Pesta Blogger 2009 dan Relevansi Blog
KETIKA KONTEN PRIBADI MENEMUKAN BANYAK SALURAN.

“Ngapain aja teman-teman itu bikin Pesta Blogger? Ngeblog udah nggak hype lagi. Sekarang cukup ngikut FB ama Twitter udah bikin kita eksis,” kata seseorang yang sudah lama stop ngeblog, tapi ketika ngeblog pun juga jarang update. Oh! Eksis. Ehm.
Baiklah. Itu soal pilihan. Saya menghormati. Toh misalkan dia politikus, anggota DPR pula, pilihan itu tak merugikan negara dan rakyat.
Pesta Blogger 2009 (PB 2009) juga pilihan. Bagi yang bikin maupun datang. Inilah kopdar akbar. Kata orang, salah satu perbedaan bloggers Indonesia dengan beberapa negara lain adalah… suka kopdar bahkan membangun komunitas.
Kopdar dan berkelompok secara nyata itu tak hanya mendatangkan rasa nyaman, punya kawan, tetapi bisa memelihara rasa untuk tetap ngeblog. Setidaknya postingnya dibaca kawan sekaum. Begitulah harapannya.
Masih Perlukah Ngeblog?
Menurut saya masih. Tapi kata “perlukah” saya revisi menjadi “menarikkah”. Adapun Facebook (FB) dan Twitter, serta layanan mikroblog dan jejaring sosial, bagi saya adalah sarana komplementer bagi bloggers. Bahkan sebetulnya tak hanya komplementer (“ya ini, ya itu”) tetapi dalam kasus tertentu justru merupakan paduan konvergen.
Ngeblog dengan “cara lama” tetap menarik karena tak semua perasaan dan pikiran cukup disampaikan dalam kemasan teks sesuai kuota SMS.
Di sisi lain, kalau kurang waktu menulis, dan terlebih memang tak semua hal harus dibahas berkepanjangan, ada wadah yang disediakan oleh mikroblog.
Kelebihan mikroblog adalah berjejaring — kecuali penggunanya memang sejak awal ingin mencemplungkan pesan buat diri sendiri. Mikroblog juga mempermudah content sharing, termasuk posting dari blog sendiri.
Konten Pribadi dan Konversasi
Sebagian orang secara sinis menyebut media sosial dan jejaring sosial (keduanya akhirnya memang berkonvergensi karena dukungan teknologi) hanya menjadi tempat penyaluran hasrat eksibisionistis. Pamer. Pelakunya, maupun aksinya, secara salah kaprah disebut sebagai “narsis” — maksudnya sih “narsisis” dan “narsisistis”. :P
Lalu? Kondisi dunia blog sudah berbada dari lima tahun lalu. Sekarang kian layanan kian diperkaya (ingat Blogspot yang dulu tak bisa dikomentari?), mesin blog seperti WordPress terus berkembang, dan yang lebih penting ini: layanan mobile kian mempermudah urusan dalam “berstatus” dan berkonversasi.
Aha! Konversasi! Ya, memang itulah pendorong utama kegiatan bermedia sosial. Blog yang dulunya cuma tumpahan pribadi yang dapat dibaca publik, tapi tak jelas publik itu siapa (kecuali berkomentar), akhirnya mendapatkan wadah dan cara untuk memperjelas siapa yang kita tuju dan respon apa yang kita harapkan. Dengan si Taufik kita bicara politik, dengan si Upik kita bicara lipstik.
Tapi bagi saya ada yang lebih menarik. Media sosial telah memperjelas informasi apa yang menarik dan dibutuhkan oleh khalayak. Apa yang diberikan oleh media terlembagakan (ya, maksud saya mainstream) tak semuanya menarik, tak semuanya penting, tak semuanya memenuhi kebutuhan.
Jika dan hanya jika layak, maka sebuah berita akan dibagikan dan terus berbiak. Peran peer groups sangat penting, melebihi tuan editor yang sok tahu. Bahwa orang hanya akan mendapatkan informasi sekilas, tanpa kedalaman, itu soal yang lain lagi — ingat penyebaran berita sidang pertama Antasari yang lebih heboh di urusan kamar? Bahwa kecenderungan itu (termasuk peran peer groups) akan dimanfaatkan oleh banyak pihak — sejak politik sampai pemasaran produk — itu juga soal yang lain lagi.
