Sisa-sisa yang Bertahan oleh Terjangan Digital
SPANDUK KAIN LEBIH MAHAL TAPI (TERKADANG) LEBIH “NYENI”.

Saya tak tahu sekarang ini berapa ongkos bikin spanduk untuk warung tenda. Dua belas tahun lalu (ya!), seorang penjual sari laut mengeluarkan Rp 200.000 untuk kain rentang yang tingginya sekitar satu meter (atau 90 cm?) dan panjangnya empat meter. Itu pun tak jadi dalam sehari. Sekarang dengan cetak digital, spanduk (plastik) yang berukuran sama cuma berongkos Rp 72.000 ribu –– biaya per meter perseginya Rp 18.000.
Plastik lebih kaku tapi kedap air. Usia pakainya, untuk luar ruang dengan tinta murah, bisa enam bulan. Karena ini negeri pemulung, plastik bekas spanduk itu selalu ada yang memanfaatkan. Misalnya untuk alas tikar.

Baiklah ini soal kemajuan teknologi. Apapun, kalau massal, dan kompetisinya ketat, akan memurah. Tapi saya kehilangan sesuatu: sentuhan tangan berupa gambar dan tulisan.
Sebagian besar gambar-gambar pada spanduk kain itu tak mencontoh buku grafis apalagi sumber di internet. Untuk tipografi pun demikian. Paling banter mencontoh “buku letter” murah meriah yang oleh penyusunnya dikerjakan penuh percaya diri karena mengabaikan semua teori tipografi ala sekolahan.

Saya kehilangan tapi tak saya ratapi. Saya hanya mencoba mengapresiasi sebelum itu semua punah. Sama seperti terhadap baliho bioskop yang wajah aktor dan aktrisnya tak jarang mengundang tebakan.
Para pembuat spanduk dan baliho secara manual itu juga berhak menyebut diri artis. Kalau istlah artis kadung disalahkaprahkan dengan bintang hiburan yang berkilau, maka bolehlah mereka menyebut diri seniman.
Di Yogya dulu ada “ahli papan nama dan letter”, namanya Potho. Pintu truk pun bisa dia tulisi dengan rapi, memakai cat, dan awet pula. Saya tak tahu bagaimana sekarang bisnis Potho dan lainnya, karena stiker hasil cetak digital dan stiker potong hasil olahan pisau plotter kian murah.
Tentang istilah “artis”, ada kawan saya, seorang desainer grafis, yang lebih suka kata “artist“. Menurutnya artinya beda. Antara lain ya tersebab konotasi itu. Dulu malah ada teman saya yang bingung untuk membedakan “artis” dan “aktris”. :)
Bonus: untuk hasil karya seniman pada bak truk, lihat Pesanlewat.com
34 Responses to Sisa-sisa yang Bertahan oleh Terjangan Digital
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Cara Ratu Plaza Memperlakukan Pejalan Kaki February 9, 2012Akses masuk-keluar pejalan dipepetkan pada jalur mobil. Undak-undakan lebar di bagian tengah pelataran diisi pot-pot besar. Itulah salah satu mal awal di Jakarta: Ratu Plaza, milik Ratu Sayang International. Permalink | Leave a com... […]postyorous menerous »»»
- Cara Ratu Plaza Memperlakukan Pejalan Kaki February 9, 2012
Cicitcuit!- @Badutromantis @pamantyo -> huaaah mantaft.. intan udah liat link yg di email blom? dikirim ke gmail :)) February 9, 2012 UmarIniUmar (Ini Umar Ini)
- Contoh infografik interaktif yang keren via @pamantyo http://t.co/5FBzLJtE. cc: @UmarIniUmar February 9, 2012 Badutromantis (hai dut)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Girang Hati 2009
January 1, 2009 by AntyoBOLEH DIGANTI “BEGADANG BOLEH SAJA, ASAL ADA ARTINYA”.
Struk salah satu gerai Apotek K24 di Mrican, Yogyakarta, ini menarik. Bukan “semoga lekas sembuh” (karena tak semua orang yang ke sana sedang sakit) melainkan “HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT”. Betul, dalam huruf kapital, seperti ditampakkan oleh gambar.
Mungkin tak istimewa. Hampir semua cash [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





aduhhh nama makanan semua, jadi laper hehe :P
–
Lapar? Makan. :D
/tyo/
iya emang nyeni sih dan ngeliatnya juga gak bosen.
bagus banget!
—
Selingan visual :D
/tyo/
eemmm… nyumiiiii… :p
klo begini namanya spanduk multifungsi,he
yang bikin mahal ongkos kerjanya juga…hehe
fungsi lain sebagai pelindung dari hujan
—
Betul! Saya sudah membuktikan waktu naik ojek dan kehujanan. Bang Ojek dan saya pun menepi, dapat tempat berteduh. :)
/tyo/
pesen sotonya, paman
tambah balungan ya …
—
Balungan! Aha! :)
/tyo/
hmmm jadi lapaaar,, hehe
—
Makan dong. :)
/tyo/
yang beginian tetep ja laku dari dulu ampe skr :D
—
Awet. :)
/tyo/
warung pinggiran eya eyo…
lesehan tetep nomer satu
salam deace