Maka Facebook pun Diblok di Kantor Anu
DI KANTOR LAIN BOLEH, KENAPA DI SINI NGGAK?

Satu lagi saya dengar sebuah kantor menutup akses ke Facebook. Alasannya, demi efisiensi bandwidth dan produktivitas. Hmmm… saya mengulang posting tahun 2007 tentang Kantor sebagai Warnet Gratis? Sedikit. Mengulang apa yang pernah saya tulis di Facebook (Facebooking @ Kantor: Boleh atau Diblok Saja?)? Ah, juga cuma sedikit saja kok.
Uh, ralat! Daripada memutar lagu lama lebih baik saya sodorkan lagu baru. Izinkanlah saya dengan memohon maaf bertanya: jika bekerja di kantor itu, apakah sebagai pengguna Facebook Anda akan protes?
Bila jawabannya, “”Ya dong! Jelas!”, berarti Anda normal. Tercabutnya sebuah keasyikan, gratis pula, jelas bikin kuciwa dan gusar. Ini represif, tanpa atau tidak semena-mena (=sewenang-wenang), mirip rudapaksa.
Pertanyaan kedua dari saya tanpa permintaan maaf. Seberapa banyakkah pekerjaan Anda terbantu oleh Facebook dan layanan internet lainnya, termasuk blog, mikroblog, messenger, audio-video streaming, dan bahkan torrent?
Jika jawabannya “Sangat amat banget!” maka saya acung jempol. Hari gini kerja tanpa internet itu tak mungkin. Nah, bagaimana mengukur sangat amat banget nian pisan sekali itu, Anda yang lebih tahu.
Misalnya? Tanpa terhubung ke orang luar dari beragam profesi, dan tanpa bantuan hiburan maupun segala berkas unduhan, maka materi yang Anda kerjakan tidak bisa jadi. Artinya Anda berhak menggerakkan para sejawat yang sehaluan-sepikiran-senasib-sehobi untuk membuat petisi kepada manajemen.
Oh, bisa saja bukan cuma pasal penggenapan pekerjaan, tetapi internet telah membantu pengembangan diri Anda baik sebagai karyawan maupun pelaku profesi, sehingga pembatasan akses akan membonsaikan Anda?
Ehm, silakan berdiskusi dengan HRD, dengan materi utama seberapa banyak pengembangan diri Anda (karena dukungan internet) itu akan menguntungkan lembaga atau kumpeni. Setidaknya, menguntungkan di mata manajemen. :)
Aha! Taruh kata Anda dapat membuktikan bahwa pekerjaan beres, bahkan melebihi terget, karena Anda punya kemampuan manajemen waktu yang bagus, bisa multitasking (Boy Avianto pernah meralat: rapid refocusing) sambil ber-FB-ria dan chatting (sekalian meramaikan milis ini dan itu), bagaimanakah jawaban orang HRD?
Saya tak membayangkan jawaban dia atau mereka dari HRD. Saya malah berbelok soal. Misalkan Anda jadi bagian dari manajemen yang harus membatasi akses internet tertentu, dan mendapatkan semua sanggahan, sejak pengembangan diri sampai bukti target, bagaimanakah Anda menjawabnya?
Semoga dalam dialog (Anda sebagai wakil manajemen atau bos) itu tak ada kilah dari karyawan, “Di kantor lain boleh, malah bebas, mau ngeliat bokep juga bisa kalau mau, yang penting kerjaan beres, karena semua orang diperlaukan dewasa, kenapa di sini nggak?”
Jika ada, semoga Anda tidak mendadak terpancing untuk menukas, “Lha ya sana, Anda kerja di kantor lain supaya bebas berwarnet gratis di tempat kerja!”
Dahulu kala, pada abad lalu, ketika kantor belum berinternet, maka persoalan manajemen hanyalah karyawan yang doyan nge-game di tempat kerja…
© Gambar asli kamar kecil: entah
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Berair-air Kita tapi tak Pernah Paham
December 21, 2006 by AntyoPAPARAN SEORANG ILMUWAN YANG BLOGGER.
Siapa juga yang mau jadi The Mariner (Kevin Costner) dalam Waterworld.
Kakinya berselaput, kupingnya kayak punyanya ikan, minumnya dari sulingan pipisnya sendiri. Tapi itulah hasil adaptasi untuk bertahan hidup sampai menemukan daratan. Kurang air kita susah. Kebanyakan air kita bingung.
Air. Tepatnya air tawar. Dulu, sebelum manusia [...]
Recent Comments
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Saya bekerja di kantor Bimbingan Belajar. Saya adalah admin dari akun facebook atas nama lembaga. Tujuannya mengontrol siswa yang sering Online dan memantau pergaulan dunia maya siswa. Selain itu facebook atas nama lembaga saya menjadi sarana totalitas pelayanan (siswa boleh bertanya Pe-Er lewat facebook tanpa harus buat janji dengan tutor).
Jadi, di kantor saya facebook diwajibkan!
:)
facebook bikin katro sama kaya mariuyana…ha..ha
Sedang jenuh dengan FB. Ketika muncul aturan dari manajemen untuk menutup FB, saya tidak keberatan. Tetapi ketika tahu penutupan itu sepaket dengan penutupan Plurk, saya kalang kabut. Aaargh… (LOL)
Tergantung boss besar si. Klo boss besar uda doyan FB-an, orang IT kan tinggal memfasilitasi, yang lainnya ikutan menikmati. Mangkenye, bossnya diajarin biar ga gatek dunk.
kadang kalo lagi stuck sama kerjaan, oksigen yang mengalir ke otak lagi macet, iseng2 buka fesbuk liat status orang2 kalo ada yg menarik kasih sedikit komen..
cukup berguna buat pencerahan….
status fesbuk juga bisa dijadiin ajang promo produk kumpeni saya.
*BoD kumpeni saya menyarankan para karyawannya buat account fesbuk :D*
doooh ga kebayang kalo kerjaan saya ga didukung internet, koordinasi mesti by phone, ga bisa disambi ngerjain kerjaan lain..
kalo chat kan ada log-nya juga,,semua history chat bisa terdokumentasi lengkap.
—
Kantor yang menyenangkan! :)
/tyo/
Kalau fb = “teroris”, setali tiga uang dengan — pihak kantor yang memblokir fb = “teroris”, … hahaha. (Ngeri akh, jadi serem, kayak zaman penjajahan, yang berkuasa gampang melarang apa saja yang “dibenarkan” sebagai pembenaran.) Buka mata, buka hatilah, mana yang perlu dan mana yang tidak dengan asas keadilan!
—
Wah jangan serem-serem kalo pake istilah, Pak Guru Bahasa John!
/tyo/