Kejenuhan dan Kompetisi
Sebagian bloggers mulai jarang meng-update blognya dengan alasan, “Capek nulisnya, tapi sepi.” Saya maklum bahkan setuju. Apalagi jika untuk menulisnya sangat bergantung kepada komputer dan internet kantor (dan warnet) seperti lima tahun lalu, ketika laptop masih mahal dan mobile internet belum meluas.
Menulis teks lebih dari 140 karakter, tanpa dipenuhi singkatan, memang melelahkan. Sudah begitu tak ada yang membaca apalagi mengomentari. Padahal bagi umumnya bloggers, ramainya komentar adalah kenikmatan.
Tapi kita harus realistis. Sehari tetap 24 jam, dan yang sepertiga untuk tidur. Misalkan kemampuan membaca mengalami percepatan sepuluh kali lipat, jumlah blog (terutama kontennya) sekarang sudah terlalu banyak. Aplikasi reader sudah kewalahan. Jika ditambah Facebook dan Twitter maka belantara teks itu kian dan terus merimbun tanpa kita ketahui batasnya.
Ujung-ujungnya atas nama waktu adalah seleksi. Siapa yang menulis, apa yang ditulis. Ujung-ujungnya bagi orang tertentu, disadari atau tidak, adalah kompetisi dalam menghasilkan dan mempublikasikan konten. Ada persaingan untuk mendapatkan perhatian bahkan respon (komentar) dan reaksi (bookmarking, sharing).
Justru di situlah konten blog model lama (menulis melebihi SMS), yang enak dibaca dan “bernilai”, tetap punya tempat. Jika didukung oleh SEO, komunitas, dan layanan “cross-posting” (sekali menulis di Politikana dan Ngerumpi sekaligus untuk blog pribadi) serta sharing melalui mikroblog dan jejaring sosial, maka konten itu semakin terbaca — setidaknya terdokumentasikan.
Setidaknya kalau tak dibaca hari ini masih akan dibaca orang, termasuk si penulis, pada lain waktu — syukur jika bisa menjadi jadi rujukan bagi orang lain.
Dokumentasi dan Sejarah
Kalau bicara soal “konten bernilai”, bagi saya itu tak terbatas pada cara ngeblog model lama seperti ini. Apa yang ada di Twitter dan Facebook juga bisa bernilai. Dari sana kita bisa memahami trending topics tentang banyak hal.
Lima tahun lagi — oh tak sampai selama itu — kita bisa becermin dari kepingan potret sosial kita. Saat itu kita akan mendapatkan contoh posting unik dan menggigit tentang kebahagian memikiki BlackBerry pertama.
Tak sampai lima tahun lagi kita akan mengetahui kafe manakah yang pernah menjadi favorit tapi tutup. Kalau mau contoh terdekat, McDonald’s pun (akan) tinggal kenangan.
Tak sampai lima tahun lagi, beberapa dokumen Wiki akan mendapatkan tambahan info tentang aksi komunal — dari pembelaan untuk Prita sampai penanganan kesiapan menghadapi bencana — yang diaktivasi oleh jejaring sosial dan mikroblog.
Spirit ngeblog tetap relevan — bagi yang doyan dan bisa menulis. Salurannya kian beragam. Tak ada yang perlu dicemaskan (berlebihan). Sampai jumpa di PB 2009.
© Sumber ilustrasi: logo Pesta Blogger 2009 ada pada Ekko Edi Sucipto dan panitia; coretan ikon oleh Spoongraphics
71 Responses to Pesta Blogger 2009 dan Relevansi Blog
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Blog sebagai Jendela Masalah
September 18, 2008 by AntyoKURANG BIJAK BISA BIKIN NAPAS ORANG LAIN SESAK.
Ngeblog soal pekerjaan? Ini wilayah peka. Cuma mengeluh “THR belum keluar” bisa membuat juragan tak suka. Bilang bahwa pekerjaan terus bertambah, tapi gaji tak mengimbangi, itu bisa menyinggung perasaan bos. Menyatakan bahwa “Kantor gue lebih suka bikin smoking room ketimbang ruang menyusui”, itu bisa bikin atasan [...]
