… DAN MARI MENGGUGAT PENGUASA KOTA. :)

Ini bukan soal nyentrik-nyentrikan, dan bukan pula soal berfotoria di trotoar untuk Facebook: ada kursi melintang di trotoar. Dan bukan hanya kemarin sore itu saja kursi bertengger di sana penuh kepercayaan diri. Seruas trotoar di Jalan Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan, itu memang aneh. Tak hanya kendaraan yang memalang trotoar. Kursi pun boleh. Dan besok bisa saja ada orang berkemah di sana. Bukankah ruang publik boleh diperkosa oleh siapa saja?

Pukul tujuh lebih sedikit, sepulang dari kedai bersama Bu Simbok, saya kembali melewati kursi kemerdekaan yang sudah diduduki tiga orang itu. Tetapi bukan itu saya pikirkan. Saya ingat, tak jauh dari kursi itu ada tonjolan sisa pipa besi berdiamater sekitar 10 cm di trotoar. Sayang saya tak ingat di mana persisnya.

Untunglah dalam gelap saya masih mengingatkan Bu Simbok agar berhati-hati karena ada besi sandungan. Selesai berucap, kaki saya menyandung sisa pipa keparat berkarat itu.

Untung saya pakai sepatu. Kalau cuma bersandal, bukan tidak mungkin akan terluka. Pernah, di tempat lain, sepatu saya robek oleh tonjolan besi siku sisa pemotongan.

Dulu di Rawamangun, kawasan IKIP (eh UNJ), ban mobil yang kendarai langsung meletus karena melindas besi runcing sisa pemotongan. Untung pelan, sangat pelan, karena saat itu saya baru beranjak setelah menunggu tiga mobil saling memotong di pertigaan.

Karena ingin memberi ruang kepada mobil lain, saya pun minggir sehingga melindas tepian trotoar yang melandai bertemu aspal. Di situlah besi terkutuk itu menunggu mangsa. Semoga tak ada kaki manusia yang cedera karenanya.

Di depan Plaza Blok M, pada lintasan penyeberang yang memotong jalur pemisah, juga pernah saya jumpai empat batang besi runcing sisa pemotongan. Saat itu saya sendirian membawa kedua anak saya yang masih kecil. Untung saya sigap. Si kecil langsung saya angkat untuk menghindari musibah.

Tiang-tiang besi yang tak dipakai lagi, itulah sumber ranjau pejalan kaki. Ketika menancapkan tiang, pembuatnya menggunakan cara yang benar dengan menanam dan menyemen. Ketika membongkar papan nama dan rambu, siapa pun pelakunya memilih cara yang menurutnya praktis tapi tolol: cuma menggergaji. Jika masih punya bonus inteligensia sekadarnya maka si pelaku mencoba menumpulkan sisi tajam dengan palu.

Bukan sekali ini saya menulis soal ranjau di trotoar. Yang saya ingin tahu adalah misalkan ada pejalan kaki yang cedera, bahkan cacat seumur hidup akibat kesembronoan dan kedogolan pelaksana pekerjaan kota, dapatkah korban menggugat wali kota dan meminta ganti rugi?

Hanya birokrat bebal dan dungu yang menanggapi setiap (peluang) kecelakaan akibat ranjau dengan ucapan, “Makanya kalo jalan liat-liat!”

Masa sih kita harus mengupayakan perda aneh (dan tidak beradab) yang membolehkan warga menggiring birokrat sengak pengabai keselamatan kota ke jalanan beranjau, dengan menutupi matanya, lantas meminta si birokrat melompat-lompat dan koprol?

