Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Stok Foto & Clipart Tampang Indonesia. Anda Juga Butuh?

Kamis, 09 Juli 2009 @ 12:23 | Umum

TERNYATA TAK SEBANYAK WAJAH KAUKASOID…

Biasa, kalau butuh ilustrasi wajah yang “asiatic“, wanita pula, cara yang relatif aman ya ambil bintang hiburan Asia, bila perlu JAV. Kenapa aman? Pemilik hak ciptanya kayaknya nggak terlalu rewel, kecuali dipakai untuk urusan komersial yang berlebihan.

Kok relatif aman? Biarpun si model tak bugil, tetapi fotonya untuk ilustrasi dalam presentasi bagi kalangan tertentu bisa mengundang tawa. Nama si bintang tak dihapal, tetapi ingatan pemirsa terhadap wajah tertentu melebihi ingatan tentang versi peramban (browser) yang dipakainya sehari-hari.

Untuk aktris tertentu, biarpun wajah sudah dikrop tinggal sepertiga tetap saja langsung dikenali oleh “11 dari 10″ pria pengguna internet. Bahkan para penggemar tak hanya hapal wajahnya. Bagian lain tubuh si aktris pun sudah dihapal. Akibat penghayatan yang luar biasa.

Bukankah ada stok foto berbayar bahkan gratis? Ya. Tetapi sebagian besar, setahu saya, berisi wajah bule. Wajah Asia juga ada, tetapi stok Melayu tidak banyak amat. Coba Anda cari foto orang kantoran berwajah Melayu, atau foto anak-anak kampung Jawa sedang bermain gerobak.

Ngembat dari Flickr dan situs klub fotografi? Waduh, ini sama saja merampok terang-terangan. Apalagi dari Facebook dan blog. Bisa-bisa urusannya HAKI.

Maka lihatlah. Saking kepepetnya, bagian iklan koran dan majalah terpaksa memasang wajah bule untuk ilustrasi advertorial dan sejenisnya. Padahal foto-foto itu diperoleh dengan membeli atau dari Stock Exchange. Halaman Klasika koran sekelas Kompas pun sering pasang gambar impor untuk ilustrasi…

Lho, bukannya di setiap media itu ada fotografer? Mereka orang redaksi, bukan awak bagian bisnis. Kalaupun bagian bisnis punya stok gambar, ya terbatas. Itu pun, jika menyangkut stok kegiatan kantor, ada yang memanfaatkan lingkungan sendiri, sehingga orang dan interiornya ya itu-itu melulu.

Perkecualian tentu ada. Untuk majalah yang sadar kualitas gambar, dan memang kreatif, lagi pula sadar hukum, semuanya dibuat sendiri. Tak ada foto yang didapat dengan main embat. Untuk koran yang terbit harian, atau newsletter dengan awak dan anggaran terbatas, kadang cari gampangnya saja… Lalu muncullah kredit foto “istimewa”.

Di mana persoalannya? Fotografi digital berkembang pesat. Pemilikan alat kian meluas. Tetapi stok foto gratisan beresolusi tinggi tentang Indonesia ternyata tak banyak. Maka seperti halnya blog, ketika media cetak dan presentasi (termasuk dummy majalah) membahas gosip kantoran maka gambarnya dari kantor Amerika. Ketika membahas ibu dan anak di Jakarta, fotonya berwajah Eropa.

Selain foto, cari pula clipart yang rada mengindonesia. Kayaknya kok jarang. Padahal saya lihat ada saja media cetak yang selalu membuat ilustrasi vektor. Jika mereka tak keberatan berbagi, tinggal selangkah gambar-gambar kedaluwarsa itu dikonversi sebagai clipart.

Huh, gratis? Enak aja. Bikinnya capek, orang lain nyomot buat nyari duit. Hmmm… bisa diatur sih, untuk keperluan apa saja. Misalnya dengan Creative Commons dan sebagainya. Memang, jika menyangkut model, baik pro maupun amatir, ada soal lain lagi, setidaknya model release. Tetapi itu urusan si fotografer dan publisher begitulah. ;)

Kalau saja ada situs stok foto dan clipart Indonesia yang komplet, foto gowok dan sawo lebih mudah didapatkan ketimbang foto plum dan persik. Foto lotek lebih mudah didapat daripada pizza. Clipart orang Jawa berbaju batik bisa didapatkan semudah foto orang bule pakai setelan jas.