Recent Comments
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





semoga salam saya lewat temen2 perwakilan TuguPahlawan.Com (TPC Surabaya, yang mayoritas kuliah d STIKOM Surabaya) berkenan buat paman, hehe ^_^
jadi malu waktu dibilang walo sering ol tapi jarang posting dan bales komen… mohon maap banget paman…
sekarang mulai menata hati untuk blogging kembali… :-D, (dapet banyak dukungan dan desakan dari rekan2 TPC, sampe2 pulang dari PB 2009 mereka beliin saya kaos PB, haha…)
semoga dengan scribfire yang udah g nge-bug lagi, maka aktifitas blogging, sharing informasi dan aktualisasi diri dapat berjalan lebih lancar dan dapat dinikmati :-P
—
Selain soal teknologi, ngeblog itu soal hati kok. Santai saja, Cak. Salam untuk teman-teman di Stikom.
/tyo/
memang bener
banyak sudah blogger yg sudah selingkuh pada facebook
tapi kalo aku facebook justru sebagai pendukung dari blogku
—
Lho kok selingkuh? Saling melengkapi kan? :)
/tyo/
hmmm… mulai update lagi deh kalo gituhh… :)
—
Maju terooosssss! Hidup Chandra, eh salah! :D
/tyo/
Awalnya saya pengen belajar nulis di blog, tp lama kelamaan koq bosan. Barangkali hal ini juga dialamai oleh blogger lainnya. Apalagi sekarang sudah ada FB yg begitu membumi. Posting status menjadi sesuatu yg dianggap lebih menyenangkan, karena real time comment.
—
Begitulah :)
/tyo/
semangat ngeblog memang mulai agak berkurang, paman. dilibas social media 140 karakter nyaris tanpa ampun. tapi yasudahlah, saya sih masih seneng nulis. dipaksain kadang2, tapi ngeblog harus jalan terus. halah kemaki :D
—
Lho kok dipaksain? Nuruti ati aja Mbok… :)
/tyo/
Ngeblog bisa jadi tempat dokumentasi yang mungkin kita butuhkan beberapa tahun mendatang tapi kita sudah lupa :)
—
Betoooolllll! :)
/tyo/
selama blog ini masih di-update, aku ga kesepian *halah*, tapi aku masih bingung mau cross-posting atau enggak nih :)
—
Soal kenyamanan hati, saya percaya kepada Hedi. Cross-posting? Just do it! :)
/tyo/
ngeblog membuat kita musti banyak blogwalking dan tersangkut dalam pikiran-pikiran orang-orang hebat macam oom paman :) blog adalah diary yang baik, karena tidak suka marah-marah kalau saya ceramah tapi blog itu baik karena suka memberi buat orang lain. oom paman, saya nyuri foto oom paman di PB kemarin loh! Habis, nggak bisa foto bersama.
—-
Yang penting ngeblog. Nyuri foto? Ampuunnnnn. Saya belum berani buka FB lagi. :)
/tyo/
Ngeblog salah satu sarana memperbanyak saudara, ya nggak?
—
Begitulah, Ndoro Seten. :)
/tyo/
kerja adalah ibadah. ngeblog juga..terbukti banyak juga yang terbantu dari sharing pemikiran/pengalaman dari blog saya. Tujuan cuman berbagi kok, gak lebih.
—
Ngeblog mah soal hati. Santai saja. :)
/tyo/
Artikel yang sangat inspiratif dari seorang begawan blog Indonesia. Thanks paman atas motivasinya. :)
—
Haaaa?:D
/tyo/
Ngeblog hanya untuk iseng saja :)
—
100% mendukung! :D
/tyo/
kemarin itu pesta blogger pertama-nya paman tyo. now you’re no longer a pesta blogger virgin, paman! senang bertemu denganmu secara singkat hari sabtu kemarin :)
*pelukpeluk*
—
Peluk-peluk juga. Senang ketemu Hanny di sana. Hanny yang sibooookkkkkkkkkkk! :)
/tyo/
suwe ora jamu mas, piye kabare? btw saya sih (dan produk jadul lainnya, hehe) ngeblog bukan buwat eksis lah ..tapi dasare crewet, sithik-sithik ngomel, protes, or curhat, en semua icuuu ditulis biyar ndak jadi jerawat, ngono lho..
