Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Hasta Karya, Prakarya. Anda Masih Bisa?

Kamis, 08 Oktober 2009 @ 03:33 | Umum

DO-IT-YOURSELF VERSUS WAKTU DAN MURAHNYA ONGKOS TUKANG.

Sekolah dan kamus menyebutnya “prakarya”. Kesan saya, kata itu berarti sesuatu yang belum dibuat, masih berupa rancangan. Hasta karya atau pekerjaan tangan mungkin lebih cocok. Ah peduli amat dengan istilah. Lebih penting ini: apakah Anda masih sempat mengerjakan itu?

Tentu Andalah yang menjawab dan bercerita panjang. Mungkin di blog masing-masing. Saya hanya melengkapi cerita Anda.

Pertama: sejauh saya tahu, di Indonesia belum banyak (atau belum ada?) situs tentang do-it-yourself yang kolaboratif. Di negeri maju, yang tentu berteknologi maju, dan tingkat kemakmuran warganya memungkinkan membeli produk jadi, yang namanya DIY itu masih hidup.

Kedua: tak sedikit pria yang gemar berbelanja perkakas. Apakah alat-alat itu terpakai, terutama oleh si pembeli? Hehehehe, ongkos tukang relatif murah, lebih baik untuk soal-soal kecil kita memanggil siapa saja yang kita anggap tukang. Misalnya membetulkan letak genting yang melorot dan memperbaiki pagar.

Boleh jadi DIY itu melelahkan, tidak praktis, dan menghabiskan waktu. Bisa saja mengasyikkan tetapi jatuhnya lebih mahal. Niat hati membuat rak sendiri, tetapi koktil buatan istri, sebagai pelengkap makan siang khusus yang juga olahan istri, menjadikan pekerjaan tangan domestik itu mahal (sekaligus mesra). Kalau sama-sama buang duit, mendingan jajan dan jalan-jalan di mal. Atau, mumpung lagi santai ya buat online saja — terutama ber-Facebook-ria.

Padahal niat iseng itu, sepanjang tak mengganggu orang lain, kalau dituruti juga menyenangkan. Minimal mengasyikkan bagi pelakunya. Misalnya ya dalam berhasta karya itu.

Maka saringan ventilasi kompor minyak bisa menjadi kap lampu untuk menerangi warung wedangan Wetiga. Corong plastik yang biasanya untuk menuang cairan juga bisa dipakai untuk kap lampu warung.

Kertas foto dapat dicetak tulisan apa saja, cukup memanfaatkan inkjet printer, dan jadilah kap lampu yang menempel di plafon.

Masih kurang? Silinder plastik bening, bekas wadah CD kosong, juga bisa dipakai untuk membuat lampu meja.

Nggak mahal. Gampang dilakukan. Tanpa perkakas rumit. Tapi kata orang, kreativitas itu mahal. Tepatnya: ide itu mahal. Lantas yang murah, bahkan gratis, apa dong? Cuma berkomentar, “Kalo cuma gitu saya juga bisa. Udah lama sih kepikirnya. Cuma males aja bikinnnya.” :D

Ada 37 komentar | trackback | Depan

#37

raynold | 06 12 2009 @ 20.56.07

barusan mbantu anak bikin hastakarya. Berupa Frame foto dari kardus. membuat layout frame foto di photoshop dengan gambar naruto sebagai tema-nya kemudian dicetak dan dilaminating. Trus ditempel ke potongan kardus, jadilah frame foto Naruto… :D


#36

Andy MSE | 29 10 2009 @ 14.17.21

saya suka sekali bikin prakarya… bahkan terakhir baru kemarin sore.. bikin anyaman, membantu dan mengajari anak saya yang kelas 4 SD untuk bikin tugas dari sekolahnya…
*info terakhir, dapat nilai 9, tentu saja yang 5 buat saya, hahaha…*

Top tenan kiye! :D
/tyo/


#35

Dinda | 28 10 2009 @ 8.05.19

sampe sekarang aku masih sering buat ini-itu macem-macem dari ’sampah’. abis suka nggak tega kalo langsung dibuang. recycle dooong!

Demi kesehatan jiwa, itu perlu, Dinda. Untuk kesehatan badan, ya minum yoghurt. :D
/tyo/


#34

Sangsuporter | 26 10 2009 @ 2.22.34

Dulu waktu SD saya bisa bikin ketupat dan patung dari sabun..

Sekarang nggak bisa.

Hmm.. siapa yang membuat saya jadi tambah bodoh seperti ini??

