KADANG TAK JELAS. HANYA MENURUTI KELAZIMAN (DAN KEZALIMAN). :d

Seorang ibu muda bercerita bahwa mbakyunya setiap kali memperpanjang KTP selalu memajukan tahun kelahiran. “Dia curang, nggak mau kelihatan tua! Hihihihi…” kata si adik. “Emang orangnya gitu. Ih, dasar flirty dari dulu,” ungkapnya, disusul tawa terbahak.
Lain lagi seorang kangmas dan adik lelakinya. Ketika si adik berulang tahun, si kangmas meng-SMS, “Selamat bertambah tua!”
Si adik tangkas membalas, “Saktuwa2né aku isih tetep luwih tuwa kowé! :D” (bahasa`Jawa: Setua-tuanya aku masih tetap lebih tua kamu! :D).
Begitulah. Ada keengganan orang untuk menjadi tua, ketahuan tua, atau tampak tua, begtu pula dituakan dalam pengertian pejoratif. Ibaratnya ulang tahun disyukuri tetapi pertambahan usia diemohi.
Di dalam pergaulan, tua adalah sasaran empuk untuk olok-olok. Saya pun ketika muda melakukannya.
Tua identik dengan ketidakberdayaan, kelambanan, ketinggalan zaman, dan seterusnya. Maka mereka yang dalam sebuah lingkungan berposisi lebih muda akan merasa lebih jaya — padahal di lingkungan lain dia menjadi golongan tua, meskipun hanya beda dua tahun.
Akan tetapi apakah hanya itu? Tak pernah jelas alasan sebagian orang kenapa menyembunyikan usia sehingga akhirnya soal umur menjadi bagian dari etiket — kadang berlaku untuk wawancara jurnalistik, sehingga repoter harus mencari data sekunder.
Yang berlaku kini usia adalah urusan yang sangat pribadi, hanya pertanyaan dokter yang akan langsung ditanggapi — apalagi jika selain usia juga ditanyakan status marital. Seakan-akan, bagi sebagian orang (wanita?), tua tetapi tak menikah itu memalukan, dan urusannya amat sangat pribadi.
Saya ingat soal usia ketika tadi oleh sistem diminta mengedit profil akun saya pada sebuah layanan online — suatu hal yang tak saya tengok ketika mendaftar dua bulan lalu. Ada pilihan untuk menyembunyikan tahun kelahiran.
Oh ya, usia saya tahun ini 48. Dan saya selalu tampak lebih tua (dan memelas, sekaligus mengesalkan) daripada usia sebenarnya. Itu bukan prestasi, juga bukan aib. Biasa saja. Tak perlu saya sembunyikan usia saya. Juga tak perlu berlagak muda — seingat saya sih.
Jadi kenapa (sebagian dari Anda) malu mengakui usia? Tentu jawabannya bukan pengelak sok kreatif semacam, “Ngapain juga angkanya dibuka, toh nggak bawa maslahat.” :P
Bukan pula jawaban kepepet karena bingung: “Pokoknya tua itu malu-maluin, nggak oke. Nggak penting apa alasannya.” Uh, jurus pokoknya… Nyerah, deh.







Yellow | 29 05 2009 @ 14.43.36
Setuju! Mau tua mau muda yang penting positif-positif saja he he. Justru lihat eyang-eyang saya mereka terlihat adem ayem, tenang dan tampak bijak sekali (ho ho).
Pas salah satu eyang saya memutuskan mau menikah lagi memang sih ada yang ketawa-tiwi, tapi menurut saya kalau niatnya baik (dan mampu secara finansial) ya silahkan saja ya.
—
Lha memangnya cuma yang muda yang butuh pasangan hidup? :)
/tyo/
Awamsangat | 28 05 2009 @ 7.04.00
Pas lagi googling “berkarya di usia tua”, aku nemu postingan ini Paman. Serasa dapet oleh2 dari orang tua.
Terus terang, aku memang selalu telat dalam mengawali banyak hal. Kenal blog juga saat dah jadi bapak2 tua.
Ada saran gak Paman buatku yang “baru” memasuki usia kepala empat?
—-
Justru saya minta masukan Anda selaku ahli awamologi. :D
/tyo/
funkshit | 27 05 2009 @ 15.20.46
paman kan sudah tau.. apa ngga capek balesin komen segini banyaknya ???
