Alon-alon Waton Klakson*
MUNGKIN GEJALA GANGGUAN JIWA.

Mobil di belakang saya itu berkali-kali mengklakson. Karena Innova dia lebih tinggi dari mobil kecil yang saya kendarai, mestinya dia tahu bahwa saya berhenti karena mobil di depan saya juga berhenti, begitu pula mobil depannya lagi dan seterusnya.
Maka saya pun melogokkan kepala melalui jendela, lalu menengok ke belakang. Dia juga melongokkan kepala. “Bukan sama Bapak sih (masalah saya), cuma kesel aja. Macet mulu!”
Beberapa kali itu saya alami. Anda juga mengalami. Dan semoga Anda tak segolongan dengan Pak Gatalpencet Klaksonoutomo tadi.
Tempo hari, masih pagi, sehingga pemobil bisa memilih lajur loket tol, ada mobil yang tidak ngebut tetapi beberapa kali mengklakson. Saya bilang ke istri saya, “Orang itu hobi nglakson. Lihat aja, pasti nanti diulangi.”
Selepas loket tol Cililitan itu (kebetulan kami bersebelahan), tebakan saya terbukti. Mobil itu bolak-balik mengklakson. Saya tak tahu apakah wanita yang duduk jok kiri depan itu sudah menegur si pengemudi.
Sepanjang jalan tol ke arah Tanjungpriok, Raden Mas Klaksonojoyo itu beberapa mengklakson tanpa alasan yang jelas. Saya tahu karena mengikutinya, untuk membuktikan tebakan… :)
Sekarang ini, pada malam hari, bahkan di dalam kompleks, ada saja orang yang tak tahu malu membunyikan klakson tanpa alasan yang jelas.
Ketika menjadi penumpang mobil yang berbeda, dan pengemudinya gatal klakson, saya pun menanya apa alasannya. Satu orang menjawab, “Otomatis aja. Emang napa?” Satu lainnya menjawab, “Biar orang lain ngasih jalan.” Satu lagi tak menjawab, cuma tersenyum malu.
Jika Anda bermukim tak jauh dari (apalagi di tepi) jalan raya, maka penanda pagi tak hanya suara knalpot mobil dan motor, tetapi juga klakson. Anggap saja itu pengganti kicau burung.
Sekarang ini beberapa mobil keluaran baru memakai klakson yang dibuat lebih berbudaya. Suaranya tak nyaring-nyaring amat. Tapi di tangan maniak pencet dodoli-dodolibret, mungkin modifikasi pertama setelah keluar dari ruang pamer adalah mengganti klakson.
© Ilustrasi: Custombiker
*) Biar pelan asal mengklakson
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Pulang dari Sekolah
November 21, 2007 by AntyoKENANGAN MASA BOCAH. BAGAIMANA DENGAN ANDA?
Ketika kemarin melihat tiga anak pulang sekolah, menyusuri bahu jalan tol Jagorawi di Sentul, saya teringat masa kecil. Pulang bareng. Anda pun pasti punya kenangan itu. Maka bagilah di sini…
Dulu, semasa saya bocah, pulang bareng diisi dengan bualan anak lelaki: membanggakan kehebatan dan kejohanan kakak, bapak, paman, [...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Memang, sekarang biker u sapa dengan menganggukkan kepala, menyalam pakai bahasa/ mulut/ lambaikan tangan susah sekali, enakan pencet klakson u menyapa, BENER2 SAKIT OTAK
—
Whaduh!
/tyo/
@ dumb : wakakaka .. lucu juga ya di Delhi udah dibudayakan gitu, ntar lagi kayaknya Indonesia bakalan dituduh nyontek budaya mereka tuh
—
Nyontek gak papa kok. Lumrah. :D
/tyo/
Jadi inget kejadian sewaktu tugas di New Delhi, 2008 lalu, saya mencoba naek mbahnya Bajaj di Jakarta, si supir yang berkelakuan mirip supir bajaj jakarta, seneng banget mencet2 klakson ga jelas…saya pun bertanya: “why did you sound the horn?” dia menjawab [pake oglek2 kepala khasnya] : “no particular reason Sir!”, sialnya lagi, ternyata di belakang setiap angkot nya, ada stiker: gede bacaannya: “Please Sound Your Horn!” Daaaang!
untuk membuka jalan, mungkin si Bpk. Demen Ngelaksone perlu mempertimbangkan option merekrut kenek pribadi yang selalu sigap berlari ke ujung jalan dan mengurai kemacetan (ato mengintimidasi pengendara lain tuk nerobos lampu merah). Inilah rahasianya mengapa naik bis lebih lancar daripada naik mobil pribadi hehehehe
Kenapa ya mobil F1 gak ada klaksonnya? :lol:
Orang kayak gitu maunya apa sih?
