MENIKMATI AKTING DAN RETORIKA DI LUAR PARLEMEN.

“Maaf kata Saudara-saudara, perempuan yang menghina saya bisa saya buat menari telanjang di depan saya lalu dia minta saya jadikan istri. Padahal istri saya sudah dua, umur saya baru dua puluh tujuh…”

Maaf itu bukan kutipan persis. Hanya merangkum serpihan ingatan, dari melihat tontonan yang sudah berjalan. Jadi bisa saja kutipan saya telah mengubah nuansa dan melenceng dari konteks.

Menyenangkan sekali, Ahad sore lalu tanpa sengaja, selagi berjalan-jalan keluar masuk-kampung, saya mendapatkan kerumunan orang di atas lahan proyek perumahan, di pinggir jalan raya Pondokgede-Bekasi. Mereka menonton atraksi seorang penjual obat yang menyebut diri Pak Daeng. Saya menikmatinya.

Lelaki muda itu khatam segala ilmu retorika. Selayaknya aktor pentas dia tahu bagaimana menyihir penonton. Dia seperti menggenggam udara sekitar yang diembuskan dan dihirup lagi oleh kerumunan. Tutur katanya meyakinkan. Aktingnya menghanyutkan.

Lebih penting lagi ini: dia tahu mendayagunakan mikrofon dan spiker corong. Suara badai, ombak, dan halilintar dia keluarkan dari mulutnya pada saat yang tepat — termasuk menjelang dan setelah (seolah-olah) melafalkan mantera. Mirip pendongeng.

Menyenangkan. Lama saya tak menonton seperti itu. Menghibur dan menegangkan. Maka berkatalah dia kepada seorang penonton, “Saudara dari mana? Priok? Coba kesinikan helmnya, nanti saya kirim ke rumah.”

Helm berpindah tangan. Oleh asisten Pak Daeng helm itu ditaruh di atas peti. Kemudian kotak besar berbahan kain, seperti bilik TPS, mengerudungi kotak dan helm itu.

Pak Daeng menghadapkan telapaknya ke bilik TPS. Mikrofon menyalurkan desau angin dari mulutnya. Bilik itu tergetar, lalu terguncang. Lantas asisten mengangkat bilik TPS. Seperti umumnya sulap, helm itu telah raib. Tempik sorak membahana.

Bilik TPS dan meja kayu itu sejak awal mengundang penasaran saya. Ketika saya datang, TPS sedang diangkat. Di atas kotak ada karung goni kecil yang tepiannya terjahit tali. Kata Pak Daeng isinya lebih kecil daripada jenglot si manusia mini tua.

Tahap demi tahap perpindahan karung itu dramatis. Diselingi cerita. Mirip cara pesulap. Ada juga peringatan untuk para perekam adegan melalui ponsel, bahwa sesampainya di rumah gambar-gambar mereka sudah terhapus.

Apakah isi karung kecil itu? Sabar. Pak Daeng bercerita tentang aneka penyakit yang akan sirna setelah minum obat yang dibawanya. Kencing batu sampai lumpuh akibat stroke akan tersembuhkan. Jika tidak, “Biarlah dua tangan saya menjadi satu!”

Asisten menunjukkan piring berisi kapsul kehijauan. Pak Daeng katakan, jika di antara hadirin ada yang dari BPOM maka dia akan buktikan bahwa yang dibawanya adalah obat.

Sore semakin berat. Saya harus meneruskan perjalanan sejauh dua setengah kilometer lagi, jalan kaki. Apa boleh buat, saya belum tahu apa isi karung itu. Saya juga belum mendapatkan testimoni apakah helm yang raib dalam bilik TPS di Pondokgede itu sudah tiba di Tanjungpriok.

Andaikan semua penonton menggunakan Twitter mungkin akan lebih seru — kecuali karena kebetulan, atau malah karena kegaiban, semua baterai peranti genggam kehabisan daya.