—
Anak muda, aku tau sudah tua, dan sebisanya bekerja secara wajar, bukan bermalas-malasan seperti kamu. :D
/tyo/
Silly | 22 05 2009 @ 16.38.55
Saya pernah bilang usia sebenarnya paman, tapi tahu2 malah dibilangin gini, “boonggg!!!, kamu pasti bilang gitu biar dikata AWET MUDA yahh, hayoo ngaku”… Yeee, serba salah. Jadi mending gak usah bilang sekalian. Umur gak penting, yang penting semangat dan kreatifitas, bener gak paman?. I’m thirthy something, but still feel like I’m on 18++ ages, hehehe :)
—
Ah masa? Tante Silly suka gitu deh… :P
/tyo/
frozzy | 18 05 2009 @ 16.30.13
hihihih, saya termasuk yang nyembunyiin tahun kelahiran d facebook…buksn apa2 paman, udah sudah dibikinin fitur itu, masa ga dimanfaatin ???
*ngeles.com*hehehehe
—
paham, paham, paham. :D
/tyo/
Maximillian | 18 05 2009 @ 9.05.03
Anak muda yang dewasa, maunya sih begitu Paman.
—
Bagus itu…
/tyo/
antowi | 16 05 2009 @ 19.14.57
Kalau saya kok malah kebalikan ya… paling sebel dikiria masih remaja (padahal udah tuwirrr he he he) jadi nggak masalah untuk memperlihatkan tanggal lahir.
BTW design label AO itu emang ada cap lambe-nya Paman?
—
Berbahagialah yang awet muda. Layak mendapat hadiah sebotol AO untuk (calon) mertua. :D
/tyo/
mastongki | 16 05 2009 @ 17.07.39
akan lebih baik muda yang dewasa.
—
… misalnya mastongki. :))
/tyo/
Ahmad | 16 05 2009 @ 16.23.58
Saya dulu dipanggil Bapak oleh kawan-kawan adik-adik S1, padahal belum kawin. Nah, sekarang setelah kawin dan punya anak (baru lahir 16 April 2009), apa mereka akan memanggil saya kakek ya?
Menjadi tua adalah menjadi bijaksana. Saya suka begini.
—
Tua itu alami. Selamat menjadi bapak!
/tyo/
junianto | 16 05 2009 @ 12.35.11
Usia paman tahun ini 48 tahun, dan selalu tampak lebih tua? Oh, itu berarti paman termasuk RT. Rai tuwa. Hahahaha.
—
Memang. Bahasa sopannya: awet tua. Ndak masalah kok. :D
/tyo/
gita | 16 05 2009 @ 11.18.18
wew…sebenernya ga perlu malu kalo ketahuan tua,,,yo asal tingkah lakune yo sesuai umurnya…nek ora iki sing dadi masalah….hehehehhee….
salam kenal…
—
terima kasih. saya berusaha tidak menyembunyikan ketuaan saya meskipun saya bukan ketua apa pun. :D
/tyo/
edratna | 16 05 2009 @ 9.37.57
Tenang paman…saya lebih tua dari paman, dan tak menyembunyikan usia.
Yang penting masih dapat membagi kebahagiaan buat orang lain, dan tak merepotkan
—
Matur suwun, Bu. Saya tetap tenang dan tak ada hubungannya apakah orang lain lebih duluan atau belakangan lahir setelah saya. :D
/tyo/
Siais | 16 05 2009 @ 9.09.02
Saya kira tua bukan bahan olokan..
Tetapi dari tua kita harus belajar banyak tentang pengalaman hidup yang banyak untuk memahami arti kehidupan untuk generasi selanjutnya…
oke..
—
Eh jangan salah. Ketika yang tua sedang jadi mayoritas, mereka memperolok yang muda. Apalagi secara struktural yang tua itu lebih tinggi. :))
/tyo/
lenje | 15 05 2009 @ 19.24.25
Huahahhaha…!!! Jadi inget ada temen saya yang sebel banget karena NIP format baru mencantumkan tanggal & tahun kelahiran, paling depan pula! Jadi gak mungkin orang merahasiakan ultahnya. Bukan soal “kewajiban moral” mentraktir itu yang dia takutkan, tapi ketahuan umurnya berapa hehehe…
Kalau saya sih sebel diingatkan soal umur karena ngerasa malu mental kok gak berkembang sesuai usia :D.
