Menuju Kesempurnaan — Hayah!
ADA DUA JAWABAN: MERAWAT KARUNIA DAN MENGEJAR YANG BISA DIRAIH.
Dua iklan, pada hari yang sama, di halaman berbeda, di Kompas. Mereka sadar bahwa manusia tak sempurna; karena itu perlu diingatkan, dihasut, diyakinkan, bahwa kesempurnaan bisa diupayakan. Dengan membayar. Dengan harapan ini: lekuk memukau sesosok tubuh. Setidaknya memukau diri sendiri di depan cermin.
Mereka, dua klinik kecantikan itu, juga sadar bahwa sejak dulu sebagian manusia menolak menjadi tua. Tepatnya: menolak tampak tua.
Muda adalah hari ini. Adapun tua adalah dua wilayah linier di belakang dan depan, tentang masa lalu dan masa esok. Itu dua hal yang seringkali tak menarik untuk dibahas, sehingga di era media sosial foto lama yang kurang keren jangan sampai terpampang dan menyebar.

Selalu tampak muda adalah serupa ilusi bahwa seseorang bisa tiba-tiba muncul dari batu kapur atau buah kelapa. Tanpa asal-usul panjang. Tak perlu penelusuran ke hulu riwayat.

Apakah kesempurnaan ragawi itu? Iklan itu sudah menjawab. Dan lagi-lagi sejumlah tentangan pun berbunyi, mirip paduan suara liturgis yang lagu dan cara menyanyikannya tak pernah berganti.
Misalnya tentang kriteria kecantikan sebagai hasil konstruksi industrial — yang tentu saja peran lelaki ikut dipersalahkan. Untuk Indonesia adalah sosok perempuan berkulit putih alumna Pond’s Institute, berambut hitam lurus seperti model sampo, dan tentu saja langsing.
Lantas muncullah sanggahan. Dari yang berupa pengecualian tentang contoh si cantik yang tak seputih iklan (dan tetap pengecualian sebagai sempalan arus utama) sampai ajakan menjadi diri sendiri.
Sinisme tentu ada. Misalnya mengapa yang putih-cantik-langsing tak ikut memprotes, bahkan terus mempertahankan ke-putih-an (bedakan dari “keputihan”), kelangsingan, dan rambut hitam lurusnya?

Yang lebih menohok juga ada. Berupa tanya: “Misalkan Diajeng lahir kembali dan boleh memilih kemasan, jujurlah ingin berkulit apa, berpostur apa, berambut apa?”
Tentu saya punya saran berupa jawaban taktis bagi yang kurang percaya diri: “Karena cuma berandai-andai, dan saya butuh aman, maka saya ingin cantik sesuai kriteria zaman saya dilahirkan kembali.”
Biro iklan punya jawaban pamungkas. Itu semua berdasar`survei. Apa yang dipersepsikan sebagai cantik ya seperti itu. Secara hiperbolis saya bumbui, “Jangan rewel. Terimalah kondisi diri sendiri kalau berbeda dari keinginan pasar.”
Jadi mengapa harus sewot setiap kali industri menghasut perempuan untuk mewujudkan keinginan tersembunyinya? Jawaban bijak bilang, “Masalahnya anak-anak dan cewek remaja bisa terpengaruh. Jangankan mereka, yang dewasa pun terpengaruh iklan. Ingat kasus Barbie dan anoreksia?”
Silakan tambahkan contoh sendiri. Tapi saya yakin iklan sejenis akan terus nongol: kemarin, hari ini, dan esok.
Sebesar-besarnya koreksi dan perlawanan tetaplah catatan, belum mengalahkan arus kuat — arus yang ditentang, bahkan mungkin dibenci, tapi bagi yang lain masih diamini.
Lantas kita pura-pura cuek kalau tak sependapat sambil mengulang mantera, “Be yourself, be yourself…”
Oh ya, carilah aneka opini di Kaskus dan Twitter tentang “kulit putih”. Salah satu kicauan berbunyi, “Percuma kan kalo muka cantik, badan ideal, kulit putih mulus tapi iman bobrok kelakuan busuk. Ahzek .” Waduh.
