Hammock Kere dan Materi Bekas Kampanye
MARI MENYAMPAH SETELAH PEMILU USAI.

Tak jauh dari resto masakan peranakan yang bertetangga dengan kedai steak, dan agak jauh dari sebuah hotel bagus, wanita itu tertidur pulas dalam pelukan hammock yang dikelilingi tanaman sehingga tak tampak dari jalanan. Ranjang gantung berbahan spanduk itu bertuliskan, “pencanangan gerakan…” dan “pembumian akhlak”. Ada pula tulisan “Grand Ballrom Hotel…”
Titik-titik dalam kutipan ini artinya tak terbaca — dan saya tak ingat.
Kemarin itu, sambil berjalan kaki, dari Blok M ke arah Gandaria, Jakarta Selatan, saya pun melamunkan banyak hal.
Orang itu pintar mencari tempat untuk merebahkan badan di kota yang warganya dibiasakan berebut ruang.
Pepohonan penaung ranjang gantung itu berlokasi di salah satu sudut tikungan yang menjadi bagian dari perempatan yang ramai. Penyeberang harus berhati-hati. Pemobil maupun pemotor gatal menglakson — kadang tak jelas alasannya.
Dia, yang sedang tidur itu, juga pintar memanfaatkan bahan. Spanduk tak hanya bisa dijadikan pakaian tetapi juga bisa jadi hammock. Apa pesan dalam spanduk barangkali tak penting baginya.
Oh, pesan dalam spanduk! Ya, Anda juga tahu, inilah hari-hari panjang ketika semua sudut kota, bahkan desa, diramaikan poster, baliho, bilbor, dan spanduk kampanye caleg (dan capres). Ada yang berbahan kertas, plastik, dan ada pula kain.
Teknologi cetak digital, dan kemajuan sablon, menjadikan atribut pengganggu mata dan penguji batas kekesalan itu mudah dibikin. Dalam jumlah besar. Diproduksi di banyak tempat. Disebar ke segala penjuru. Saya tak tahu berapa persen dari pemasang media luar ruang itu yang setor pajak reklame.
Setelah hiruk pikuk pemilu ini usai, akan diapakan material kampanye itu?
Semoga yang berbahan plastik dapat didaur ulang. Dan yang berbahan kain dapat dipakai untuk apa saja — asal bukan untuk gantung diri.

19 Responses to Hammock Kere dan Materi Bekas Kampanye
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Jenggot Rp 2.000 dan Cukur Kilat
August 4, 2006 by AntyoTAK SEMUA YANG SERBACEPAT ITU MENARIK.
“Cukur jenggot Rp 2.000.” Saya dan anak saya tertawa membaca itu. Dipasang di sudut cermin lebar kios pangkas dekat rumah, tulisan itu sungguh lucu bagi anak perempuan kecil. Mereka belum paham dunia pria: kumis-cambang-jenggot kadang tak bisa dibereskan sendiri.
Kalaupun bisa, pria kadang kurang waktu. Di kantor lama, [...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





tepat guna :D
—
ya. epat guna.
/tyo/
tidur mengalahkan segalanya paman. biarpun pake spanduk bekas, yg penting nyaman
bwahahaha…sangat bersahabat dengan bumi. Mencegah global warming juga dengan memanfaatkan barang bekas
Saya juga mikir, sampah plastik bekas spanduk itu buat apa ya. Tidak pro lingkungan juga sebenarnya
Yang penting bisa buat tidur pules
Wuih roman2 nya ni’meh bener tuh
baru dimulai dulu ajah buat ane udah nyampah banget,centang perentang,dgn gambar muke2 gile mulai stiker kcl ampe’ nyang se gede2 gajah.
Kalau ndak salah, reklame pulitik ini memang ndak mbayar pajak reklame pakdhe, tapi tetap harus ijin (minta cap)
Wah iya aku juga pernah liat bekas kampanye pilgub Jatim dijadikan tenda ama tukang tambal, dia berkata santai, “Pilgub kan udah selesai, jadi ngga apa kalau diambil spanduknya.” :)
aku tau tempat itu!! aku tau!!
*ngacung*
Hidup dijalani dengan riang. Itu kata yang tebersit di benak ketika gambar itu menghinggapi otak.
Semoga kita juga menikmatinya.
hehe~ ketoke kok mantebh bgt itu :P
Yup, nyaman [dan bahagia] yang hadir justru dari sederhana dan apa/kapan saja.
buat gantung diri caleg nya yang ga kepilih donks
“Setelah hiruk pikuk pemilu ini usai, akan diapakan material kampanye itu?”
Usul Paman. Gimana kalo:
Yang berbahan kain diolah jadi tenda
Yang berbahan plastik diolah jadi tas
Yang berbahan kertas diolah jadi pensil zebra
Kere-kere ber-hammock itu seperti menjadi etalase, Paman, di tengah Jakarta yang seram.
Tanda bahwa sebuah pesta politik (nantinya)sukses digelar, meninggalkan uang bagi pengusaha spanduk dan rejeki hammock buat kere yang sayangnya terus tetep kere itu :)
Orang seperti ini sepertinya mudah saja menemukan tempat2 yang nyaman. Sumberdaya yang ada dan seadanya dimanfaatkan sebesar2nya.
“dibiasakan berebut” :(
Tinggal tunggu datang Satpol PP aja,dan hammock itu pun berpindah tangan ke halaman belakang kantor kecamatan :D
hahahaha… biar kere asal kreatip gitu paman .. heheh