Konten Indonesia: Juga Lingerie dengan Pop Mie
CATATAN UNTUK PENGHARGAAN TERHADAP SPIRIT.
Blog ini mendapat penghargaan dari The BOBs Deutsche Welle, Jerman. Terima kasih, terutama kepada pengusul yang tidak saya ketahui. Bagi saya ini adalah penghargaan untuk banyak bloggers Indonesia. Saya hanya wakil.
Ya, wakil dari teman-teman yang memiliki spirit sama: mengisi konten di internet. Menjadi saksi zaman, yang setahap demi setahap menghasilkan banyak kepingan jigsaw puzzle bernama potret Indonesia pada suatu kurun. Jigsaw puzzle yang tak pernah dan tak perlu selesai.
Konten (tentang) Indonesia
Kalau saya rumuskan, proses bersaksi terhadap zaman itu adalah “menghasilkan konten Indonesia di tengah belantara teks”.
Sungguh kalimat yang gagah, dan tentu gegabah, tapi keren dan memberi kesan terpelajar.:D Tak apa, di tengah snobisme akademis gaya scientistic memang lebih penting ketimbang prinsip scientific. :P
Konten Indonesia. Belantara teks. Ini abstrak sekaligus nyata.
Abstrak, karena butuh penjelasan — beberapa posting saya menyentil itu.
Nyata, karena sudah dan terus kita lakukan: melaporkan amatan terhadap keseharian (tidak harus saban hari), baik berupa kesaksian maupun opini, bahkan berupa puisi dan solilokui prosais.
Berbarengan dengan itu mesin pencari semakin pintar, temboloknya kian tambun. Mesin penerjemah pun terus ditingkatkan kemampuannya — tapi pasti kalah dalam menangkap konteks dan nuansa bila dibandingkan manusia.
Lima tahun silam salah satu blog saya dipergoki oleh seorang bloger dan desainer grafis Spanyol (Papel Continuo). Karena dia tidak bisa berbahasa Indonesia maka dia manfaatkan mesin penerjemah versi dini (ToggleText) yang ditaja oleh Telkomsel. Hasilnya dimasukkan ke Boingboing, salah satu situs pencatat “apapun yang unik” saat itu.
Yang terserak, yang terangkum
Bukankah semuanya terserak, bahkan kadang tak saling hubung? Saya percaya kepada para penafsir dan peramu. Kicauan singkat pada Twitter, yaitu “Lapar”, jika jelas konteksnya maka bernilai. Misalnya dia sedang diperiksa polisi dan sudah memasuki jam keenam.
Begitu pula kicauan yang mungkin ganjen lagi eksibisionistis dari seorang pria urban, eksekutif biro iklan, bahwa penumpang sebelah dalam KRL memperhatikan kuku jari tangannya dicat hitam dan perak. Di tangan peramu dan pembingkai, kasus cat kuku dan info lain yang relevan adalah sebentuk kepingan potret Indonesia. Blog mampu melakukannya.
Apa bagusnya? Inilah era media sosial. Konten yang kita cerna tak melulu disediakan oleh media lama yang sangat bergantung pada Tuan Editor yang mengerahkan barisan reporternya tapi kita tak tahu proses dan bahan mentahnya, kecuali ada kasus sehingga ombudsman internal turun tangan. (Catatan: media terlembagakan tetap kita butuhkan karena mereka punya organisasi dan prosedur yang tak dapat dilakukan perorangan).
Kini di internet setiap orang bisa menjadi penerbit merangkap penulis, editor, dan distributor — bahkan kolportir. Itu sebuah lompatan jauh setelah sekian abad kita hanya memperpanjang langkah Johannes Gutenberg yang menemukan mesin cetak untuk memperbanyak Alkitab agar teks dan tafsir tak hanya dimonopoli oleh biara.
Di internet setiap orang berkemungkinan menjadi seleb dalam jaringan perkawanannya sehingga lontaran pribadi di public timeline disimak banyak orang. Sebelumnya pesohor hanya diciptakan oleh koran, majalah, radio, dan TV. Suka tak suka khalayak pun menerimanya. Tepatnya: terpaksa jadi tahu. Karena dipilihkan.