Sembojan 35: wajib membunyikan klakson
*Seandainya ada peraturan kalau macet hanya boleh pake ‘Sembojan 41′ ***
Saya juga sering jadi korban Raden Mas Klakson Joyodinigrat. untung bunyi klakson-nya beep… beep. coba kalau bunyinya lagu keroncong sudah tak lempar koin tuh orang hehehe :D
Saya paling sering nglakson kalau nyetir mobil
Habis, pengendara/ pengemudi lain sering melakukan manuver yang tidak terduga tanpa kasih sign lebih dulu, maupun yg sering nyelonong saat lampu merah nyala. Saya yg reflexnya sdh lemah dan sering kagetan ini bisa2 malah injak gas daripada rem. Oleh karenanya saya klakson dulu dari jauh berkali-kali
@ 23 Wintomo 4 peace
Katanya di India sana lebih parah, semua mobil mengklakson seenaknya dan udah biasa.
Di Bangladesh demikian juga.
Sementara mengingat hal yang sama tidak dijumpai di Singapura, Korea Selatan, atau Jepang, apakah berarti fenomena ini bisa menjadi penanda “kemajuan” zaman ?
Paman, saya sering kesel juga dengan masalah itu. Jelas2 depan kita macet, masih klakson2.
Sama juga kalo di tol, depan kita juga gak bebas eh mobil belakang main lampu dim aja untuk minta jalan. Kalo dah kesel, biasanya saya ngalah ke kiri, terus pindah belakangnya dan ganti nge-dim :-)
Dgn masgul ane hrs ngaku sakit juga,krn kalo nemu nyang kyk gt lsg ane tereakin tuh,’woi gak ade gune lo klakson,nooh macetnye puanjaaang ‘.
Lama2 gak baek jg buat tensih yak ?
howiyaaaah.. itu kelakuan pengemudi yang saya paling sebal kalo sedang menyetir Paman.. mending kalo jalan sepi saya menganggap dia ngalakson mau minta jalan (padahal kalo pake lampu dim doang juga pasti saya kasih), eh ini udah macet ga gerak-gerak, malah ngelakson-ngelakson kenceng-kenceng.. pengen nabokin rasanya.. :lol:
hajar bleh!!! hehehe~
Bukan gangguan jiwa pakdhe, tapi ndeso.
Dulu deskripsinya wong ndeso kere kalo lihat mobil mesti ada ‘klaksone banter’ (horn). Lalu tua (dan tidak kere) ya terbawa, mosok beli montor ratusan juta klaksone cuma keluar suara tikus keinjak.
Din… Din… *ceritanya suara klakson*
Misi pak saya mau lewat…
*sambil cengar-cengir ga tau malu*
karena klakson sudah saya pensiunkan dari motor saya berganti teriakan anjing! jika ada yg seenaknya motong atau angkot berhenti tiba2/ngetem. lebih lega gitu rasanya misuhi orang2 yg suka seenaknya dijalan…
ah tepat bener, barusan sebelum nyalain komputer, saya ngalamin ini. Di perempatan tanpa trefik lait, saya diklakson mobil berplat dinas polisi, bikin kesel+kaget. Saya kasih jalan, saya klakson ganti yg lebih panjang, maksudnya biar dia turun, saya ga takut…eh dia kabur hahaha
nah ini masalah aktual buat saya
sejak beberapa minggu, jadi sering keluar rumah dan lewat depan stasiun bekasi
kemacetan sering banget cuma karena angkot mejeng seenaknya di depan stasiun bekasi
itu mobil/motor macet berderet panjangggg di belakangnya
jadi, kalo nggak ada yang nglakson
itu angkot dengan damainya terus mejeng nungguin penumpang
kayanya macet karena nungguin dia naikin penumpang udah dianggap biasa aja
mau ke psikiater dulu deh, siapa tau saya emang kena gangguan jiwa :d