NB: Kita tunggu kampanye kosmetik dengan isyu “kulit putih” (atau “kulit terang, sehat, dan bersih”) di media sosial dengan mengerahkan sejumlah influencers. Akan munculkah perlawanan terbuka?
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Tata Ruang Mal yang Membingungkan
July 3, 2007 by AntyoTUGAS ARSITEK DAN DESAINER INTERIOR ADALAH MEMBUAT ORANG TAK BERTANYA.
“Bayarnya di kasir enam, Pak,” kata sang pramuniaga. Seperti sering terjadi, saya pun bertanya sambil tolah-toleh, “Di mana, Mbak?”
Saya sering kerepotan mencari letak meja kasir toserba besar. Ya, mata saya memang agak rabun. Ya, ya, saya juga agak buta huruf.
Maka saya pun [...]
Recent Comments
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





lik. sempurna di Indonesia sudah menjadi hak paten,jadi semakin susah membuat orang Indonesia sempurna.
—
Oh gitu ya?
/tyo/
ideal dan sempurna menurut siapa, kapan, untuk siapa dan keperluan apa serta siapa dulu…
—ra ono sampurno… gak ngrokok!
Wah wah…Selamat ya atas terpilihnya blog ini. ternyata kita tentangga ya Om Antyo.
Tulisan yang “berat” zaman sekarang sudah tidak laku dibaca. laku sih laku cuma jarang. Hadirnya blog ini nampaknya dinilai membawa angin segar bagi kepenatan jiwa dan raga masyarakat Indonesia yang sedang dirundung masalah bertubi-tubi.
Sukses selalu! Posting terus berita angin-anginannya ya, Om..
—
Terima kasih, tetangga. :)
/tyo/
salam
selamat atas terpilihnya blog (tepatnya situs ini) jadi yang terbaik.
selamat berkreasi. teruslah menginspirasi.
—
Terima kasih. :)
/tyo/
we don’t love someone because hers beatiful,but she is beautiful because we love her
–
Nah! Tepat! :D
/tyo/
(sing) syukuri apa yang ada… hidup adalah anugrah.
===
Setuju :)
/tyo/
Eits.. Aq kaum Hawa lho.. Menuju Kesempurnaan?? Aq hanya setuju dengan MERAWAT KARUNIA ( jAga kebersihan, Kesehatan dan Keimanan) jadi ingat pesan didinding waktu SD..hehe..
Pamam Tyo: Aq jg setuju dengan kalimat terakhir.. N semoga banyak kaum hawa yang membaca ini..
—
Banyak kok Hawa yang baca :)
/tyo/
okedech
wokeeeeee
hahaha.. tulisan yg bagus.. udah empet banget sama definisi cantik menurut media.. mendingan ngurusin urusan laen deh
woh! dapet keycode ROYSURYO!
ideal dan sempurna itu kok ya ndak jelas paremeternya.. :p
—
Memang nggak ada dan nggak perlu :D
/tyo/
Harga sebuah harapan memang mahal paman….namanya juga harapan…
—
juga harga impian (mugkin), ya Bu :)
/tyo/
mw kulit hitam ato putih, gemuk ato kurus
Seng penting sehat jasmani rohani lah,,,,,
dr pd cantik jasmani na tp rohani na kebelenger,,,,
mending yg biasa2 wae.. syukuri yg dah dianugrahi…
—
betul!
/tyo/
sekedar copy paste dari bacaan pagi ini: “orang optimistis yg berpusat pada apa yang sudah ada dan melihatnya sebagai potensi bagi sesuatu yg besar. Orang pesimistis yang berpusat pada apa yg belum ada dan melihat keadaannya tanpa kemungkinan adanya perubahan” ref: Ziarah Bathin 2010, Renungan dan Catatan Harian
—
Terima kasih. :)
/tyo/
Saya bangga dengan kondisi (tubuh) saya sekarang, kulit saya tidak putih dan juga tidak hitam, postur tubuh saya (cukup) proporsional, dan tentu saja rambut saya hitam. Kok terdengar (terbaca) biasa saja yah, standar, rata-rata. Kenapa tulisan Paman tampaknya ‘wah’ dan menggugah yah? Hebat. Hahaha.
