Setelah Menanam Lantas Apa?
KITA MENANAM UNTUK ESOK, BUKAN HARI INI.

Mau gerakan sebatang pohon, atau sejuta pohon, sebetulnya ada persoalan lain. Yaitu setelah pohon ditanam, lantas siapa yang merawat? Jawaban gampang: ya masyarakat. Tapi nanti dulu, masyarakat yang mana?
Memobilisasi orang, asal caranya pas, kayaknya gampang. Apalagi yang berbau seremonial, ada seragam dan foto bersama segala. Lantas dokumentasi visual masuk ke blog dan Facebook.
Nasib si pohon? Entah. Dalam hati kita berharap semoga ada yang mengurusi entah siapa. Sudah bersedia menanam kok masih diminta jadi tukang kebun. Celaka nian.
Berkelanjutan dan rasa memiliki
Yang kita butuhkan adalah program yang berkelanjutan, bukan cuma one shot. Pelibatan khalayak tak cukup hanya hanya saat menanam tapi juga merawat.
Kesediaan merawat hanya bisa muncul jika ada rasa memiliki. Nah, ini yang agak berat. Proses komunikasinya lebih serius, karena ada pemantauan. Kalau digampangkan, ya pemantauan yang melibatkan para penanam.
Tahun lalu, ketika bersua di sebuah kedai kopi, seorang kawan dari LSM bercerita bahwa kelompoknya mengajak masyarakat menanam pohon di sebuah pulau di Kepulauan Seribu. Setiap pohon (saya lupa pohon apa) diberi nama. Lantas secara berkala, sekian bulan sekali, penanam akan diajak ke pulau.
Memang berupa obrolan ringan sehingga saya lupa detilnya. Tapi bagi saya ini menarik. Ada pendekatan berkelanjutan dalam kegiatan itu. Setiap relawan yang terlibat menjadi pemilik pohon.
Untuk hari esok
Tentang penanaman pohon, saya teringat cerita yang saya baca saat saya masih SD. Seorang kakek menanam pohon entah apa. Lantas tetangganya, yang lebih muda, bertanya apa manfaatnya karena setelah pohon berbuah si kakek sudah mati.
Si kakek kurang lebih menjawab, “Aku menanam pohon ini untuk cucu-cucuku.”
Ini serupa alasan yang menjiwai Wahyu Nurdiyanto (Nothing) sehingga saya kutip dalam random quote di kolom pinggir Memo: menanam pohon kelapa untuk hari esok, untuk anak-anaknya (19 Februari 2010).
Trembesi: pilihan dan kontroversi
Pohon apa yang sebaiknya ditanam? Beberapa kalangan menganjurkan trembesi (Samanea saman).
Pohon ini cepat tumbuh (dalam lima tahun, diameternya 25-30 cm), berumur lama (bisa seabad, bila merujuk kasus Malang, oleh Nothing), kanopinya meneduhkan, kayu tuanya bisa untuk perabotan (bahkan gitar), dan yang lebih penting lagi bisa menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen.
Menurut Endes N. Dahlan, dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam berita Kompas, sebatang pohon trembesi berdiameter tajuk 10-15 meter bisa menyerap 28,5 ton karbon dioksida per tahun.
Akan tetapi Mochammad Na’im, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam berita yang sama, mengingatkan bahwa trembesi juga memberikan evaporasi (pemguapan) yang tinggi sehingga mengancam sumber air.
Adapun Mustaid Siregar, ahli ekologi tumbuhan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menyarankan kehati-hatian dalam menerapkan gerakan menanam trembesi mengingat trembesi adalah tanaman asing, padahal tanaman lokal ada yang terbukti tepat.
Manakah yang benar, termasuk benar dalam arti tepat sesuai lingkup penerapannya, tentu butuh kajian lebih jauh.
Lantas, dikaji dulu baru ditanam atau langsung tanam saja? Saya tidak tahu jawabannya karena saya bukan ahli. :D
© Ilustrasi: Wikipedia Indonesia
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Dering Telepon Landline February 10, 2012Suatu hari fixed-line kantor berdering berkali-kali. Mirip kantor betulan! Binis adalah krang-kring. Seperti dalam film lama. Tetapi kini orang kantoran makin sering berponsel. Langsung ke tujuan. Tarif lebih murah. Di rumah pun telepon kabel tak seaktif dulu. Selain untuk memesan gas dan air galonan, telepon untuk interlokal. Mungkin semakin jarang keluarga […]antyo
- Dering Telepon Landline February 10, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Jadi social smoker itu karena gak ada obat mati gaya. masalahnya dari social smoker ke pecandu itu tinggal selangkah ~ @pamanTyo February 10, 2012 glennypy6 (Glenny Jonathan)
- RT @cho_ro: Jadi social smoker itu karena gak ada obat mati gaya. masalahnya dari social smoker ke pecandu itu tinggal selangkah ~ @pamanTyo February 10, 2012 hollowayzr4 (Holloway Wharton)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Maju (tak) Lancar Membelah Kota
March 19, 2010 by AntyoSECARA BERTAHAP POTRET KITA BERUBAH.
Tangan saya bisa menyentuh bodi bus Maju Lancar di samping kanan. Sangat mepet untuk kerapatan antarmobil. Tak menyisakan celah, baik bagi pengasong, penyeberang, apalagi sepeda motor. Asap knalpot menjadi konsumsi bersama. Jangan heran jika bungkus permen asongan pun berjelaga, terlekati arang berminyak.
Sepanjang sekitar enam kilometer saya merambati jalanan [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





furniture kita gunakan pohon hasil menanam bukan hasil nyolong
furniture minimalis recently posted..Meja makan Mewah
menghijaukan bumi dengan menanam sengon
mari kita bersama hijaukan hutan indonesia,gp greennnn