Adakah yang mau memulai? Wahai para fotografer dan ilustrator… marilah berbagi. Kita bangun konten visual Indonesia.

© Foto Komukai Minako dan Methinee Kingpayome: tidak diketahui.

Ada 37 komentar | trackback | Depan

#37

antown | 13 10 2009 @ 15.36.50

betul, paman. ide bagus. saya juga mikir kesana


#36

8_shi | 14 08 2009 @ 15.11.47

wah…ide keren paman…
boleh ikutan nyoba?
upload dimana ya??? *mikir*

Langsung saja dicoba. Untuk yang pro, gabung ke AyoFoto.com. Untuk yang berbagi tanpa niat komersial, pakai saja layanan image hosting seperti PhotoBucket.com. Ada album di sana.
/tyo/


#35

Kardjo | 13 08 2009 @ 22.40.44

kalau saya punya koleksi album foto asli indonesia…. isine mung jemblem , thiwul, gethuk, lsp.
Cocok apa gak ya?

Tentu cocok! Itu bagian dari khazanah Indonesia.
/tyo/


#34

-GoenRock- | 10 08 2009 @ 14.31.18

Woh! Ide bagus Paman! Eksekusi! *lha kok saya maen perintah2?*

Baiklah Tuan!
/tyo/


#33

Bram | 07 08 2009 @ 13.06.23

Amin, semoga jadi kenyataan

Mari.
/tyo/


#32

Andy MSE | 06 08 2009 @ 15.21.06

11 dari 10??? huahaha…
*syusyah Man! jangankan soal gambar, di Solo, bagian jalan untuk pejalan kaki namanya “citywalk”, entah pengin keren, atau bingung boso Jowo-ne? (doh)

Syusyah memang! :D
/tyo/


#31

Dibya Pradana | 05 08 2009 @ 8.58.02

Alhamdulillah, ayofoto.com akhir Juli kemarin menang 2 Award sekaligus.

Pertama 29/7 Indonesia ICT Award 2009 yg diselenggarakan oleh DEPKOMINFO untuk kategori eBusiness for SME (http://www.inaicta.web.id)
Fitur jual-beli foto mendapat penilaian tinggi dari tim juri karena merupakan penerapan IT tepat guna untuk meningkatkan kesejahteraan fotografer (sebagai Kelompok Usaha Kecil Menengah)

Berselang 2 hari, 31/7 menang BUBU Award V.06 2009 untuk kategori Corporate Indonesia Social Networking. (http://www.bubuawards.com)

Horeeeee! Selamat!
/tyo/


#30

titiw | 28 07 2009 @ 17.24.14

Moga2 kali ini aku dianggep bisa matematik. Kemaren sempet kepikiran foto2in apapun yg “keindonesiaan”.. Misalnya “Sate Padang”.. “Bebek Kaleyo” tapi bingung ditaro di mana ya paman, supaya gampang disearch di google, tapi gak harus ditaro di postingan blog..?! Hem..

Terus gimana dong? Buat apa gambar-gambar itu? :D
/tyo/


#29

OchaIntroverto | 26 07 2009 @ 23.09.53

Pertama: salam kenal ya paman tyo..baru pertama kali mampir nih…

hmmm…bener banget..butuh tuch stok foto clipart tampang Indonesia…tapi kira2 mukanya siapa ya yang bakal dipake? hehehehhe…

Salam juga.
Tampang siapa? Tampang semua bintang sinetron!
/tyo/


#28

ansav | 24 07 2009 @ 2.30.11

semangat tuk foto-foto neh jadinya…

Mari!
/tyo/


#27

job vacancy | 23 07 2009 @ 7.14.50

memang dibutuhkan sekali tuh paman..


