<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tak Gendong&#8230;</title>
	<atom:link href="http://blogombal.org/2009/07/01/tak-gendong/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogombal.org/2009/07/01/tak-gendong/</link>
	<description>catatan ringan angin-anginan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 06:25:26 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Taufan</title>
		<link>http://blogombal.org/2009/07/01/tak-gendong/comment-page-2/#comment-468694</link>
		<dc:creator>Taufan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 04:03:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/?p=1575#comment-468694</guid>
		<description>Tak kèthak, tak pisuhi, tak apusi. Tak tratak...tak... He....he..
---&lt;em&gt;
Waduh :D
/tyo/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tak kèthak, tak pisuhi, tak apusi. Tak tratak&#8230;tak&#8230; He&#8230;.he..<br />
&#8212;<em><br />
Waduh :D<br />
/tyo/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tiyok</title>
		<link>http://blogombal.org/2009/07/01/tak-gendong/comment-page-2/#comment-468424</link>
		<dc:creator>tiyok</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 06:41:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/?p=1575#comment-468424</guid>
		<description>Sejak kedatangan keluarga kami, maka tetangga sekitar pun mulai memakai “tak” dalam kehidupan sehari-hari. Padahal tetangga-tetangga saya itu orang Batak, Minang, Sunda, Melayu. Ibu saya memang kental sekali Jawanya
Lancar Basa Kromo Pam? Saya sering kagok bila mengobrol dengan simbah-simbah yang hanya bisa berbahasa Jawa. Akhirnya banyak ah-ih-uh dicampur kata-kata dari bahasa ngoko, sambil berharap penggunaannya benar.
Saya pernah ketemu kawan orang Purwokerto, keturunan Cina, dan ngapaknya bahkan melebihi kawan saya yang Jawa asli, ngapak pula sejak lahir! Begitupun dengan warga Cina-Jawa di Surabaya dan Semarang, rata-rata medok abis, mungkin malah melebihi orang Jawa!
---&lt;em&gt;
Tanpa bermaksud melecehkan warga keturunan Cina, memang begitulah stereotipenya. Artinya kalau kita anggap mereka itu asing, jelas keliru. :)
/tyo/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak kedatangan keluarga kami, maka tetangga sekitar pun mulai memakai “tak” dalam kehidupan sehari-hari. Padahal tetangga-tetangga saya itu orang Batak, Minang, Sunda, Melayu. Ibu saya memang kental sekali Jawanya<br />
Lancar Basa Kromo Pam? Saya sering kagok bila mengobrol dengan simbah-simbah yang hanya bisa berbahasa Jawa. Akhirnya banyak ah-ih-uh dicampur kata-kata dari bahasa ngoko, sambil berharap penggunaannya benar.<br />
Saya pernah ketemu kawan orang Purwokerto, keturunan Cina, dan ngapaknya bahkan melebihi kawan saya yang Jawa asli, ngapak pula sejak lahir! Begitupun dengan warga Cina-Jawa di Surabaya dan Semarang, rata-rata medok abis, mungkin malah melebihi orang Jawa!<br />
&#8212;<em><br />
Tanpa bermaksud melecehkan warga keturunan Cina, memang begitulah stereotipenya. Artinya kalau kita anggap mereka itu asing, jelas keliru. :)<br />
/tyo/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yudha kartohadiprodjo</title>
		<link>http://blogombal.org/2009/07/01/tak-gendong/comment-page-2/#comment-467885</link>
		<dc:creator>yudha kartohadiprodjo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 05:51:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/?p=1575#comment-467885</guid>
		<description>Ini jelas wartawannya tidak melakukan riset dengan benar. Dalam bisnis content, lebih dari 50% dari biaya yg dibebankan kepada pelanggan akan diambil oleh telko. Setelah itu, 25 persen akan diambil lagi oleh Content Provider. Sisanya baru diambil oleh pemilik rights. Berdasarkan kontrak antara pencipta lagu, penyanyi,produser dan label maka 25% dari total tersebutlah yang dibagi. Agak memalukan kesimpangsiuran ini terjadi.
---&lt;em&gt;
Mmmmmm gitu ya? Hahaha. :)
/tyo/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini jelas wartawannya tidak melakukan riset dengan benar. Dalam bisnis content, lebih dari 50% dari biaya yg dibebankan kepada pelanggan akan diambil oleh telko. Setelah itu, 25 persen akan diambil lagi oleh Content Provider. Sisanya baru diambil oleh pemilik rights. Berdasarkan kontrak antara pencipta lagu, penyanyi,produser dan label maka 25% dari total tersebutlah yang dibagi. Agak memalukan kesimpangsiuran ini terjadi.<br />
&#8212;<em><br />
Mmmmmm gitu ya? Hahaha. :)<br />
/tyo/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muntaha</title>
		<link>http://blogombal.org/2009/07/01/tak-gendong/comment-page-2/#comment-465185</link>
		<dc:creator>muntaha</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 10:23:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/?p=1575#comment-465185</guid>
		<description>hanya ingin mengambil pelajaran dari fenomena mbah surip. ambil enaknya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hanya ingin mengambil pelajaran dari fenomena mbah surip. ambil enaknya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lover</title>
		<link>http://blogombal.org/2009/07/01/tak-gendong/comment-page-2/#comment-464174</link>
		<dc:creator>Lover</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 13:40:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/?p=1575#comment-464174</guid>
		<description>Begitulah bahasa... biarkan sajalah mengalir apa adanya. Enak toh... Mantep toh...??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Begitulah bahasa&#8230; biarkan sajalah mengalir apa adanya. Enak toh&#8230; Mantep toh&#8230;??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Joseph</title>
		<link>http://blogombal.org/2009/07/01/tak-gendong/comment-page-2/#comment-463817</link>
		<dc:creator>Joseph</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 13:35:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/?p=1575#comment-463817</guid>
		<description>Rejeki orang memang ga bisa ditebak yah.. hanya dengan lagu yg simple dengan sedikit bahasa daerah bisa mengeruk 33M. Salut aja deh sama mbah surip bisa bikin orang merasa lucu dan teringat terus jadinya.
---&lt;em&gt;
Oh ya?
/tyo/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rejeki orang memang ga bisa ditebak yah.. hanya dengan lagu yg simple dengan sedikit bahasa daerah bisa mengeruk 33M. Salut aja deh sama mbah surip bisa bikin orang merasa lucu dan teringat terus jadinya.<br />
&#8212;<em><br />
Oh ya?<br />
/tyo/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gum</title>
		<link>http://blogombal.org/2009/07/01/tak-gendong/comment-page-2/#comment-463293</link>
		<dc:creator>gum</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 09:14:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/?p=1575#comment-463293</guid>
		<description>begitulah, paman. bahasa itu hidup, seakan punya nyawa. selama nafasnya (kita, para pengguna) juga masih terus menggunakannya.

