Apakah Kita Paham Tetangga?
KENAL TAK BAWA MANFAAT. TAK KENAL juga TAK RUGI (?)
“Dik, Jalan Adem Ayem tiga (romawi) di mana?”
“Nggak tau, Oom.”
“Masa sih. Ini kan Jalan Adem Ayem Raya?”
“Saya nggak pernah lewat Jalan Adem Ayem… berapa tadi, Oom?”
“Oh ya sudah. Kalo Er-Te tiga belas di mana?”
“Apalagi Er-Te, Oom. Sini ikut Er-Te berapa aja saya nggak tau.”
“Rumah adik di mana?”
“Ini. Saya panggilin papa saya aja ya,” (menunjuk ke arah belakang punggungnya, sambil duduk di atas sadel sepeda).
Bayangkan jika penanya adalah Anda. Masih untung jika anak itu nggak nanya, “Oom bawa GPS nggak? Tadi sebelum ke sini ngeliat Google Maps nggak?”
Ini posting riwil, cemen, nggak penting. Tapi sebetulnya saya mengajak Anda semua becermin supaya bukan cuma saya saja yang becermin. Kesimpulan sementara, jika menyangkut saya, memalukan juga. Saya tak paham neighbourhood saya dengan baik. Akibatnya anak-anak saya pun begitu.
Barusan saya menguji anak sulung saya, apakah dia tahu siapa itu Pak Anu dan Pak Itu. Dia menggeleng. Kalaupun dia tahu Pak Ini, belum tentu dia tahu dia bekerja di mana. Kesemuanya adalah tetangga kanan-kiri saya. Malah anak-anak saya hanya tahu Mbak Sana dan Mbak Sini tapi tak tahu nama orangtua mereka.
“Saya bukan ketua RT, buat apa reseh mau tahu?” kata Anda. Baiklah. Saya juga bukan ketua RT.
“Emang saya anggota militer zaman Orba, harus tahu siapa saja tetangga saya dalam radius seratus meter?” sergah sebelah Anda. Baiklah. Saya juga bukan serdadu.
“Kami ini begitu pulang kerja udah capek. Anak-anak pulang sekolah dan les juga capek. Mau keluar males. Mendingan ke mal sekalian. Lagian rumah-rumah sekitar juga gitu kok. Habis magrib sudah ketutup rapet rumahnya,” kata Anda dan pasangan. Baiklah. Mari bersalaman. Terus, kalau mau bertandang, emang ada topik yang bisa dibicarakan?
Tak usah di Jakarta dan sekitarnya. Di Yogya pun dapat dimaklumi jika mahasiswa yang sudah tahunan indekos di sebuah rumah tak kenal kanan-kirinya. Yang penting bagi mereka adalah manakah warung terdekat.
Bagaimanakah induk semangnya? Saya pernah jadi keluarga induk semang, tetapi punya perasaan sebagai anak kos. Jadinya ya nggak kenal sekitar.
Ada seorang teman, blogger juga, tinggal di Pondok Indah, Jakarta. Sebagai warga baru, dia bawa kebiasaan yang menurutnya “namanya juga wong ndeso“. Maka dia pun pada hari-hari awal ingin memperkenalkan diri kepada sekitar. Ternyata sulit. Puncak kekikukan terjadi ketika dia melayat ke rumah tetangga yang belum dikenalnya. Dia dan keluarga rumah duka sama-sama kikuknya.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
November 11, 2011 by AntyoSETIAP ORANG MAUNYA NYAMAN DAN AMAN…
Botol plastik Aqua tinggal setegukan lagi habis, tetapi dia masih tampak kehausan, dan yang lebih penting lagi bersungut-sungut tanpa tumbuh sungut.
“Susah ya, cari orang yang mau kerja keras,” keluhnya. Padahal setahu saya dia bukan anggota sekte pengeluh yang menjalani hidup dengan ratapan dan menyalahkan pihak lain.
Saya hanya [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Kadang sebagai pendatang yang kos pula/sewa rumah kita merasa minder untuk bergaul, karena takut ditolak…Kadang pun sudah mencoba membuka diri…tapi tanggapan juga dingin….Serba salahhh…dunia yang anehhhh….
—
Ya, ya, ya. Tapi setidaknya kita sudah berusaha kan? :)
/tyo/
Biasanya penghuni kos enggan bergaul dengan warga sekitar karena merasa bukan warga asli dan tidak tinggal lama. Padahal biasanya penghuni kos bisa tinggal > 5th.
setelah baca artikel ini, baru tersadar (setelah 12 thn menjadi kaum urban)
—
Oh ya? :D
/tyo/
jangankan uda pny rumah dewe dikostan ndutz ae saking banyaknya kamar ada yang nggak kenal, paman :D
—
Mirip hotel ya? :D
/tyo/
Hehehe ndak kenal ndak papa yang penting nge-add di Facebook tho, Om :)
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin…
“semoga kita bisa menjadi seperti air yang dibutuhkan oleh siapapun”
Namun beda dalam dunia blog ya Paman…
kenal Paman pasti bawa manfaat…tak kenal Paman….??(hah..blogger gak kenal Paman Tyo…???)
tentangga…oh, betapa kita sering lupa pada mereka
maafkan hamba ya Allah