#26

sigit | 22 07 2009 @ 10.51.03

wah ide yang sangat menarik tuh paman… Saya termasuk orang yang terus terang juga sudah lama mempertanyakan itu juga. Hmm, mungkin bisa dimulai dengan menggunakan foto koleksi pribadi kali ya? :) Sayang saya tidak termasuk orang yang jago fotografi

Masalahnya, jika menyangkut wajah orang, ada pasal HAKI lho.
/tyo/


#25

mastongki | 18 07 2009 @ 23.56.24

Kalau blog yang oh! itu bijimana Paman? Dan lagi kalau gak salah kan ada langganan antara foto…

Yang Oh! itu ya cuma gitu, gak layak comot. Tapi kalo ada yang doyan ya cukup nyantumin sumber. Antara sediain foto, Tempo juga, tapi kadang kayaknya “terlalu jurnalistik”, padahal pemakai biasa kan butuh yang juga biasa, terutama bangsanya foto koin rupiah, uang rupiah, kegiatan bekerja, makan, olahraga ringan, pokoknya yang serba-Indonesia.
/tyo/


#24

Mas Kopdang | 18 07 2009 @ 13.28.11

wajah melayu atau jawa, gak pas kalau menunjukkan sedang berkerja..
eksmud,sekretaris, atau sedang diskusi dan presentasi.

kalo untuk urusan wajah yang sumringah liburan atau kongkow-kongkow..paling passss!

:P
(otokritik)

Waduh ngece tenan iini :D
/tyo/


#23

widi | 17 07 2009 @ 9.18.27

Salam kenal mas. Ide yg bagus buat kembali ke jatidiri bangsa. Jadi inget posternya Bang Iwan Fals “WAJAH PRIBUMI”

Kembali ke jatidiri bangsa? Wah berat ini. Wong urusannya cuma foto yang familiar sama keseharian kita kok. Syukur gratis. :D
/tyo/


#22

mesinbisnisuang.com | 16 07 2009 @ 0.27.21

cantik2 yah trnyata,
jadi tmbh….

duh kalo sudah melihat wajah cantik…
/tyo/


#21

Kyai slamet | 14 07 2009 @ 18.19.28

@Dony Alfan, GRATIS apanya? Ikut dong!

gawat!
/tyo/


#20

TransJakarta | 14 07 2009 @ 3.37.54

di flickr ada crative common license yang gambarnya boleh di kopi selama pemakai ngasih kredit ke pemilik gambar

masalahnya adalah… bagaimana dengan pemilik wajah yang ada dalam foto?
/tyo/


#19

lantip | 14 07 2009 @ 3.20.01

wah aku kok setuju sama usulan warm (#12). fotonya pamantyo itu layak koleksi memang. *mesam mesem*

ngaco!
/tyo/


#18

easy blog trick | 13 07 2009 @ 23.01.18

walah, berarti wajah2 yang nampang di koran2/majalah2 tu ada ijinnya to?

wajah siapa dulu? HAKI sudah mengaturnya kok… antara lain “untuk kepentingan yang wajar”
/tyo/


#17

se7en_pearl | 13 07 2009 @ 16.21.43

emank kyknya mending cari wanita asia yg cocok trs moto ndiri kan lbh berasa seninya…..
trs kita bisa minta dia gaya apa yg cocok…

asal dia/mereka bersedia ;)
/tyo/


#16

Dony Alfan | 13 07 2009 @ 12.03.20

Kalau saya sih mending motret sendiri, paman. Cari wanita muda yang eksibisionis, kadang bisa gratis. Asal dapat foto baru untuk diupload di fesbuk, mereka sudah senang, haha

ehm :)
/tyo/


#15

hedi | 12 07 2009 @ 11.34.56

sebenarnya ada juga foto gowok atau sawo itu via google, tapi ke-indeks-nya baru page 7-8 atau karena nama foto dan tag yg ga sesuai khalayak :P

begitulah. masalahnya foto hi-res atau bukan? ;)
/tyo/


#14

edratna | 12 07 2009 @ 6.52.46

Foto2 nya paman kok nggak ada?

foto saya atau jepretan saya? keduanya tidak layak, bu. :D
/tyo/


#13

Daus | 11 07 2009 @ 11.45.42

Om, di Indonesia sudah ada situsnya: ayofoto.com, punyanya mas Dibya (pernah kerja sama dengan Snap! kan?)
:)

Betul, Daus. Thanx. Ternyata AyoFoto sdah melesat jauh ke versi 4. Barusan saya ndaftar ke sana dan dapat respon dari Dipa. :)
/tyo/


#12

warm | 11 07 2009 @ 8.18.21

foto paman tyo itu saja seperti beraura kaukasian ..
:D
ayo, mulai dgn foto sampeyan aja sbagai contoh deh

yang mana yang anda maksud? :D
/tyo/


#11

yoseph calondokter | 10 07 2009 @ 20.55.36

Mungkin bangsa Indonesia masih rasis, menganggap kaukasian lebih ‘tinggi’ dari pribumi. warisan politik aliran ya klo ga salah?