—
poin #2, soal kesebelan, ini penting. :D
/tyo/
-GoenRock- | 14 05 2009 @ 23.37.19
Waaaaaa! AO itu omben2 jamane kuliah yen pas lagi kere2ne!
Saya hanya mau bilang saya sudah tua kalau saya udah ndak mampu berkarya! Titik! *jumawa*
—
Teruslah berkarya. Jangan lupa minum AO. :D
/tyo/
dita | 14 05 2009 @ 23.07.22
For me, old age is always fifteen years older than I am..
Jadi sampeyan memang sampun sepuh, Paman..
**kabur sebelum ditimpuk.. :p**
—
Tenang, orang sepuh gak mampu nimpuk maupun ngejar. Aman. :)
/tyo/
Kyai slamet | 14 05 2009 @ 22.51.38
Tua gak masalah paman, kan bisa hubungi hotline on clinic
Lho?
—
Saya nitip njenengan saja, Pak Kyai.
/tyo/
mpokb | 14 05 2009 @ 19.09.16
untung saya lahir dan besar di lingkungan liberal. setidaknya begitulah yang saya rasakan untuk tidak menyebut persetan :P
—
boleh tahu usia mpokb? mmm sudah married?
eh maap… :)
salam untuk mas eh abang, ya…
/tyo
-em | 14 05 2009 @ 13.10.55
Paman, panjenengan itu sudah tua banget ya :D hehehe
—
Sudah barang tentu, Nak. :D
/tyo/
grubik | 14 05 2009 @ 12.27.59
samsoyo tuwo samsoyo ….
—
… semakin tua ya semakin tua! :D
/tyo/
handaru | 14 05 2009 @ 11.53.55
Yang tua namun tak jua dewasa.
—
Hahahaha. Betul!
/tyo/
temennya paman | 14 05 2009 @ 11.20.53
hanya orang tua yang bikin posting beginian.
—
juga hanya orang tuayang komen beginian –karena merasa terwakili.
/tyo/
adis | 14 05 2009 @ 10.48.45
Di kelas kuliahku yang kebanyakan udah pada kerja, masalah umur juga cukup sensitif. Apalagi yang sudah berumur “di atas rata2″ dan belum menikah. Hal ini seakan menegaskan bahwa mereka hanya punya 2M, minus 1M yaitu menarik.haha….Untung aku masih masuk “di bawah rata2″ dan sudah menikah. Hehehe..
—
hmmm… minus 1m. :D
/tyo/
Yahya Kurniawan | 14 05 2009 @ 10.40.36
Di sebuah komunitas saya termasuk yang tua, paman. Walaupun lebih muda daripada – setidaknya – tiga orang :p :p (tahu khan siapa yang dimaksud). Eh, empat ding.
Saya juga ndak pernah malu menuliskan umur saya yang sudah 36 tahun, walaupun anggota komunitas saya dengan semena-mena mengatakan bahwa angka itu dikorting (doh).
—
Biarkan saja. Toh hari demi hari mereka juga beranjak tua. BTW Anda menjadi lebih muda setelah masuknya orang-orang tua ke dalam komunitas anu itu kan? Orang-orang tua yang tak tahu diri itu… :))
/tyo/
hedi | 14 05 2009 @ 10.01.04
Jadi tua alami, ngapain takut. Btw, saya belum pernah nemuin label AO plus gincu merekah :D
—
Itu AO untuk penyuka bal-balan yang tak takut tua, Bos!
/tyo/
Anwari Doel Arnowo | 14 05 2009 @ 9.55.26
Saya berjalan kaki sejak sepuluh tahun yang lalu, hampir setiap hari. Kecepatan: 30 menit 3 kilometer atau 6 sampai 7 ribu langkah. Saya tidak lari, hanya jalan kaki. Chlesterol-Gula-Darah, Darah Tinggi: APA SIH ITU?? Ini bukan kesombongan tetapi anda juga akan sampai pada saatnya seperti saya.
