Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Piwulang Ndoro Bedhès

Minggu, 24 Mei 2009 @ 16:51 | Lihat Baca Dengar

MERAWAT KEGEMBIRAAN NGEBLOG.

Kesetiaan dan kesenangan. Itulah yang dijalani oleh seteru mesra saya, Dik K.R.M.T. Roy Wicaksono Satrionyemengit alias Ndoro Kakung alias Richard* alias Ndoola Mamusi, dalam ngeblog. Dia setia terhadap beberapa blognya (termasuk mikroblog), dan mengisinya penuh kesenangan, dan sesekali keisengan, dari hari ke hari — memang sih kadang prei.

Jika kesukaannya menulis daring (yang kadang garing) itu dihubungkan dengan profesinya sebagai jurnalis, saya kok kurang sepakat.

Sudah terbukti bahwa tak semua jurnalis itu ngeblog. Pun terbukti tak semua blog jurnalis, baik blog dinas maupun blog pribadi, itu menyenangkan untuk dibaca oleh sebanyak-banyaknya orang.

Seorang kawan, bukan jurnalis, secara sewenang-wenang menduga bahwa masih sedikitnya blog pribadi milik reporter itu karena mereka takut akan ketahuan bahwa bahasa tulisnya masih burook — maklumlah selama ini mereka ditolong oleh editor.

Ah, sudahlah. Itu soal lain. Itu masalah si reporter dan atasannya, kan? Mari kembali ke Wicak(sono) yang juga editor itu.

Dia merangkum tulisannya, dari beberapa tempat, sebagai sebuah piwulang atau ajaran, ke dalam sebuah buku saku. Isinya tak seperti beberapa buku (tentang) blog. Buku ini akan membantu pemula, bukan menyesatkan, untuk menyusuri jalan blog.

Buku yang menyesatkan pemula? Emang ada? Carilah di toko, dan Anda akan segera menemukan panduan semacam “menjadi kaya dari (nge)blog”. Padahal maksudnya bagaimana mengakali mesin blog untuk meraup duit.

Ada pula yang tak menyesatkan tetapi belum-belum sudah mengundang prasangka. Kasihan juga. Lebih dari sekali saya mendengar komentar, “Ada buku soal blog tapi penulis dan blognya kok kurang terdengar di blogosfer, ya?”

Itu jelas skeptisisme negatif. Emangnya cuma blogger tersohor yang boleh menulis buku? Ingat, sebagian buku petunjuk menjadi kaya raya tak ditulis oleh triliuner kelas pengemplang BLBI.

Lantas apakah inti piwulang buku itu? Ngeblog adalah seni, tak perlu memaksakan diri, jangan berharap akan lekas memetik ketenaran, dan jangan kebelet meraup rupiah maupun dollar.

Itulah panggilan hati. Seperti yang dia lakukan. Bahwa dia akhirnya terkenal, itu adalah hasil. Malah dulu orang lebih mengenal pseudonym Ndoro Kakung ketimbang nama aslinya. Nah, bahwa dia belum kaya karena blognya dan ketenarannya sebagai blogger, itu soal nasib yang semoga tak abadi.

Kelebihan Ndoro Kakung, yang kadang saya sebut Ndoro Bedhès (karena dalam blog dia menyebut anaknya sebagai “bedes cilik”), adalah dia tak hanya aktif di dunia maya. Dia hadir dan mengalir di dunia nyata. Bergaul-maul, mendengar dan berbicara, dan yang lebih penting lagi: menularkan kegembiraan ngeblog kepada khalayak ramai maupun sepi.

Piwulang-nya layak simak,  karena jika Anda membacanya sendiri di internet pasti akan menghabiskan waktu. Posting dia banyak banget. Ada juga yang ngeselin. :D

JUDUL: Ngeblog dengan Hati • PENULIS: Ndoro Kakung • PENERBIT: GagasMedia (Jakarta, 2009) • UKURAN: 13 cm x 19 cm • TEBAL: vx + 144 halaman • HARGA: ?