Memang boleh saja dibilang apa yang terjadi pada media baru, yaitu media dan jejaring sosial, hanyalah perpanjangan dari dunia nyata: obrolan, rasan-rasan, diskusi dengan topik sebatas judul. Tapi menurut saya berbeda.
Obrolan di internet sudah berubah menjadi teks (berupa tulisan, gambar, suara, dan video). Itu terdokumentasikan dan tersebarkan. Bahkan di internet, persebaran dan pemaknaannya sudah di luar kendali penyumbang isi. Berbiak dan semuanya tercatat, jauh melebihi kemampuan mesin cetak koran tercepat. Siapapun bisa mencomot tanpa mengetik ulang — dengan ekses pengunyah terakhir tak tahu asal muasal konten dan hak cipta pun terabaikan. Itulah belantara teks.
Dalam peramuan itu, yang kalau digagah-gagahkan adalah mengonstruksikan pretelan menjadi sebuah wacana, blog masih paling pas. Bahannya bisa dari wadah lain, sejak milis, forum, situs web atas nama alias tertentu, blog lain, situs berita, sampai Wikipedia dan kamus online.
Maka dapat saya katakan bahwa pengkaji cultural studies akan terbantu oleh Fuck Yeah Alays!. Di tengah ledekan terhadap “alay(isme)”, blog yang comot sana-sini itu adalah sebuah dokumen berharga.
Merekam jejak perubahan
Blog, yang dihasilkan oleh sistem pengelolaan konten, adalah saksi zaman. Blog merekam perubahan. Mesin pencari dan temboloknya, dengan bantuan mesin penerjemah, membantu kita menemukan jejak sejarah: kita bukan orang yang tiba-tiba tercipta dan hadir.
Jika bicara potret zaman dan perubahan sosial mungkin terdengar muluk-muluk. Baiklah kita becermin. Sepuluh tahun lalu sulit membayangkan sekelompok wanita Indonesia, nona-nona dan ibu-ibu muda, yang mungkin tak saling kenal secara pribadi, bisa berbagi info dan foto belanjaan berupa lingerie. Salah satu foto jeroan itu melibatkan Pop Mie sebagai penindih alas. Sungguh sebuah teks Indonesia. Konten Indonesia. Coba lihat. :D

Sama seperti kita menikmati NiceTry, sebuah wadah penampung kelucuan Indonesia melalui foto dari pelbagai sumber. Sepuluh tahun lagi kita masih punya jejak langkah perjalanan Indonesia. Sama seperti saya membuat blog Memo yang ringkas dan berilustrasi, dengan pengisian lebih kerap ketimbang blog ini.
Jejak langkah tak hanya berupa esei yang membingungkan, seperti tulisan ini. Dia juga bisa berupa fashion blog yang mewakili sebuah gaya hidup dan arus konsumsi urban. Misalnya Diana Rikasari (Hot Chocolate & Mint), cewek 25 tahun yang akhirnya mendapatkan manfaat ekonomis dari kegemarannya ngeblog dan berdandan (dan berbelanja), serta Evita Nuh (The crème de la crop) yang masih berusia 11 tahun.
Blog mereka sama bernilainya dengan posting orang lain tentang halte Transjakarta yang rusak, kemacetan, got mampet, pasar becek, gedung sekolah roboh, dan juga sensasi belanja obralan tengah malam di mal maupun pengalaman rave party di Jakarta dengan DJ dari Negeri Belanda.
Salam blog. :)
© Sumber ilustrasi: FemaleDaily, dimuat tanpa izin
71 Responses to Konten Indonesia: Juga Lingerie dengan Pop Mie
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Salam, kami dari @majalahBung ingin wawancara Anda. Bisakah minta email Anda ke: bung@ruangrupa.org agar kami bisa kirim undangan? May 24, 2012 majalahBung (Bung!)
- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Pascabayar Sabar, Prabayar Ginanjar
October 25, 2007 by AntyoTAMBAH HANDSET, TAMBAH NOMOR. GITU AJA KOK REPOT. (?)
Ternyata butuh riset kecil untuk membandingkan layanan operator selular. Saya tak telaten. Kesan sementara saya: pengguna prabayar dari operator mana pun lebih teperhatikan, jadi bahan rebutan, karena itu harus dimanjakan.