Tagged with:
 

28 Responses to Menonton Orang Jual Obat

  1. tedted AUSTRALIA Mozilla Firefox Windows says:

    waah baru denger penjual obat menjual dagangannya dengan cara begitu. unik banget dan seru deh kalo bisa nonton langsung. creatif dan inovatif bngt tu penjual obat. harusnya selain jadi tukang obat jadi artis aja, kan aktingnya keren..hehehehe

    Kalo inovatifnya entahlah :D
    /tyo/

  2. eka INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    haha.. seru-seru :p

  3. eka INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    orang jual obat biasanya mempertunjukan atau mempertontonkan atraksi-atraksi yang ekstrim untuk menarik perhatian.heehe

  4. doris INDONESIA Google Chrome Windows says:

    lama tak melihat model beginian…

    sekarang masih ada ga ya yang beginian…

    Masih ada. Silakan berburu. :)
    /tyo/

  5. ade AUSTRALIA Google Chrome Windows says:

    haha,, its funny

  6. ridwan INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    saya juga suka melihat penjual obat seperti ini, dan juga penjual-penjual yang sangat menghibur, padahal ga beli apa-apa

    Ditonton tanpa beli pun dia seneng karena penonton itu jadi pelaris, pemancing terbentuknya kerumunan :)
    /tyo/

  7. ardhan AUSTRALIA Mozilla Firefox Windows says:

    mudah2an tuh tukang jual obat gak nipu deh

    Semogalah :)
    /tyo/

  8. Mutia AUSTRALIA Mozilla Firefox Windows says:

    tukang obat katanya suka ngebayar orang yang dijadiin kelinci percobaannya biar pura-pura sembuh..

  9. nisa INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Uncle, ini tukang jual obat, tukang sulap, apa tukang ngibul? (wong isih enom kok yo koyok ngene)
    Saya jadi bingung…!
    Tapi ngadain acara kayak gini mang enggak kudu ada ijin dari “aparat” yang berkepentingan,ya?

    Saya nggak tahu dia ngibul apa nggak. Misalnya saya tahu, toh ada etiket “beda guru, beda ilmu, apalagi satu guru satu ilmu, dimohon tidak saling ganggu”. :D
    Soal izin, ah bisa diatur. :)
    /tyo/

  10. yani Mozilla Firefox Windows says:

    Duh paman….bisa-bisanya tema yang biasa jadi ruar biasa. Paman bgmn menyusun kalimat dan membuat semua cerita yang paman tulis jadi hidup dan menarik? Kata-katanya enak dibaca tanpa meninggalkan pencintraan terhadap penulisannya yang memang berkualitas. Pingin berguru sama paman jadinya..ho…ho….

    Menulislah dan terus menulislah. Jangan takut salah, karena orang lain akan mengoreksi secara terbuka. :)
    /tyo/

  11. combat boy INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    maksud saya rahasianya

  12. combat boy INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    barang siapa yang mau permainan di samping hub saya lewat email di combatclothing@yahoo.co.id fb jga bisa
    soalnya saya pernah jadi pelaku

  13. Thobib INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    ini ko mirip salah satu pemain teror yang kondang di negeri kita to ?! :D .. yang pasti seru juga tontonan sperti ini, kadang saya sampe memikirkan bahwa mantra sama miripnya dg pemrgraman (maklum saya lg sok IT bgt) dan interaksi dg object yang tanpa alat/ media bak teknologi wireless (ngacok mode ON).

    Hahaha? hayo sebut siapa tenoris itu. :) Code is poetry, kan? :D
    /tyo/

  14. agung GIANT INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Ini kyai atawa pesulap.?!
    ato salah satu THE MASTER aliran “putih” ya???

    Wah nggak tau saya :D
    /tyo/

  15. guntur INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    terakhir nonton kayak gini di pasar loak salatiga…kurang lebih 15 taun yang lalu…

    15 tahun silam? Wah sudah lama itu. :)
    /tyo/

  16. Abihaha INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    ooo… saya baru menangkap dan sadar, jadi dari dulu trik kotaknya ndak pernah dibuka itu untuk ‘penasaran’nya penonton tho.
    Pencerahan baru! Mbesuk-mbesuk kalo kebetulan ada lihat lagi (kemarin dulu sempat lihat di latar pasar Astana Anyar BDG), saya coba desak supaya kotak segera dibuka. Atau dibentuk TPF isi kotak!