Bonus pencelaka warga:
+ Awas! Ranjau!
+ Ranjau penyandung kaki
+ Trotoar milik showroom mobil

42 Responses to Mari Memerkosa dan Meranjau Ruang Publik

  1. Adyaswara CHINA Nokia says:

    Buat birokrat bebal dan dungu, memang pantas kita giring supaya koprol di trotoar…
    Great ide, paman

    Oops, don’t try this. Dia juga manusia…
    /tyo/

  2. Adyaswara CHINA Nokia says:

    Nampaknya sepele tapi akibatnya bs fatal,

  3. denologis INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    haha, udah banyak yang mbahas sepatu. :)

    Saya kok tertarik dengan tagline-nya itu lo Paman. Gimana kalo judul dan tagline-nya digabung jadi Mari Memerkosa, Meranjau, dan Menggugat Penguasa Ruang Publik Kota?

    **maksa**

    Dimulai dari posting Anda, kan? :)

  4. Embun INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    paman.. setapu. eh.. sepatunya beli dimana?

  5. Ahmad MALAYSIA Mozilla Firefox Windows says:

    Di Malaysia, ada kantor bernama Jabatan Pengaduan Awam, tempat warga mengeluh tentang banyak hal, termasuk fasilitas publik.

    Semoga di sini ada kantor serupa agar warga tak celingukan mencari bantuan.

    Di sini kapan ya? Mestinya kalo ada pilkada lagi soal ginian ditanyakan! Thanx.
    /tyo/

  6. jun INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Enaknya jadi (calon) eh (mantan) pensiunan, bisa jalan-jalan sesuka hati sekaligus menemukan kebrengsekan-kebrengsekan sebagian warga Jakarta yang hobi memerkosa dan meranjau ruang publik.

    mulai memfitnah ya? :))
    /tyo/

  7. titiw INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Aduh.. aku ngilu.. gemana kalo yang kena anak2 kecil yang gak pake alas kaki..? Mereka bukan gak mungkin bakal kena tetanus kan..? Waduh2.. hal kecil macem gini emang harusnya jadi perhatian kita semua, bukan pemerintah aja. Pemerintah juga mana tau ada beginian kalo gak ada laporan dari warganya..?

    Lapor ke mana?
    /tyo/

  8. hedi INDONESIA Google Chrome Windows says:

    dan kita masih saja dipaksa membayar pajak, brengsek memang…bayar pajak tapi fasilitas umum masih payah :D

    Memang BRENGSEK!
    /tyo/

  9. edratna INDONESIA Mozilla SeaMonkey Windows says:

    Jalan kaki di Jakarta memang harus berhati-hati…
    Jadi ingat pesan ibu, kalau jalan harus menunduk, agar bisa melihat ada apa di bawah kaki kita…tapi kalau menunduk terus, kita bisa menbrak orang yang berpapasan.
    Jl. Ahmad Dahlan, rasanya semakin banyak restoran ya paman?

    Makanya Bu, jalan hars rata dan aman. Iya, banyak kedai di sana. Mau nraktir Bu? :)
    /tyo/

  10. hoa binh GERMANY Mozilla Firefox Windows says:

    …paman sepertinya sering beredar di seputaran Ahmad Dahlan yaaaa…

    apa boleh bikin… :))
    /tyo/

  11. pelintas INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Hanya birokrat bebal dan dungu yang menanggapi setiap (peluang) kecelakaan akibat ranjau dengan ucapan, “Makanya kalo jalan liat-liat!”……pastinya tidak berhati nurani juga,paman

    Ya. Pasti.
    /tyo/

  12. Eric INDONESIA Google Chrome Windows says:

    Di Bandung juga banyak “ranjau” di trotoar. Di Cipaganti ada lubang yang cukup dalam, cukup besar untuk anak kecil masuk ke dalam. Jatuh ke lubang itu, dipastikan cedera parah. Entah apa ada yang pernah celaka dan menuntut walikota.

    Berkemah di trotoar? Tentu boleh. Cukup banyak tenda biru tersebar di trotoar :)

    Contoh lain. Trotoar terpotong oleh jalan masuk mobil menuju rumah. Terhalang pos polisi. Terhalang tiang listrik dan bak bunga/pohon.