—
Suwe ora ketemu,ketemu pisan ora suwe. Yang penting seneng. Itu aja. :)
/tyo/
nambahin komen sebelumnya, apalagi kalau FB bisa (dan mungkin) nambahin fitur untuk notes nya, misalnya bisa dikategorikan. Nah, menurut pendapat saya lebih praktis ngeblog di FB. Jadi orang buka FB nggak cuma untuk update status, tapi juga up date tulisan. Seperti pendapat paman sendiri, arena blog dan jejaring sosial akan berpadu untuk mewadahi para ‘narsistis” dan penulis yang ingin mencurahkan pikirannya. Sekali lagi correct me if i am wrong.
—
FB akan terus diperbaiki, lebih terarsipkan, lebih mudah ditemukan mesin pencari. Sementara mesin blog juga terus dikembangkan. Intinya adalah penuangan perasaan dan pikiran secara online akan bersua jejaring sosial. Asyik kan? :)
/tyo/
Di Facebook juga bisa nulis kok paman, pake notes. Saya pikir dengan demikian fitur FB lebih lengkap, dan isi tulisan akan lebih tersosialisasikan karena berada di situs jejaring sosial. Correct me if i am wrong
—
Di FB ada jaminan akan ditengok teman dan saudara. :)
/tyo/
Tulisan ini penuh ilmu.
Copy dan paste ah, tapi ke dokumen pribadi kok, Paman…
Bole yah..:)?
—
Ilmu santet? Sampai ke Oz? :D
/tyo/
tadinya juga malas ngeblog ketika lagi asyik2nya FB, tapi sekarang malas FB karna lagi asyik2nya ngeblog..
FBnya pun jadi salah satu promotor blognya…
—
Turutilah kata hati… :)
/tyo/
blog itu lebih mantepp.. bukan sekedar eksistensi, tp masalah aktualisaasi diri.
Bahkan terkadang kita sudah merasa puas hanya dg membaca blog sendiri. Beda dg Facebook dkk. yg rasanya lebih pas untuk saling menyapa teman2, bukan utk berbagi ide dan curahan pikiran..
—
FB dan Twitter juga bisa buat aktualisasi diri kok…
/tyo/
dan saya tetap suka blog, lebih puas nulisnya, daripada sekedar update status dan pajang foto di FB paman….
—
Masing-masing wadah punya karakteristik kan?
/tyo/
ngeblog gaya lama itu narsis tentang ide, ngeblog gaya microblog kayaknya narsis biar dapat ide, hehe
—
Trop markotrop! :D
/tyo/
efek sampingnya, puas paman :D
—
Puas, puas, puasssssssssssss :D
/tyo/
Terima kasih atas kedatangan Mas paman di Pesta blogger kemarin..bagi saya Ngeblog bukanlah sekadar antitesis trend sesaat di tengah hiruk pikuk twitter dan FB yang gegap gempita.
Blog tetap cermin suara hati saya. Apapun yang terjadi.
—
Percaya kalo sama Bung Iman! Top!
/tyo/
saya ngeblog dengan teratur baru lewat 2 tahun, paman. tapi dalam waktu 2 tahun itu sudah banyak yang terjadi di blogsphere. banyak temen2 yang sudah mendelete contentnya, banyak pula yang tetap bertahan sampai sekarang.
blog saya sendiri sempat mengalami transformasi. walaupun ke arah yang sebenarnya, dahulunya, merupakan tujuan saya ngeblog.
meskipun banyak yang datang dan banyak pula yang pergi, terbukti kan bapak ahli telematika itu keliru dengan pernyataannya bahwa “blog itu cuma tren sesaat..”?? hehe…
—
Yang penting kita sendiri kok, ngerasa asyik apa nggak. Bukan soal bapak pakar yang teman saya itu. :D
/tyo/
setuju dengan paman, nggak semua hal bisa diceritakan hanya dalam status singkat, kadang2 tangan ini gatal ingin menulis lebih panjang :D
—
Yup! Apalagi kalo ponselnya belum QWERTY. :D
/tyo/