Anagram dalam Tuturan Langit Merah
TENTANG PENGELANA, DAN… WARTAWAN BUSUK.

Bejo Okatama, baron pers Indonesia. Anda tak kenal dia? Ambillah sebuah koran terkemuka Indonesia. Cari nama pemimpin umum dan pendirinya. Coba Anda atur ulang huruf-huruf dalam Bejo Okatama.
Artinya dengan segera, apalagi dibantu daftar nama di boks redaksi, Anda akan menemukan kunci anagram untuk sejumlah nama. Misalnya Putro Marsoyo — pernah menjadi pemimpin redaksi, kabarnya dicopot karena kekaribannya dengan pejabat dan konglomerat sumber masalah.
Nama lain? Lagi-lagi bacalah boks redaksi dan mainkanlah kuiz tak berhadiah perihal sejumlah nama: Arman Sagosih, Sunu Aridji, dan Bono Sutama, Jafar Ramat. Tentu hasil tebakan Anda bukan tanggung jawab saya. :D
Sebagian dari pemilik nama itu adalah jurnalis, yang menurut Bubin Lantang dalam novel Kisah Langit Merah, kerap menerima suap. Mereka menjadikan nama besar korannya, dan posisinya, untuk berkongkalingkong dan bila perlu memeras pengusaha, melalui pemberitaan. Demi kepentingan pribadi.
Mereka berkantor di lantai tiga sebuah gedung berlantai enam. Di sana pula Langit Merah, si lakon itu, pernah menjadi reporter di (antara lain) desk ekonomi. Dialah yang mengungkap kasus cessie Bank Bali dan pemindahan mobil Timor sitaan pemerintah secara diam-diam dari Cikampek ke basement gedung-gedung setengah jadi di pecinan Jakarta.
Pahlawankah dia? Bagi adiknya, Matahari, tentu pahlawan. Demikian pula bagi ibunya, bagi kekasihnya. Di luar urusan skandal pers lingkungan kerjanya, Langit Merah adalah seorang lelaki dengan sejumlah kesialan dan sebongkah keberanian menjalani hidup.
Langit tumbuh dalam keluarga miskin di Bandarlampung, sejak SMA rajin menulis dengan mesin tik pinjaman, menjalani kenakalan bocah belasan tahun bersama gengnya dan adiknya (antara lain nyimeng), dan seterusnya, dalam paparan yang tak linier.
Termasuk dalam “seterusnya” adalah ditinggal kekasih yang menikah dengan pria lain karena wasiat ayahnya, kemudian Lintang dapat pengganti seorang ratu selingkuh, lalu dia berjumpa lagi dengan kekasih lama di New York yang sudah hamil dan menjanda, kemudian hidup bersama… Ah, silakan baca sendiri.
Manakah yang lebih menarik dari novel ini? Bumbu pergunjingan tentang erosi profesionalisme di sebuah koran utama atau perjalanan hidup si tokoh? Bagi saya bumbunyalah yang merangsang pertama kali. Adapan isi utama, cukup lezat tapi porsinya sopan — tak sampai mengenyangkan.
Ada sisi faktualnyakah sosok si lakon? Bertanyalah kepada penulisnya. ;)
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Setrum-menyetrum Secara Kere
May 10, 2007 by AntyoINILAH KEKONYOLAN TEKNOLOGI: CATU DAYA.
Petang tadi saya ndeprok di teras Roxy Square, menunggu hujan reda sambil berharap kemacetan akan terurai. Toko-toko sudah tutup. Satpam membiarkan saya seperti gelandangan, yang bersila lalu selonjor sambil nyender ke kaca toko. Pakai melepas sepatu berlumpur pula, untuk berbagi aroma natural.
Sakndilalah, lokasi saya ndeprok itu dekat stop [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Bubin Lantang..ini juga sebuah anagram, yang memang bukan merujuk pada nama lahir, tapi pada mimpi, (Bu)lan-(Bin)tang… Mungkin fiksi, namun ada juga porsi untuk realita…
Mengapa si pengarang menuliskan kritiknya pada dunia jurnalistik di negeri Indonesia raya, mungkin dia sudah tenggelam dalam kolam depresi melawan ‘arus’ korupsi, ditambah pahitnya hidup sebatang kara.
Lalu bagaimanakah jika KLM ini ditransformasikan dalam sebuah Film? Akankah para produser ternama kan menerimanya? Akankah dunia pers akan merangkulnya?
Paman Tyo, can I have your permission to put your link on Bubin’s wall in Facebook?
—
Please. Thank you :)
/tyo/
bubin lantang bukan anagram juga kan?
bukan pula singkatan dari Bukan Bintang Lancar Menentang kan? hehe
—
Hmmm saya nggak tahu. Ituorang kayaknya lagi berkelana lagi entah ke mana. :)
/tyo/
Banyak yang bilang buku ini bagus, ntar nitip beli teman ah trus suruh kirim kemari!!
—
Mari, mari… Laris manis.
/tyo/
man…
aku belum slesai baca kenapa udah dibawa pulang?
—
aneh. pemilik buku dimarahi oleh peminjam tanpa permisi :)
/tyo/