Sukses Dulu, Baru Bergaya Kere
MAKA MARILAH KITA MENJADI DUKUN!

Pemilik rumah di Jakarta Barat itu mencurigai kawan saya dan sejawatnya. Dia khawatir duo pengontrak rumah itu akan membuka praktik perdukunan. Kok bisa? Si sejawat kawan itu memakai aneka aksesoris. Sudah begitu koleksi benda etnis, termasuk patung-pating totem, yang didapatnya dari keliling Nusantara, memang banyak.
Peristiwa itu terjadi belasan tahun silam. Si pemakai aksesoris yang sosoknya seperti beruang besar itu kemudian meninggal dalam sebuah ekspedisi di luar negeri, dalam pelukan beku es. Dia bukan dukun. Dia seorang jurnalis dan pengelana.
Begitulah, barang-barang aneh, bagi orang tertentu, kadung dihubungkan dengan dukun. Rupanya memang banyak dukun, yang kata orang, senang memamerkan benda yang tak lumrah supaya pamornya meningkat di mata pasien.
Jika menyangkut benda “aneh”, dalam arti tak dimiliki oleh banyak orang, ternyata juga terjadi di dunia yang tak ada hubungannya dengan mistik dan kebatinan. Mau contoh?
Barusan dalam diskusi maya, kawan saya mengaku bahwa selama ini dia memakai Nokia Communicator dan BlackBerry supaya (calon) klien terkesan.
Teman saya yang lain, seorang juragan, membekali anggota stafnya dengan MacBook. Komputer di meja kerja pun sebagian besar Mac. “Buat gengsi di depan clients aja. Biar keren,” dia mengaku. Dia sendiri masih memakai apa yang menurutnya, “Komputer jangkrik lawas.”
Dulu banget, sudah lama, saya harus menemani sejumlah kawan menonton presentasi showreel pesanan. Ketika si pembuat video membuka MacBook Pro-nya, teman-teman yakin bahwa dia memang memang bonafide (oh ya, entah kenapa dilafalkan sebagai “bonafit”). Tetapi ketika diputar, tampaklah bahwa video itu tak sesuai pesanan sehingga pengerjaannya harus diulang.
Meskipun begitu orang bilang itulah adab pergaulan dan bisnis. Apa yang kita pakai mencerminkan kita. Pernah saya ditegur beberapa kawan, lebih dari sekali, karena datang ke sebuah pertemuan di resto naik ojek. “Merusak image,” kata seorang penegur.
Saya ngeyel, menunjukkan bukti bahwa kawan saya yang lain, seorang konsultan investasi yang berklienkan sebagian dari 100 pembayar pajak terbesar, kadang naik ojek untuk memburu waktu.
“Oh beda,” kata teman saya. “Kalo kamu sudah sukses boleh berlagak sok kere. Kalau belum, jangan gitulah.”
Teman lain menimpali, “Kamu ganti itu arlojimu yang murahan, baret-baret lagi. Sudah plastik, talinya nggak dikancingin. Kalo belum sukses jangan sok nyentrik.”
Lho, padahal saya bukannya mau eksentrik. Saya jelaskan bahwa tali jam saya masih bagus, tapi dua pengikatnya putus, dan tidak ada yang jual. Kalau mau rapi saya harus ganti tali arloji yang asli, yang harganya menurut saya tidak rasional.
“Ya ganti saja jam tanganmu sekalian,” yang lain menyarankan. Baiklah, nanti saja kalau sudah sukses. Celakanya saya nggak tahu apa ukuran sukses. Tetapi kalau dibelikan arloji, saya tak menolak.
“Kang, jalan menuju sukses itu tampil pede dan bikin orang lain terkesan. Cara supaya pede ya pakai barang yang layak,” kata yang lainnya lagi.
Uh, jangan-jangan baju dan celana yang saya beli di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, itu tak layak untuk meraih sukses. Celaka benar.
© IlustrasI: entah
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Raket (Anti)Nyamuk. Anda Punya?
September 7, 2009 by AntyoMARI BERBAGI PENGALAMAN TENTANG NYAMUK.
Saya tidak tahu kapan barang inovatif seharga Rp 30.000 – Rp 40.000 ini muncul: raket (anti)nyamuk. Rasanya sih belum ada sepuluh tahun. Saya memilikinya tahun lalu, karena anak saya memintanya. Lumayan, mestinya raket yang rechargeable ini masih awet kalau tidak terjatuh dua pekan lalu. Akhirnya saya beli lagi akhir [...]
Recent Comments
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





kalo saya emang kaya dan sukses, situ mau apa??
*takabur*
—
saya? mau minta cipratan rezeki.
lha rezekinya situ dari mana? :D
/tyo/
Jadi, waktu paman dulu bergaya kere-kemplu, berarti kala itu sudah sukses-ses-ses, ya?!