Bukan bodoh. Karena lupa, karena gak ada tantangan, dsb. :)
/tyo/


#33

Ilham S | 17 10 2009 @ 17.54.05

Kalau ada prakarya, emaknya anak2 yg sibuk.. nurun bapaknya kali..


#32

neng®atna | 15 10 2009 @ 13.18.41

mengapa disebut sebelum ya? pra!


#31

SBY | 14 10 2009 @ 16.16.43

postingan Anda kali ini lumayan SEKSI…


#30

fajar | 13 10 2009 @ 12.34.27

butuh kreatifitas yang tinggi


#29

Iklan Gratis | 13 10 2009 @ 12.20.18

gak ada ide .. mungkin krn gak ada jiwa kreatif ya ?? atau mungkin juga karena sudah dimanjakan dengan yang sudah jadi .. maka jadi gak kreatif ??
kedengerannya seperti alasan yang dibuat2 untuk membenarkan sifat malas ya .. :p

Iklan Gratis


#28

baliplus | 12 10 2009 @ 16.08.32

Mendengar kata “Prakarya” saya jadi teringat akan salah satu pelajaran favorit saya sewaktu SD ^_^

membangkitkan kreatifitas sekaligus sedikit menguras uang jajan karena bapak/ibu guru terkadang memberikan tema tertentu…


#27

andrias ekoyuono | 11 10 2009 @ 21.01.16

bapak saya itu gemar banget “nukang”, mbenerin dan bikin apa aja sendiri. dari dulu (jaman saya masih di rumah) sampe sekarang setelah setahun pensiun. mungkin DIY itu juga yang bikin beliau sehat (selain olahraga) karena otak dan otot dipakai sekaligus.
sayang saya ndak nurun kegemaran beliau akan nukang itu :-D

Tapi anak lain mewarisi itu kan? :)
/tyo/


#26

Yoseph Sam | 10 10 2009 @ 15.09.56

Pernah dsuruh prakarya di skul.akhirnya malah keroyokan ama bapak.aku idenya,bapak yg ngrakit. Hehe

Bapak, paman, kakak… Biasa itu kalo dilibatkan dalam prakarya! :D
/tyo/


#25

fahmi! | 09 10 2009 @ 18.13.36

saya pernah iseng pasang kertas post-it di kolong meja. tulisannya semacam “napa liat atas?” gitu, dan sukses mengejutkan kawan dan kejeduk meja. haha :D

Wah kok rada kriminal ya? :P
/tyo/


#24

australia realestate listings | 09 10 2009 @ 15.51.18

hehehe… jadi inget tempo dulu masa kecil yang indah , masih inget bikin telur paskah hehehe

Sekarang telur paskah disediain oleh hotel dan mal :)
/tyo/


#23

Ndoro Seten | 09 10 2009 @ 14.42.34

wah jaman sekarang biasane serba praktis dan instan sehingga nilai kreativitas dikikis habis….

Mas sih? :D
/tyo/


#22

Adhi Widjajanto | 09 10 2009 @ 13.52.15

Untung saya termasuk pendoyan DIY. Dari plumbing sampe electric. Well, ada yang perlu bantuan? Hehehehe…

Suatu saat saya perlu bantuan. :D
/tyo/


#21

adi | 09 10 2009 @ 11.07.13

ada lagi alesan knp tdk sempat berhasta karya paman yaitu komentar istri, drpd bikin yg aneh2 begituan mending bantuin ngepel ato nyuci :D

Lebih nyata manfaatnya! :))
/tyo/


#20

Ahmad | 09 10 2009 @ 9.00.20

Mungkin komentar memang mudah Paman, tetapi bagi saya menguras energi dan batin. Ceile? Pertimbangannya bejibun.

Komentar, bagi saya, adalah berpikir sungguh-sungguh. Duh, apa lagi ini?

Duh. Ahmad selalu serius sih :)
/tyo/


#19

samudra | 09 10 2009 @ 5.26.46

wah,,bangsa ini skrg lebih suka yg praktis…pd akhirnya jd ketergantungan

Praktis itu kebutuhan banyak orang kan?
/tyo/


#18

xentolo | 08 10 2009 @ 22.58.07

bagus nihhh artikelnya.. menurutku looo..

Terima kasih. :)
/tyo/


#17

jun | 08 10 2009 @ 22.53.48

Peduli amat dengan istilah prakarya atau hasta karya. Toh tetap saja paman jagonya! Hehehehehehe.

Mulai ngaco…
/tyo/


#16

simon | 08 10 2009 @ 22.31.27

tergtg konteks aplikasinya si biasanya.

