Kota Terbaik untuk Pejalan Kaki
SEMOGA ADA DI BENAK PARA KANDIDAT 244 PILKADA(L).

Sayang tak ada yang saya tanya, siapa yang memetik buah kelapa di tikungan itu. Mestinya sih ada. Setidaknya ada yang memungut kalau jatuh. Lebih dari itu, toh tamannya terawat. Kelapa tak dibiarkan mengering sampai jatuh sendiri atau dibiarkan jadi santapan bajing.

Memang soal kelapa. Tapi saya tidak bicara soal kampung biasa. Ini kampung besar bernama Jakarta. Ada kawasan tertentu yang hijau dan teduh. Misalnya di Kebayoran Baru yang ada kelapanya tadi. Itu di seberangnya kawasan bisnis Blok M, Jakarta Selatan. Di sekitar Taman Langsat juga teduh, sehingga mobil yang terparkir di sana sering kena tahi burung.
Sebagian Menteng juga begitu. Nyaman bagi pejalan kaki. Bedanya, Menteng dirancang oleh tim arsitek Belanda (P.A.J. Mooijn), sedangkan Kebayoran Baru oleh tim arsitek Indonesia (Mohamad Soesilo, murid Thomas Karsten).
Jadi, langsung ke pokok tujuan, saya mengimpikan seluruh kota dan semua kota hijau dan teduh seperti kawasan makmur? Ya. Harus. Tidak persis plek, tetapi spiritnya sama. Memang sih, banyak kantong wilayah yang di banyak kota yang kerontang, hanya berisi beton. Tetapi mestinya bisa. Bagaimana caranya, tentu saya tidak tahu karena saya bukan penguasa wilayah yang bisa menggerakkan para ahli nan cerdik lagi cendekia — syukur bila jenaka.
Demikian pula halnya dengan pembangunan kawasan baru untuk kelas sosial-ekonomi apapun. Harus teduh dan hijau. Kota yang baik adalah kota yang ramah untuk pejalan kaki. Memang kita hidup di negeri tropis yang panas. Tidak mungkin sesejuk negeri maju di belahan subtropis dan yang lebih dingin. Tetapi justru itu tantangannya, bukan? Singapura juga panas. Batam juga panas. Tetapi nyatanya berbeda. :D
Jalan kaki yang menyamankan warga bukan sekadar persoalan tersedianya trotoar, karena hal itu mensyaratkan banyak hal yang memang kompleks. Badan jalan dan bahu jalan hanyalah muara dari sejumlah soal: dari kualitas perilaku pengguna jalan, kebijakan tata ruang, manajemen sampah, sampai persoalan ekonomi (dari kaki lima sampai kafe tanpa parkiran). Oh ya, tentu juga soal kejahatan dan gangguan jalanan, dari penodong dan pemabuk sampai penebar ranjau paku.
Tahun ini ada 244 pilkada (tujuh pemilihan gubernur, 237 pemilihan bupati/wali kota — kalau dipukul rata, dalam seminggu di Indonesia ada 4-5 hari pencoblosan eh pencontrengan!). Kalau masing-masing kandidat menggunakan layanan internet untuk komunikasinya, maka kita akan dapat memantau siapakah yang menjanjikan terwujudnya kota yang ramah bagi pejalan kaki. Janji dalam kemasan pesan yang mudah dicerna. Setidaknya janji untuk sebagiah wilayah kota sebagai rintisan proyek percontohan, selama lima tahun pertama menjabat.
Tanpa janji untuk mempernyaman pejalan kaki, para kandidat pilkada hanya jualan pil kadal. Bagaimana dengan para tuan dan nyonya di legislatif daerah? Marilah kita percaya bahwa mereka semua adalah orang-orang pintar berpandangan maju. Nah, warga yang tidak pintar seperti saya hanya bisa membayangkan sebuah award bernama Kota Terbaik untuk Pejalan Kaki.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Salam, kami dari @majalahBung ingin wawancara Anda. Bisakah minta email Anda ke: bung@ruangrupa.org agar kami bisa kirim undangan? May 24, 2012 majalahBung (Bung!)
- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Ketika Pengacara Beriklan
August 3, 2006 by AntyoKONON PROFESI TERTENTU TAK BOLEH MENGIKLANKAN DIRI. PENGACARA TANGANI PERCERAIAN SELEB UNTUK PROMOSI?
Banyak orang butuh pekerjaan. Bisa pekerjaan dari bos, majikan, tuan, ndara kakung atau apapun namanya. Bisa juga dari klien dan pasien. Maka boleh saja kalau seorang pengacara mencari pekerjaan, sama seperti profesi penyedia jasa lainnya.
Indeks iklan terklasifikasi koran, [...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Salam kenal paman…setuju bngt, setiap calon pilkada harus dipaksa mengusung juga issue lingkungan. Di tebet masih banyak yang kehijauan, tapi saingannya sampah…padahal ada KRT (Kebun Raya Tebet)loh!
Poon sih masih banyak yg berdiri tegak Paman,, buat pejalan kaki teduh emang,, tapi takut ketibanan,, soale banyak yg udah tua poon nya,, pa lagi klo poon klapa,, bisa benjol ndas ku,, coba maen ke kota tempat tinggal ku Bandung yg ijo kata orang2,, ngeri… biar kata orang2 sejuk (intinya perlu ganti yg mudaan gtu, hehe..)
salam hangat untuk Bapak Tyo..
Banyak informasi atau ide yang saya dapat setelah membaca postingan dari Bapak..
Terima kasih untuk menjadi seorang dari sedikit yang sadar akan situasi pedestrian di Indonesia..
maju terus! Gbu
Sama aja di semua developing countries.. pejalan kaki adalah anak tiri… mau ndorong kereta bayi di trotoar kayak di negara maju?? sementara mimpi kali…
—
Yah, mimpi pun gak papa to? :)
/tyo/
Apalagi untuk pejalan kaki seperti saya yang sering ngerasa super emosi sama pdagang yg naik trotoar apalagi sama motor yang seenak mesin 2 taknya itu. CIH! Ayo paman aku dukung kalo mau bikin award2an.. Ahahah.. :D
—
Sabar, Neng. Sabar…
/tyo/
jaman saya masih duduk di bangku SMA di kota Malang, beberapa kali saya berangkat ato pulang sekolah berjalan kaki dari jalan tugu depan balai kota ke daerah Sawojajar ato sebaliknya. jalannya naik turun trotoarnya ada yangberlumut, jadi eksotis gitu…
—
nah itu dia! :)
/tyo/