Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Jelang Lebaran, Kayu Bakar Belum Juga Terjual

Jumat, 18 September 2009 @ 23:36 | Umum

CERITA RINGAN PENGANTAR LEBARAN.

Baru sedikit kayu itu. Dijejer pun baru sekitar dua puluh batang. Masih basah, menunggu Matahari mengeringkannya beberapa hari di pinggir jalan. Baru sedikit, belum bertambah dan bertambah sampai satu meter kubik, supaya laku Rp 80.000. Baru sedikit karena lahan-lahan kosong di Cilandak belum memberikan kayu.

Di Jakarta masih ada pencari kayu bakar. Misalnya Pak Tamri, asal Kepanjen, Malang, Jawa Timur. usia 60 tahun lebih, “Nggak tau berapa persisnya pokoknya KTP saya buat seumur hidup.”

Jari tangan Tamri tak kekuningan seperti umumnya pekerja kasar, “Iya, udah lama saya brenti ngerokok, Pak.” Wajahnya masih menampakkan sisa ketegaran masa muda.

Saya berkenalan tanpa sengaja. Selagi duduk di bawah pohon, di samping gerbang belakang Ford Jakarta Selatan yang jarang digunakan, tiba-tiba pintu gubuk terkuak. Pak Tamri keluar. Dia barusan usai salat asar.

Gubuk tripleks seluas kira-kira 1,7 x 1,7 meter persegi itu adalah musalanya. Gelap, tanpa jendela. “Saya bikin gubuk diijinin ama yang punya (dealer) Ford,” katanya. Di balik gerbang tinggi itu kemarin ada puluhan Escape dan Everest, sebagian besar hitam, sedang menunggu pemeriksaan sebelum dibawa mudik Lebaran.

Di seberang gubuk, tepatnya di sisi kanan gerbang kalau dilihat dari arah jalan masuk Taman Cilandak, ada sebuah warung. Di sanalah Pak Tamri dan istrinya tinggal. Di warung yang kadang tak buka karena ketiadaan modal, “Soalnya buat beli gas aja nggak bisa.”

Pak Tamri tak tahu akan merayakan Lebaran dengan cara bagaimana karena, “Susah banget nyari duit sekarang ini.” Di luar Ramadan dia juga sering berpuasa, “Soalnya emang nggak ada yang bisa dimakan.”

Tetapi ada yang tetap melekat dalam dirinya: harapan. Dia tak berharap keajaiban dari batu akik karena tak dia tak mau musyrik. “Biar gimana susahnya ya harus kerja, nyari makan secara halal,” tuturnya.

Selamat Idul Fitri untuk Anda semua. Semoga semuanya mendapatkan berkah. Salam dari saya sekeluarga.

Ada 23 komentar | trackback | Depan

#23

roi | 03 11 2009 @ 5.31.41

pengen banget buat tulisan kaya gini, tapi pendekatannya kayanya agak ribet juga ya paman?


#22

fajar | 13 10 2009 @ 14.05.51

mohon maaf lahir batin


#21

Ihsan Prawoto | 23 09 2009 @ 19.49.19

Barakumullahu fiikuum…semoga Allah memeberikan Barokah…

Taqobalallahu minna waa minkum…taqobal yaa kariim…

Selamat Hari Raya Idul Fitri Paman Tyo 7 keluarga….salam


#20

Kyai slamet | 23 09 2009 @ 16.03.38

Sosok pejuang!
Btw paman lagi servis Everest atau Focus?


#19

deVina | 22 09 2009 @ 19.15.08

wow. cara kreatif mengucapkan selamat idul fitri, dengan (cerita) pengantar yang membuat kita merenung lebih dalam makna ‘lebaran’. mantab om paman ;)

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H


#18

Yoseph Sam | 22 09 2009 @ 17.09.28

meski paman gak rayain lebaran, tapi torang bermaaf-maafan ya.. sorry kalo aku ga rajin kunjungi smua posting paman..