Oh gitu.
/tyo/


#15

simon | 08 10 2009 @ 22.29.54

ide itu banyak dan murah, paman…yg mahal itu (meski tidak selalu benar) adalah realisasinya. =)


#14

teguh saja | 08 10 2009 @ 15.37.06

mengundang tukang langsung datang ke rumahnya itu termasuk do it yourself nggak ya?

Iya. Hahaha.
/tyo/


#13

bubba | 08 10 2009 @ 15.19.44

kok kayak orang kurang kerjaan ya pakdhe

Iya.
/tyo/


#12

wongiseng | 08 10 2009 @ 14.30.31

Apa bakalan jadi keluarga baru dag-dig-dug mas Paman ? :) hastakarya.com atau kerajinaniseng.com

Mmmmmm… gak tau ya. :))
/tyo/


#11

mpokb | 08 10 2009 @ 13.48.40

bikin sendiri beda dari berinovasi, kan bang paman? inovasi lebih terkait daya imajinasi. bisa jadi seseorang membuat sesuatu dengan tangan sendiri, tapi idenya dari orang lain.

terus terang, kap lampu unik dari saringan kompor atau corong plastik itu tidak akan pernah terpikir oleh saya :D

Inovasi juga mencakup manfaat. :)
/tyo/


#10

Chic | 08 10 2009 @ 12.08.29

anuh saya kurang kreatip paman :D

Kata siapa? :)
/tyo/


#9

hedi | 08 10 2009 @ 11.42.18

nyaris nggak pernah, paman. dari jaman SD pun saya ini ga trampil, halah. Itu tudung lampu menohok, tapi asal ke sana saya pasti liat terus hahaha, lucu sih :P

Bikin bola gak bisa, Hed? :D
/tyo/


#8

parta suwanda | 08 10 2009 @ 11.16.51

huahahahaha…, lucu juga postingan kali ini. Ongkos tukang relatif murah, lebih baik untuk soal-soal kecil kita memanggil siapa saja yang kita anggap tukang. Misalnya membetulkan letak genting yang melorot dan memperbaiki pagar.
jadi malu baca ini :)

NB:
kapan menulis sekitar komplek :)

Lha ini sudah menyangkt kompleks. Soal tukang atap itu… :))
/tyo/


#7

zam | 08 10 2009 @ 11.03.25

makanya ndak heran kalo di luar sana ada toko khusus yang jual perkakas. salah satunya yg “hijrah” ke Indo ya Ace Hardware itu. e la kok ternyata, walau lengkap begitu, yg beli kok ya sedikit ya? apa karena harganya mahal-mahal? :p

jadilah Ace Hardware, selain jualan perkakas, juga jualan “barang jadi siap pakai”. :D

Ya, Zam. Banyak perkakas bagus. Tapi yang beli belum tentu memakainya. Beberapa kali ke sana saya mendengar pria konsumen yang dinasihati pasangannya… :D
/tyo/


#6

ebeSS | 08 10 2009 @ 10.50.30

kebetulan prakarya terakhir di sekolah itu merangkai tv b/w 8″, jaman masih ada pajak tv. jadilah sekolah bingung ditanya petugas pajak, 40an tv pertahun, dari 8 kelas, masing2 kelas 5 tv.
kelihatannya pemerintah lebih suka pajaknya daripada ikut mengembangkan!
yang namanya DIY, nasibnya selalu begitu :P

Pajak? Waks! Dulu waktu aku kecil, di rumah ada radio rakitan (bukan transistor). Ibu bilang harus bayar pajak juga. Iya pajak radio.
/tyo/


#5

Zulphiandie | 08 10 2009 @ 10.35.21

Inspiratif Pak’De..

Langsung pengen bikin..

Hari ini sudah bikin belum? :)
/tyo/


#4

alhakim | 08 10 2009 @ 7.19.27

Dulu waktu kecil sering buat lampu lampion dan anyam menganyam… tapi udah banyak yang lupa :)

Nah, kembangkan lagi! :)
/tyo/


#3

geblek | 08 10 2009 @ 6.15.36

itu lampu yg tulisannya napa liat atas ? buatan paman ? ah keren man

Mau diekspor ke Batam. :)
/tyo/


#2

DV | 08 10 2009 @ 5.02.49

Wah, Paman.. di sini yang namanya D-I-Y laku keras. Orang gemar bikin perkakas rumah tangga sendirian.

Kalau di Indo yang digemari DIY, Daerah Istimewa Yogyakarta :)

Ya bentul! Padahal mereka beli jadi itu mampu ya…
/tyo/


#1

didut | 08 10 2009 @ 4.09.49

punya tautan yg mantebh gak pakde soal prakarya memprakarya ini? :D

Di google banyak kok. :) Misalnya makezine.com itu.
/tyo/