* Di sebuah tempat, seorang sahabat mengaku bernama Wicak. Si pendengar menanggapinya, “Oh, Richard? Orang Batak, ya?”

Ada 21 komentar | trackback | Depan

#21

Kardjo | 27 07 2009 @ 0.51.08

kabar punya burung, katanya buku ini sudah masuk perpustakaan pribadi Cikeas… benarkah?

*tabik ndoro*

Wah ndak tau saya. Saya belum pindah ke Cikeas maupun Cikaes.
/tyo/


#20

maztrie | 24 07 2009 @ 18.38.56

wah apik semangate Paman…!
boleh di contoh ya iki, moga-moga gak ketularan ngelmu bedhes e lho…
:))

Ngelmu bedhes boleh disingkirkan. Lha kalo jadi bedhès? :D
/tyo/


#19

Rian | 04 06 2009 @ 11.56.40

Buku buatan mr. Richard ini sepertinya akan menggugah selera ngeblog ku lagi, untuk itu dimohon dgn sangat Paman Tyo bisa mengirimin ak bukunya plus tanda tangan *nanti tak tuker ama ikan tipis khas Tarakan :-D

Kata Mr Richard(s), kudu beli di toko, je.
/tyo/


#18

silly | 28 05 2009 @ 20.24.51

Ohhh, jadi nama Richard itu dari situ toh, hahaha…

Sukses ya ndoro, kali ini ndoro nyalip saya deh, hihihi.(gpp, saya kasih puur dulu, nanti saya salip lagi kalo dah baikan :P)

Paman, buku logaritmanya kapan terbit, saya butuh referensi buat blajar matematik nih. Bisa dipake buat jualan khan?:P

Salam dari Dick Richards the Dick. :))
/tyo/


#17

Awamsangat | 28 05 2009 @ 7.33.15

“seteru” tapi mesra. bikin cemburu nih.

ehm. :)
/tyo/


#16

Kyai slamet | 26 05 2009 @ 1.14.15

Saya mau nulis buku Yaasin dan Tahlil. Foto KRMT anggota dewan bagus juga jadi covernya

Nyetaknya di tempat saya ya?
/tyo/


#15

Eko&Kanty | 26 05 2009 @ 0.40.02

Sayangnya Judul Bukunya Ndoro gak ngasih ruang buat sekuel. Kalo buku kedua-nya judulnya: “Ngeblog Dengan Hati2″ khan jadi gak bagus :)

Blog paman juga sepertinya sudah beraroma toko buku…kapan kira2 paman? Atau milih2 penerbit dulu? -Ikut berdoa semoga cepat mendapatkan mendapat penerbit tepat-

Sukses terus ya Paman. Salam dari Bandung

Jilid ketiga: “Ngeblog Makan Hati”.
Terima kasih. Kalau dafar logaritma saya sudah terbit pasti saya kirimi. :D
/tyo/


#14

mastongki | 25 05 2009 @ 20.07.11

Ndoola Mamusi, pantes Ndoyan Ngapusi :D
Ndoro memang hebat, lha liat saja dari 3 pasangan capres-cawapres, salah satu dari masing-masing mereka minta boncengan sama “Dick Richard” itu…

Hidup Dick Richards!
/tyo/


#13

Yahya Kurniawan | 25 05 2009 @ 16.19.46

“Ada buku soal blog tapi penulis dan blognya kok kurang terdengar di blogosfer, ya?” –> ini nyindir saya ya, Paman?

Oh tidak. Saya hanya ngutip teman njenengan :)
/tyo/


#12

Ahmad | 25 05 2009 @ 16.19.19

Nanti kalau balik kampung, saya akan membeli buku ini agar bisa membuat blog saya sumber penghidupan, baik material maupun spiritual. Duh, dua kata yang terakhir teks book banget!

Ini sih ngeledek! :D
/tyo/


#11

Mbilung | 25 05 2009 @ 15.33.43

Lho Ricahrd? bukan Jimmy?

