Hadiah Undian karena Fasilitas Perusahaan. Untuk Siapa?
UNTUK PEMENANG, DONG. TAPI… :D

Misalkan tagihan ponsel Anda dibayari oleh kantor. Sakndilalah poin Anda berbuah keberuntungan, mendapatkan hadiah mobil undian (atau ibadah umrah). Untuk siapakah hadiah itu?
Jawaban enak tapi dianggap egoistis: kalau atas nama karyawan, ya hadiahnya untuk karyawan dong. Jawaban peduli lingkungan: yah kantor dapat bagianlah — setelah mobil diuangkan, bukan sekadar hak pakai mobil. Persoalannya, siapa yang disebut sebagai “kantor” itu? Lembaga atau orang-orangnya?
Dulu ketika masih bekerja, saya beberapa kali menggunakan maskapai penerbangan yang kebetulan tiketnya berhadiah besar. Saya sempat membatin begini: untunglah saya nggak ada bakat menang undian, sehingga nggak bakal ada masalah. :D
Bisa saja hadiah untuk karyawan karena tiket memang atas nama karyawan (sesuai regulasi penerbangan). Jika karyawan menang undian, tapi kantornya adalah kumpeni besar, padahal soal itu tak diatur dalam peraturan perusahaan, maka urusannya gampang. Asal diam saja pasti aman. Kalaupun orang tahu akhirnya toh cuma jadi pembicaraan bercampur sedikit iri sesaat.
Perusahaan mapan sudah punya rumus baku keuangan, dari mana saja uang bisa masuk (dan keluar). Meminta karyawan menyerahkan hasil penguangan hadiah tak ada dalam kebijakan keuangan — belum lagi kerepotan pajak dan lainnya.
Meski begitu, sebetulnya saya nggak tahu adakah kebijakan di perusahaan tertentu yang menyangkut hak konsumen atas penggunaan barang dan jasa yang yang difasilitasi oleh perusahaan.
Untuk mileage, misalnya. Yang ini bukan undian melainkan berlaku rata untuk konsumen. Tapi sebagai frequent flyer untuk dinas, seorang karyawan dibayari oleh kantornya. Lantas bonus tiket nanti untuk siapa?
Adapun yang undian, itu tak hanya tagihan ponsel. Bengkel ATPM pun ada yang menyediakan hadiah mobil, dan pengisi kupon adalah orang yang membawa mobil — bukan nama dalam BKPB/STNK. Hadiah untuk siapa?
Saya menulis ini karena tadi ngobrol seru, penuh tawa, dengan beberapa orang yang tagihan teleponnya dibayari kantor. Mereka itu orang-orang biasa, bukan bos-bos BUMN yang memang bergelimang fasilitas, sehingga hadiah undian bisa saja menjadi impian.
Menurut Anda, bagaimanakah sebaiknya? Apakah hadiah senilai Rp 400 juta itu sama saja dengan bolpen dari stan pameran? Bukan suap, bukan kecurangan, tapi cuma rezeki perorangan saja?
© Foto: entah
36 Responses to Hadiah Undian karena Fasilitas Perusahaan. Untuk Siapa?
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Nyamuk pun Melek Aksara
November 11, 2007 by AntyoAPA SIH PERAN, EH FUNGSI, EH MANFAAT DARIPADA YANG MANA NYAMUK?
Bukan zamannya lagi pemilu pakai coblosan, kata Jusuf Kalla. Alasannya, orang kita sudah melek huruf. Dengan kalimat lain, masyarakat kita sudah tidak bolot untuk urusan ballot.
Tapi Kak Ucu lupa, nyamuk pun sudah bisa baca. Kalau tak percaya silakan lihat pagar tetangga saya. [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





mas tyo aku dulu pernah ditegur direksi gara2 hadiah travel bag dari kartu kredit yg dibayarin perusahaan tak bawa pulang heee, tp ngomong aku mau bagi tip gimana caranya bisa dapet undian jackpot khususnya waktu ikut2 seminar yang notabene dibayarin kantor, “..taruh kartu nama satu kotak…” temenku ada yg pernah sukses dapet 3 jackpot dari 4 yg tersedia, kontan dia diblaklist panitia.hehehe (salam kenal mastyo)
—
Bergantung pada aturan main setiap lembaga kan? ;)
/tyo/
mungkin rezeki sob :D
kalo bicara bijaknya seh yah diserahkan ke kantor secara lembaga…bisa buat transportasi kantor atau terserah mau diapain.
Tapi kalo sayah yang dapet keknya saya bakal diem ajah… :D
—
Betul. Diem aja sampe akhirnya ketauan :D
/tyo/
hajar aja paman, biar KO sekalian :P
mase, bbrp thn lalu di Jerman sempat ribut krn ada mentri yg menggunakan airmiles dinasnya untuk urusan pribadi.
tapi kayaknya di Indonesia tidak sedemikian rigidnya… jangankan yg gratis airmiles.. yg dibayari negara aja ngga pake malu..
ada kantor yang bikin komite untuk penampungan berbagai hadiah baik dari undian maupun klien, dan nanti diundi untuk seluruh pegawai.
di jerman, pakai airmiles dari perjalanan bisnis untuk perjalanan pribadi aja dituduh korupsi
untuk perusahaan.. kita pakai sama2
budaya di kantor kami, semua “hadiah” yang didapat dengan fasilitas kantor ya harus kembali ke kantor, termasuk bila dapat parsel, uang transport di rapat2 ato honor bikin tulisan … nyaman2 aja tuh …
yang bener itu hadiahnya buat kita, pajaknya yang bayar perusahaan. hohoho…
apa kabar pakdhe?
—
Wah, dasar orang pajak! Kabar saya baik, Mas.
/tyo/
dipakai bersama saja kalau begitu …
—
Mari kita pakai :)
/tyo/
Fasilitas rumah sakit untuk koass minim banget, malah beberapa di bawah standar, terutama dalam hal kebersihannya. harusnya koass dikasih undian juga.. biar bisa libur.. nda terus2an berkutat di RS.
—
Curcol nih… :)
/tyo/