—
Oh nggak. Sangat nggak.
/tyo/
orang sukses boleh berlagak kere.
lha kalo orang kere gimana paman ? vice versa berlakukah di sini ?
hehehehe…auk ah…mati lampu…
—
boleh sebaliknya — kalau memang bisa dan tahan.
/tyo/
Kalau saya bergaya kere memang bukan orang kaya… :D
—
Sama.
/tyo/
Kalo saya justru pusing karena selalu difitnah kaya. Padahal casingnya prodak itc dan mayestik. Ternyata siapa yg make jg berpengaruh kekekkkeekk
—
Wah punya potongan keren, dong? Teman saya biar keren dan mewah, uh disapa SPG parfum aja gak pernah. :D
/tyo/
nyentrik mergo kahanan :D
—
ini paling sip!
/tyo/
Padahal saya selalu pengen sesukses paman..
–budiw
—
Hayah!
/tyo/
Ya itulah, orang lihat bungkusnya dulu, baru lihat isinya.
Seperti kita makan kacang tanah, kalau kulitnya jelek, kita biasanya nggak mau makan, karena BIASANYA kulit yang jelek mencerminkan isi yang jelek. Tapi BELUM TENTU kulit yang bagus isinya juga bagus, kadang2 kulit kacang yang bagus isinya malah kecil dan nggak sesuai prospek. ADA JUGA kulit kacang yang jelek, tapi isinya bagus.
Yang paling baik, kalau isinya sesuai dgn “janji” kulitnya, kulitnya bagus, isinya pun bagus juga.
—
Maka belilah kacang yang sudah terkupas. :D
/tyo/
yg bergaya sukses itu biasanya OKB *nuduh membabi buta* :)) ayo ke tenabang, bang paman. cari sarung batik dan singlet cap swan sambil poto2 dan umpel2an.. terus cerita ke temen OKB yang nggak tahu kalo di tenabang itu setiap hari miliaran uang berputar. mal mana aja lewat dah :P
—
Baiklag saya akan ke Tenabang, Mpok.
/tyo/
loh kan ya bener toh Paman.. kalo masih kere itu bisanya mung sombong kok.. hihihihi Jadi selagi masih bisa marilah kita sombong… :P
—
Mari!
/tyo/
Itu jam tangan Paman mending dilungsurkan ke saya aja :)
—
Lha saya pakai apa?
/tyo/
katanya “ajining raga saka busana”, paman
—
mungkin juga :D
/tyo/
dasar nasib…
memang kere kok dikira nyentrik…
—
penuh simpati dan empati ini…
/tyo/
wah dunia memang kebalik …. aku yang kemana2 ngukur jalan jadi gimanah gitu..
—
ngukur jalan? pakai meteran ya?
/tyo/
kathokan cendhak = sukses, brarti paman sudah sukses no? makan makaaaannn ……… :D
—
salah! celana pendek lebih murah ketimbang celana panjang.
/tyo/
Saya setuju soal ojek paman. Saya sering juga naik ojek kalo lagi berburu waktu. jakarta emang nerakanya pemilik mobil yg nda punya supir.hehehe
—
tapi bermasalah kalau hujan atau kelewat panas…
/tyo/
Ah… Jakarta. Antara citra dan realita kadang jauh.
—
Bagaimana dengan Surabaya, DNial? :)
/tyo/
Hehehe menarik.
Bob Sadino juga begitu tho, Paman? Setelah sukses jadi suka bercelana pendek :)
—
So, harus nunggu sukses dulu ya? :D
/tyo/
memang banyak orang menilai sesuatu dari prestige (dibaca prestis :)) dibanding fungsinya. Saya pernah dilarang masuk mall oleh satpam gara-gara hanya memakai sandal jepit.
Arlojinya arloji swiss ya paman? Jadi gak sembarangan suku cadang bisa didapat…
—
Bukan. Made in RRC.
/tyo/
tenane? mosok baju-celana Paman beli di Pasar Mayestik? aku kok ragu… wong pakainya saja Mac, BlackBerry dan musiknya saja Rim Banna gitu, kok…..
—
Bertanyalah kepada Gembul, Pak…
/tyo/
Bergaya kere seperti Bob Sadino itu ya, Paman?
—
Oom Bob nggak ada kerenya…
/tyo/
semoga bikin blog bukan buat gengsi :)
—
hahahahaha! blog buat gengsi? baru denger saya. top!
/tyo/
gawatlah kalo rambunya seperti judul itu :P
—
masa sih?
/tyo/
katanya, orang kaya itu bakal lebih percaya kalau uangnya diolah oleh orang yg sama kayanya dengan dia. jadi, kalo mau mendapat funding dr konglomerat, datanglah ke meeting pake setidaknya mercedes atau bmw terbaru, paman.
—
baiklah pak alya, saya patuhi saran anda :D
/tyo/