    TPF kotak :)
    /tyo/

  17. Chic INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    kapan tau menemukan model penjual obat ini di sudut sudirman yang sekarang gedungnya jadi milik perusahaan konglomerat itu… bayangpun, di Sudirman! :lol:

    tapi ya cuma sekali itu doang. sejak gedungnya dibeli perusahaan konglomerat itu, daerah situ bebas pedagang kaki lima :D

    Berapa banyak orang yang ingat nama gedung itu? Wisma Anggana Danamon?
    Saya suka arsitektir gedung itu. Modern dan ramah thd publik. Tapi yahhh sudah berubah sekarang. Suasana kemaharajaannya, atau rasa taipannya, kuat banget. :(
    /tyo/

  18. DV AUSTRALIA Google Chrome Windows says:

    Saya rindu hal-hal seperti ini, Man. Saya tau kadang (selalu kayaknya) aku digobloki tapi menikmati :)

    Lha semua penonton sulap kan juga tahu kalau ditipu, tapi puasssss
    /tyo/

  19. oglek INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    di kota saya, tiap hari pasaran Pon dan Kliwon, tukang obat model begini pasti ada man. Dan sampai sekarang kalo sempat saya masih senang menontonnya :D

    Waktu saya kecil ada pasar hewan. Bukanya Legi. tapi yang saya tonton judi dadu. :D
    /tyo/

  20. nothing AUSTRALIA Mozilla Firefox Windows says:

    lama tak melihat model beginian. dulu pas kecil masih SD di kampung, di kota bangl, pasuruan, model beginian masih kerap terlihat di pasar-pasar.
    dan betul kata paman, menarik banget, akting dan omongannya dahsyatttt

    Mestinya mereka mengajar di kelas public speaking
    /tyo/

  21. zam INDONESIA Google Chrome Linux says:

    di alun-alun solo, aya pernah denger si tukang obat jualan. meyakinkan, ada suara interaksi dgn penonton segala. saya deketin, ternyata rekaman kaset. penjualnya duduk-duduk nyantai sambil udut. njelehi..

    Kreatif. Njelèhi asli.
    /tyo/

  22. adi INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    wah ini tontonan jmn kecilan saya. kebetulan rmh saya deket alun-alun jd tiap malam selalu ada tukang obat :D. trik langganan yg saya hafal adalah selalu menyebut membawa binatang buas (misal: macan, ular, buaya dll) dlm karung/kotak yg ia bawa tapi sampai pertunjukan habis itu karung/kotak gak pernah dibuka hahaha ….

    Ya! Sampai pertunjukan habis itu kotak atau karung tidak dibuka. Rumus klasik! :D
    /tyo/

  23. mpokb INDONESIA Google Chrome Windows says:

    Gede-gedean nih jual obatnya. penontonnya juga banyak, Bang Paman. Lebih banyak dari penonton tukang obat yang mangkal dan suka bawa ular belang atau gigi (kelihatannya gitu, lha saya nggak berani lihat dari dekat).

    Cobalah lihat dari dekat, Mpok… :)
    /tyo/

  24. mas stein INDONESIA Flock Windows says:

    jadi inget jaman SD saya dulu paman, suka nongkrong di pasar liat tukang obat :)

    Mari bersalaman. Saya juga. Malah pernah diusir secara sopan karena nyeletuk waktu memergoki tipuan “sulap” penjual dan penonton tertawa. Dia katakan dalam bhs Jawa krama, “Ndak baik anak sekolah di sini. Ayo pulang, ditunggu ibu di rumah.” :D
    /tyo/

  25. ardianzzz INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Menarik sekali, dulu pernah ada pertunjukan keliling :p seperti itu di desa saya, (yogya) katanya sih mereka adalah perantauan dari ponorogo (jalan kaki). kemudian, mempertontonkan pertunjukan yang aneh-aneh begitu. sangat menarik bosen liat sinetron isinya muka doang :p

    Lha kalo sineron gak banyak wajah bening waaaa gak asik. :)
    /tyo/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.