Resep Memperawet Sepatu
KENAPA TAK PAKAI WALKING SHOES SABAN HARI?
Mestinya dia paham perputaran mode sepatu, termasuk sepatu wanita. Jika benar, itu wajar. Akan tetapi ada yang lebih menarik: saban dua-tiga bulan dia berganti sepatu. “Soalnya ada aja yang nawar selagi saya pake. Ya saya lepas aja,” kata lelaki 46 tahun itu.
Sudah hampir separuh usianya dia menjalani profesinya sebagai tukang resep. “Itu singkatan reparasi sepatu,” kata Bunyamin, lelaki itu, pada suatu sore setelah hujan reda di Jalan Langsat, Kramat Pela, Jakarta Selatan.

Tentang sepatu yang terjual selagi dikenakannya, itu bisa bersumberkan hibah maupun tukar tambah. Biasanya sepatu kulit (imitasi). Sepatu sport, seperti yang dia pakai sore itu, “Nggak bakalan laku. Nggak tau kenapa.”
Tak saya tanyakan hal yang pernah saya tanyakan ke rekan seprofesinya. Misalnya lebih banyak mana yang dia tangani, sepatu wanita ataukah sepatu pria. Juga, lebih banyak mana yang rewel menawar, wanita (kadang beli sepatunya tak banyak pikir) ataukah pria (jumlah sepatu tak banyak wanita).

Meskipun begitu dari setiap perhentian tukang sepatu kita akan segera tahu siapa sajakah pasiennya. Apa boleh buat, sebagian sepatu apalagi sandal wanita memang tak dirancang untuk walking shoes. Akan tetapi yah… demi penampilan maka nyaman tak nyaman alas kaki tipis ber-hak tetap dipakai.
Maka harap maklum jika seorang wanita pernah bilang, “Kaya itu enak. Bisa beli sepatu bagus, awet lagi. Ke mana-mana naik taksi atau mobil. Berangkat dari car port kering, turun di teras lobi yang juga kering.”
Jika Anda usul kenapa tak memakai sepatu all condition gear, maka jangankan wanita karena pria pun akan berkeberatan untuk memadupadankan sepatu lapangan dengan pantalon halus dan kemaju berdasi. Memang pada zaman berjayanya Dr. Martens (yang palsu: Drs. Martens), padu padan kadang masih bisa sepanjang rok kembang dan pantalon masih sesuai.

Di luar urusan padu padan konsumennya, Bunyamin lebih berurusan dengan ini: setiap hari ada saja yang memperbaiki alas kaki. Jika rezeki bagus, dari pagi dia bisa mendapatkan Rp 120.000-an, lalu seperti biasanya dia titipkan gerobak di Taman Gandaria, lantas dia ke Stasiun Kebayoran Lama, naik sepur ke rumahnya di Sudimara.

Tentu ada juga hari seret rezeki dari memutari Kebayoran Baru: hanya membawa dua puluh rbuan (ongkos termurah Rp 6.000 per sebelah sepatu), untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya.
Reparasi sepatu adalah kebutuhan setiap pemakai alas kaki. Dulu, tahun 70-an, ketika sandal jepit pun masih mahal bagi masyarakat bawah, sehingga ke mana-mana nyeker, tukang sepatu adalah pekerjaan orang bawah untuk melayani orang atas. Sekarang, kata Bunyamin, “Orang-orang kan pake sepatu apa sandal, gitu.”
Hmmm reparasi atau jasa “bikin betul” sesuatu. Jika ada waktu, kelas menengah bisa ke cabang Stop n’ Go, dengan ongkos yang lebih mahal, dan yang dibawa ke sana kadang sepatu baru, untuk sekadar menampahkan lapisan dalam agar keringat dan bau terserap.
Bagi yang kurang waktu, atau jarang bepergian, tukang sepatu keliling adalah pilihan. Untuk mencegatnya bisa menitip ke tetangga atau pembantunya.
Kapankah hari-hari ramai bagi Bunyamin dan korpsnya? “Kalo mau puasa atau mulainya puasa. Banyak banget yang betulin sepatu,” katanya. Semakin memepet Lebaran, banyak orang sudah memiliki alas kaki baru, dari Yongki Komaladi sampai (mungkin) Manolo Blahnik.
NB: Boleh tahu jumlah alas kaki Anda, baik Anda wanita maupun pria?
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Kambing dan Kembang di Pemakaman
February 23, 2008 by AntyoPLASTIK ADALAH SOLUSI.
Baru sekarang saya sadar, kambing dan kembang memang berhubungan. Dulu kakak-kakak saya, yang bersekolah di SMP Kristen yang mayoritas siswanya keturunan Cina, mendapatkan pelajaran baca-tulis Arab Melayu. Tepatnya “Arab gundul”. Mereka memberi contoh kepada saya bahwa “kambing” dan “kembang” itu, kalau hanya satu kata, tulisannya sama. Begitu pula halnya dengan “kembung” [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Aku cm punya 2 cepatu (org manado tdk myebut sepatu). Satu spatu kets, satu lg pantofel utk k rumah sakit n k gereja.
—
Rumah sakit dan gereja. :)
/tyo/
resep awet sepatu.ya jangan dipake aja…tp jgn disimpen di tempat lembab..
—
sesekali dianginkan. jangan dijemur. jika kulit sudah mengeras oleh lilin semir, lunakanlah dengan leather cleaner… sebisa mungkin jangan gunakan semir cair, karena itu mirip vernis kalau sudah mengering, bisa bikin kulit pecah-pecah… untuk sepatu kulit tertentu, semir dari lemak cerpelai lebih cocok — tapi kok kejem ya?
/tyo/
pengennya punya beberapa biar bisa variasi, tapi yang sudah2, pasti punya 1 sampe jebol trus baru beli lagi. yah kecuali selop kondangan, pusaka hanya saat kondangan, hehe…
—
selalu ada sepatu andalan. :)
/tyo/
Zaman masih kerja full time, saya meninggalkan sepatu hak tinggi, sandal (jika dipakai jalan-jalan sehabis pulang kantor), dan sepatu yang dipakai. Paling aman memang pake sepatu yang nyaman dipakai kemana-mana, biasanya hak rendah (3-5 cm)….sayangnya nyaman ini baru terasa jika udah jelek…dan yang protes malah orang lain
—
Wah info baru ini. Sepatu jelek malah nyaman, tapi tidak bagi mata orang lain. Gitu ya Bu? :D
/tyo/
Saya shoesaholic (=syusyaholik=demen susah),Paman.. Sepatu saya kira2 20an pasang, kalo ditambah sandal2 waduh, jadi banyak banget. Lengkap dari stilleto super manis sampai safety shoes buat menembus badai salju..
Oiya, tentang kenapa ga pake sepatu all condition gear.. Pengalaman saya sih type2 sepatu berbahan goretex sangatlah tidak nyaman dipakai di jakarta.. panas gilaaaa!!
—
top pisan!
all condition memang buat dingin. tapi tetap lebih nyaman ketimbang sepatu tentara. :)
/tyo/