Bagaimana dengan pengguna pascabayar? Mereka adalah kaum loyalis malang. Ada yang sudah sepuluh tahun [...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





mantap nih tulisan…beberapa kli baca baru ngeuh…
sandhee recently posted..Samsung Gio GTS5660 For Young Subject
Saya sebenarnya ingin banget memahami tulisan ini, tapi kok gak paham-paham ya? lingere, konten, mie?
kurniasepta recently posted..Belajar Memonetize Blog Secara Mandiri
mantap jaya….
saya cuman bisa ngobok obok satu kota saja pak, Semarang tok, belum bisa mengcover Endonesaaa….
[...] mas pitra dengan blog media-ide dan paman tyo pernah merasakan menjadi pemenang di ajang The BOBs Award ini. Nah di kesempatan tahun ini saya [...]
Ihiyyyy nemu artikel ini di random post. Selamat ya! :) *pake salaman*
Saya suka pop mie dan lingerie trus kalo harus milih salah satu ya milih yang kedua soalnya kalo makan banyak pilihan :D *bayangin dapet paket pop mie*
Selamat untuk penghargaan yang sudah diterima, dan gambar lingerienya bagus bagus :-))sayang dimuat tanpa ijin, hehehe
selamat lagi paman.
semoga celotehnya semakin berkenan di mata-mata internasional :)
terimakasih untuk inspirasinya.
—
Terima kasih. :)
/tyo/
selamat ya.. sukses! saya senang membaca blog anda. unik!!
—
Terima kasih, Bu. :)
/tyo/
SELAMAT OM !!!
Semoga makin membawa nama (blogger) Indonesia jadi harum di mata dunia …
Selamat atas prestasi ini.
Nyentil…nyentrik…asik…selalu dinanti…
Selamat atas prestasinya.
Saya sekali berkunjung…langsung betah…baca2.
Selamat Paman. Teman2 hayo kita jeburkan paman Tyo di Got. * dulu di kampus kalo mengucapkan selamat adalah dengan menceburkannya di got :D *
Selamat Paman :D Makin jaya dan makin banyak kicauannya.
*sodorin kroto* *ditendang jauh*
Congrat…
ucapan selamat yang tulus dari saya untuk Anda yg telah mewakili Blogger Indonesia.
Selamat, Pakdhe..
Selamat pakdhe! Sudah selayaknya.
Kapan dibukukan jadi “Buku Gombal”?
1/2 kuarto HVS 60gr, cetak B/W 1/1. Cover ArtPaper 230gr cetak 4/0 laminasi dof lalu judul dan pengarang di spotUV biar mengkilat. Saya bisa bantu.
*halah promo maneh ki.
Enjoy Bonn in June ya pakdhe, titip foto latar kosong buat dicrop foto diri. Randuwe poto luarnegeri utk profil di jejaring sosial je’.
—
Huahaha. Terima kasih. Spot UV nambah waktu sehari, kalo ditambahi plastic wrap tambah setengah hari. Jilid jahit saja. :D
Foto di studio saja, nanti background bisa diganti. Artwork dalam PDF press quality. :D
Lho kok malah ngomongin bisnis. Saya sih pengin bikin buku logaritma saja. :))
/tyo/
G-string nya beli dimana Pam?
Mau dooong… utk melengkapi serial warna pelangi lingerie di lemariku :D
—
Ndak tau beli di mana, tanya saja ibu-ibu anggota forum itu. Secara bisnis, ini hemat bahan tapi margin besar. Dari sisi masa pakai, kadang cuma sebentar, setelah itu ya dicuci — atau dibuang? ;) Eh ngaco. :D
/tyo/
top markotop… ra maido. blog iki cen sing paling apik…
—
Suwun. Tahun depan pasti blog kecakot. :)
/tyo/
selamat paman
ucapan selamat cukup di bales dg makan makan aja kan man, eh :D
—
Mari makan siang, Jok. Sudah jamnya ini — sekarang 11.48. :D
/tyo/
he..he.. postingannya sangat keren paman, pantas anda mendapatkan penghargaan. keep blogging
—
Terima kasih. :)
/tyo/
Selamat om. Memang layak! Btw, “solikui” mungkin maksudnya “solilokui” :)
—
Terima kasih dan acung jempol lalu menjura untuk Firman Firdaus.
/tyo/