuh.

Solo memang punya banyak cerita. Sepekan tinggal pun tak cukup. Apalagi jika menyangkut kudapan. Ada saja yang bisa diceritakan. Termasuk penataan pedagang kaki lima oleh Wali Kota Jokowi — sayu dari sejumlah kepala daerah yang kinerjanya dipuji Tempo.

Cerita itu bisa merupakan hasil temuan sendiri, bisa pula karena bisikan blogger Solo. Misalnya tentang sabak yang masih dipakai oleh warung timlo Sastro. Kasir hanya melirik coretan kapur lalu menghitung terimaan dan kembalian.

Tahun ini banyak gelaran di Solo. Blogger bisa dilibatkan. Bengawan bakal punya gawe. Lalu Mas Purwaka Blontank Mbois (PBM) akan jungkir balik. Salah dia kenapa punya banyak kawan dari pelbagai kota dan kalangan.

Ada 34 komentar | trackback | Depan

#34

kang supri | 17 12 2009 @ 7.59.07

Salam kenaldari blogger semarang,senang bisa berkunjung di blog ini. tulisan favorite: Tempat Unik Rasa Asik Harga Klasik


#33

warung selat: » Blog Archive » Tidak Sempat Memotret… | 21 03 2009 @ 9.57.46

[...] senior malah— tetapi sekaarng merintis bisnis sebagai pengusaha minyak industri. Dia kawan Paman-Uncle-Gombal [...]


#32

winy | 06 03 2009 @ 13.57.55

bapak saya orang solo, tapi saya jarang ke solo. gak pernah ke kraton solo. kalo di solo malah main ke jogja. hehe… *gak maksud murtad*


#31

warung selat: » Blog Archive » Etalase Baru dengan Ornamen Roda Becak | 02 03 2009 @ 9.02.45

[...] yang dipisahkan sebuah gang kecil dengan warung bagian utara. Karena itulah pandangan sang paman  lebih tertuju kepada NPWP istri saya, yang tercantum pada papan di bagian atas warung sebelah selatan tersebut, maupun [...]


#30

Mas Kopdang | 01 03 2009 @ 21.32.55

sebelum Live-In..lebih baik bikin
Kawin-in Program buat para blogger yang cintanya masih berserakan..

:lol:

Mas Kopdang yang jadi pelopor ya?
/tyo/


#29

edratna | 27 02 2009 @ 14.49.15

Enak juga ya …nanti disetiap kota kan punya teman-teman blogger

Betul paman, walau kita mendatangi acara sama, laporan masing-masing orang bisa berbeda, karena melihat dari sisi lain. Justru inilah indahnya.

Ibu mau gabung? Mari!
Hoiii teman2, ada yang jadi bos nih… :D
/tyo/


#28

poer | 27 02 2009 @ 7.43.54

paman, biasanya yg dikawinin turis ato lokal? ;))


#27

kyai slamet | 26 02 2009 @ 19.45.54

pasti tiap blogger akan menulis dari berbagai sisi. yang suka mencicip aneka makanan, pasti akan menuliskan pengalaman wisata kulinernya. blogger yang wajahnya mirip batu candi, akan menulis tentang candi. blogger yang suka petualangan alam bebas, pasti menulis tentang itu.
lha kalau blogger yang suka esek-esek gimana paman? ngikut tukang becak tentunya :D

soal terakhir tanya kiai blontank. atau mantan kyai teman anda itu. :D
/tyo/


#26

masboi | 26 02 2009 @ 1.45.13

blogger yang mau live in ke belanda, silakan datang. nanti saya tampung di kamar saya :)salam buat putri solo.

tunggu saja! dagdigdug mau ngirim blogger buat live-in di belanda. betul ini.
/tyo/


#25

amd | 26 02 2009 @ 0.51.20

walah mas, sms aku to yen nang oslo…. ,oleh-olehe rek..:)

lha situ di mana sekarang: jakarta atau solo? :D
/tyo/


#24

hasssan | 26 02 2009 @ 0.03.37

entah kenapa fungsi KUA beralih ke becak? entah kenapa monumen pers benar-benar berfungsi sebagai media pers? entah kenapa saya nulis gini?


#23

jun | 25 02 2009 @ 21.25.41

Begini, paman. Istri saya mencantumkan NPWP dalam papan nama warung makannya itu supaya orang-orang kantor pajak tahu bahwa kami sudah membayar pajak. Juga supaya kami tidak dianggap seperti tembre, eh, kere sing durung duwe NPWP. :-P Hehehehehe.

percaya, percaya, percaya. warung laris mana bisa kere? :P
/tyo/


#22

ecko | 25 02 2009 @ 20.35.43

ijin menyimak gan..
:D


#21

mbakDos | 25 02 2009 @ 17.52.05

stuju! solo itu punya banyak hal yang bisa dibagikan, termasuk lewat blog.

sayangnya sudah sekian tahun saya belum pulang ke sana, bahkan sejak saya punya blog. jadi belum bisa posting macem-macem lagi.

ayo jalan2 ke solo lalu duduk bersila, mbak! :)

/tyo/


#20

funkshit | 25 02 2009 @ 15.36.16

tukang becak pekerjaan sampingannya mengawinkan orang dengan penuh taqwa

yang baliho monummen pers itu bener2 njelehi tenan .. . monumennya jadi warna warni teng tlemik

itu kata njenengan lho, bukan saya. :)
/tyo/


#19

yuyukankang | 25 02 2009 @ 11.42.08

oi…oi…


#18

Triyani | 25 02 2009 @ 10.17.51

itu spanduknya keren bener mencantumkan NPWP :D

orang bijak taat pajak. :)
/tyo/


#17

azaxs | 25 02 2009 @ 8.25.24

Wealah.. yang terkenal sebutan paman Tyo itu sampeyan.. senang ketemu di Solo paman..