eh, paman. entar malem gue tungguin di enggok-enggokan deketnya jomplangan sepur ya.
---&lt;em&gt;
enggok-enggokan. aha! lama nggak dengar!
/tyo/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>begitulah, paman. bahasa itu hidup, seakan punya nyawa. selama nafasnya (kita, para pengguna) juga masih terus menggunakannya.</p>
<p>eh, paman. entar malem gue tungguin di enggok-enggokan deketnya jomplangan sepur ya.<br />
&#8212;<em><br />
enggok-enggokan. aha! lama nggak dengar!<br />
/tyo/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusno</title>
		<link>http://blogombal.org/2009/07/01/tak-gendong/comment-page-2/#comment-463279</link>
		<dc:creator>Yusno</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 07:12:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/?p=1575#comment-463279</guid>
		<description>33 milyar? Enak dong, asyik dong! Mendingan tak gendhong ke mana2.
---&lt;em&gt;
walah, jangan terpukau angka dulu. lebaih baik nanya orang label dan... kantor pajak! :D
/tyo/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>33 milyar? Enak dong, asyik dong! Mendingan tak gendhong ke mana2.<br />
&#8212;<em><br />
walah, jangan terpukau angka dulu. lebaih baik nanya orang label dan&#8230; kantor pajak! :D<br />
/tyo/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: surip</title>
		<link>http://blogombal.org/2009/07/01/tak-gendong/comment-page-2/#comment-463073</link>
		<dc:creator>surip</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 04:04:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/?p=1575#comment-463073</guid>
		<description>Mbah Surip yang Fenomenalllllllllll

Tau Ga... Dari &quot;Tak Gendhong&quot; Mbah Surip Dapat Royalty 4,5 M...????

buka sini (ada videonya lohhh)

http://ekojuli.wordpress.com/2009/07/14/wuih-dari-tak-gendhong-mbah-surip-dapat-royalty-45-m/
---&lt;em&gt;
wuih. bener tuh?
/tyo/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbah Surip yang Fenomenalllllllllll</p>
<p>Tau Ga&#8230; Dari &#8220;Tak Gendhong&#8221; Mbah Surip Dapat Royalty 4,5 M&#8230;????</p>
<p>buka sini (ada videonya lohhh)</p>
<p><a href="http://ekojuli.wordpress.com/2009/07/14/wuih-dari-tak-gendhong-mbah-surip-dapat-royalty-45-m/" rel="nofollow">http://ekojuli.wordpress.com/2009/07/14/wuih-dari-tak-gendhong-mbah-surip-dapat-royalty-45-m/</a><br />
&#8212;<em><br />
wuih. bener tuh?<br />
/tyo/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dony Alfan</title>
		<link>http://blogombal.org/2009/07/01/tak-gendong/comment-page-2/#comment-462797</link>
		<dc:creator>Dony Alfan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 05:25:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/?p=1575#comment-462797</guid>
		<description>Saya inget ajaran dari paman blontank, menurutnya yang bener itu &quot;dak&quot;, bukan &quot;tak&quot;. Dan kata &quot;dak&quot; itu penulisannya juga digandeng, misalnya : dakgendong, daklakoni, daktumpaki.
Untuk lebih jelasnya, monggo langsung bertanya kepada penghisap samsu itu :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya inget ajaran dari paman blontank, menurutnya yang bener itu &#8220;dak&#8221;, bukan &#8220;tak&#8221;. Dan kata &#8220;dak&#8221; itu penulisannya juga digandeng, misalnya : dakgendong, daklakoni, daktumpaki.<br />
Untuk lebih jelasnya, monggo langsung bertanya kepada penghisap samsu itu :D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