Kayaknya bukan itu masalahnya. Ini soal ketersediaan gambar yang bagus kok. :D
/tyo/


#10

muji | 09 07 2009 @ 19.07.00

ide yang bagus tuh, pak. perlu dipikir dan dikembangkan.

mari, pak.
/tyo/


#9

Karunia | 09 07 2009 @ 18.03.23

Lha iklan TV Indonesia saja banyak yang pake bintang wajah bule atau setengah bule. Padahal ngomongnya pake bahasa Indonesia (pake logat bule pula). Apa ada rasisme di negeri ini?

Rasisme? Ah bukanlah…
/tyo/


#8

Chic | 09 07 2009 @ 17.50.22

ayo di mulai dengan koleksi photo paman yang dulu pernah dipamer-pamer ke saya ituuuuu.. :D

Koleksi foto yang mana? Memamerkan? Bukannya Chichi ngeliat sendiri di Mac-e saya? :P
/tyo/


#7

godote | 09 07 2009 @ 15.46.29

foto pangananku sering dadi korban je paklik. arep tak dhelik’ke tapi kok dadi ora ono sing ndelok?. arep di gelar, ning kok di ciak sak karep’e. opo tumon? wkwkwkw

Lha itu Pak Godote: diciak semaunya. Itulah perlunya sebuah wadah khusus foto resolusi tinggi dengan aturan main yang jelas. Pelanggaran pasti ada, tapi wisdom from the crowd kan bisa dilibatkan untuk kontrol sosial. :)
/tyo/


#6

mpokb | 09 07 2009 @ 15.25.29

kalau mencari foto ABG manyun mode on dengan kepala (di)miring(kan), dari Indonesia sepertinya paling banyak, bangpaman..

Betul, Mpok! Tapi keyword-nya apa ya? :D
/tyo/


#5

DV | 09 07 2009 @ 14.33.42

Ide yang menarik Paman.. ayo gek ndhang diwiwiti ! :)

Yang mau memulai itu blogger Indonesia yang di Australia, yang gagah tampan berpose dengan kameranya di Facebook. :D
/tyo/


#4

ardyansah | 09 07 2009 @ 14.23.23

gambar nomer 3… enaknya dipake ilustrasi apa ya paman??? :D

Itu foto berbayar, dengan kategiri gambar “business” dan “office”. Ya pasti buat membahas dunia kerja. :)
/tyo/


#3

JalanSutera.com™ | 09 07 2009 @ 14.19.34

kalo di majalah sebelah lain lagi. stock photo utk advertorial, iklan, dan promo produk.. bisa pake wajah para pegawai. seorang teman ada yg protes karena tampangnya yang sedang lesu digunakan sebagai ilustrasi produk vitalitas pria. duh..!

Duh juga. Lihat paragraf ketujuh. :D
/tyo/


#2

Sandal | 09 07 2009 @ 14.11.54

Mas Paman, sebenarnya Google Image Search sudah support pencarian wajah lho.

Tetapi ketika saya coba mencari muka dengan keyword ‘Indonesia’, munculnya beberapa wajah asia termasuk mbak bintang JAV yang namanya sudah tersohor kemana-mana.

Soal keywords atawa tags, ya, ya, ya… Idola Mas Sandal juga ada di sana kan?
/tyo/


#1

adis | 09 07 2009 @ 12.44.50

Loh bukannya kalo di flickr itu boleh dipakai secara gratis paman?
Nih kutipan dari terms of service-nya :

With respect to photos, graphics, audio or video you submit or make available for inclusion on publicly accessible areas of the Yahoo! Services other than Yahoo! Groups, the license to use, distribute, reproduce, modify, adapt, publicly perform and publicly display such Content on the Yahoo! Services solely for the purpose for which such Content was submitted or made available. This license exists only for as long as you elect to continue to include such Content on the Yahoo! Services and will terminate at the time you remove or Yahoo! removes such Content from the Yahoo! Services.

Nggak begitu ngerti inggris, tapi kalo ndak salah ya terjemahannya boleh dipake gratis selama ndak dihapus sama yang punya..gitu to paman? CMIIW

Persoalannya apakah para pemakai, secara moral, menyertakan kreditasi sumber? Juga, apakah barang gratis dipakai untuk dagang? :D
/tyo/