Dunia Wong Lanang: Penggemar Suara, bukan Penggemar Musik
KEREWELAN KUPING: BAWAAN, LATIHAN, GENGSI…

Tautan tentang percobaan audio yang ditaruh oleh seorang ibu di Facebook itu kemarin saya teruskan kepada seorang kawan. Dia yang paham banget soal audio (sering mengetes dan mengulas), dan kebetulan juga seorang pemusik tentu yang tentu paham sound, menanggapi begini, “Ini geng penggemar suara neh Om, bukan penggemar musik :p THX anyway.”
Saya membalas pemain bas yang gemar jazz dan progrock dengan teks tawa. Tanggapan susulan pun datang, “Faktanya begitu Om, para audiophile ini mah sistemnya aja yang ratusan juta, tapi koleksi CD/vinyl-nya mah paling banter 7 biji :p.”
Seberapa dia benar, saya tak tahu. Saya bukan audiophile, nggak ngerti soal hi-fi, dan nggak paham sampai ke urusan elektronikanya seperti Gus Tomo, blogger penikmat musik yang doyan bermain tabung itu.
Di sini saya hanya ingin tahu seberapa sih sebetulnya batas kerewelan kuping manusia terhadap reproduksi suara melalui media rekam dan penyuaranya?
Dulu banget, sudah lama, di majalahnya Tjandra Gozali ada iklan yang memuji pembacanya jika kuping mereka sepeka (bukan pekak) monyet. Kabarnya monyet sanggup menerima rentang frekuensi yang lebih luas daripada manusia.
Saya juga ingin tahu apakah kerewelan itu bawaan ataukah karena dilatih. Demo audio kelas hi-end di ruang kecil hotel, selain menunjukkan daya beli, saya andaikan juga menunjukkan tingkat kerewelan penggemarnya. Dalam bahasa yang gagah: pilihan audio menunjukkan cita rasa.
Mungkin pengandaian saya ngawur. Pernah seorang kawan minta tahu cari turntable dan amplifier bertabung yang untuk menyetelnya harus dihangatkan dulu. Tentu saja saya tak tahu. Itu asing bagi saya.
Setahu saya selama ini dia hanya penggemar musik biasa, dengan pemutar kelas kompo yang juga biasa, mirip yang dijual di Carrefour. Apakah setelah berpindah kerja ke tempat baru, sebuah bank BUMN, dia berubah?
“Lho, ini dunia wong lanang, Mas! Bos-bosku pada main audio, punya ruang sendiri. Mereknya aneh-aneh, nggak pernah terdengar. Kayaknya kok keren gitu, Mas. Aku pingin nyicil belajar mulai sekarang… Golf, aku sudah belajar. Otomotif juga, malahan garasiku dari dulu kayak bengkel. Tapi kalo yang ini (audio) belum, Mas,” katanya.
Jika esensi musik adalah bunyi, kadang saya memperlakukan suara sekitar — termasuk percakapan orang — sebagai musik. Itulah sebabnya saya jarang pakai headphone, itu pun dari pemutar cemen.
© Foto The Goldmund Reference II: entah | Daftar pemutar pelat mahal lihat sini.
29 Responses to Dunia Wong Lanang: Penggemar Suara, bukan Penggemar Musik
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Indian Amrik Ngamen di Betawi
May 8, 2007 by AntyoMEREKA PERNAH KITA ANGGAP DAYAK.
Saya melihat mereka pertama kali tahun lalu di Mal Artha Gading (MAG). Dua orang Indian Amerika, dengan pakaian kebangsaannya, memainkan gitar dan seruling (beberapa jenis, bergantian), dengan iringan MIDI dari laptop yang disambungkan ke sistem suara. Saya beli salah satu CD yang mereka jajakan. Kuciwa juga ternyata tak senikmat [...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Sebelumnya kalau mau dengerin audio2 kayak gitu musti ke dokter THT dulu pak, membersihkan kotoran telinga yg mungkin menyumbat :D Minimal beli obat tetes telinga dulu.
Setelah itu baru coba dengerin file2 FLAC nya Acoustic Alchemy, sayang aku cuma mau invest di headphone logitech ClearChat Premium, males beli yg mahal-mahal.
—
Ya. Hidup dokter THT! :D
/tyo/
pengen bose companion 3 aja gak kesampean paman…mumet dunia wong lanang kedonyan…
—
makanya, jangan banyak keinginan :P
/tyo/
eh, kok sama sih paman. aku jg nggak peduli suara…dlm arti apa saja bisa masuk, mari silakan. jarang pake earphone… rasane gatel ning kuping.
—
gatel di kuping. hahaha.
/tyo/
kalo udah beli spiker mahal nanti ndadak musti menyediakan waktu khusus buat ndengerin musik. wong baru beli sepeda tiga juta aja sudah dipaksa bini untuk ngonthel terus…
—
hahahahaha. makin mahal sepedanya makan panjang jarak tempuhnya. :P
/tyo/