Anwari Doel Arnowo-14 Mei, 2009
—
Oh bukan kesombongan, memang. Semua pencapaian itu alami kok. :)
BTW Nama Doel Arnowo mengingatkan saya kepada seorang tokoh sejarah dari Surabaya. :)
/tyo/
Anwari Doel Arnowo | 14 05 2009 @ 9.49.47
Saya lebih suka, amat suka, kalau disebut AWET TUA. Tanggal 17 Mei y.a.d. saya 17 tahun, eh keliru, yang benar 71 tahun. Orang muda sulit mengerti rasanya menjadi tua, kecuali nanti kalau sudah menjadi tua sendiri. Saya bahagia, sehat dan aktif pada umur sekarang: membaca, menulis dan bersosialisasi secara luas.
Anwari Doel Arnowo – 14 Mei, 2009
—
Hidup Pak Anwari!
/tyo/
gareng | 14 05 2009 @ 9.34.52
yg malu tuh biasanya yg umur tanggung seperti njenengan itu pam.
kalo yg tua-2 banget kayaknya malah bangga tuh, umur 80 masih kuat lari 100 M dalam 30 menit misalnya.
eh, tapi yakin tuh njenengan baru 48 tahun ?
—
biasanya gitu. dan untuk kasus ini saya bukan tergolong yang biasa. :P
/tyo/
Chic | 14 05 2009 @ 9.10.49
ah itu berarti bukan saya Paman.. saya ndak malu kok.. lah menjadi tua itu kan bukan dosa… hihihihi
—
hihihihi… yang pasti ibunya vio selalu lebih tua dari vio. :D
/tyo/
preaxz | 14 05 2009 @ 9.07.16
Tua itu pasti, dewasa itu pilihan …
semakin tua seseorang, semakin jarang minum Anggur Orang Tua .. dan ketika mereka muda, pasti tidak pernah minum Anggur Anak Muda!
:P
—
mari bersulang AO!
/tyo/
wdy | 14 05 2009 @ 8.50.37
biar dapat kerjaan…hihihi
bisanya kan selalu ada syarat umur
pada lowongan kerja.
—
lha kan waktu tes atau diterima diminta ngisi data diri? :P
kalo mengaku lebih muda akan ketahuan juga.
/tyo/
mantan kyai | 14 05 2009 @ 8.44.02
hahaha… jadi sekarang saya tahu jamu awet tuwanya njenengan oom paman .. kekekeke9
—
jangan iri
/tyo/
adi | 14 05 2009 @ 7.51.27
baru tau kl AO mengandung zat besi dan kalsium. brarti cocok utk ibu hamil dong? :D
—
wah kurang tahu saya, pak. gak pernah minum sih. tapi mulai besok akan minum. siapa tahu bisa hamil.
/tyo/
haris | 14 05 2009 @ 6.35.09
sepakat bahwa ketuaan kadang identik dg ketakberdayaan, kelambanan. tapi tua atau muda bukan penentu semangat hidup seseorang kan?yang tua jg bisa bercinta! he2.
—
hehehe juga. tetap semangat — dan sehat! mari.
/tyo/
zen | 14 05 2009 @ 6.22.14
OOT: kalo orang tua yg diilustrasi itu mah saya juga demen, my uncle
:D
—
besok hari tuamu kayak gitu, zen. jadi sumber ilmu. :D
/tyo/
DV | 14 05 2009 @ 6.01.30
Banyak wanita menyukai pria lebih tua Paman tapi lebih banyak lagi yang mencintai berondong seperti sayah ahuahua!
—
Ya, ya, ya… :D
/tyo/
ierone | 14 05 2009 @ 6.01.04
kalau tak ingin diolok ya bersahabat aja dengan yang sebaya.
semua ada masanya kan?
—
Bijaksana sekali! Top!
/tyo/
kunderemp | 14 05 2009 @ 5.41.15
Nggak ada…
Tua kan berarti banyak pengalaman.. :P
—
Setidaknya sudah mengonsumsi beras lebih banyak… :)
/tyo/
fahmi! | 14 05 2009 @ 3.32.25
enaknya bergaul sama yg lebih tua: merasa muda. nah kalo pas bergaul sama yg muda itu biasanya terus jadi bahan olok2an :P
—
ini soal pede aja kok dik fahmi :D
/tyo/