—
Topiknya biasa. Tulisannya juga biasa. Jadi berlebihan karena ada ilustrasi iklan itu. :D
/tyo/
Tidak hanya untuk wanita, tetapi pria juga sudah mulai dihasut, bahkan juga sudah masuk ke media sosial. Paman emangnya gak ikut kampanye #Vasel***en ya?
*kabuuurr*
—
Oh kalo yang Vaseline Men dengan bumbu whitening itu saya tahu betul. Gak usah kabur. Tapi pesannya kan belum tajam ke sana (“kulit putih”), cuma “kulit (wajah) bersih”. Gelombangnya gak segencar kampanye kulit putih eh pemutihan kulit untuk perempuan. BTW dua kali saya, sebagai blogger, diundang ke acara yang diselenggarakan oleh produsen kosmetika pemutih, yang terkenal dengan “institutnya” itu. Mungkin saya cuma diminta menonton orang cantik berkulit putih, langsing dan berambut lurus pula. Seneng juga sebetulnya tapi waktunya gak cocok. :D
/tyo/
kenapa yang komentar lelaki semua? *ngemil abon badak*
—
Ini bukan tulisan pertama, dan sejauh saya tahu bagi perempuan tertentu ini juga bukan topik yang nyaman. :D
Tapi bisa juga, karena ini posting anyar, kaum hawa belum singgah. Atau cukup baca dari reader masing-masing. ;)
/tyo/
Menuju Kesempurnaan? Ya, menuju, selalu begitu, Paman? Ia ada di sana, bukan?
Bagi feminis, iklan itu adalah monster.
Eits, kode kuncinya satebadak? Nggak kebayang makan daging ini?
—
Masalahnya kesempurnaan diri itu hanya ilusi. :)
/tyo/
kulit ku hitam…tapi suka cewek kulit putih…jangan2 pengaruh iklan ya…??
—
Soal selera aja. Ndak masalah. Toh ndak nuntut cewek hitam berubah jadi putih kan?:D
/tyo/
Saya paling geli denger bahwa kulit putih adalah segalanya…
Yang lebih geli adalah kenyataan dulu saya pernah ‘dekat’ dengan seorang wanita yang sangat peduli dengan perawatan tubuh. Kulit aslinya sawo matang tapi karena dia rajin perawatan maka kulit wajahnya putih meski leher ke bawah tetap agak soklat :)
Blontheng :)
—
Nah! Hahaha!
/tyo/
Jadi, mari kita mencintai wanita yang “tak sempurna” :D. Saya jadi penasaran, pria sekarang bisa seneng sama cewek putih langsing, itu karena siapa sih?
—
Kok pake “pria sekarang”? Dari dulu juga ada. Itu selera. Kayak cewek tertentu suka cowok tegap. :D
/tyo/
Yang coklat ingin kulitnya putih. Yang kulit putih, pengen kulitnya kecoklatan terbakar matahari, sampai banyak sun studio di negara empat musim.
Yang lurus rambutnya pengen kriting, yang kriting pengen lurus, mbulet.
—
Masing-masing pihak tak puas, merasa tak sempurna. Memang mbulet, wolak-walik. :)
/tyo/
Istri saya bertubuh subur [istilah halus untuk gemuk :))], sering didatangi wanita-wanita langsing yang menawarkan resep pelangsing —mulai dari yang berbentuk obat, sampai yang berupa program. Dia nggak pernah mau. Karena dia tahu bahwa suaminya tak terganggu dengan tubuh suburnya (karena suaminya tahu bahwa istrinya cantik meski bertubuh subur…. ;)]
—
Nah ini dia. Yang penting bahagia, apapun kata SPG yang ngejar komisi itu. :)
/tyo/
saya pengen perut saya ga mlending. soalnya celana panjang do sesak kabeh, ga muatt
—
Waduh. :D
/tyo/
orang bule yang putih-putih pengen keliatan lebih “sempurna” malah jemuran di bali kok paman.
—
Begitulah. :)
/tyo/