Cerita Dangkal dari Gambir
WARUNG TERSEMBUNYI ITU MASIH HIDUP.

Stasiun Gambir Jakarta sudah berubah. Sedikit. Beberapa kios baru sudah terisi. Kafe ber-hotspot sudah ada. TV Gambir terus menayangkan gambar hidup. Dan di bawah peron, tempat menunggu serta masuk-keluar penumpang ke gerbong, tetap ada warung. Itu warung kecil yang dinaungi bibir peron.
Sabtu pagi kemarin pemilik warung masih tidur terlelap. “Yah, masih ngimpi dia,” keluh seorang kuli angkut (manol,porter) seusai berganti baju.
“Begadang kali semaleman,” kata seorang petugas parkir yang juga barusan berganti baju kerja.

Pelanggan datang dan pergi. Membeli rokok. Memesan teh atau kopi hangat. Sambil kongko melepas penat. Juga ngobrol di tengah kebisingan roda besi dan gemuruh diesel saat kereta berhenti dan melintas.
Pelanggan datang sekalian mematut diri. Ada cermin di sana. Setelah rapi dia akan melompat ke atas, ke peron. Lebih praktis ketimbang berjalan dulu ke ujung peron yang terbuka.

Selalu ada kantong ekonomi murah di setiap tempat. Seperti warung murah untuk pramuniaga dan satpam di mal — atau di bandara. Warung-warung yang kadang membolehkan kita berutang. Sama seperti saya mengutang di angkringan Wetiga Langsat — tapi tak berlaku di kafe-kafe tetangga. Serupa warung internal tepat saya berutang rokok tapi tak berlaku di Circle K terdekat.
Warung di Gambir, di Jalur 4 itu, tak semua orang tahu apalagi peduli. Selalu ada dunia kecil yang bukan urusan kita. Bahkan mungkin tak terendus petugas sensus ekonomi. Apalagi jika itu dunia yang keras. Itu dunia warung yang pada malam hari tak mendapatkan listrik dari stasiun, sehingga mengandalkan dua lampu berkemah.

Warung yang tak resmi, tak tercatat. Kepala stasiun mungkin menutup mata. Dalam beberapa soal itulah cara manusia menjaga kehidupan bersama.
Tapi jangan tanya saya lebih jauh. Ini hanyalah nota turistis, bukan laporan jurnalistik. Serba permukaan dan berjarak, penuh pengandaian, miskin penggalian. Biarlah bloggers lain, dan juga desk kota koran-koran, yang meneruskannya. :P
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Dering Telepon Landline February 10, 2012Suatu hari fixed-line kantor berdering berkali-kali. Mirip kantor betulan! Binis adalah krang-kring. Seperti dalam film lama. Tetapi kini orang kantoran makin sering berponsel. Langsung ke tujuan. Tarif lebih murah. Di rumah pun telepon kabel tak seaktif dulu. Selain untuk memesan gas dan air galonan, telepon untuk interlokal. Mungkin semakin jarang keluarga […]antyo
- Dering Telepon Landline February 10, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Jadi social smoker itu karena gak ada obat mati gaya. masalahnya dari social smoker ke pecandu itu tinggal selangkah ~ @pamanTyo February 10, 2012 glennypy6 (Glenny Jonathan)
- RT @cho_ro: Jadi social smoker itu karena gak ada obat mati gaya. masalahnya dari social smoker ke pecandu itu tinggal selangkah ~ @pamanTyo February 10, 2012 hollowayzr4 (Holloway Wharton)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Selamat Ultah, Jenderal (dan Kopral)!
October 5, 2006 by AntyoHARI INI TNI 61 TAHUN. FUNKY & FASHIONABLE.
Wedding fair dengan membawa-bawa nama Kodim kayaknya langka. Lumrahnya sih melibatkan industri kosmetika, tekstil, fotografi, dan jasa boga. Tak apa, toh keamanan itu di atas segalanya. Dengan bekal sejarah hubungan sipil dan militer maka konteks umbul-umbul ini dapat kita pahami. Selamat, Bos!
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





walah, jeli sekali mas. mantap.
belakangan sering ke sana mengantar anak yg senang melihat kereta, tapi tidak sadar ada warung.
ini baru jakarta!
—
Hidup Jakarta!
/tyo/