Ide menarik paman… sangat berimbang dan objektiv.. :)

Saya ndak terkenal. Tukang becak Solo lebih kenal Blontank Mbois daripada saya.
/tyo/


#16

DV | 25 02 2009 @ 5.17.49

Oleh-oleh dari Sala bikin wareg, Paman.

Satu yang bikin unik dari kota itu, banyak orang penduduk situ dan sekitar bilang Solo sebagai Sala (diucapkan dalam bahasa Jawa) sedangkan orang Jogja tetap mengucap Solo ya sebagai Solo dengan o bunder.

Inggih. Ndhèrèk kémawon.
/tyo/


#15

ndahdien | 25 02 2009 @ 4.44.31

Live-in Program untuk Blogger harus segera direalisasiken paman, next destination plz….

aha! tertarik ya?
/tyo/


#14

mantan kyai | 25 02 2009 @ 4.28.20

menjura buat blogr2 solo eh sala ya paman :-D
___
menjura ke semua blogger di mana pun kotanya :)
/tyo/


#13

Dony Alfan | 25 02 2009 @ 2.55.37

Kalo ada ‘live-in program’, cocoknya saya dilempar ke kota mana, paman?
Ki Purwoko itu penampilannya tidak meyakinkan, tapi kok kenalannya banyak ya? Mungkin karena dia penyedia jasa nggrawut :P

Ki Poer Mbois itu memang kesannya tidak mitayani padahal sakti mandraguna.
Dia bisa punya akses ke kota lain.
/tyo/


#12

tukang nggunem | 25 02 2009 @ 2.48.41

Entah saya sedang berhalusinasi apa mendem imunisasi, tapi sepertinya saya kok sudah denger langsung sebagian yang ada di tulisan disamping, oalaahhh…jadi yang pakdhe-pakdhe gondrong, mbois dan langsing kemaren itu panjenengan to?? eh salah ya?? hahahaha..

Maturnuwun sudah menyempatkan diri rawuh ke Solo…

oh ini mengulang nyanyian. mbarang, kayak paklik purwaka mbois itu.
/tyo/


#11

zenteguh | 25 02 2009 @ 0.12.30

Bener paman, seminggu di Solo gak cukup. More time baru jos

wah kalo lebih dari seminggu bisa punya ktp solo itu :)
/tyo/


#10

geblek | 24 02 2009 @ 21.56.13

kok cewek baju merah ndak di bahas paman :)

nanti setelah live-in program berjalan. :)
/tyo/


#9

Anang | 24 02 2009 @ 21.29.21

fotoku mana? :D

tenang bos. nanti ada. mungkin di tempat lain. :)
/tyo/


#8

Abihaha | 24 02 2009 @ 20.52.46

foto terakhir konsultasi jiwa niku apa tho pakdhe? semacam merdukun atau terima pesanan bikin/reparasi pasung?
aya aya wae.

itu bisnisnya mas blontank mbois. saya kurang paham.
/tyo/


#7

kw | 24 02 2009 @ 20.49.04

wah blogger bengawan keren bgt…
:)

blogger wonogiri juga keren kok!
/tyo/


#6

tyo (juga) | 24 02 2009 @ 20.01.19

ah masa pakde tukang becak kyk gitu ?

sy sdh hmpir 6 thn di solo, tp malah baru denger ni..

wah berarti lelucon itu belum jayus dong? :)
/tyo/


#5

mpokb | 24 02 2009 @ 19.06.36

hehe, program live-in itu bisa jadi pengimbang kecepatan starbucks menyeragamkan wajah kota-kota indonesia :D
– sabak itu benar-benar mengejutkan..

mpokb jadi guide saya kalo live-in di bogor ya. :D
/tyo/


#4

Epat | 24 02 2009 @ 18.59.42

hayuk paman dikongkritkan….
kulo nderek mawon :D

lha usul njenengan apa mas? :D
/tyo/


#3

mastongki | 24 02 2009 @ 18.51.37

kalau dari jakarta apa yang bisa diceriterakan? tentang tata kota yang awut-awutan sampai penduduknya yang suka pergunjingan?

banyak yang bisa diungkap dari jakarta, tak hanya yang kusut…
/tyo/


#2

zam | 24 02 2009 @ 18.42.24

dukung Drs. Poerwoko dari partai PBM (Poerwoko Blonthank Mbois) sebagai clon walikota Solo 2009!

Solo Berseri akan berganti slogan Solo Mbois.
/tyo/


#1

temennya mas mbois | 24 02 2009 @ 18.38.56

walikota solo itu jokowi atau raden mas purwaka mbois ya?

kelak, pada 2020 pak purwaka walikotanya!
/tyo/