#17

haris | 22 09 2009 @ 14.19.16

paman, knp lebaran harus “dirayakan”? kenapa orang miskin harus bingung dg “perayaan lebaran”? semua perayaan lebaran yang skrg terjadi di sekitar kita kan hanya konstruksi, sesuatu yang dibuat dan dilanggengkan. dan mereka yg tak mau dan mampu dg model “perayaan” itu sangat sah tak melakukannya. jadi, tanpa uang, lebaran pun bisa bukan?

selamat lebaran, paman.


#16

Ndre | 22 09 2009 @ 6.11.04

Salam Kenal Paman Tyo..
Minal Aidzin waL faidzin. Selamat Hari Raya IduL Fitri 1430 H.

Btw, itu batu firus ya?? Keren juga tu firusnya.. [sok tau mode on]


#15

DV | 21 09 2009 @ 13.43.27

Potret pelaku puasa yang sesungguhnya ya? :)
Selamat bersalam-salaman, Paman..
Selamat menyambut Natal :)


#14

nonadita | 21 09 2009 @ 11.35.06

duwh nyari kayu bakar di Jakarta :’( Kalo di Bogor sih banyak jeh…

Semoga Pak Tamri dapet rejeki yang banyak di musim Lebaran ini..


#13

L3S | 21 09 2009 @ 11.25.22

niatnya cuman blogwalking tp membaca sesuatu yang menyegarkan..thx

indera ke enam??/coba buka mata ketiga anda dengan meditasi…
caranya????check this out…

How To Open Our Third Eye With Meditation


#12

Seti@wan Dirgant@Ra | 20 09 2009 @ 10.30.06

Jika ramadhan adalah universitas
1 Syawal adalah hari wisuda
berbahagialah kita semua mahasiswa yang diundang untuk diwisuda dengan yudisium taqwa dengan IPK Summa Cumlaude
Insya Allah ,… Amin.


#11

jarwadi | 20 09 2009 @ 1.11.31

jadi inget masa sd dan smp saya sebagai pencari kayu bakar di hutan sebelah barat desa, kayu bakar seperti itu digunakan oleh keluarga sebagai sumber energi untuk memasak :)


#10

-GoenRock- | 19 09 2009 @ 19.41.46

Mohon maaf lahir batin ya Pamaaan :) Semoga Pak Tamri mendapatkan rejeki berlebih dan bisa merayakan lebaran tahun ini bersama keluarganya, amiiin


#9

hedi | 19 09 2009 @ 15.20.08

cerita ringan tapi dalem banget, wogh bapak itu arema je :P


#8

zam | 19 09 2009 @ 14.51.03

saya suka cerita semacam ini. ndak nyangka tiba-tiba paman bisa berada di tempat lain.. :D

maaf lahir batin ya, paman..


#7

Daus | 19 09 2009 @ 13.47.35

Nice take om. Ironis. Maaf lahir batin.


#6

Ahmad | 19 09 2009 @ 10.06.46

Cerita ini menggugah, Paman. Pas untuk bagi mereka yang merayakan Idul Fitri dengan meriah.

Terima kasih, Paman.


#5

yordan | 19 09 2009 @ 6.30.34

kisah yang inspiratif, mengajarkan kita akan begitu kerasnya hidup

mesti banyak2 bersyukur nih mas :)


#4

geblek | 19 09 2009 @ 4.45.29

selamat lebaran paman, maafkan semua salah sayah, salam buat pak tamrinya


#3

ATM TUKANG™ | 19 09 2009 @ 1.53.51

Inspiratif[Cari makan harus halal],selamat liburan & salam buat keluarga paman


#2

Blog ACEH PUNGO | 19 09 2009 @ 1.01.16

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H ya Paman Tyo, mohon maaf lahir dan bathin…menyentuh postingannya paman..


#1

mpokb | 18 09 2009 @ 23.55.13

inspiratif, bang paman. menjaga harapan dan semangat bekerja, patut diteladani..
selamat libur juga buat bang paman dan keluarga :)

Terima kasih Mpk. Selamat Lebaran juga. Masak apa nih? Udah beli baju koko? :D
/tyo/