Namanya Jimmy Richards alias Dick Cepek alias Pak Ogah.
/tyo/


#10

DV | 25 05 2009 @ 6.21.23

Hahahaha, aku cinta tulisanmu!
Sekarang memang banyak jargon-jargon monetizing blogger…

Ealah… ada-ada saja!

Tindakan Mas Richard dalam membukukan bloggernya itulah monetizing yang benar.

Giliran situ kapan, Om?

Terima kasih. Buku saya dibilang garing oleh penerbit karena saya bikin daftar logaritma. Nasib. :)
/tyo/


#9

Suwahadi | 25 05 2009 @ 2.45.19

Minta om, minta… (*merengek*)

Minta ke Dick Richards :)
/tyo/


#8

arya | 25 05 2009 @ 1.26.39

richard itu nama panggilannya dick

Dick? What? Dick? Ooopsssss….
/tyo/


#7

otholo | 25 05 2009 @ 0.19.49

Asiik,Ndoro Richard bikin buku..

Tiga kali bilang “asyik” akan dapat pembatas buku. :)
/tyo/


#6

temennya paman | 24 05 2009 @ 23.57.51

sekarang gantian saya yang menjura :D

besok menjura lagi, ya?
/tyo/


#5

Abihaha | 24 05 2009 @ 22.31.13

Galihsatria di bawah itu betul pakdhe, kalau visi-misi di depan KADINnya berbunyi ‘dengan hati’ kok saya merasa pakdhe lebih cocok.
Tulisan pakdhe itu, -sengelantur-ngelanturnya-, tetap bisa menggugah hati.
Ya menggugah dongkol, jengkel, senang, benci, rindu, bokek dll.
Tapi kepala tetap tanpa beban. Cocok buat bacaan kere macam saya yang sudah jenuh kepalanya sepanjang hari membanting modal menjaring emas.
Mau tahu harga cetak buku ukuran A5/B5 bahan isi HVS 60gsm cetak 1/1 dan cover artpaper 210gr 4/0 laminate dof dengan jilid jahit blok lem dan packing plastic wrap?
Monggo PM kulo mawon. :p

Lho, Sodara Abi ini ngurusi interior apa cetak sih? Dari tawarannya sih keliatan Sodara biasa nangani order cetak. Plastic wrap nambah waktu produksi sehari kan? Belum lagi kalo pake laminasi. ;)
/tyo/


#4

galihsatria | 24 05 2009 @ 21.04.05

Kalau dicermati, sebenarnya yang lebih layak punya buku “Ngeblog dengan Hati” itu Paman Tyo, karena banyak sekali postingannya yang bertema ini. Sementara Ndoro Kakung sendiri lebih pop dengan sekali-sekali disisipi “titipan”. Tapi memang merekalah sekarang yang layak dijuluki Bapak dan Begawan Blog Indonesia. (rock)

Hmm… mulai mengadu domba tua nih. Gak enak. Huahahahaha…
/tyo/


#3

jun | 24 05 2009 @ 20.47.39

Posting paman ini dibikin agar memunculkan skor seri dengan http://ndorokakung.dagdigdug.com/2009/05/22/berbanggalah-jadi-blogger/ ?

Nggaklah. Gak bakal seri. Saya selalu tertinggal dari dia. :D
/tyo/


#2

Ben | 24 05 2009 @ 19.38.16

Maksud saya, buku yg isinya kumpulan postingan dari blognya Paman Tyo yang konon ratusan itu lho… :D

Aha lebih menarik buku behind the blog: cara memotret gigs dan memotret pesawat secara panning. Sayang sekali blogger hebat yang satu itu pelit berbagi ilmu. :P
/tyo/


#1

Ben | 24 05 2009 @ 18.48.00

Hi Roy!™ eh bukan ya… :P

Btw, bukunya Paman Tyo kapan terbit?

Haha Benny semangat banget soal Roy. :D
Buku? Dulu beberapa kali saya ikut bikin buku, malah ada yang dikirim ke Benny, dan ada kesalahan di dalamnya. :D
/tyo/