    Ayo, kita coba buat daftar trotoar terbaik di kota masing-masing :)

    Ide bagus: trotoar terbaik! Perlu situs khusus?
    /tyo/

  13. odie INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    ini kursi yang di trotoar posisinya deket sama kantor gue dulu. biasanya dipake buat pak supir nunggu. kalau misalkan emang mau lewat trotoar (misalnya lagi hujan atau parkiran penuh) kursinya boleh diangkat kok :D

    biasanya sih kalo lewat situ kita lewatnya melipir-melipir dari pinggir. masih nyaman aja sih, nggak ada bahaya sedikitpun.

    ini masih bukan masalah menurut gue. yang parah tuh yang bikin kawinan sampe nutup seluruh jalan. sekali waktu jl. wolter monginsidi pernah jadi korban. padahal kan itu jalanan cukup rame.

    dekat kantor? yang dinding kacanya miring ke depan itu? :)
    /tyo/

  14. otholo UNITED ARAB EMIRATES Mozilla Firefox Windows says:

    Paman sepatunya kereenn…

  15. didut INDONESIA Google Chrome Windows says:

    memang public safety belum menjadi kesadaran di masy kita

    mari kita tumbuhkan…
    /tyo/

  16. avianto UNITED STATES Safari Mac OS says:

    Kalau di sini, pemda kota bisa kena tuntut dan yang nuntut bisa kaya raya… Hm, di satu pihak kesannya berlebihan tapi di pihak lain ya hukum jadi berjalan…

    Wah di sini ndak bisa kaya. Harus kaya duluan buat nggugat.
    /tyo/

  17. hanny INDONESIA Mozilla Firefox Mac OS says:

    Pilihlah presiden yang bisa menjanjikan trotoar yang luas, lapang, dan aman, serta nyaman bagi pejalan kaki!!! :) – siapa capres yang seneng jalan pagi di trotoar? mungkin lantas ia akan peduli. atau tidak? -

    Pejabat di sini tak terbiasa jalan kaki karena kotanya memang tak nyaman buat jalan kaki. Akibatnya mereka kurang peduli.
    /tyo/

  18. birokratnya tidak pernah terkena kalee, jadinya antheng, adhem ayem aje…sambil ketawa ketiwi di beranda rumahnya.

    kalau yang terkena sekelas walikota ke atas baru muncul keluhan dan pembenahan…
    /tyo/

  19. nomercy INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    satu hal yg sering dianggap sepele dan disepelekan … kalau sudah kena kaki sendiri barulah kita terpikir dan tersadar … ya itu tadi sayangnya kita bukan birokratnya …

    begitulah adanya!
    /tyo/

  20. Lutfi INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    kayaknya perlu juga itu paman dibuatin perda saru yg aneh2 untuk itu :D

    Hah?
    /tyo/

  21. Chic INDONESIA Mozilla Firefox Mac OS says:

    ooh ini sehabis sesi curhat semalam itu Paman :P

  22. geblek INDONESIA Mozilla Firefox Ubuntu Linux says:

    itu gak boleh dilewati om, emang yg bikin trotoar itu siapa

    oh iya ya…
    /tyo/

  23. DV AUSTRALIA Mozilla Firefox Windows says:

    Betul, Paman!
    Saya setuju bahwa sebenarnya diluar private property, semua adalah tanggung jawab penyelenggara negara.

    Tentu!
    /tyo/

  24. ardi MEXICO Mozilla Firefox Windows says:

    gw dah cukup ngumpulin pahala (untuk nebus dosa gw sebagai homoseks aja masih surplus tuh).

    sekarang giliran pemerintah ah.

    iya
    /tyo/

  25. satriak GERMANY Safari Windows says:

    Om, ini kesempatan besar untuk mengamalkan salah satu hadits nabi Muhammad:
    “Membuang duri dari jalan adalah sebagian dari iman”.

    Bagus sekali. Terima kasih.
    /tyo/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.